BeritaInspirasiJateng

LDM-PM UMS Ajak Mahasiswa Berani Jadi Baik: Lawan Bullying dan Overthinking

KABARMUH.ID SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Lembaga Dakwah Mahasiswa dan Pengabdian Masyarakat (LDM-PM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Tabligh Akbar, yang bertajuk “Berani Jadi Baik: Melawan Bullying dan Overthinking” di Auditorium Mohamad Djazman Kampus 1 UMS.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja Departemen Syiar LDM-PM UMS sebagai upaya menghadirkan dakwah yang edukatif, relevan, dan dekat dengan problem mahasiswa masa kini.

Acara dimulai dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, kemudian dilanjutkan sambutan dari ketua panitia, ketua umum LDM-PM UMS, serta Yayuli, S.Ag., selaku Pembina LDM-PM UMS.

Suasana pembukaan berlangsung khidmat dan penuh harapan. Melalui rangkaian sambutan ini, panitia berharap Tabligh Akbar dapat menjadi ruang penguatan nilai-nilai religius sekaligus sarana membangun kampus yang lebih suportif dan peduli terhadap isu-isu psikologis mahasiswa.

Nursaid Fadilah Rohman, selaku ketua panitia, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah memberikan dukungan, mulai dari panitia, pengurus, hingga lembaga sponsorship yang membantu terselenggaranya acara. Ia menegaskan bahwa dukungan tersebut sangat membantu dalam memaksimalkan fasilitas dan kelancaran kegiatan.

“Dukungan tersebut sangat membantu dalam memaksimalkan kegiatan ini, fasilitas dan pelaksanaan acara. Kerja sama ini semoga membawa berkah dan kemajuan bagi usaha yang dijalankan,” ujarnya Kamis, (4/12).

Tidak lupa, ia mengucapkan terima kasih kepada media partner yang turut membantu publikasi dan memperluas jangkauan informasi Tabligh Akbar, seraya menyebut bahwa kehadiran mereka sangat berarti bagi keberhasilan acara.

“Tak lupa juga apresiasi kami haturkan kepada media partner yang telah membantu publikasi, penyebaran informasi dan memperluas jangkauan informasi tabligh akbar ini, kehadiran media partner sangat berarti untuk mensukseskan acara kita ini,” sambungnya.

Dalam sambutannya, ia juga berharap materi yang disampaikan para pemateri mampu membuka wawasan, menambah ilmu, dan menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan perkuliahan dan kehidupan sehari-hari.

Acara Tabligh Akbar ini menghadirkan dua pemateri muda inspiratif, yaitu Afrizal Gusti selaku content creator dakwah dan M. Azmi Nur Asykaruddin, S.Psi., selaku motivator training. Penyampaian materi pertama disampaikan oleh M. Azmi Nur Asykaruddin, S.Psi, yang membahas bullying dan overthinking dari perspektif psikologi serta nilai-nilai Islam.

Dalam pemaparannya, ia menjelaskan bahwa terdapat tiga faktor terjadinya bullying, yaitu faktor pelaku, faktor lingkungan, dan faktor korban. Sementara itu, penyebab overthinking juga dipengaruhi oleh tiga hal: rasa cemas atau khawatir, ketidakpastian, dan sikap terlalu perfeksionis.

Ia mengingatkan, ambisi ingin menjadi sempurna itu ternyata bisa menjadi bumerang, karena menciptakan ruang kecewa yang besar dan gagal.

“Tetap santai, tidak menjadi perfeksionis bukanlah suatu aib. Justru dengan menerima ketidaksempurnaan itu , kita menjadi terlatih lebih sabar, lebih kuat secara mental, dan yang paling penting, iman kita bisa bertambah,” paparnya.

Selanjutnya, Afrizal Gusti, selaku pemateri kedua, menjelaskan bahwa agama adalah benteng utama kita dalam menghadapi perundungan (bullying) dan pikiran berlebihan (overthinking).

“Kuncinya ada pada tigal hal: iman yang kuat, rajin berdo’a agar hati tenang, dan yang terakhir tawakal,” tambahnya.

Antusiasme peserta terlihat dari banyaknya pertanyaan yang diajukan saat sesi tanya jawab, mulai dari persoalan pertemanan, tekanan organisasi, hingga cara mengelola overthinking ketika menghadapi masa depan.

LDM-PM UMS berharap kegiatan yang digelar pada Minggu (30/11) itu, lanjutnya dapat menjadi langkah awal dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa untuk membangun lingkungan kampus yang lebih beradab, saling mendukung, dan bernilai islami, serta menjadi momentum bagi mahasiswa untuk terus berani berbuat baik dalam kehidupan sehari-hari.

Kontributor: Dwi Sintia Sari

Editor: Muhammad Farhan

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button