Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

SUMU Desak Pemerintah Tunda Kenaikan PPN dan Terapkan Kebijakan Afirmatif untuk Dukung UMKM

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Kamis, 21 Nov 2024
  • visibility 230
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta – Rencana pemerintah menaikkan tarif pajak pertambahan nilai (PPN) menjadi 12 persen pada tahun depan menuai kritik dari Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU). Kebijakan ini berpotensi menambah beban bagi kalangan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sekretaris Jenderal SUMU Ghufron Mustaqim meminta agar rencana kebijakan yang efektif mulai tahun 2025 itu dibatalkan. Bila opsi pembatalan tidak diambil, SUMU mendesak pemerintah agar mengimbangi kenaikan tarif PPN dengan sejumlah kebijakan afirmatif yang mendukung daya saing UMKM. Sebab, tegas dia, UMKM adalah tulang punggung perekonomian nasional.

“Kami mengusulkan tiga paket kebijakan afirmasi penguatan UMKM yang bisa dijalankan,” ujar Ghufron Mustaqim, Selasa (19/11/2024).

Pertama, menaikkan ambang batas (threshold) Pengusaha Kena Pajak (PKP) dari pendapatan per tahun Rp 4,8 miliar ke Rp 15 miliar. Hal ini mengacu pada batas atas ​​kriteria Usaha Kecil berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 Tahun 2021.

Sebab, lanjut Ghufron, sudah lebih dari 10 tahun Peraturan Menteri Keuangan (PMK) tentang Pengusaha Kena Pajak (PKP) belum diperbarui. PMK Nomor 197/PMK.03/2013 mengatur, pengusaha dan atau perusahaan yang memiliki pendapatan atau omset senilai lebih dari Rp 4,8 miliar wajib dikukuhkan sebagai PKP.

Implikasinya, PKP juga akan dikenakan PPN, yang saat ini tarifnya 11 persen dan per Januari 2025 nanti naik menjadi 12 persen. Mereka tidak lagi bisa mengeklaim PPh Final 0,5 persen dari pendapatan, sebagaimana PPh Final UMKM menurut PP Nomor 23/2018.

“PKP dikenakan tarif PPh 22 persen berdasarkan UU Nomor 2 Tahun 2020 Pasal 5 ayat 1,” kata Ghufron.

Kedua, penambahan nominal batas atas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari yang saat ini sebesar Rp 500 juta ke kisaran Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar per orang. Peningkatan nominal ini berguna untuk mendorong usaha mikro dan kecil agar mampu naik kelas menjadi usaha menengah.

Ghufron menjelaskan, nyaris seluruh atau 99,9 persen UMKM di Tanah Air adalah usaha mikro dan kecil. Hanya 0,1 persen saja yang berupa usaha menengah. Maka, KUR sangat membantu UMKM lantaran bunga atau bagi hasil yang rendah dan dengan underlying asset atau kolateral yang fleksibel.

“Salah satu sumber masalah usaha kecil sehingga tidak bisa bertransformasi menjadi usaha menengah adalah persoalan akses modal,” ucap dia.

Peraturan Pemerintah RI Nomor 7 Tahun 2021 menetapkan, usaha menengah memiliki kriteria antara lain modal usaha sebesar Rp 5 miliar hingga Rp 10 milyar. Pemerintah pun semestinya menaikkan pagu KUR menjadi Rp 5 miliar hingga Rp 10 miliar.

Dengan demikian, Ghufron mengatakan, semakin banyak usaha yang tidak seumur hidup terjebak dalam level usaha mikro dan kecil. Dengan modal dari KUR, UMKM dapat menambah daya saing melalui investasi di teknologi, penguatan sumber daya manusia (SDM), riset dan pengembangan, serta peningkatan modal kerja.

“Ini bisa berdampak pada penyerapan tenaga kerja lebih banyak dan kesejahteraan karyawan meningkat,” kata Ghufron.

Ketiga, kenaikan PPN semestinya diimbangi dengan menurunkan PPh Badan dari 22 persen menjadi 20 persen. Pemerintahan Presiden Prabowo Subianto sebenarnya sudah berniat untuk menurunkan PPh Badan tersebut.

“Kami mendukung kebijakan tersebut (menurunkan PPh Badan) dan meminta agar segera diundang-undangkan. Turunnya PPh Badan akan mendorong usaha memiliki neraca yang lebih kuat sehingga akan semakin membesarkan usaha,” tukas Ghufron.

