Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Esai » Nabi Muhammad yang Sederhana

Nabi Muhammad yang Sederhana

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 7 Sep 2024
  • visibility 284
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

 

Oleh: Abdul Mu’ti, Sekretaris Umum PP Muhammadiyah

Banyak sekali tulisan tentang kehidupan Nabi Muhammad baik dari kalangan muslim maupun non muslim. Di antara tulisan penulis muslim yang klasik dan otoritatif adalah Sirah al-Nabawiah karya Ibnu Hisham (wafat 833 M). Tulisan penulis non muslim di antaranya adalah Muhammad: Prophet For Our Time (2006) karya orientalis Inggris Karen Armstrong.

Karya yang paling popular, bahkan menjadi bagian dari ritual umat Islam adalah Kitab Maulid al-Barzanji yang ditulis Ja’far bin Hasan al-Barzani. Kitab ini sangat popular dan dibaca dalam berbagai perayaan saat kelahiran dan perataan Maulid Nabi pada Bulan Rabiul Awwal. Sebagian umat Islam membaca dari tanggal 1-12 Rabiul Awwal. Sebagian lainnya membaca sepanjang Bulan Rabiul Awwal.

Selain menjelaskan tentang keluarga, kepribadian, dan perjuangan, semua tulisan menjelaskan kunci sukses perjuangan dan kepemimpinan Nabi Muhammad adalah akhlaknya yang luhur. “Dan, sesungguhnya engkau (Muhammad) adalah seorang yang benar-benar berakhlak mulia’ (Qs. Al-Qalam [68]: 4). Akhlak Nabi Muhammad sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dari Aisyah Radliya Allah ‘Anha adalah Alquran.

Elite, Tidak Elitis

Dilihat dari silsilah keluarga, Nabi Muhammad adalah seorang yang elite. Nabi Muhammad adalah keturunan Bani Hashim dari suku Quraish yang memiliki kedudukan tinggi dan sangat dihormati. Dalam masyarakat Arab, silsilah keluarga sangat menentukan kehormatan dan penghormatan seseorang.

Masyarakat Arab jahiliah sangat bangga dengan keluarga dan golongan. Setiap tahun, bangsa Arab menyelenggarakan lomba bersyair yang berisi pemujaan terhadap leluhur. Masyarakat Arab seringkali terlibat perang antar suku.

Demi membela suku, mereka rela mati. Perang suku hampir terjadi ketika masing-masing kabilah bersikukuh meletakkan kembali Hajar Aswad ke Ka’bah. Para kepala suku sudah bersumpah dengan mencelupkan tangan ke dalam bejana yang berisi darah.

Peperangan dapat dihindari karena kebijaksanaan Muhammad muda yang mengajak semua kepala mengangkat bersama-sama Hajar Aswad yang diletakkan di atas sorban yang terbentang. Dalam masyarakat jahiliah, nasab tidak hanya menentukan kehormatan, tetapi juga nasib seseorang. Karena nasab, seseorang banyak mendapatkan keistimewaan dalam masyarakat.

Mengikuti teori piramida sosial, seorang dari kalangan ningrat, priyayi, atau darah biru adalah elite yang berada di puncak hirarki. Perbudakan dan feodalisme dalam masyarakat Arab jahiliah berakar pada persoalan trah atau nasab seseorang.

Meskipun berasal dari keluarga elit, Nabi Muhammad tidak elitis. Seorang ningrat yang tetap merakyat, sugih (kaya) yang tidak semugih, priyayi yang tidak mriyayi. Dalam Kitab Maulid al-Barzanji bab ke 18, Imam al-Barzanji menulis:

“Nabi Muhammad adalah seorang yang pemalu dan tawadhu, mau memperbaiki terompahnya sendiri, menjahit pakaian sendiri, memerah kambing, dan membantu keperluan (pekerjaan) dalam rumah tangganya.”

Walaupun berasal dari keluarga elite, Nabi Muhammad bergaul dengan siapa saja. Beberapa riwayat menyebutkan beliau justru lebih banyak bergaul dengan komunitas akar rumput, kaum lemah, masyarakat kelas bawah.

