BeritaJateng

Sekolah Politik PK IMM Ibnu Sina: Mahasiswa sebagai Pelopor Literasi dan Etika Politik

KABARMUH.ID, Sukoharjo –  Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) melalui Pimpinan Komisariat Ibnu Sina (PK Ibnu Sina) Melangsungkan acara sekolah politik sebagai salah satu program kerja dari Bidang Hikmah PK IMM Ibnu Sina dengan tema “Dari Like Ke Akasi : Transformasi Kesadaran Politik Mahasiswa Masa Kini “ pada Sabtu (24/01/2026).

Kegiatan ini dilaksanakan mulai dari pagi hingga menjelang sore hari yang bertempatkan di Ruang Sidang FKIP kampus barat serta dihadiri oleh Ketua Koordinator Komisariat IMMawan Revo Bagus Ardana, IMMawan Faridtz Ferdianto Syahputra selaku Ketua Umum PK IMM Ibnu Sina periode 2026 dan dihadiri pula oleh  puluhan peserta Mahasiswa dengan antusias yang tinggi yang diantaranya adalah perwakilan Mahasiswa dari kampus lain yaitu dari IBISA dan IAIN An Nawawi.

Menghadirkan dua narasumber, Bapak Agus Budi Santos,S.H.,M.H. selaku dosen dari Program Studi Hukum sebagai narasumber pertama dan Saudara Dwi Kurniadi mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta sebagai narasumber kedua kegiatan sekolah politik ini. Kegiatan ini, menjadi salah satu bentuk ikhtiar PK IMM Ibnu Sina dalam memberikan dan membangkitkan kesadaran berpolitik dan etika berpolitik dengan baik.

Narasumber pertama menyampaikan bahwasannya “media sosial juga sebagai wadah partisipasi politik dan bentuk aksi secara nyata dan paling kecil adalah dengan memposting dan juga memberikan like terhadap postingan mengenai politik” ujar bapak Agus Budi Santos,S.H.,M.H. (24/01/2026).

Beliau juga menyebutkan berapa landasan hukum mengenai hal tersebut, diantaranya adalah UU Pemilu, UU Partai Politik, UU ITE, penutup dalam materi yang beliau sampaikan adalah mengenai dengan peran strategis mahasiswa “mahasiswa adalah pelopor literasi politik dan hukum, mahasiswa sebagai penggerak diskusi publik yang sehat dan mahasiswa juga sebagai kontrol sosial terhadap kebijakan negara” ujar Bapak Agus Budi Santos, S.H.,M.H.

IMMawan Dwi Kurniawan sebagai narasumber kedua dan terakhir dari kegiatan sekolah politik ini menyampaikan bahwa

“Cara mudah untuk memahami politik adalah seni menjilat” ujarnya.

Karena Politik itu seharusnya saling kritik mengkritik satu sama lain demi terciptanya pemerintahan yang hanya dengan dari rakyat dan demi rakyat. IMMawan Dwi Kurniawan juga menyampaikan bahwa

“Politik adalah siapa yang ingin mendapatkan apa, kapan dan dimana pun” Ujar IMMawan Dwi Kurniadi

Kegiatan sekolah politik ini ditutup dengan sesi debat, dimana peserta dibagi menjadi empat kelompok dan masing-masing sesi debat diberi waktu 10 menit. Sesi dbat ini juga masih dalam pengawasan dari narasumber kedua, bahkan sebelum masuk sesi debat ini, narasumber juga turut serta dalam menyaksikan penampilan roleplay yang ditampilkan oleh panitia penyelenggara, setelah kegiatan ini berakhir seluruh peserta, panitia dan narasumber keduapun melakukan sesi foto bersama.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menjadi sarana untuk meningkatkan wawasan, motivasi serta minat dan antusias terhadap politik terutama dikalan mahasiswa. Selain itu, kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan kesadaran politik sehat dikalangan masyarakat dan mahasiswa dengan aksi nyata terkecilnya yaitu dengan like postingan maupun berita tentang politik yang beredar dan tetap menjadi masyarakat yang berpolitik dengan etika yang baik dan benar.

Kontributor: Nabila Aprilianingsih

Editor: Arsy Sekar Kemuning

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button