Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 49
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA — Merespon pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional, IMM Sukoharjo bersama PMII Pabelan UMS dan HMI Ahmad Dahlan 1 mengadakan dialog kebangsaan dengan mengusung tema “Rekonstruksi Legitimasi Kekuasaan: Menimbang Kembali Peran Soeharto dalam Narasi Pahlawan Nasional” yang dilaksanakan pada kamis (20/11/25).

Selaku moderator, Oyan menyampaikan harapan dilaksanakannya acara tersebut, yaitu menjadi jawaban bagi kebingungan-kebingungan terhadap keputusan pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Mungkin dari kita masih cukup bingung terhadap sikap seperti apa yang harus kita bawa dalam merespon persoalan ini, dengan pemateri yang ada diharapkan bisa menjadi jawaban bagi teman-teman dalam kebingungan-kebingungan yang dihadapi mengenai persoalan ini,” ujarnya.

Pemantik pertama, Aria Gumilang, mengupas proses naiknya Soeharto melalui Supersemar dan dinamika MPRS. Ia membahas tindakan politik Soeharto yang dilegalkan dengan membuat undang-undang terlebih dahulu terkait tindakanya. Berbeda dengan Soekarno yang melakukan suatu tindakan kemudian membuat undang-undang yang melegalkan tindakannnya tersebut.

Ia juga membahas narasi pembangunan yang digunakan Soeharto. Menurutnya istilah “pembangunan” yang digunakan Soeharto dijadikan sebagai alat legitimasi dalam melaksanakan tindakannya.

“Memang ia sebenarnya ada jasanya dalam pembangunan indonesia, meskipun yang akhirnya melahirkan banyak ketimpangan dan kejahatan-kejahatan yang ia buat jauh lebih besar,” ungkapnya.

Pemantik kedua, Ahmad Hakim Maulana, memaparkan bahwa menjadinya Soeharto sebagai bapak pembangunan terdapat banyak kasus-kasus dan nepotisme dibelakangnya yang belum diusut hingga kini.

“Walaupun Soeharto menjadi bapak pembangunan, dibelakangnya terdapat banyak kasus-kasus nepotisme yang sampai sekarang belum diusut,” paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional pernah dilakukan pada tahun 2007 dan 2014, namun terdapat undang-undang yang menghalanginya.

Pemantik ketiga, Muhammad Zein, menyampaikan kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang yang dijadikan pahlawan nasional dilihat dari keteladanan moral, integrasi moral, dan perjuangan serang makhluk. Ia juga menjelaskan karakteristik politik etnis yang dihubungkan dengan konsep filsafat yang dibawa oleh Immanuel Kant yang membahas bagaimana melihat bahwa seorang itu melakukan sesuatu apakah berdasarkan dengan kewajiban atau formalitas belaka.

Selain dari pemantik, Hasan Abiyyu Abdullah selaku peserta diskusi juga menyampaikan pendapatnya bahwa ilmu pengetahuan dikuasai oleh siapa yang memerintah pada saat itu, begitu juga dengan sejarah yang dalam penulisannya ada ditangan siapa yang berkuasa pada saat itu.

“Siapa yang memegang ilmu pengetahuan maka ialah yang memegang kekuasaan, jika kita relevansikan pada masa itu kekuasaan ada ditangan Soeharto yang mana golkar merupakan partainya sendiri, sehingga golkar dapat mengendalikan ilmu pengetahuan itu sendiri,” jelasnya.

Eky Mu’amar, selaku peserta diskusi juga mempersoalkan siapa yang jujur dalam menulis sejarah, menurutnya banyak hal-hal yang tidak dicantumkan atau dikurangkan dalam penulisan sejarah.

“Permasalahannya, dalam penulisan sejarah itu siapa yang dapat dipercaya? Sejarah itu yang bisa diolah dipilih sesuai dengan keinginan mereka, keinginan rezim, lagi-lagi,” ujarnya penuh antusias.

Di penghujung diskusi, para peserta tampak antusias dalam menyampaikan pandangan pandangan mereka mengenai penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto dengan melihat sejarah-sejarah yang ada.

