Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

Soeharto Sebagai Pahlawan Nasional: IMM Sukoharjo Adakan Diskusi Sebagai Bentuk Respon Keputusan Presiden Prabowo.

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 22 Nov 2025
  • visibility 46
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA — Merespon pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional, IMM Sukoharjo bersama PMII Pabelan UMS dan HMI Ahmad Dahlan 1 mengadakan dialog kebangsaan dengan mengusung tema “Rekonstruksi Legitimasi Kekuasaan: Menimbang Kembali Peran Soeharto dalam Narasi Pahlawan Nasional” yang dilaksanakan pada kamis (20/11/25).

Selaku moderator, Oyan menyampaikan harapan dilaksanakannya acara tersebut, yaitu menjadi jawaban bagi kebingungan-kebingungan terhadap keputusan pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional.

“Mungkin dari kita masih cukup bingung terhadap sikap seperti apa yang harus kita bawa dalam merespon persoalan ini, dengan pemateri yang ada diharapkan bisa menjadi jawaban bagi teman-teman dalam kebingungan-kebingungan yang dihadapi mengenai persoalan ini,” ujarnya.

Pemantik pertama, Aria Gumilang, mengupas proses naiknya Soeharto melalui Supersemar dan dinamika MPRS. Ia membahas tindakan politik Soeharto yang dilegalkan dengan membuat undang-undang terlebih dahulu terkait tindakanya. Berbeda dengan Soekarno yang melakukan suatu tindakan kemudian membuat undang-undang yang melegalkan tindakannnya tersebut.

Ia juga membahas narasi pembangunan yang digunakan Soeharto. Menurutnya istilah “pembangunan” yang digunakan Soeharto dijadikan sebagai alat legitimasi dalam melaksanakan tindakannya.

“Memang ia sebenarnya ada jasanya dalam pembangunan indonesia, meskipun yang akhirnya melahirkan banyak ketimpangan dan kejahatan-kejahatan yang ia buat jauh lebih besar,” ungkapnya.

Pemantik kedua, Ahmad Hakim Maulana, memaparkan bahwa menjadinya Soeharto sebagai bapak pembangunan terdapat banyak kasus-kasus dan nepotisme dibelakangnya yang belum diusut hingga kini.

“Walaupun Soeharto menjadi bapak pembangunan, dibelakangnya terdapat banyak kasus-kasus nepotisme yang sampai sekarang belum diusut,” paparnya.

Ia juga menyampaikan bahwa upaya pengangkatan Soeharto sebagai pahlawan nasional pernah dilakukan pada tahun 2007 dan 2014, namun terdapat undang-undang yang menghalanginya.

Pemantik ketiga, Muhammad Zein, menyampaikan kriteria yang harus dimiliki oleh seseorang yang dijadikan pahlawan nasional dilihat dari keteladanan moral, integrasi moral, dan perjuangan serang makhluk. Ia juga menjelaskan karakteristik politik etnis yang dihubungkan dengan konsep filsafat yang dibawa oleh Immanuel Kant yang membahas bagaimana melihat bahwa seorang itu melakukan sesuatu apakah berdasarkan dengan kewajiban atau formalitas belaka.

Selain dari pemantik, Hasan Abiyyu Abdullah selaku peserta diskusi juga menyampaikan pendapatnya bahwa ilmu pengetahuan dikuasai oleh siapa yang memerintah pada saat itu, begitu juga dengan sejarah yang dalam penulisannya ada ditangan siapa yang berkuasa pada saat itu.

“Siapa yang memegang ilmu pengetahuan maka ialah yang memegang kekuasaan, jika kita relevansikan pada masa itu kekuasaan ada ditangan Soeharto yang mana golkar merupakan partainya sendiri, sehingga golkar dapat mengendalikan ilmu pengetahuan itu sendiri,” jelasnya.

Eky Mu’amar, selaku peserta diskusi juga mempersoalkan siapa yang jujur dalam menulis sejarah, menurutnya banyak hal-hal yang tidak dicantumkan atau dikurangkan dalam penulisan sejarah.

