Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

Pendidikan Jadi Kunci Atasi Kemiskinan

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Rabu, 7 Mei 2025
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kemiskinan menjadi permasalahan panjang yang dihadapi Indonesia. Ini menjadi pekerjaan rumah bagi pemerintah untuk memutuskan rantai kemiskinan dan mensejahterakan rakyatnya.

Gubernur Provinsi Jawa Barat Dedi Mulyadi pun memikirkan berbagai langkah untuk dapat mengendalikan angka kelahiran dan kemiskinan. Dedi Mulyadi mengusulkan vasektomi atau keluarga berencana (KB) pria sebagai syarat penerima bantuan sosial (bansos) dan beasiswa. Vasektomi adalah prosedur kontrasepsi dengan memotong dan menyegel saluran sperma untuk mencegah pembuahan.

Ekonom Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si., memandang Dedi Mulyadi menggunakan pendekatan teori pertumbuhan populasi oleh Robert Malthus. Teori itu menyebut pertumbuhan penduduk terjadi secara geometri artinya secara cepat. Sementara pertumbuhan sumber daya terutama pangan tumbuh secara aritmetik.

Guru Besar FEB UMS Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, S.E., M.Si

Jadi apabila penduduk tumbuh dengan cepat, akan ada rebutan sumber daya terutama pangan. Tetapi Anton menyebut teori Robert Malthus tersebut mengabaikan hal-hal seperti inovasi dan teknologi yang tetap dapat meningkatkan produktivitas pangan.

“Secara teoritis vasektomi bisa untuk mengendalikan jumlah penduduk dalam rangka mengurangi angka kemiskinan,” kata Anton, Rabu (7/5).

Anton juga setuju dengan netizen yang menyatakan langkah vasektomi adalah sebatas menyederhanakan masalah kemiskinan sebab masalah kemiskinan adalah masalah multidimensi. Namun dia tidak setuju apabila vasektomi dijadikan syarat untuk mendapatkan bansos atau beasiswa bagi rakyat miskin.

Menurutnya, daripada dengan pendekatan yang sifatnya memaksa dalam rangka untuk untuk membatasi jumlah penduduk, lebih baik menggunakan pendekatan atas kerelaan hati rakyat miskin itu sendiri.

“Tapi apabila ini kemudian menjadi syarat untuk sebuah bantuan sosial saya kira kurang bijaksana. Pemerintah provinsi Jawa Barat bisa memilih kebijakan lain yang menurut saya lebih manusiawi dan lebih partisipatif,” sarannya.

Artinya melibatkan pilihan dari kelompok rakyat miskin itu sendiri. Alternatif lain bisa dilakukan dengan memberikan sosialisasi kesadaran secara intens tentang pentingnya vasektomi baik dari sisi positif ataupun sisi negatif.

Anton menyebut, pemberian bansos itu relevan dengan konsep di agama Islam untuk memberikan bantuan kepada fakir, orang tua, dan orang berkebutuhan khusus. Sedangkan cara mengatasi kemiskinan salah satunya adalah dengan meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia melalui pendidikan.

“Itu saya kira satu-satunya kunci sehingga para kelompok miskin menjadi lebih berdaya, lebih punya kemampuan, keterampilan, dan daya juang untuk menjadi mandiri,” ungkap Anton.

Dia berpandangan untuk bansos bisa diarahkan pada pemberian beasiswa untuk masyarakat tidak mampu, membangun sekolah-sekolah di daerah terpencil, dan mendidik guru agar lebih profesional.

“Ini bukan pekerjaan yang gampang tetapi itu salah satu solusi untuk mengatasi kemiskinan dalam jangka panjang. Itu harus dilakukan,” tekan Dekan FEB UMS itu.

Diskusi vasektomi bagi pria banyak mendapatkan respon positif dari netizen media sosial lantaran membandingkan dengan Cina yang pernah mengatur penduduknya dengan cukup memiliki satu anak dan mampu menjadi negara maju. Namun Ekonom UMS itu menyangkal bahwa kemajuan di Cina terjadi karena penduduknya yang berkurang, melainkan karena usahanya untuk melakukan transformasi riset di sektor industri, pertanian, pertambangan, dan sektor lainnya.

“Cina pernah merasakan jumlah penduduk yang begitu besar. Tapi salah apabila menganggap Cina itu hebat dan maju karena penduduknya kemudian sedikit,” ujarnya.

Dari sisi kemampuan reformasi pendidikan di Cina, Negeri Tirai Bambu itu menugaskan cendekiawannya berkuliah di Amerika dan Eropa dengan dukungan beasiswa. Mereka mendapatkan tugas belajar untuk menyerap ilmunya dan ketika mereka kembali, ada jaminan mereka akan bekerja dan diberi dana riset.

Sekitar tahun 2008 saat di University of Manchester, Anton bercerita dirinya menemui banyak warga negara Cina yang sedang belajar di bidang STEM (Sains, Teknologi, Rekayasa, dan Matematika), dan ilmu-ilmu dasar. Hingga pada sekitar tahun 2018an Cina mampu menguasai teknologi-teknologi terbaru dan mampu menyaingi Amerika.

