Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andri Rifandi, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Timur

Pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Muhammadiyah ibarat “anak dan ibu”. pernyataan ini terkemuka di berbagai media setelah penyerahan bantuan pembangunan gedung asrama madrasah oleh Golkar kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pernyataan ini menimbulkan berbagai respons dari publik, termasuk dari kalangan kader muda Muhammadiyah.

Sebagai Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur, saya memandang perlu untuk memberikan pandangan yang konstruktif, tidak hanya melihat relasi ini dari kacamata politis semata, namun juga dari sisi historis, kultural, dan strategis dalam konteks kebangsaan. Karena pada hakikatnya, relasi antara Muhammadiyah dan partai politik adalah bagian dari dinamika panjang peran umat Islam dalam membangun Indonesia.

Hubungan Muhammadiyah dan Partai Politik: Sejarah Diaspora Kader

Muhammadiyah sejak awal berdirinya tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan telah mengambil posisi sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan) dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kader-kader Muhammadiyah juga menyebar ke berbagai medan perjuangan, termasuk politik.

Fenomena ini dikenal sebagai diaspora kader politik Muhammadiyah, yakni keterlibatan kader Muhammadiyah di berbagai partai politik tanpa membawa institusi Muhammadiyah secara struktural ke dalam gelanggang politik praktis. Dalam sejarah, kader-kader Muhammadiyah tercatat aktif di Masyumi, PAN, Golkar, PKS, PDIP, bahkan partai-partai baru. Diaspora ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak membatasi warganya untuk berkiprah dalam politik selama tidak membawa atribut organisasi untuk kepentingan partai tertentu.

Bahlil sendiri dalam pernyataannya menyebut kedekatannya secara personal dengan kalangan Muhammadiyah dan ingin mengembalikan hubungan Golkar dan Muhammadiyah seperti masa lalu. Ini bisa dibaca secara positif sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi kader-kader Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, termasuk melalui jalur politik.

Politik Kebangsaan dan Kontribusi Muhammadiyah

Dalam konteks politik kebangsaan, Muhammadiyah telah menunjukkan komitmennya yang konsisten untuk membangun Indonesia yang berkemajuan, adil, dan beradab. Gerakan ini tidak menjadikan politik sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen dalam menjalankan amanat dakwah sosial dan kebangsaan. Muhammadiyah memiliki prinsip “khittah”, yakni garis kebijakan organisasi yang menegaskan independensi dari partai politik, namun tetap aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka, hubungan baik antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — dapat dimaknai sebagai bagian dari dialog kebangsaan, selama tidak mereduksi independensi organisasi dan tidak menjurus pada politik transaksional. Kedekatan seperti ini bisa menjadi ruang kolaborasi dalam membangun pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus utama Muhammadiyah.

Penyerahan gedung asrama oleh Golkar, jika dilakukan atas dasar penghargaan terhadap peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, patut diapresiasi. Namun publik juga harus cermat, agar tidak menafsirkan langkah itu sebagai bentuk kooptasi politik atau upaya simbolik yang bertentangan dengan prinsip independensi.

IMM dan Sikap Kritis-Konstruktif

Sebagai bagian dari ortom Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memandang bahwa kader-kader muda harus terus menjaga sikap kritis-konstruktif dalam melihat dinamika relasi organisasi dengan partai politik. Kami menyambut baik setiap kolaborasi yang bermuara pada kemaslahatan umat dan bangsa. Namun, kami juga menolak segala bentuk politik simbolik yang bisa mereduksi nilai-nilai gerakan dakwah Muhammadiyah menjadi alat politik praktis.

IMM berkomitmen untuk mendidik kader yang cerdas, ideologis, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Dalam konteks diaspora politik, IMM tidak alergi terhadap politik, namun kami menekankan pentingnya etika politik dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Kader-kader IMM yang berkiprah di berbagai lini politik harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, mengedepankan nilai, dan memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada keadilan sosial. Politik bagi kader IMM bukanlah tujuan, melainkan medan dakwah dan pengabdian untuk membangun Indonesia yang berkemajuan.

Penutup

Hubungan antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — seyogianya tidak dilihat sebagai hubungan transaksional, apalagi simbolik. Kedekatan yang dibangun haruslah berlandaskan pada nilai, etika, dan tujuan besar membangun peradaban bangsa. Pernyataan “anak dan ibu” dari Bahlil bisa dimaknai secara positif jika itu mencerminkan kedekatan historis dan penghormatan terhadap peran Muhammadiyah dalam membentuk wajah Indonesia.

