
KABARMUH.ID, NGAWI– Komitmen terhadap pelestarian lingkungan diwujudkan tujuh pimpinan Kafilah Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) melalui kegiatan penanaman 1.000 pohon di kawasan Gunung Lawu via Jogorogo, Kabupaten Ngawi, Minggu (15/2/2026). Aksi nyata ini menjadi bukti kepedulian generasi muda terhadap masa depan lingkungan.
Program yang digagas Lembaga Manajemen Infaq Ngawi ini bertujuan merehabilitasi kawasan hutan dan menguatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga ekosistem. Penanaman dilakukan di area yang membutuhkan pemulihan vegetasi untuk mencegah kerusakan lingkungan lebih lanjut, termasuk erosi, longsor, dan berkurangnya daerah resapan air.
Muhammad Azibsyah, Ketua Kafilah HW UMS, menilai kegiatan ini lebih dari sekadar aksi simbolis atau kegiatan seremonial. “Menanam pohon berarti menanam komitmen untuk masa depan. Ini bentuk pengabdian sekaligus pembelajaran kepemimpinan yang kontekstual bagi para kader. Kami ingin menunjukkan bahwa kepemimpinan yang baik adalah kepemimpinan yang peduli pada keberlanjutan,” paparnya.
Azibsyah menjelaskan, pilihan untuk terlibat dalam aksi konservasi ini sejalan dengan visi HW UMS untuk membentuk kader yang tidak hanya cakap secara organisatoris, tetapi juga memiliki kepekaan sosial dan lingkungan yang tinggi. “Di era krisis iklim seperti sekarang, setiap orang, termasuk mahasiswa dan organisasi kampus, harus ambil peran aktif dalam upaya penyelamatan lingkungan,” tegasnya.
Ketua BKM RGW Rizky menyebutkan aksi lapangan menjadi metode efektif penguatan karakter kepemimpinan yang tangguh dan adaptif. “Kepemimpinan dibentuk melalui aksi nyata, bukan hanya forum formal atau teori di kelas. Kegiatan ini mempererat solidaritas dan meningkatkan kepedulian terhadap isu lingkungan yang memerlukan aksi segera dari semua pihak,” jelasnya.
Rizky menambahkan, pengalaman langsung di lapangan memberikan pembelajaran yang tidak bisa didapat di ruang kelas. “Para kader belajar tentang kerja tim, problem solving, dan yang terpenting adalah memahami bahwa perubahan dimulai dari tindakan kecil yang konsisten. Menanam satu pohon mungkin terlihat kecil, tetapi jika dilakukan bersama-sama, dampaknya bisa sangat besar,” paparnya.

Ketujuh pimpinan kafilah yang berpartisipasi yakni Rakanda Fayyiz, Rakanda Farhah, Rakanda Rizky, Ayunda Aida, Ayunda Haura, Ayunda Kailla, dan Ayunda Farisya. Mereka menanam berbagai jenis bibit pohon di lokasi strategis yang telah ditentukan berdasarkan kajian teknis dari tim ahli, guna mendukung keberlanjutan sumber daya alam dan memulihkan fungsi ekologis kawasan.
Selain aspek lingkungan, kegiatan ini juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Para peserta berinteraksi dengan masyarakat setempat, mendengar cerita mereka tentang perubahan kondisi lingkungan, dan memahami dampak nyata dari degradasi hutan terhadap kehidupan sehari-hari. “Ini membuat aksi konservasi menjadi lebih bermakna karena kami melihat langsung siapa yang akan mendapat manfaat dari apa yang kami lakukan,” ujar salah satu peserta.
HW UMS berharap dapat terus berkontribusi dalam gerakan konservasi dan menginspirasi generasi muda untuk peduli lingkungan melalui aksi nyata berkelanjutan. Organisasi ini juga berencana membuat program monitoring dan evaluasi untuk memastikan pohon-pohon yang ditanam tumbuh dengan baik dan memberikan manfaat optimal bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. Ke depan, HW UMS akan mengajak lebih banyak anggota dan organisasi lain untuk bergabung dalam gerakan hijau ini.
Editor: Muhammad Farhan



