Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Opini » Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

Golkar dan Muhammadiyah: Antara Kedekatan Kultural dan Komitmen Kebangsaan

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 21 Mei 2025
  • visibility 14
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Oleh: Andri Rifandi, Ketua Umum DPD IMM Kalimantan Timur

Pernyataan dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Bahlil Lahadalia yang menyebutkan bahwa hubungan antara Partai Golkar dan Muhammadiyah ibarat “anak dan ibu”. pernyataan ini terkemuka di berbagai media setelah penyerahan bantuan pembangunan gedung asrama madrasah oleh Golkar kepada lembaga pendidikan Muhammadiyah. Pernyataan ini menimbulkan berbagai respons dari publik, termasuk dari kalangan kader muda Muhammadiyah.

Sebagai Ketua Umum DPD Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kalimantan Timur, saya memandang perlu untuk memberikan pandangan yang konstruktif, tidak hanya melihat relasi ini dari kacamata politis semata, namun juga dari sisi historis, kultural, dan strategis dalam konteks kebangsaan. Karena pada hakikatnya, relasi antara Muhammadiyah dan partai politik adalah bagian dari dinamika panjang peran umat Islam dalam membangun Indonesia.

Hubungan Muhammadiyah dan Partai Politik: Sejarah Diaspora Kader

Muhammadiyah sejak awal berdirinya tahun 1912 oleh KH. Ahmad Dahlan telah mengambil posisi sebagai gerakan dakwah dan tajdid (pembaruan) dalam bidang keagamaan, sosial, pendidikan, dan kemasyarakatan. Namun, tidak dapat dipungkiri bahwa kader-kader Muhammadiyah juga menyebar ke berbagai medan perjuangan, termasuk politik.

Fenomena ini dikenal sebagai diaspora kader politik Muhammadiyah, yakni keterlibatan kader Muhammadiyah di berbagai partai politik tanpa membawa institusi Muhammadiyah secara struktural ke dalam gelanggang politik praktis. Dalam sejarah, kader-kader Muhammadiyah tercatat aktif di Masyumi, PAN, Golkar, PKS, PDIP, bahkan partai-partai baru. Diaspora ini menunjukkan bahwa Muhammadiyah tidak membatasi warganya untuk berkiprah dalam politik selama tidak membawa atribut organisasi untuk kepentingan partai tertentu.

Bahlil sendiri dalam pernyataannya menyebut kedekatannya secara personal dengan kalangan Muhammadiyah dan ingin mengembalikan hubungan Golkar dan Muhammadiyah seperti masa lalu. Ini bisa dibaca secara positif sebagai bentuk pengakuan terhadap kontribusi kader-kader Muhammadiyah dalam pembangunan bangsa, termasuk melalui jalur politik.

Politik Kebangsaan dan Kontribusi Muhammadiyah

Dalam konteks politik kebangsaan, Muhammadiyah telah menunjukkan komitmennya yang konsisten untuk membangun Indonesia yang berkemajuan, adil, dan beradab. Gerakan ini tidak menjadikan politik sebagai tujuan, melainkan sebagai instrumen dalam menjalankan amanat dakwah sosial dan kebangsaan. Muhammadiyah memiliki prinsip “khittah”, yakni garis kebijakan organisasi yang menegaskan independensi dari partai politik, namun tetap aktif dalam memperjuangkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

Maka, hubungan baik antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — dapat dimaknai sebagai bagian dari dialog kebangsaan, selama tidak mereduksi independensi organisasi dan tidak menjurus pada politik transaksional. Kedekatan seperti ini bisa menjadi ruang kolaborasi dalam membangun pendidikan, kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat yang selama ini menjadi fokus utama Muhammadiyah.

Penyerahan gedung asrama oleh Golkar, jika dilakukan atas dasar penghargaan terhadap peran Muhammadiyah dalam dunia pendidikan, patut diapresiasi. Namun publik juga harus cermat, agar tidak menafsirkan langkah itu sebagai bentuk kooptasi politik atau upaya simbolik yang bertentangan dengan prinsip independensi.

IMM dan Sikap Kritis-Konstruktif

Sebagai bagian dari ortom Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memandang bahwa kader-kader muda harus terus menjaga sikap kritis-konstruktif dalam melihat dinamika relasi organisasi dengan partai politik. Kami menyambut baik setiap kolaborasi yang bermuara pada kemaslahatan umat dan bangsa. Namun, kami juga menolak segala bentuk politik simbolik yang bisa mereduksi nilai-nilai gerakan dakwah Muhammadiyah menjadi alat politik praktis.

IMM berkomitmen untuk mendidik kader yang cerdas, ideologis, dan berorientasi pada kemajuan bangsa. Dalam konteks diaspora politik, IMM tidak alergi terhadap politik, namun kami menekankan pentingnya etika politik dan keberpihakan pada kepentingan rakyat.

Kader-kader IMM yang berkiprah di berbagai lini politik harus menjadi teladan dalam menjaga integritas, mengedepankan nilai, dan memperjuangkan kebijakan publik yang berpihak pada keadilan sosial. Politik bagi kader IMM bukanlah tujuan, melainkan medan dakwah dan pengabdian untuk membangun Indonesia yang berkemajuan.

