
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Bentuk komitmen Dewan Perwakilan Daerah Ikatan mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Jawa Tengah dalam mendorong budaya riset yang kritis dan solutif atas semakin meningkatnya tantangan lingkungan akibat perubahan iklim yang berdampak luas disektor kehidupan, dengan menyelenggarakan Riset Corner #2 dengan tema “Metodologi Riset Lingkungan untuk Analisis Dampak dan Adaptasi Perubahan Iklim”.
Kegiatan ini berlangsung pada Jumat, (23/01/2026) secara daring. Menghadirkan seorang praktisi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dara Kasihairani, M.Si, sebagai narasumber utama dalam forum ini.
Dalam pemaparannya, pemateri menyoroti pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap sistem prediksi cuaca, peringatan dini, serta kesiapsiagaan sebagai respon para pemangku kepemimpinan.
“Saat badai menyapa, bagaimana peringatan dininya? Teman teman jadi banyak evaluasi mulai dari informasi bagaimana prediksi tentang adanya cuaca ekstrem itu disampaikan, diterima, kemudian diambil Tindakan pencegahan”. Tuturnya.
Dalam konteks riset, pemaparan ini menekankan bahwa kajian perubahan iklim harus bersifat multidisipliner dan terintergrasi dengan tujuan Pembangunan berkelanjutan (SDGs).
Pemateri juga menekankan penggunaan metode kuantitatif, kualitatif, metode campuran, dan pendekatan partisipatif yang dinilai penting agar riset tidak sekadar menghasilkan data, tetapi juga mampu mendorong aksi adaptasi yang nyata dimasyarakat.
“Riset perubahan iklim harus berujung pada aksi nyata untuk membantu komunitas terdampak, terutama melakukan pendekatan partisipatif yang melibatkan Masyarakat langsung”. Ungkapnya.
Peserta juga tampak antusias dalam forum ini, dibuktikan dengan beberapa pertanyaan yang dilontarkan dan berujung pada diskusi.
Terselenggaranya Riset Corner#2 menciptakan pemikiran yang bermanfaat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim, dengan begitu, diharapkan riset perubahan iklim tidak boleh berhenti pada analisis semata, melainkan harus berujung pada rekomendasi kebijakan serta kesiapsiagaan dalam Upaya perlindungan Masyarakat yang terdampak secara berkelanjutan.
Kontributor: Zahfa Al Medina



