Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » kabar muhammadiyah » Ustadz Ir. Masumi: Amar Makruf Nahi Mungkar Butuh Keberanian, Bukan Sekadar Menjadi Penonton

Ustadz Ir. Masumi: Amar Makruf Nahi Mungkar Butuh Keberanian, Bukan Sekadar Menjadi Penonton

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 9 Agt 2026
  • visibility 44
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ustadz Ir. Masumi: Jangan Biarkan Kejahatan Bertahan karena Orang Baik Memilih Diam

ANGGANA — Pengajian Bulanan Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Anggana menghadirkan Ustadz Ir. Masumi (Bendahara PWM Kaltim) sebagai narasumber, Ahad, 9 Agustus 2026. Dalam kajiannya, Ustadz Masumi mengangkat tema “Amal Makruf Nahi Mungkar”, dengan menekankan pentingnya keberanian umat Islam dalam menyuarakan kebenaran dan mencegah kemungkaran di tengah kehidupan masyarakat.

Menurut Ustadz Masumi, amar makruf nahi mungkar merupakan konsep mendasar dalam ajaran Islam yang berarti mengajak kepada kebaikan serta mencegah dari kemungkaran. Konsep tersebut tidak hanya berkaitan dengan kesalehan individu, tetapi juga menjadi fondasi moral dan sosial dalam membangun kehidupan masyarakat yang adil, harmonis, dan diridai Allah SWT.

Ia mengingatkan bahwa Allah SWT secara tegas memerintahkan agar di tengah umat Islam terdapat sekelompok orang yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang makruf dan mencegah dari yang mungkar.

Hal itu sebagaimana firman Allah SWT dalam QS. Ali Imran ayat 104:

“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; dan mereka itulah orang-orang yang beruntung.”

Ustadz Masumi kemudian mengajak jamaah untuk merenungkan sebuah pertanyaan penting: mengapa berbuat baik sering kali jauh lebih mudah daripada melawan kejahatan?

Ia menjelaskan, banyak orang mampu melakukan kebaikan, seperti memberikan bantuan kepada korban bencana, menyumbang kepada yang membutuhkan, ataupun menghibur orang yang sedang berduka. Namun, keberanian untuk mencegah kemungkaran sering kali jauh lebih sedikit.

“Menegur penjudi, mengingatkan peminum atau pengguna narkoba, mencegah perzinaan, melarang korupsi, mengkritik penyalahgunaan kekuasaan, menghentikan perundungan, atau membela seseorang yang diperlakukan tidak adil, sering kali membuat orang memilih diam,” jelasnya dalam kajian tersebut.

Otak Manusia Cenderung Menghindari Ancaman

Mengutip perspektif neurosains dari buku The 7 Laws of the Brain karya Taufiq Fredrik Pasiak, Ustadz Masumi menjelaskan bahwa otak manusia memiliki kecenderungan untuk menghindari ancaman, kerugian, dan berbagai hal yang dianggap membahayakan.

Ketika seseorang hendak melawan ketidakadilan, menurutnya, otak akan secara otomatis memperhitungkan berbagai risiko yang mungkin muncul. Mulai dari kehilangan pekerjaan, dijauhi lingkungan pertemanan, mendapat serangan di media sosial, hingga ancaman terhadap keselamatan diri dan keluarga.

“Akibatnya, rasa takut sering kali mengalahkan dorongan moral untuk bertindak melawan kemungkaran,” ungkapnya.

Fenomena tersebut, lanjut Ustadz Masumi, juga dapat menjelaskan mengapa seseorang cenderung pasif ketika menyaksikan sebuah kejahatan atau ketidakadilan. Ketika banyak orang menyaksikan suatu kemungkaran, masing-masing individu justru dapat berpikir bahwa orang lainlah yang seharusnya bertindak.


“Karena itu, kejahatan sering kali bertahan bukan karena pelakunya sangat kuat, melainkan karena terlalu banyak orang baik yang memilih diam dan menjadi penonton,” tegasnya.

Amar Makruf Nahi Mungkar Sesuai Kemampuan

Lebih lanjut, Ustadz Masumi menjelaskan bahwa Islam memberikan tuntunan yang jelas mengenai bagaimana seorang Muslim menjalankan amar makruf nahi mungkar. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Ia mengutip hadis Rasulullah ﷺ yang diriwayatkan Imam Muslim:

“Barangsiapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka hendaklah ia mengubahnya dengan tangannya. Jika ia tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika ia tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itulah selemah-lemahnya iman.”
(HR. Muslim No. 49)

Hadis tersebut, menurutnya, menunjukkan bahwa amar makruf nahi mungkar bukan berarti seseorang harus bertindak secara serampangan. Ada tahapan, kemampuan, pertimbangan dan tanggung jawab yang harus diperhatikan.

Dengan demikian, setiap Muslim memiliki ruang untuk mengambil peran sesuai kapasitasnya, baik melalui tindakan, nasihat dan penyampaian kebenaran, maupun setidaknya dengan membenci kemungkaran di dalam hati.

