Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » UMS Dorong Kampus Inklusif Lewat Webinar Pencegahan Perundungan Mahasiswa

UMS Dorong Kampus Inklusif Lewat Webinar Pencegahan Perundungan Mahasiswa

  • account_circle Zulfan Falakhi
  • calendar_month Rabu, 28 Mei 2025
  • visibility 47
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perundungan di lingkungan kampus kerap dianggap sebagai gurauan belaka, padahal dampaknya bisa sangat serius dan berkepanjangan. Menyikapi urgensi tersebut, Biro Kemahasiswaan bagian Student Mental Health and Wellbeing Support (SMHWS) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar webinar bertajuk “Lebih dari Sekadar Bercanda: Memahami dan Mencegah Perundungan di Lingkungan Kampus”.

Ketua SMHWS UMS, Dra. Partini, M.Si., Psikolog, menyampaikan terima kasih kepada para narasumber dan peserta. Ia menegaskan pentingnya menciptakan kampus yang inklusif dan sehat secara psikologis.

“Semoga webinar ini menjadi langkah awal untuk membangun kesadaran bersama, bahwa kampus adalah rumah belajar yang harus bebas dari segala bentuk bullying,” ungkap Partini, Rabu (28/5).

Pemateri Dr. Wiwien Dinar menyoroti fenomena perundungan dan cyberbullying yang seringkali bermula dari candaan. Ia mencontohkan bentuk-bentuk komentar yang merendahkan seperti “Sis, bajumu kok nggak ganti-ganti modelnya?” atau “Ih jangan deket-deket dia, dia bau badan”, sebagai bagian dari perundungan verbal yang kerap diabaikan.

Menurutnya, bullying terjadi karena adanya ketimpangan kekuatan antara pelaku dan korban.

“Perundungan bukan hanya soal fisik, tapi juga bisa berupa perkataan, gestur, bahkan sikap diam yang menyakiti,” jelasnya.

Wiwien juga mengingatkan bahwa dampak bullying sangat nyata, baik bagi pelaku maupun korban. Pelaku rentan terjebak dalam lingkar kekerasan, bahkan tindak kriminal di masa depan. Sedangkan korban bisa mengalami gangguan psikologis seperti depresi, kecemasan, menarik diri, dan merasa tidak berharga.

Ia mengutip pesan spiritual dari Al-Qur’an dan hadis sebagai landasan moral untuk menjauhi perilaku perundungan: “Berlapang-lapanglah dalam mencari ilmu, karena Allah akan memberikan kelapangan untukmu” (QS. Al-Mujadilah). Serta pesan Nabi SAW tentang hak sesama Muslim untuk tidak menyakiti dengan perkataan, bersikap tawadhu, dan tidak menyimpan amarah lebih dari tiga hari.

Sementara itu, Dr. Yessy Elita mengangkat isu perundungan dari sudut pandang institusi pendidikan. Ia menyebut perundungan sebagai salah satu dari “tiga dosa besar” di perguruan tinggi, selain intoleransi dan kekerasan seksual.

“Banyak kasus bullying di kampus terjadi bukan karena pelaku tidak berpendidikan, justru sebaliknya, mereka memiliki intelektualitas tinggi tapi rendah empati,” ujar Yessy.

Ia menjelaskan bahwa relasi kuasa, normalisasi kekerasan verbal, dan lemahnya sistem pelaporan menjadi penyebab suburnya perundungan di dunia akademik. “Kalau kampus tidak menanganinya secara serius, bukan hanya prestasi mahasiswa yang turun, tapi juga reputasi institusi,” tambahnya.

