Berita

Tim Dosen UMS Kembangkan Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan KWT di Sukoharjo

KABARMUH.ID; SURAKARTA – Kelompok Wanita Tani (KWT) Subur Makmur di Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo, memiliki potensi besar dalam budidaya sayuran hidroponik, khususnya selada dan pakcoy. Namun, ketergantungan pada listrik PLN untuk mengoperasikan pompa air dan skala produksi yang masih terbatas menjadi tantangan utama dalam pengembangan usaha ini. Sebagai upaya mengatasi permasalahan tersebut, tim dosen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan pengabdian masyarakat berjudul “Pertanian Terpadu Berbasis Greenhouse Hidroponik Tenaga Surya untuk Kemandirian Pangan Kelompok Wanita Tani Desa Kudu, Sukoharjo”.

Pelaksanaan kegiatan berlangsung pada Jumat (7/8/2026) bertempat di Kantor Kepala Desa Kudu, Kecamatan Baki, Kabupaten Sukoharjo. Kegiatan ini dihadiri oleh perangkat desa, 30 anggota KWT Subur Makmur, serta perwakilan dari berbagai pihak terkait.

Kegiatan ini dilaksanakan oleh Dewi Novita Sari, S.Si., M.Sc., dosen Fakultas Geografi UMS selaku ketua tim, berkolaborasi dengan Dr. Ir. Sri Hartati, M.P., dari Fakultas Pertanian Universitas Veteran Bangun Nusantara, serta Ir. Subroto, M.T., dan Ir. Sartono Putro, M.T., dari Fakultas Teknik UMS.

Program ini sendiri didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (DPPM) Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi melalui skema Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Tahun 2026 Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Sesuai dengan Kontrak Pelaksanaan Program Pengabdian kepada Masyarakat Nomor: 005/LL6/AL.04.03/PM/2026;251.15/DRPPS/A3.9/IV/2026, Tanggal 14/04/2026; 15/04/2026.

Dewi menyampaikan bahwa program pengabdian yang dilakukan oleh timnya sejalan dengan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), khususnya SDG 2 (Tanpa Kelaparan) melalui peningkatan produktivitas pangan, dan SDG 7 (Energi Bersih dan Terjangkau) melalui penerapan energi surya. Kegiatan ini juga mendukung Asta Cita ke-6, yaitu pembangunan dari desa untuk pemerataan ekonomi dan pengentasan kemiskinan, serta Rencana Induk Riset Nasional (RIRN) pada bidang fokus pangan dan pertanian.

“Program ini bertujuan untuk mengembangkan model pertanian terpadu berbasis greenhouse hidroponik yang terintegrasi dengan energi surya. Kami ingin meningkatkan kapasitas produksi sayuran hidroponik sekaligus menekan biaya operasional yang selama ini menjadi kendala utama mitra,” terang Dewi, Senin (10/8/2026).

Selain itu, tim juga menerapkan sistem pertanian terpadu (integrated farming) dengan mengintegrasikan budidaya maggot, komposter Pupuk Organik Cair (POC), serta tanaman pendukung dalam satu kesatuan sistem. Pendekatan ini memanfaatkan limbah organik rumah tangga dan kotoran ternak sebagai pakan maggot sekaligus bahan baku pupuk organik. Dr. Ir. Sri Hartati, M.P., dalam pemaparannya menekankan bahwa semakin sempitnya lahan pertanian akibat alih fungsi lahan mengharuskan petani untuk beradaptasi dengan sistem budidaya yang lebih efisien, salah satunya hidroponik.

“Perubahan lahan pertanian menjadi pemukiman dan industri membuat lahan produktif semakin terbatas. Ke depan, sistem penanaman juga harus berbeda. Oleh karena itu, petani harus belajar hidroponik agar tetap bisa berproduksi meskipun di lahan yang sempit,” ujar Sri Hartati.

Ia juga menjelaskan bahwa kualitas sayuran hidroponik sangat dipengaruhi oleh pengelolaan nutrisi yang tepat. Untuk itu, tim pengabdian memberikan pelatihan kepada anggota KWT mengenai teknik budidaya, manajemen nutrisi, serta pemanenan dan sortasi untuk memastikan produk yang dihasilkan memiliki nilai jual yang tinggi.

Ir. Subroto M.T., selaku koordinator pembuatan alat, menjelaskan bahwa proses perancangan dan pembuatan alat berbasis IPTEK telah dilakukan selama beberapa bulan. Alat yang dihibahkan kepada mitra meliputi sistem panel surya, instalasi pompa air tenaga surya, serta komposter untuk pengolahan limbah.

Tim pengabdian berharap dengan adanya kolaborasi dan pendampingan ini, anggota KWT Subur Makmur dapat lebih produktif dan mandiri dalam mengelola usaha hidroponik, serta mampu memanfaatkan teknologi tepat guna untuk meningkatkan kesejahteraan ekonomi keluarga.

Kontributor: Maysali/Humas

Editor: Nurul Fahri

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button