“Jadi Cina hebat bukan karena berhasil mengurangi penduduknya, tetapi mereka menata dengan benar dengan mulai melakukan inovasi, menata perekonomiannya, menata regulasi, membuat stabil kondisi sosial ekonomi,” tukasnya. (Mayali/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SARGAP IAKMI Jakarta Tingkatkan Keterampilan Medis Dasar Melalui Pelatihan Basic Life Support (BLS)

    SARGAP IAKMI Jakarta Tingkatkan Keterampilan Medis Dasar Melalui Pelatihan Basic Life Support (BLS)

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 188
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Pada Sabtu, 12 Oktober 2024, Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta (FKM UMJ) menjadi tuan rumah dalam pelaksanaan pelatihan Basic Life Support (BLS) yang diselenggarakan oleh Satuan Relawan Gerak Cepak (SARGAP) Ikatan Ahi Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Wilayah Jakarta. Kegiatan ini dihadiri langsung oleh para anggota SARGAP IAKMI Jakarta yang berjumlah 65 […]

  • Dari UMP, Sekolah-Madrasah Muhammadiyah Banyumas Siap Menangkan Persaingan Pendidikan

    Dari UMP, Sekolah-Madrasah Muhammadiyah Banyumas Siap Menangkan Persaingan Pendidikan

    • calendar_month Minggu, 12 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyumas – Ribuan guru dan karyawan Muhammadiyah se-Banyumas memadati Auditorium Ukhuwah Islamiyyah Universitas Muhammadiyah Purwokerto pada Sabtu (11/4/2026) dalam kegiatan yang digelar Pimpinan Daerah Muhammadiyah Banyumas melalui Majelis Dikdasmen dan PNF PDM Banyumas. Acara ini menjadi ajang silaturahmi pasca-Idulfitri sekaligus konsolidasi untuk memperkuat arah pendidikan Muhammadiyah di tengah tantangan global. Sebelum acara inti dimulai, […]

  • Jangan Mau Tumbang Oleh Lidah yang Tak Bertulang!

    Jangan Mau Tumbang Oleh Lidah yang Tak Bertulang!

    • calendar_month Kamis, 22 Okt 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.138
    • 0Komentar

    Sumber Ilustrasi: Hipwee.com Oleh: Andi Rezti Maharani*   “Mulut kasar gak ngaruh sama perilaku!” What a horrible statement! Aku tak habis pikir, kualitas calon penerus bangsa kian hari semakin mengalami penurunan. Indonesia memiliki beragam bahasa daerah, tak kalah juga dengan bahasa kasar yang semakin beragam bentuk. Anak bangsa sedang kritis. Tanpa sadar telah diperbudak oleh […]

  • Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

    Dosen FK UMS Raih Penghargaan E-Poster Terbaik ISMOAC 2026, Kaji Tren AI untuk Kesehatan Ibu

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan dosen Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), dr. Adam Fauzi Akbar, M.Biomed. Ia berhasil meraih penghargaan Best E-Poster kategori Systematic Review/Original Article dalam ajang The 4th Indonesia Scientific Meeting in Obstetric Anesthesia and Critical Care (ISMOAC) 2026 yang berlangsung pada 10-13 Mei 2026 di Surakarta. ISMOAC merupakan […]

  • UMS Perkuat Ideologi Muhammadiyah Lewat Darul Arqam Pimpinan

    UMS Perkuat Ideologi Muhammadiyah Lewat Darul Arqam Pimpinan

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 100
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KLATEN – Hari kedua pelaksanaan Darul Arqam Pimpinan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang dilaksanakan di di MTs Muhammadiyah Program Khusus Bayat, Klaten berfokus pada penguatan tema Memajukan Risalah Islam Berkemajuan, Manhaj Tarjih Muhammadiyah dan Fiqih Prioritas. Tema ini merupakan bagian dari materi baku yang telah ditetapkan oleh Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani […]

  • Musyawarah Tarjih PCIM Maroko Perkuat Kaderisasi Intelektual Muhammadiyah Bahas Isu Kontemporer

    Musyawarah Tarjih PCIM Maroko Perkuat Kaderisasi Intelektual Muhammadiyah Bahas Isu Kontemporer

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 101
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Maroko – Upaya memperkuat tradisi intelektual Muhammadiyah terus dilakukan oleh kader Persyarikatan di berbagai negara. Melalui Musyawarah Tarjih PCIM Maroko, Pimpinan Cabang Istimewa Muhammadiyah (PCIM) Kerajaan Maroko menghadirkan ruang pembelajaran yang memperkenalkan sekaligus mempraktikkan metodologi tarjih dalam menjawab berbagai persoalan keislaman kontemporer. Kegiatan yang berlangsung di Aula Hayy Jami’ Dauli, Rabat, Selasa (21/7/2026), tersebut […]

expand_less