Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

Tanfidz Tanwir PP IPM: Kabar Bahagia atau Malapetaka?

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
  • visibility 119
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Muhammad Ibnu Fauzan (Ketua Pimpinan Wilayah Ikatan Pelajar Muhammadiyah Kalimantan Timur Bidang Advokasi Dan Kebijakan Publik)

Tanwir Pimpinan Pusat Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PP IPM) telah 6 bulan berlalu, selama itu pula lah pelajar muhammadiyah se – Indonesia menunggu hasil keputusan induk dan pedoman berupa tanfidz hasil kerja kerja tanwir kemarin. 23 Juni 2025, tanfidz resmi dirilis PP IPM. Ketika membuka halaman pertama, ada surat “sakti” yang mengejutkan. Tak pernah jadi pembicaraan, tak pernah digaungkan, tapi masuk dalam keputusan. Pengurangan batas umur personalia IPM. Tanwir kemarin Alih-alih menjadi ajang konsolidasi dan refleksi organisasi, Justru berujung pada meninggalkan banyak tanda tanya dan tidak sedikit kekecewaan. Salah satu keputusan yang paling kontroversial adalah pada instruksi pengurangan batas usia dari PP Muhammadiyah.

Instruksi PP Muhammadiyah: Pemangkasan Usia yang Dipaksakan?

Keputusan PP Muhammadiyah yang menginstruksikan untuk menurunkan batas usia menjadi topik paling hangat di batang tubuh IPM saat ini. Banyak yg menilai keputusan ini dinilai terburu-buru dan minim dialog. Tidak sedikit yang mempertanyakan: Apakah ini hasil istikharah organisatoris atau sekadar instruksi “siap perintah” yang tidak memberi ruang diskusi bagi akar rumput?

Padahal, mayoritas Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia dalam forum Tanwir cenderung mendukung usulan penambahan batas usia. Mengesampingkan alasan alasan politis menuju muktamar, alasan lainnya cukup rasional dan dapat diterima: dinamika dan tantangan pelajar hari ini semakin kompleks dan memerlukan figur-figur yang sudah cukup matang secara pemikiran dan pengalaman. Maka keputusan penurunan usia justru dianggap bertolak belakang dengan aspirasi mayoritas pimpinan wilayah.

Aroma Intervensi Menjelang Muktamar

Tak pelak, banyak yang mencium aroma intervensi politik dalam proses ini. Muktamar PP IPM yang akan datang tentu menjadi panggung strategis. Adanya penetapan tanfidz berdasar kriteria umur yang ‘disesuaikan’ oleh PP Muhammadiyah menimbulkan dugaan bahwa ini adalah bagian dari skenario politik tertentu untuk menyaring atau memuluskan jalan kelompok tertentu dalam internal IPM. Saya bukan suudzon, tapi sebagai kader akar rumput saya berhak skeptis.

Kebijakan Yang Tidak Bijak dan Cenderung Jawasentris. Tak hanya substansi kebijakan yang jadi sorotan, cara kebijakan ini diambil pun dianggap tak matang. Tidak ada kajian objektif yang dijadikan dasar publik. Tidak ada indikator yang menjelaskan urgensi pengurangan usia. Hal ini membuat banyak pihak merasa bahwa keputusan tersebut hanya menjawab kepentingan elite, bukan kebutuhan pelajar secara keseluruhan. Jika dihitung, umur 22 tahun adalah usia ketika sedang menempuh pendidikan kuliah di tahun kedua atau ketiga. Apakah mungkin mereka untuk berdomisili di Jakarta dan Jogjakarta, sedangkan masih ada tanggung jawab studi di kampung halaman?
Mimpi untuk duduk di pimpinan pusat tidak boleh hanya dimiliki oleh kader pulau Jawa, kader dari Banda Aceh hingga Papua Pegunungan juga punya hak untuk bermimpi maju ke Pimpinan Pusat.

Tak Ada Respon Cepat Dari Mayoritas Pimpinan Wilayah

Di tengah semua polemik ini, yang paling mencolok adalah sunyinya suara dari mayoritas Pimpinan Wilayah IPM se-Indonesia. Tidak ada pernyataan resmi, nihil sikap kolektif, dan kurang ada upaya kritis yang muncul. Semua seolah terdiam atau mungkin ‘dibungkam’? Padahal, merekalah yang selama ini berjuang di akar rumput, yang paling tahu dinamika pelajar dan kebutuhan organisasi di lapangan.
Apakah ini tanda apatisme kader terhadap dinamika pusat? Atau justru cerminan dari budaya feodal yang masih mengakar kuat di tubuh IPM—di mana kritik terhadap pusat dan ayahanda dianggap tabu?