Peradaban Membutuhkan Orang yang Berani Bersikap

Di bagian akhir kajiannya, Ustadz Masumi menegaskan bahwa peradaban tidak cukup dibangun hanya dengan banyaknya orang yang berbuat baik. Peradaban juga membutuhkan orang-orang yang memiliki keberanian moral untuk mencegah kejahatan, kezaliman, dan berbagai bentuk penyimpangan.

Menurutnya, selalu dibutuhkan sebagian kecil manusia yang berani mengatakan “ini benar” dan “itu keliru”, ketika sebagian besar orang memilih diam.

“Peradaban bertahan justru karena selalu ada sebagian manusia yang berbuat baik sekaligus mencegah kemungkaran, kejahatan dan kezaliman,” pesannya.

Karena itu, jamaah diajak untuk tidak berhenti pada kesalehan pribadi, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap kondisi lingkungan dan masyarakat. Kebaikan perlu ditegakkan, sementara kemungkaran harus dicegah dengan cara yang bijaksana, sesuai tuntunan agama dan kemampuan masing-masing.

Pengajian Bulanan PCM Anggana tersebut berlangsung pukul 14.00–15.00 WITA di kediaman H. Amir Hady, Desa Anggana, dan menjadi momentum untuk memperkuat pemahaman jamaah mengenai tanggung jawab sosial seorang Muslim dalam menjaga kebaikan dan mencegah kemungkaran.(ay.1)

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • DK HW SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT: Mengawal Si Bara Menjadi Juara

    DK HW SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT: Mengawal Si Bara Menjadi Juara

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Si Bara adalah maskot DK HW SMK Muhammadiyah 5 Babat periode 2026/2027. Kegiatan Literacy Camp Joko Tingkir 2026 Universitas Muhammadiyah Lamongan adalah kompetisi lomba pertama kali yang diikuti DK HW Muhlibat. (8/5/2026) Kegiatan ini di ikuti oleh beberapa Qobilah HW SMA/SMK se Jawa Timur yang diwakili dari regu putra dan putri setiap qobilah. Ketua […]

  • Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    Muhammadiyah Dorong Kesejahteraan Mualaf Lewat Pelatihan Kuliner

    • calendar_month Minggu, 26 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Muhammadiyah melalui Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Jawa Timur bekerja sama dengan Lazismu Jawa Timur terus menunjukkan kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat, khususnya para mualaf. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah menggelar pelatihan keterampilan kuliner, yang bertujuan menumbuhkan jiwa kewirausahaan agar peserta dapat mandiri secara ekonomi. Pelatihan ini digelar pada Sabtu (25/1/2025) di […]

  • Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    Turut Bangga 2 kader IMM Pondok Hajjah Nuriyah ikut Youth Diplomacy Forum DPP IMM, untuk Ajak Kader Paham Tatanan Global Baru

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPP IMM) sukses menyelenggarakan Muhammadiyah Youth Diplomacy Forum (DYF) selama tiga hari, 26 hingga 28 September 2025. Forum yang berfokus pada pelatihan diplomat muda ini menegaskan kesiapan kader Muhammadiyah untuk mengambil peran strategis di kancah global. DYF yang mengusung tema “Muhammadiyah Diplomats as Catalysts of Global […]

  • Terus Bermanfaat! Ruang Merdeka Bagi-Bagi Pakaian di Lapak Gratis

    Terus Bermanfaat! Ruang Merdeka Bagi-Bagi Pakaian di Lapak Gratis

    • calendar_month Kamis, 4 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Ruang Merdeka kembali mengadakan kegiatan lapak gratis yang kali ini bertempat di samping Kelurahan Kenjeran pada hari Ahad (30/6/2024). Kegiatan ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat, terutama anak-anak yang tampak antusias datang dan mengikuti acara tersebut. Wahyu Firmansyah, salah satu pegiat Ruang Merdeka, menyatakan bahwa pada kesempatan kali ini mereka hanya menyalurkan […]

  • 66 Profesor UMS Berkolaborasi dengan 300 Doktor untuk Pimpin Menjadi UMS Leader

    66 Profesor UMS Berkolaborasi dengan 300 Doktor untuk Pimpin Menjadi UMS Leader

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar acara Penyerahan Surat Keputusan (SK) dan Pengukuhan Pejabat Struktural untuk masa jabatan 2025–2029, pada Jumat (1/8) di Auditorium Mohammad Djazman. Acara ini dihadiri oleh Rektor, seluruh Wakil Rektor, Kepala Badan, Dekan, Direktur, Kepala Lembaga, Kepala Biro, hingga Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) di lingkungan UMS. Dalam periode […]

  • Muhammadiyah dan Tantangan Ekonomi 4.0: Meningkatkan Literasi Digital Umat

    Muhammadiyah dan Tantangan Ekonomi 4.0: Meningkatkan Literasi Digital Umat

    • calendar_month Jumat, 23 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    Oleh: Andriansyah Ramadan Kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi menuntut semua pihak untuk dapat berkompetensi agar tidak tergerus dan terlindas oleh zaman. Digitalisasi di seluruh belahan dunia memaksa kita untuk ikut andil dan ambil peran di dalamnya jika tidak ingin mengalami ketertinggalan. Era industri 4.0 telah menghadirkan fenomena disrupsi pada berbagai sendi kehidupan. Peran manusia akan […]

expand_less