Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

Meretas Ketimpangan Iklim! Eco Bhinneka Muhammadiyah Perkuat Suara Kelompok Rentan dalam Adaptasi dan Mitigasi

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 14 Jun 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta — Dalam rangka menyambut agenda Walk for Peace and Climate Justice, Eco Bhinneka Muhammadiyah menyelenggarakan diskusi publik bertajuk “Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan”, yang dilaksanakan secara daring pada Jumat, 13 Juni 2025. Kegiatan ini diikuti oleh 25 peserta yang berasal dari organisasi kepemudaan lintas iman serta komunitas penyandang disabilitas.

Diskusi ini merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism) yang diinisiasi Eco Bhinneka Muhammadiyah sebagai upaya memperkuat kapasitas pemuda lintas iman dalam mengintegrasikan nilai-nilai spiritual, keadilan sosial, dan keberlanjutan lingkungan.

Dalam sambutannya, Fahmi Saiyfuddin, Focal Point SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah untuk Kawasan Daerah Khusus Jakarta, menjelaskan bahwa diskusi ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Walk for Peace and Climate Justice yang akan berlangsung sepanjang Juni hingga Juli 2025. “Rangkaian kegiatan kami terdiri dari dua diskusi daring, yaitu hari ini dengan tema Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim bagi Kelompok Rentan, serta minggu depan bertema Perempuan dan Tanah Air Kita. Selain itu akan ada satu kegiatan luring berupa sosialisasi dan interaksi langsung bersama komunitas difabel, dan ditutup dengan acara puncak Walk for Peace and Climate Justice,” ungkap Fahmi.

Hadir sebagai narasumber dalam kegiatan ini adalah Eko Cahyono dari Sajogyo Institute dan Fajri Hidayatullah, Ketua Umum Himpunan Difabel Muhammadiyah (HIDIMU), dengan moderator Dinul Qoyimah, staf program SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah.

Dalam paparannya, Eko Cahyono menegaskan bahwa krisis iklim tidak berdampak secara setara pada semua kelompok masyarakat. “Kelompok rentan, seperti masyarakat adat, perempuan, penyandang disabilitas, lansia, dan warga miskin kota, merupakan yang paling terdampak. Sayangnya, mereka sering terpinggirkan dalam perumusan kebijakan perubahan iklim,” ujar Eko.

Ia juga menyoroti perlunya mengintegrasikan keadilan gender dan pendekatan interseksional dalam kebijakan adaptasi dan mitigasi perubahan iklim. “Sistem sosial kita masih patriarkis. Tanpa kesadaran terhadap kerentanan spesifik yang dihadapi oleh kelompok-kelompok tertentu— masyarakat adat, orang lanjut usia, anak-anak, fakir miskin, wanita hamil, dan difabel —kebijakan akan terus melanggengkan ketimpangan,” tambahnya.

Eko menekankan bahwa prinsip Keadilan Iklim muncul dari kesadaran bahwa kelompok rentan memiliki risiko paling besar namun justru paling sedikit mendapatkan akses pada perlindungan hak-hak dasar mereka. Oleh karena itu, keadilan iklim juga menuntut tanggung jawab moral dan politik negara-negara maju untuk menurunkan emisi dan menghentikan perusakan lingkungan yang memperparah krisis global.

“Kita perlu menggali ulang kearifan lokal dan nilai-nilai luhur Nusantara sebagai fondasi dalam menghadapi krisis iklim—tanpa menciptakan krisis sosial-ekologis baru,” tutup Eko.

Sementara itu, Fajri Hidayatullah menekankan pentingnya inklusi dan aksesibilitas dalam semua inisiatif adaptasi iklim. “Keadilan iklim tidak akan tercapai jika penyandang disabilitas hanya dianggap sebagai objek program. Mereka harus dilibatkan secara aktif dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan,” tegas Fajri.

Ia juga memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi penyandang disabilitas dalam situasi bencana yang diperburuk oleh perubahan iklim, seperti keterbatasan akses terhadap informasi, jalur evakuasi, dan infrastruktur yang tidak ramah disabilitas.

“Dampak perubahan iklim bagi disabilitas bisa berkali lipat. Dalam kondisi bencana seperti longsor atau kebakaran, keterbatasan fisik dan akses membuat mereka semakin rentan,” ungkapnya.
Fajri menekankan bahwa pendekatan yang responsif terhadap keberagaman disabilitas sangat penting untuk memastikan keselamatan dan perlindungan kelompok ini dalam situasi darurat.