Nabi Muhammad disebut Abu al-Yatama antara lain karena kedekatan, cinta, dan pelayanan anak-anak yatim. Nabi Muhammad adalah pribadi yang memiliki empati dan kepedulian sosial yang tinggi. Dalam kaitan ini, Imam Al-Barzanji menulis; Beliau menyukai orang fakir dan miskin, suka duduk bersama, menjenguk yang sakit, mengantarkan jenazah, dan tidak pernah menghina seseorang betapa pun sangat miskin dan melarat.

Transformasi

Nabi Muhammad adalah uswah hasanah bagi manusia yang berharap rahmat Allah, percaya hari akhir, dan senantiasa ingat Allah (Qs. Al-Ahzab [33]: 21).

Disebut uswah hasanah (teladan yang baik) karena dalam diri Rasulullah terdapat keutamaan. Keutamaan ini melekat dan menjadi milik Nabi. Kedua, keteladanan itu menjadi sumber ajaran, nilai, dan inspirasi bagi kaum beriman yang senantiasa dekat dengan Allah.

Ketiga, berusaha mengikuti dan menginternalisasi nilai-nilai ajaran dan kepribadian Nabi sehingga manusia memiliki kepribadian utama serta meraih hasanah: kebahagiaan dan kesejahteraan dalam hidup. Dalam kehidupan yang serba hedonis dan materialistis manusia seringkali terjebak dan larut dalam arus kehidupan yang glamor, hidup mewah, megah, dan wah.

Manusia terlena dalam kebahagiaan fana dengan memamerkan harta. Banyak orang yang suka flexing demi gengsi dan harga diri. Bahkan, untuk itu, banyak manusia yang lupa diri, aji mumpung, dan menghalalkan segala cara mengejar kenikmatan dunia. Banyak orang yang tidak merasa malu menggunakan fasilitas yang bukan haknya. Empati dan simpati kepada yang papa dan menderita mulai sirna.

Sekarang ini, tidak sedikit orang yang mempertontonkan perilaku jahiliah dengan memanfaatkan dan memanipulasi silsilah dalam wujud nepotisme dan oligarki.

Kesederhanaan adalah sikap hidup yang sangat mulia. Seorang hidup sederhana bukan karena tidak berpunya, tetapi memilih untuk hidup secukupnya. ”Seseorang hidup sederhana dengan sikap qanaah dan zuhud, senantiasa bersyukur atas nikmat Allah dan merasa cukup dengan apa yang dimiliki.

Harta yang berlebih, disedekahkan buat sesama dan mereka yang membutuhkan. Nabi Muhammad adalah seorang yang berharta (sugih) tetapi tidak sok kaya (semugih). Dalam al-Barzanji disebutkan Nab Muhammad adalah seorang yang pemaaf, setia kawan, rendah hati, tetapi tidak rendah diri. Kalau berjalan lebih suka di belakang.

Nabi Muhammad adalah pemimpin yang melayani. Sosok pemimpin seperti ini, sekarang ini, sangat diperlukan. Pemimpin muslim , umat Muhammad, perlu menjadikan dirinya sebagai servant leader dan mengembangkan servant leadership yang dekat dan berpihak kepada kaum dhuafa, komunitas marginal yang seringkali terpinggirkan.

Semoga dengan peringatan Maulid Nabi, kita semua dapat meneladani dan mentransformasikan kehidupan Nabi, terutama sikap hidup sederhana, bersahaja, melayani, dan menghargai sesama.

