Tanamkan Nilai Toleransi Sejak Dini: Mahasiswa KKN 11 UIN Syekh Wasil Kediri Sosialisasikan Moderasi Beragama dan Anti-Bullying di SDN Padangan 1

KABARMUH.ID, KEDIRI – Mahasiswa Kelompok 11 Kuliah Kerja Nyata (KKN) UIN Syekh Wasil Kediri membawa misi besar dalam program Asta Protas Kemenag Berdampak melalui sosialisasi bertajuk “Meningkatkan Kerukunan dan Cinta Kemanusiaan”. Kegiatan yang menitikberatkan pada poin Moderasi Beragama dan Pencegahan Bullying bagi siswa SDN Padangan 1, Kamis (05/02/2026). Kegiatan ini dirancang secara interaktif untuk membentuk karakter siswa yang ramah, menghargai perbedaan, dan berani menolak perundungan di lingkungan sekolah.
Tepat pukul 09.00 WIB, bel sekolah berbunyi menandakan dimulainya kegiatan. Sebanyak 77 siswa dari kelas 3 (22 siswa), kelas 4 (30 siswa), dan kelas 5 (25 siswa) dengan bersorak memasuki ruang yang telah disiapkan. Acara dibuka oleh Kak Rina selaku pembawa acara, memulai dengan semangat dan disambut meriah oleh para siswa. Kemudian dilanjut dengan perkenalan hangat oleh seluruh kakak-kakak KKN untuk membangun kedekatan dengan siswa. Ada pepatah menyatakan “tak kenal maka tak sayang, maka harus perkenalan terlebih dahulu agar disayan Sambil tertawa gembira” ujar kak Beril salah satu anggota KKN. Suasana semakin semarak dengan hadirnya Kak Mamik dan Kak Icha yang memandu sesi ice breaking sebelum materi untuk mencairkan suasana. Dengan gaya khasnya yaitu gerakan botak, batik, batuk.
Menanamkan Sikap Seimbang dalam Beragama
Memasuki sesi inti, Kak Hikmah menyampaikan materi moderasi beragama dengan cara yang sangat menyenangkan, yakni melalui lagu-lagu edukatif dan kuis berhadiah. Siswa diajarkan bahwa moderasi beragama bukan berarti mencampuradukkan keyakinan, melainkan bersikap seimbang. “Kita harus tetap yakin dengan agama sendiri, namun di saat yang sama wajib menghargai teman yang berbeda agama. Anak-anak diajak untuk tidak mengejek, tidak membeda-bedakan, dan mau berteman dengan siapa saja,” jelas Kak Hikmah di hadapan para siswa yang antusias.
Tegaskan Bahwa Bullying Bukan Candaan
Isu pencegahan bullying (perundungan) juga menjadi fokus utama. Mahasiswa menekankan bahwa bullying adalah tindakan menyakiti orang lain, baik melalui kata-kata maupun tindakan fisik, yang merampas rasa aman seseorang.
Dalam pemaparannya, ditekankan bahwa siswa memiliki peran kunci sebagai agen pencegah. Siswa diajak untuk selalu berkata sopan, berani menolak ajakan merundung, serta membantu teman yang menjadi korban. “Jika melihat atau mengalami bullying, jangan takut untuk melapor kepada Bapak atau Ibu Guru agar segera ditangani,” pesan kak Hikmah dalam penyampaianya.
Apresiasi dan Refleksi Guru
Pihak sekolah, termasuk para guru SDN Padangan 1, memberikan dukungan penuh dalam mengkondisikan kelas. Kepala Sekolah menyampaikan apresiasi besar kepada mahasiswa KKN. “Ini adalah pembelajaran berharga bagi kita semua sebagai bentuk refleksi diri mengenai tata tertib dan kesopanan. Praktik menghadapi tingkah laku anak-anak secara langsung adalah bekal penting bagi kalian sebagai mahasiswa yang siap menghadapi masyarakat luas nantinya,” ungkap Kepala Sekolah SDN Padangan 1.
Ucapan terimakasih dari pihak lembaga sekolah juga disampaikan dengan penuh sukacita dan permohonan maaf bilamana kurang berkenan dalam penyambutan tapi itu semua diertima dengan baik oleh mahasiswa kelompok KKN 11 desa Padangan. Karena telah mengajarkan bahwa menjaga kerukunan adalah bentuk ibadah,” pesannya. Melalui pembiasaan berkata sopan, berani menolak ajakan merundung, serta membantu teman yang menjadi korban, mahasiswa berharap siswa SDN Padangan 1 dapat menjadi pelopor kerukunan.
Kegiatan diakhiri dengan sesi foto bersama dan pembuatan konten video kreatif sebagai kenang-kenangan atas kebersamaan mahasiswa dan para siswa. Melalui sosialisasi ini, diharapkan SDN Padangan 1 dapat menjadi lingkungan sekolah yang lebih harmonis, aman, dan penuh rasa toleransi. (hisyam).
Editor: Muhammad Farhan