Kontributor: Choiril Amirah Farida

Editor: Adi Kurniawan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Redam Dampak Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai

    Redam Dampak Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.334
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM,Tanjung Redeb – Dalam upaya meredam dampak sosial dan ekonomi wabah Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau yang merupakan ujung tombak pergerakan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Berau membagikan puluhan sembako dan dana tunai untuk warga di Tanjung Redeb (23/4). Tim MCCC merupakan tim bentukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ada di setiap kabupaten/kota, provinsi hingga gugus pusat […]

  • Kabar Baik! PDPM Berau Terima Wakaf Lahan di Kampung Sukan Tengah

    Kabar Baik! PDPM Berau Terima Wakaf Lahan di Kampung Sukan Tengah

    • calendar_month Kamis, 6 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.000
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Sambaliung – Pimpinan Daerah Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Berau menyambut baik niatan warga yang menghibahkan tanahnya dengan bertolak ke lokasi tanah pada Jum’at siang (30/4). Lahan dengan lebar kurang lebih 15 meter dan panjang 400 meter tersebut berlokasi di RT 001 Kampung Sukan Tengah Kecamatan Sambaliung Kabupaten Berau. Pihak pewakaf yang diwakili saudara Usnur, S.Pd […]

  • Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

    Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 120
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Ibnu Fauzan (Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Timur Bidang Advokasi Dan Kebijakan Publik) Tanwir Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) telah 6 bulan berlalu, selama itu pula lah pelajar muhammadiyah se – Indonesia menunggu hasil keputusan induk dan pedoman berupa tanfidz hasil kerja kerja tanwir kemarin. 23 Juni 2025, tanfidz […]

  • PDM Lebong Umumkan Lokasi dan Petugas Sholat Idul Adha 1446 H

    PDM Lebong Umumkan Lokasi dan Petugas Sholat Idul Adha 1446 H

    • calendar_month Selasa, 3 Jun 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 66
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Lebong telah menetapkan lokasi pelaksanaan Sholat Idul Adha 1446 Hijriah yang bertepatan dengan tanggal 10 Dzulhijjah 1446 H atau Jum’at, 6 Juni 2025 M. Pelaksanaan Sholat Idul Adha akan digelar di berbagai titik strategis di wilayah Lebong, dengan penugasan khatib dan imam yang telah ditetapkan secara resmi […]

  • Sinergi Dengan PT. Nur Ramadhan, LAZISMU KL Balikpapan Utara Gelar Santunan Anak Yatim

    Sinergi Dengan PT. Nur Ramadhan, LAZISMU KL Balikpapan Utara Gelar Santunan Anak Yatim

    • calendar_month Jumat, 16 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.231
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Balikpapan – Matahari mulai cerah kembali. Terlihat dedaunan yang mulai mengering setelah diguyur oleh gerimis sejak pagi tadi. Seperti terbangun dari mimpi yang menyisakan sebuah harapan. Seketika harapan itu menjadi kenyataan. Bingung, gugup dan takut menghiasi wajah seorang anak kecil yang berjalan perlahan berlindung di belakang ibunya. Kami mencoba menyapa dan tersenyum untuk menyakinkannya. […]

  • Sukseskan Musycab, PCM Pekuncen Gelar Pawai dan Ciptakan Thamesong Mars Ngapak

    Sukseskan Musycab, PCM Pekuncen Gelar Pawai dan Ciptakan Thamesong Mars Ngapak

    • calendar_month Selasa, 29 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 233
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Kesuksesan Musyawarah Cabang (Musycab) Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) dan Pimpinan Cabang ‘Aisyiyah (PCA) Pekuncen periode Muktamar ke-48 ditandai dengan telah ditetapkannya Ketua PCM baru terdiri dari Basirin, S.Pd.I (Ketua), Ma’arifuddin, M.Pd., (Sekretaris) dan H. Misbah (Bendahara), sedangkan Ketua PCA, Hj. Dwiana Rosna Devianti dan sekretaris Hj. Kamsinah. Kegiatan berlangsung pada Sabtu, (26/08/2023) […]

expand_less