*Tulisan ini diunggah di Suara Merdeka dan Muhammadiyah pada Kamis 5 September 2024

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Turnamen Tenis Meja Antar Pelajar Meriahkan Dies Natalis ke-67 UMS

    Turnamen Tenis Meja Antar Pelajar Meriahkan Dies Natalis ke-67 UMS

    • calendar_month Jumat, 10 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka memeriahkan Dies Natalis ke-67, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Turnamen Tenis Meja Antar Pelajar se-Solo Raya pada Rabu (8/10), bertempat di Gedung Olahraga (GOR) UMS. Kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian acara olahraga yang digelar untuk menumbuhkan semangat sportivitas, kebersamaan, dan prestasi di kalangan pelajar. Suasana pertandingan berlangsung meriah dan penuh […]

  • Baitul Arqam MPK & SDI PDM Banyumas: Menyemai Militansi Kader Muhammadiyah dari Ruang Ideologi hingga Amal Nyata

    Baitul Arqam MPK & SDI PDM Banyumas: Menyemai Militansi Kader Muhammadiyah dari Ruang Ideologi hingga Amal Nyata

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANYUMAS – Majelis Pendidikan Kader dan Sumber Daya Insani (MPK–SDI) Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Banyumas sukses menyelenggarakan kegiatan perkaderan Baitul Arqam pada 1–2 November 2025 (10–11 Jumadil Awal 1447 H) di Balai Diklat Baturraden. Kegiatan strategis ini diikuti oleh 34 peserta — 18 laki-laki dan 16 perempuan — yang berasal dari berbagai Amal Usaha […]

  • Ketika Eksistensi Lebih Penting dari Esensi: Refleksi Anak Muda Hari ini

    Ketika Eksistensi Lebih Penting dari Esensi: Refleksi Anak Muda Hari ini

    • calendar_month Sabtu, 27 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Oleh: Ahmad Hermanto, Mahasiswa Pendidikan Agama Islam FAI UM Metro dan Ketua Bidang Pengembangan Prestasi Keolahragaan PD IPM Lampung Timur Di zaman serba digital seperti sekarang, ketika segalanya diukur lewat angka like, views, followers, eksistensi manusia perlahan-lahan tak lagi dibentuk oleh nilai, kejujuran, atau kontribusi nyata, tapi oleh seberapa sering ia muncul di layar orang […]

  • Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    Eco Bhineka Muhammadiyah Gelar Festival Lintas Iman untuk Keselamatan Lingkungan

    • calendar_month Minggu, 22 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 234
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dalam rangka mempromosikan kerukunan antar umat beragama melalui pendekatan pelestarian lingkungan, Eco Bhineka Muhammadiyah selenggarakan Festival Eco Bhinneka 2024 dengan tema “Surakarta Beragam” digelar pada Sabtu (21/09) di Balai kota Surakarta. Turut hadir dalam acara tersebut beberapa instansi, tokoh masyarakat lintas agama, aktivis dan para pegiat lingkungan. Festival Eco Bhinneka merupakan sebuah […]

  • UMS Gelar Audit Surveillance II ISO 21001:2018, Tegaskan Komitmen terhadap Mutu Pendidikan Berkelanjutan

    UMS Gelar Audit Surveillance II ISO 21001:2018, Tegaskan Komitmen terhadap Mutu Pendidikan Berkelanjutan

    • calendar_month Jumat, 21 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmen kuat dalam penguatan mutu dan tata kelola pendidikan melalui penyelenggaraan Audit Surveillance II ISO 21001:2018, yang resmi dibuka di Ruang Seminar Lt 7 Gedung Induk Siti Walidah UMS. Kegiatan ini dihadiri jajaran pimpinan universitas, auditor eksternal, serta unit kerja yang menjadi auditi. ISO 21001:2018 merupakan […]

  • KLANCENG EDUFARM: Inovasi Mahasiswa UMS yang Satukan Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi

    KLANCENG EDUFARM: Inovasi Mahasiswa UMS yang Satukan Edukasi, Ekonomi, dan Ekologi

    • calendar_month Rabu, 10 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 59
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dari tangan kreatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), lahirlah sebuah inovasi usaha yang unik sekaligus berkelanjutan: KLANCENG EDUFARM. Usaha ini diinisiasi oleh Hibatulloh Al-Mubarok, mahasiswa Program Studi Hukum Ekonomi Syariah Fakultas Agama Islam UMS, bersama tiga rekannya: Wildan Iskandar, Oyan Sugianto, dan Riski Aldiansyah. Nama “KLANCENG EDUFARM” bukan sekadar label, melainkan mencerminkan […]

expand_less