Berita

Mahasiswa Asing Program BIPA Kunjungi Laboratorium Karawitan PGSD FKIP UMS, Belajar Gamelan hingga Sinden

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Sebanyak 19 mahasiswa asing peserta program Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA) melakukan kunjungan budaya ke Laboratorium Karawitan Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Surakarta (FKIP UMS) ums.ac.id pada Senin, 29 Juni 2026. Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya pengenalan budaya dan kesenian tradisional Jawa kepada mahasiswa internasional yang sedang menempuh program BIPA di UMS.

Para peserta kunjungan berasal dari berbagai negara, di antaranya Malaysia, Vietnam, Thailand, Myanmar, Kamboja, Palestina, dan Korea, serta sejumlah negara lainnya. Keberagaman latar belakang peserta menjadikan kegiatan ini sebagai ruang perjumpaan lintas budaya, sekaligus sarana memperkenalkan kekayaan seni tradisi Indonesia kepada dunia.

Kepala Lab PGSD UMS, Dr. Honest Ummi Kaltsum, M. Hum., menyampaikan para mahasiswa BIPA mengikuti serangkaian kegiatan seperti pengenalan alat musik gamelan, di mana peserta diperkenalkan pada berbagai instrumen seperti saron, demung, kenong, bonang, gong, dan kendang beserta fungsi masing-masing dalam ansambel karawitan. Selanjutnya, peserta diberikan pemahaman mengenai notasi musik gamelan, termasuk sistem penulisan notasi yang digunakan dalam tradisi karawitan Jawa. Pemahaman notasi ini menjadi bekal bagi mahasiswa sebelum memasuki sesi praktik langsung memainkan alat musik.

“Mahasiswa BIPA juga berkesempatan melakukan praktik memainkan gamelan secara langsung dengan didampingi instruktur,” ujarnya, Senin (6/7/2026).

Antusiasme tampak dari para peserta yang mencoba menabuh berbagai instrumen secara bergiliran, memadukan bunyi dari masing-masing alat menjadi satu kesatuan iringan musik karawitan. Selain praktik instrumen, kegiatan juga dilengkapi dengan pengenalan dan latihan bernyanyi sinden, yakni teknik vokal tradisional yang menjadi bagian penting dalam pertunjukan karawitan. Sebagai materi utama dalam praktik memainkan gamelan dan bernyanyi sinden, para peserta membawakan tembang “Gugur Gunung”, salah satu lagu daerah Jawa yang populer dan sarat nilai gotong royong.

Honest Ummi Kaltsum juga menyebut bahwa kunjungan ke Laboratorium Karawitan ini menjadi salah satu bentuk pembelajaran kontekstual bagi mahasiswa program BIPA UMS, yang tidak hanya mempelajari bahasa Indonesia, tetapi juga diperkenalkan pada aspek budaya dan kesenian tradisional sebagai bagian dari pemahaman lintas budaya secara menyeluruh.

“Melalui pengalaman langsung memainkan gamelan dan menyanyikan tembang Jawa, mahasiswa asing diharapkan memperoleh apresiasi yang lebih mendalam terhadap kekayaan budaya Indonesia,” tuturnya.

Kegiatan ini, tambahnya, sekaligus menegaskan komitmen PGSD FKIP UMS dalam mendukung program internasionalisasi kampus, dengan menghadirkan Laboratorium Karawitan sebagai ruang pembelajaran budaya yang terbuka bagi mahasiswa dari berbagai negara. Ke depan, kegiatan serupa diharapkan dapat terus dikembangkan sebagai bagian dari program pertukaran budaya antara mahasiswa internasional dan civitas academica UMS.

Kontributor: Maysali/Humas

Editor: Nurul Fahri

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button