SUMU meyakini, kenaikan tarif PPN menjadi 12 persen akan berdampak luas bagi perekonomian, terutama sektor UMKM. Oleh karena itu, pemerintah harus memastikan kebijakan ini diimbangi dengan langkah-langkah konkret, antara lain, tiga poin yang telah disebutkan di atas.

Editor : Najihus Salam

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

    PPK Ormawa IMM FIK UMS Latih Warga Desa Musuk Olah Alpukat Menjadi Yoghurt

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 95
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id kembali melaksanakan program pemberdayaan masyarakat melalui “Pelatihan Pembuatan Produk Turunan Alpukat berupa Yoghurt Alpukat” di Desa Musuk, Kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan nilai tambah komoditas alpukat sekaligus membekali […]

  • REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    REPUBLIK DI AMBANG TURBULENSI: RAKYAT DIPERAS KRISIS EKONOMI, ELITE SIBUK KONSOLIDASI KEKUASAAN!

    • calendar_month Jumat, 12 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 104
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SIDOARJO, 11 JUNI 2026 – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PC IMM) Sidoarjo telah melakukan diskusi dan kajian di tengah fenomena hiruk pikuk perpolitikan negeri ini, dan menyatakan sikap mosi tidak percaya terhadap arah kebijakan ekonomi dan legislasi nasional hari ini. Melalui kajian literatur mendalam yang digelar hari ini, IMM Sidoarjo menyoroti akumulasi krisis […]

  • Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    Cegah Stunting Berbasis Keluarga, PPK Ormawa PRISMA UMS Gandeng Pemkab Sukoharjo Perkuat Pendampingan 1.000 HPK

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 92
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Upaya percepatan penurunan stunting di Kabupaten Sukoharjo terus diperkuat melalui kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah. Unit Kegiatan Mahasiswa Pengembangan Prestasi dan Riset Mahasiswa (UKM PRISMA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggandeng Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukoharjo untuk mengembangkan program pencegahan stunting berbasis keluarga di Desa Blimbing, Kecamatan Gatak, Kabupaten Sukoharjo. Program […]

  • 68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

    68 Tahun UMS, Tumbuh dengan 113,3 Persen Ketercapaian Indikator Renstra

    • calendar_month 20 jam yang lalu
    • account_circle Maysali
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) meneguhkan komitmen untuk terus tumbuh berbasis mutu, memberikan kebermanfaatan, serta berkontribusi dalam membangun peradaban. Komitmen tersebut disampaikan dalam Sidang Senat Terbuka dalam rangka Upacara Hari Jadi ke-68 UMS, Sabtu (24/10/2026) di Gedung KH Ahmad Dahlan Edutorium UMS. Agenda ini menjadi momentum refleksi perjalanan UMS sekaligus meneguhkan arah pengembangan […]

  • Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Rakorda IMM Jawa Tengah di Pekalongan

    Sinergi dan Kolaborasi Jadi Kunci Rakorda IMM Jawa Tengah di Pekalongan

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah menggelar Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) tahun 2025 dengan mengusung tema “Membumikan Gagasan, Membumikan Peradaban untuk Jawa Tengah Berkemajuan”. Agenda ini berlangsung selama dua hari di Pekalongan, Sabtu—Minggu (29-30/11). Kegiatan Rakorda diikuti oleh 22 Pimpinan Cabang IMM (PC IMM) se-Jawa Tengah. Kehadiran penuh seluruh cabang menjadi momentum […]

  • Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    Kunjungi Biorekator Kapal Selam, LPP PWM Jateng Siap Kolaborasi wujudkan Pesantren Solusi Sampah

    • calendar_month Selasa, 22 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 231
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pati – Pesantren sebagai tempat pengembangan Masyarakat adalah bagian tugas dari lembaga pesantren. Dalam kunjungannya Lembaga Pengembangan Pesantren PWM Jawa Tengah di hari terakhir pasca rakerwil LPP ke Tlogowungu tempat BKS berada (Ahad, 20/8/2023). Rombongan yang berjumlah 10 mobil dengan 40 orang dipimpin langsung ketua LPP KH. M. Irzal Farholi dan PWM Jateng KH. […]

expand_less