
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pimpinan Komisariat (PK) Shabran Adakan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) di ruang Seminar Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Muhammadiyah (UMS). Acara yang dilaksanakan mulai Jumat – Minggu (5-7/12) ini, mengangkat tema “Reformulasi Kepemimpinan Kolektif Kolegial dalam IMM Shabran.”
Pembukaan Latihan Kepemimpinan dan Manajemen Organisasi (LKMO) PK IMM Shabran UMS, dihadiri oleh perwakilan pembina Pondok Shabran, Ibnu Mas’ud dan perwakilan Pimpinan Cabang (PC) IMM Sukoharjo, Majid. Acara ini Resmi dibuka setelah perwakilan Pondok Shabran, Ibnu Mas’ud membuka acara dan dilanjutkan dengan serah terima peserta yang berjumlah 32 Immawan dari instruktur ke panitia pada Jumat, (5/12).
Acara dilanjutkan pada hari Sabtu dengan pemaparan materi Leadership oleh Muhammad Fikri Azka, Manajemen Kesekretariatan dan Keuangan oleh Wildan Iskandar dan Ahmad Satrio. Tidak hanya sebatas materi, peserta diajak langsung untuk praktek mengenai Manajemen Kesekretariatan dan Keuangan memakai sistem kelompok dengan laptop.
Materi dilanjutkan oleh Ikbar Rozaqi dengan tema Kolektif Kolegial dalam Kepemimpinan IMM. Pada malam harinya, Cavella Noor Putri Anisa menyampaikan materi Manajemen Kepanitiaan kepada peserta. Untuk memperdalam pembahasan materi, panitia mengadakan Forum Group Discussion (FGD) antar kelompok peserta untuk mendiskusikan ulang materi, dan mempresentasikannya.
Pada hari Minggu, materi berlanjut dengan tema Manajemen Konflik oleh Anas Asy’ari Nasuha, dilanjutkan dengan FGD. Pada Sesi penutupan, Ketua IMM PK Shabran, Muhammad Fikri Azka menyampaikan apresiasinya kepada peserta yang telah mengikuti acara LKMO ini.
Azka menjelaskan, alasan LKMO ini dibuat dalam rangka menyiapkan pemimpin baru di dalam tubuh IMM Shabran. Selain itu, ia juga mengingatkan tentang diaspora kader IMM di kampus agar tidak melupakan rumahnya: IMM Shabran.
“Problem dari tahun ke tahun yaitu meninggalkan IMM. Ingat ini rumah kalian (IMM -red), ” ujar Azka pada sambutan penutupan acara, Minggu, (7/12).
Ketua PC IMM Sukoharjo, Muhammad Anas Asy’ari Nasuha menjelaskan bahwa LKMO sebagai wadah persiapan kader untuk menjadi pimpinan. Di IMM, ujar Anas, adalah tempat pemberian perangkat analisis dan metode, seperti kritis, solutif dan problem solving, bukan hanya sekedar tempat mencari hasil.
“Keberhasilan bukan selesai acara, tapi apa yang baru dan menjadi teladan, ” harap Anas pada sambutannya.
Sekretaris Pondok Hajjah Nuriyah Shabran, Muk Andhim, S. Pd., M.Pd., menyampaikan apresiasinya kepada peserta dan panitia yang telah menyelesaikan acara LKMO.
Lebih lanjut, Andhim menyampaikan pemimpin bukan hanya sekedar jabatan tetapi marwah dan tanggung jawab.
“Tolong dijaga tanggung jawabnya, ” pungkas Andhim pada sambutannya.
Peserta LKMO, Muhammad Relung Fazlurrahman mengakui masih minim perihal kepemimpinan, setelah mengikuti LKMO, Faiz merasakan mendapatkan bekal untuk memimpin organisasi.
“Saya masih minim, dengan adanya pelatihan akan membantu saya di organisasi,” ujar Faiz saat sesi Kesan dan Pesan.
Kontributor: Nashiruddin Amin
Editor: Nurul Ramadhani