Webinar yang digelar pada Sabtu (17/5), itu menjadi ajakan kepada seluruh sivitas akademika untuk aktif menciptakan lingkungan yang suportif, penuh empati, dan berkeadilan sosial. (Alfina/Humas)

  • Penulis: Zulfan Falakhi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    IMM UNTUK RAKYAT BUKAN UNTUK PENJILAT

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Oleh: Muhammad Farich Al Mughni, Ketua Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik Magelang Pikiran ini berangkat atas keresahan penulis, akan tingkah kader IMM yang mulai mempunyai sifat superioritas Dan mulai tidak peduli dengan kaum-kaum mustadhafin (kaum yang tertindas) Dan juga Sikap para kader IMM yang Mengenyampingkan humanitas dalam trikoda Dan hilang nya Kemasyarakatan pada idealisme […]

  • SOCIOPRENEUR DIGITAL UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : PENDEKATAN PERSPEKTIF INTEGRATIF-INTERKONEKTIF

    SOCIOPRENEUR DIGITAL UNTUK AKSELERASI PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN : PENDEKATAN PERSPEKTIF INTEGRATIF-INTERKONEKTIF

    • calendar_month Selasa, 19 Agt 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 42
    • 0Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani Bonus demografi yang dimiliki Indonesia menjelang tahun 2045 menghadirkan peluang strategis sekaligus tantangan besar. Bonus demografi sendiri adalah peningkatan penduduk dengan rasio ketergantungan kelompok usia kerja (usia produktif) yang dengan peningkatan tersebut akan menambah jumlah penduduk total, dipandang sebagai sebuah keuntungan yang tidak terelakkan (Huda, Karsudjono and Darmawan, 2021). Sebagian […]

  • IPM Ponorogo Siap Meneguhkan Eksistensi Pelajar Muhammadiyah

    IPM Ponorogo Siap Meneguhkan Eksistensi Pelajar Muhammadiyah

    • calendar_month Jumat, 14 Jun 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 282
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Ikatan Pelajar Muhammadiyah (PD IPM) Kabupaten Ponorogo selenggarakan pelantikan kepemimpinan Ikatan Pelajar Muhammadiyah pada Ahad, (9/6/24), bertempat di Pendopo Kabupaten Ponorogo. Mengambil tema “Meneguhkan Eksistensi Muhammadiyah Sebagai Pelajar Kolaboratif” dengan harapan agar mengoptimalkan eksistensi dan berkolaborasi dengan pihak manapun dengan pihak terkait. Identitas Ikatan Pelajar Muhammadiyah Ponorogo harus berbeda dari […]

  • Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

    Sekularisasi Agama Normatif: Transformasi Norma Agama dalam Dunia Kedistopiaan

    • calendar_month Rabu, 16 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 319
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Ainur Hadi, Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya Sekuler adalah Istilah dalam bahasa Arab yang berarti laa diniyyah atau dunyawiyyah, yaitu sesuatu yang tidak berhubungan dengan agama atau keduniawiaan. Selain itu ada istilah sekularisasi dan sekularisme, sekularisme sendiri adalah proses pemisahan antara agama dan negara atau pemisahan diri dari kekuasaan institusi agama. Istilah […]

  • Penampilan Perdana, SMP Muhammadiyah 1 Anggana Semarakkan Gerak Jalan HUT ke-81 RI

    Penampilan Perdana, SMP Muhammadiyah 1 Anggana Semarakkan Gerak Jalan HUT ke-81 RI

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 93
    • 0Komentar

    ANGGANA – Semangat kebangsaan dan kebersamaan ditunjukkan keluarga besar SMP Muhammadiyah 1 Anggana melalui keikutsertaan dalam lomba gerak jalan tingkat Kecamatan Anggana dalam rangka memeriahkan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (10/8/2026).   Keikutsertaan tersebut menjadi momentum istimewa karena merupakan penampilan perdana SMP Muhammadiyah 1 Anggana dalam kegiatan gerak jalan tingkat kecamatan. […]

  • Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 75
    • 0Komentar

    Oleh: Hessy Sahana, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Selama ini, kesehatan sering diukur dari kondisi fisik semata: tidak sakit, tubuh kuat, umur panjang. Pada kenyataannya, terdapat satu dimensi yang kerap luput dari perhatian padahal dampaknya tidak kalah serius bagi kualitas hidup manusia, yaitu kesehatan mental. Seseorang bisa saja tampak sehat secara fisik, namun […]

expand_less