“Permasalahannya, dalam penulisan sejarah itu siapa yang dapat dipercaya? Sejarah itu yang bisa diolah dipilih sesuai dengan keinginan mereka, keinginan rezim, lagi-lagi,” ujarnya penuh antusias.

Di penghujung diskusi, para peserta tampak antusias dalam menyampaikan pandangan pandangan mereka mengenai penganugerahan gelar pahlawan kepada Soeharto dengan melihat sejarah-sejarah yang ada.

Kontributor: Choiril Amirah Farida

Editor: Adi Kurniawan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • BEM FAI UMS Wujudkan Pengabdian Nyata Lewat Program Madrasah Sabtu Ceria

    BEM FAI UMS Wujudkan Pengabdian Nyata Lewat Program Madrasah Sabtu Ceria

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 62
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) wujudkan pengabdian nyata kepada masyarakat melalui program yang bertema “Madrasah Sabtu Ceria: Membangun Generasi Qur’ani Bersama Ibu dan Anak” di kampung Gondang RT 01/02, Kelurahan Manahan, kecamatan Banjarsari, Kota Surakarta. Program Pengabdian Masyarakat Ormawa ini dilaksanakan mulai tanggal 20 September hingga […]

  • Uniknya Wisuda UMS, Lulusan Ilkom Kenakan Jubah Akatsuki 

    Uniknya Wisuda UMS, Lulusan Ilkom Kenakan Jubah Akatsuki 

    • calendar_month Minggu, 21 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 91
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Momen wisuda Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) selalu menyimpan cerita menarik dari para lulusannya. Pada Wisuda Periode 1 Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Jumat (19/9), salah satu wisudawati Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI), Anisa Cahya Maulani yang akrab disapa Taci, mencuri perhatian dengan tampil mengenakan jubah […]

  • GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 362
    • 1Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani* Seorang tentara akan lahir dari seorang guru. Seorang insinyur akan lahir dari seorang guru. Seorang dokter bahkan akan lahir dari seorang guru. Apapun profesinya, lahir dari guru dan pula suatu saat akan menjadi guru. Guru bagi istrinya, maupun guru untuk anak-anaknya. Mari kita membahas spesifikasi profesi seorang guru. Guru merupakan […]

  • Dorong Kemandirian Pangan, Tim PPK Ormawa FT UMS Gelar Sekolah Perempuan

    Dorong Kemandirian Pangan, Tim PPK Ormawa FT UMS Gelar Sekolah Perempuan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemberdayaan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Averroes Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) kembali menggelar kegiatan Sekolah Perempuan Smartani Jati sebagai inovasi praktis dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Jati, Kecamatan Gatak Sukoharjo. Smartani Jati merupakan bentuk nyata sinergi […]

  • Milad Ke-113 Muhammadiyah di Provinsi Lampung Dimeriahkan Dengan Prestasi dan Budaya

    Milad Ke-113 Muhammadiyah di Provinsi Lampung Dimeriahkan Dengan Prestasi dan Budaya

    • calendar_month Senin, 1 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, METRO – Ribuan warga persyarikatan dan tokoh masyarakat memadati Kampus 3 Universitas Muhammadiyah (UM) Metro pada 30 November 2025 untuk menghadiri Resepsi Milad Muhammadiyah ke-113. Acara yang mengusung tema “Memajukan Kesejahteraan Bangsa” ini tidak hanya menjadi panggung bagi pidato kenegaraan, tetapi juga ajang konsolidasi, penganugerahan prestasi, dan pertunjukan kekayaan budaya lokal. Perayaan Milad tahun […]

  • Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

    Di atas Bumi Palu, Di Bawah Langit Inggris

    • calendar_month Sabtu, 20 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 382
    • 0Komentar

    Oleh: Rambo Lahir dipelukan Sang Fajar “From Palu, My Story Begins” ini adalah awal dari sebuah petualangan,  abadi dalam gambar peristiwa yang akan jadi kenangan. dalam dekapan fajar Kota Palu, dipeluk sunyi di depan rumah sakit ibu dan anak, lahir seorang anak yang bertubuh mungil, dengan tangis lalu menggigil. Sekali lagi, ini awal dari sebuah […]

expand_less