Penutup: Arah Masa Depan IPM

Keputusan Tanfidz Tanwir kali ini menjadi batu ujian bagi masa depan IPM. Apakah organisasi ini masih mampu menjaga idealisme pelajar sebagai agen perubahan, atau justru mulai berubah menjadi kendaraan politik yang dikendalikan dari luar?
Tentu, waktu akan menjawab. Namun satu hal yang pasti: Ikatan Pelajar Muhammadiyah harus tetap berpihak pada pelajar. Jika tidak, maka ia hanya akan menjadi bayang-bayang dari struktur yang lebih besar, kehilangan roh pergerakan, dan perlahan tenggelam dalam pusaran pragmatisme.

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Anwar Abbas: Kita Perlu Belajar Bisnis dari China

    Anwar Abbas: Kita Perlu Belajar Bisnis dari China

    • calendar_month Jumat, 25 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Perkembangan pesat Tiongkok dalam beberapa dekade terakhir menjadi pelajaran penting bagi Indonesia. Dari negara yang lima puluh tahun lalu masih menghadapi berbagai keterbatasan, Tiongkok kini tumbuh menjadi salah satu kekuatan ekonomi terbesar dunia. Hal tersebut disampaikan Anwar Abbas, Ketua PP Muhammadiyah, dalam pembahasan mengenai pentingnya Indonesia belajar dari pengalaman Tiongkok dalam membangun kekuatan […]

  • Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah. Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai […]

  • UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    UM Bandung Gelar Baitul Arqam, Ribuan Mahasiswa Baru Dibekali Keislaman dan Kemuhammadiyahan

    • calendar_month Sabtu, 28 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 218
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung menggelar kegiatan Baitul Arqam bagi mahasiswa baru tahun akademik 2024/2025. Acara yang berlangsung selama empat hari, dari Selasa hingga Jumat (24-27/09/2024), diikuti oleh 1.657 mahasiswa baru yang terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama diikuti mahasiswa baru dari Fakultas Sains dan Teknologi serta Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Sementara itu, […]

  • PWM Lampung Gelar Rakerwil 2026 Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak

    PWM Lampung Gelar Rakerwil 2026 Fokus Penataan Aset Organisasi dan Aksi Program Berdampak

    • calendar_month Sabtu, 17 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung – Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung menggelar Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) di Kampus 2 Universitas Muhammadiyah Lampung (UML) pada Sabtu, 17 Januari 2026. Agenda tahunan ini menjadi momentum krusial bagi organisasi untuk mengevaluasi kinerja sepanjang tahun 2025 sekaligus merumuskan peta jalan strategis menghadapi tantangan tahun 2026. Rakerwil yang berlangsung khidmat ini dihadiri […]

  • Perkuat Kolaborasi dan Strategi Digital, UMS Gelar Sarasehan & Koordinasi Pemberitaan

    Perkuat Kolaborasi dan Strategi Digital, UMS Gelar Sarasehan & Koordinasi Pemberitaan

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Tim Humas menggelar Sarasehan dan Koordinasi Pemberitaan UMS di Ruang Meeting B2 Edutorium KH. Ahmad Dahlan UMS, Senin (22/12). Kegiatan ini menjadi upaya strategis untuk memperkuat sinergi antara Humas dengan Fakultas, Direktorat dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) dalam memasifkan pemberitaan kampus di media digital. Kepala Humas UMS, […]

  • Mahasiswa FEB UMS Jadi Fasilitator Duta Inspirasi Indonesia, Raih Best Program Nasional

    Mahasiswa FEB UMS Jadi Fasilitator Duta Inspirasi Indonesia, Raih Best Program Nasional

    • calendar_month Sabtu, 27 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 106
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Syaban Al Musyaffa Ibnu Ahmad, mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional melalui keterlibatannya dalam ajang Duta Inspirasi Indonesia pada Jumat, (9/12). Syaban terpilih sebagai salah satu fasilitator terbaik setelah melalui proses seleksi ketat yang diikuti ratusan peserta dari seluruh Indonesia. Duta Inspirasi […]

expand_less