Namun, tetap harus diingat bahwa independensi Muhammadiyah bukan untuk dikompromikan, melainkan untuk dijaga. IMM akan terus menjadi garda depan dalam mengawal nilai-nilai dakwah dan kebangsaan agar tetap jernih dari godaan politik pragmatis.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Pererat Ukhuwah, Jamaah Aisyiyah Pekajangan Gelar Tour Religi dan Aksi Sosial di Paninggaran

    Pererat Ukhuwah, Jamaah Aisyiyah Pekajangan Gelar Tour Religi dan Aksi Sosial di Paninggaran

    • calendar_month Jumat, 3 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 115
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PEKALONGAN – Semangat menebar kebaikan dan mempererat tali persaudaraan ditunjukkan oleh Ibu-ibu Jamaah Musholla Aisyiyah Pekajangan. Bekerja sama dengan TRAVELMU Pekalongan, mereka melaksanakan kegiatan Tour Religi ke Kecamatan Paninggaran, Kabupaten Pekalongan, pada Rabu (1/7/2026). Kegiatan ini bukan sekadar perjalanan wisata alam biasa, melainkan sebuah ikhtiar untuk memperkokoh ukhuwah Islamiyah sekaligus aksi nyata kepedulian sosial terhadap […]

  • Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

    Jadi Pemimpin Pembela Lingkungan, Hizbul Wathan UMS adakan Clean Up di Pantai Gunung Kidul.

    • calendar_month Minggu, 28 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 316
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Gunung Kidul – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta melakukan clean up (membersihkan) pada Sabtu (27/1) di Pantai Watu Bolong, Tanjungsari, Gunung Kidul. Kegiatan diawali dengan sambutan Kilau Aurum selaku Ketua Kafilah HW UMS periode 2024 dan Haniva Amira selaku Dewan Kafilah. Dalam sambutannya, Haniva menyampaikan bahwa pihak Hizbul Wathan sudah bekerjasama dengan masyarakat untuk […]

  • Arsitektur UMS Perkuat Pembelajaran Digital melalui SPADA dan Siklus PDCA

    Arsitektur UMS Perkuat Pembelajaran Digital melalui SPADA dan Siklus PDCA

    • calendar_month Rabu, 30 Sep 2026
    • account_circle Hammam Alghazy
    • visibility 118
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Arsitektur Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id terus memperkuat transformasi pembelajaran digital melalui optimalisasi Sistem Pembelajaran Daring (SPADA) dan penerapan siklus Closed-Loop Plan-Do-Check-Act (PDCA). Upaya tersebut diwujudkan melalui Workshop Pemanfaatan SPADA dan Penerapan Siklus Closed-Loop PDCA, Rabu (30/9/2026), di Ruang Siti Badilah, Perpustakaan UMS Kampus 2.   Workshop yang […]

  • SUMU Kenalkan GiO Dental Care, Layanan Kesehatan Gigi untuk Pekerja Sibuk

    SUMU Kenalkan GiO Dental Care, Layanan Kesehatan Gigi untuk Pekerja Sibuk

    • calendar_month Selasa, 27 Okt 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 20
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Kesibukan pekerjaan kerap membuat seseorang menunda pemeriksaan kesehatan gigi dan mulut. Padahal, pemeriksaan secara berkala penting untuk mendeteksi masalah sejak dini sebelum mengganggu aktivitas sehari-hari. Melalui publikasi informasi bisnis, Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) mengenalkan GiO Dental Care sebagai pilihan layanan kesehatan gigi bagi masyarakat, khususnya pekerja dengan jadwal padat. GiO Dental Care memiliki […]

  • Penutupan DAD PK IMM Shabran UMS, Cetak Kader Digdaya yang Siap Terjun ke Medan Dakwah

    Penutupan DAD PK IMM Shabran UMS, Cetak Kader Digdaya yang Siap Terjun ke Medan Dakwah

    • calendar_month Rabu, 12 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    SURAKARTA, KABARMUH.ID – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Shabran UMS selesai melaksanakan Darul Arqom Dasar (DAD) pada Rabu 12 November 2025 di Gedung Tabligh Institute Yogyakarta. Acara yang bertemakan “Purifikasi Ideologi IMM & Muhammadiyah Untuk Merekontruksi Kader Yang Digdaya,” ditutup dengan mendatangkan Dr. Syakir Jamaluddin, M.A., selaku Ketua Bidang IV Majelis Tabligh […]

  • Usung Tema Dialectics of Renaissance, Perkaderan Baret Merah XXVI PC IMM Sukoharjo Perkuat Intelektualitas Kader Muhammadiyah

    Usung Tema Dialectics of Renaissance, Perkaderan Baret Merah XXVI PC IMM Sukoharjo Perkuat Intelektualitas Kader Muhammadiyah

    • calendar_month Rabu, 15 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 119
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang tergabung dalam struktural Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo menggelar perkaderan Baret Merah XXVI pada 10-25 Juli 2026. Bertempat di Gedung Dakwah Muhammadiyah PCM Sawit, Boyolali. Mengusung tema “Dialectic of Renaissance”, kegiatan ini menjadi gerbang awal pengkaderan bagi 43 peserta untuk menempa kapasitas intelektual, spiritual, dan kepemimpinan […]

expand_less