Penutup

Hubungan antara Muhammadiyah dan partai politik — termasuk Golkar — seyogianya tidak dilihat sebagai hubungan transaksional, apalagi simbolik. Kedekatan yang dibangun haruslah berlandaskan pada nilai, etika, dan tujuan besar membangun peradaban bangsa. Pernyataan “anak dan ibu” dari Bahlil bisa dimaknai secara positif jika itu mencerminkan kedekatan historis dan penghormatan terhadap peran Muhammadiyah dalam membentuk wajah Indonesia.

Namun, tetap harus diingat bahwa independensi Muhammadiyah bukan untuk dikompromikan, melainkan untuk dijaga. IMM akan terus menjadi garda depan dalam mengawal nilai-nilai dakwah dan kebangsaan agar tetap jernih dari godaan politik pragmatis.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    Banggakan Sekolah, Siswa MA Muhammadiyah Seri Kembang Sabet Juara di Kejuaraan O2SN

    • calendar_month Minggu, 24 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMU.ID, OGAN ILIR – Riski Ramadan, siswa kelas X MA Muhammadiyah Seri Kembang, sukses menorehkan prestasi gemilang. Ia berhasil mendapatkan juara satu dalam ajang Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) cabang bulu tangkis yang bertempat di Balai Desa Salatiga, Indralaya tingkat SMA/Sederajat se-Kabupaten Ogan Ilir, Kamis (21/5). perjalanan riski dalam pertandingan ini diraih setelah melakukan pertandingan […]

  • Er DudeSpin Casino Pålitelig for Norske Spillere?

    Er DudeSpin Casino Pålitelig for Norske Spillere?

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 27
    • 0Komentar

    For norske spillere som leter etter et nytt casino, er sikkerhet helt øverst på lista https://dudespino.com/no-no/. Å avdekke om DudeSpin Casino er et trygt valg, krever at man ser nærmere på flere ting: lisens, regelverk, datasikkerhet og hvordan de håndterer ansvarlig spill. Dette casinoet retter seg mot det norske markedet, og for å være pålitelig […]

  • Bangun Ruang Publik Inklusif, Mahasiswa Ilkom UMS Gaungkan Kampanye “Kawan Netra”

    Bangun Ruang Publik Inklusif, Mahasiswa Ilkom UMS Gaungkan Kampanye “Kawan Netra”

    • calendar_month Selasa, 16 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menumbuhkan empati, pemahaman serta kesetaraan bagi penyandang disabilitas Tunanetra. Mahasiswa Ilmu Komunikasi (Ilkom) Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar kampanye sosial bertajuk “Kawan Netra” yang berlangsung di Car Free Day (CFD) Kartasura, Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. Ketua Tim, Fita Azzahra Ulya mengungkapkan […]

  • Kunjungan LPP PWM Jateng ke Pesantren Muhammadiyah Al – Mumtazah Ajibarang Milik PRM Banjarsari

    Kunjungan LPP PWM Jateng ke Pesantren Muhammadiyah Al – Mumtazah Ajibarang Milik PRM Banjarsari

    • calendar_month Rabu, 30 Agt 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 162
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purwokerto – Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah setelah mengadakan rapat kerja wilayah (rakerwil) tancap gas konsolidasi terkait pemetaan pesantren Muhammadiyah di Jawa Tengah. Pondok Pesantren Modern Muhammadiyah Al – Mumtazah milik Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Banjarsari Ajibarang adalah pesantren Muhammadiyah yang berawal dari Panti Asuhan yang diasuh oleh Kyai […]

  • DK HW SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT: Mengawal Si Bara Menjadi Juara

    DK HW SMK MUHAMMADIYAH 5 BABAT: Mengawal Si Bara Menjadi Juara

    • calendar_month Senin, 11 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Si Bara adalah maskot DK HW SMK Muhammadiyah 5 Babat periode 2026/2027. Kegiatan Literacy Camp Joko Tingkir 2026 Universitas Muhammadiyah Lamongan adalah kompetisi lomba pertama kali yang diikuti DK HW Muhlibat. (8/5/2026) Kegiatan ini di ikuti oleh beberapa Qobilah HW SMA/SMK se Jawa Timur yang diwakili dari regu putra dan putri setiap qobilah. Ketua […]

  • Bupati Sukoharjo Apresiasi Peran Strategis Muhammadiyah dalam Pembangunan Daerah

    Bupati Sukoharjo Apresiasi Peran Strategis Muhammadiyah dalam Pembangunan Daerah

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 19
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Sukoharjo menggelar Silaturahmi Akbar pada Sabtu, 3 Mei 2025, di Gedung IPHI Kabupaten Sukoharjo. Lebih dari 6.000 warga Muhammadiyah hadir memadati lokasi acara yang berlangsung penuh semangat kebersamaan dan kekeluargaan. Dalam sambutannya, Ketua PDM Sukoharjo, Jumari, menyampaikan bahwa Silaturahmi Akbar ini bertujuan untuk mempererat tali ukhuwah serta membangun […]

expand_less