“Setiap orang berpotensi menjadi disabilitas kapan saja. Maka pendekatan kita terhadap keadilan iklim harus berangkat dari nilai kemanusiaan. Kita semua adalah penjaga bumi, dan tanggung jawab itu harus dijalankan bersama,” tutup Fajri.

Diskusi ini menjadi langkah penting dalam membangun kesadaran lintas iman dan lintas kelompok terhadap pentingnya keadilan iklim yang inklusif, adil, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Fireside Chat KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Perkuat Kolaborasi Bisnis Pengusaha Muhammadiyah

    Fireside Chat KOPDAR SUMU Pekalongan Raya Perkuat Kolaborasi Bisnis Pengusaha Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 123
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Sesi Fireside Chat pada gelaran KOPDAR Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Pekalongan Raya 2026, Ahad (12/7), tampil berbeda dari agenda organisasi pada umumnya. Tak sekadar mendengarkan pidato searah, sesi ini sukses bertransformasi menjadi arena business matching dan unjuk potensi dari belasan pelaku usaha riil di lingkungan Muhammadiyah. Berlangsung dalam suasana santai namun sarat […]

  • Inovasi Kesehatan Berbasis AI, Mahasiswa UMS Sabet Gold Medal di YISF 2026

    Inovasi Kesehatan Berbasis AI, Mahasiswa UMS Sabet Gold Medal di YISF 2026

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 108
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menorehkan prestasi internasional melalui ajang Youth International Science Fair (YISF) 2026 yang diselenggarakan di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta pada 6–9 April 2026. Tim bernama Posturely berhasil meraih medali emas berkat inovasi aplikasi deteksi postur tubuh berbasis kecerdasan buatan. Tim Posturely mengusung produk bertajuk “Posturely: Smart […]

  • UMS Gandeng Politeknik Ketenagakerjaan, Jawab Isu Strategis dan Migrasi

    UMS Gandeng Politeknik Ketenagakerjaan, Jawab Isu Strategis dan Migrasi

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi menandatangani nota kesepahaman dengan Politeknik Ketenagakerjaan (Polteknaker) Jakarta Timur pada Selasa, (22/7). Kerja sama ini menandai langkah penting UMS dalam memperluas kontribusi di bidang pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus menjawab isu strategis ketenagakerjaan di tingkat nasional dan internasional. Dokumen kesepahaman ditandatangani langsung oleh Rektor UMS, […]

  • Kajian Tafsir UMS Bahas Tugas Kekhalifahan Manusia Melalui Surah Al-Baqarah Ayat 30–39

    Kajian Tafsir UMS Bahas Tugas Kekhalifahan Manusia Melalui Surah Al-Baqarah Ayat 30–39

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan Kajian Tafsir Online dengan menghadirkan Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th. Pada kesempatan ini, ia mengupas secara mendalam rangkaian ayat 30–39 Surah Al-Baqarah, yang menjadi dasar teologis penciptaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Mengawali penjelasan pada ayat 30, Rha’in menggambarkan sikap para malaikat ketika Allah memberitakan […]

  • Di Milad Aisyiyah, Machnun Uzni Serukan Dakwah Lingkungan untuk Masa Depan Hijau

    Di Milad Aisyiyah, Machnun Uzni Serukan Dakwah Lingkungan untuk Masa Depan Hijau

    • calendar_month Jumat, 5 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 71
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Balikpapan – Di tengah meningkatnya ancaman perubahan iklim dan kerusakan lingkungan, dakwah lingkungan dinilai menjadi bagian penting dari ikhtiar menjaga keberlanjutan kehidupan. Pesan tersebut disampaikan oleh Machnun Uzni, S.I.Kom., dalam rangkaian Milad ke-109 Aisyiyah yang digelar melalui peluncuran program “1.000 Cahaya Aisyiyah” dan dukungan terhadap gerakan Sekolah ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah) di […]

  • Launching Program BEM Berdampak UMS: Sinergi Mitigasi Bencana dan Edukasi Stunting di Kelurahan Sewu

    Launching Program BEM Berdampak UMS: Sinergi Mitigasi Bencana dan Edukasi Stunting di Kelurahan Sewu

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) resmi meluncurkan program Mahasiswa Berdampak di Kelurahan Sewu, Jebres, Kota Surakarta. Linggar Ardi Prakoso, salah satu perwakilan mahasiswa BEM Berdampak UMS mengungkapkan program yang diberi nama “Transformasi Komunitas Tangguh melalui Edukasi Bencana dan Warisan Kuliner” ini menjadi bagian dari implementasi Program Mahasiswa Berdampak: […]

expand_less