Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme demi Suarakan Keadilan Iklim

Kaum Muda Lintas Iman Kota Bandung Perkuat Kapasitas Jurnalisme demi Suarakan Keadilan Iklim

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Jumat, 13 Jun 2025
  • visibility 71
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Bandung – Di tengah krisis lingkungan yang kian memburuk, generasi muda lintas iman di Kota Bandung membuktikan bahwa perubahan bisa dimulai dari pena dan nurani. Melalui Workshop Jurnalisme Pemuda Lintas Iman yang digelar oleh Eco Bhinneka Muhammadiyah bersama BandungBergerak pada Kamis (12/6). Anak muda dari berbagai agama dan organisasi kepemudaan berkumpul untuk mempelajari cara menyuarakan keadilan iklim lewat jurnalisme yang empatik dan berpihak.

Workshop ini merupakan bagian dari program SMILE (Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism), inisiatif yang mengangkat kepemimpinan pemuda, terutama perempuan dan kelompok rentan, dalam menghadapi krisis iklim dengan pendekatan keadilan gender dan spiritualitas lintas iman.

Ketika Sampah Menjadi Cermin Ketidakadilan

Tema “Bandung Lautan Sampah” dipilih bukan tanpa alasan. Bandung sebagai kota besar mencerminkan kompleksitas persoalan iklim yang bersumber dari ketimpangan sosial, lemahnya regulasi, dan gaya hidup konsumtif masyarakat urban. Tapi di balik gunungan sampah itu, ada cerita keadilan yang perlu ditegakkan—dan itulah yang coba dibedah dalam workshop ini.

Parid Ridwanuddin dari GreenFaith Indonesia membuka sesi dengan pemaparan yang menggugah: “Kita butuh lebih dari sekadar data. Kita perlu narasi yang menyentuh iman, yang bisa menggugah gerakan.” Menurut Parid, keresahan generasi muda hari ini adalah modal besar yang perlu disulut menjadi tindakan. Ia menekankan pentingnya kolaborasi lintas iman dan kampanye berbasis spiritualitas, karena krisis iklim bukan hanya isu sains, tapi juga soal nilai, moralitas, dan keadilan.

Tak hanya belajar teknik menulis dan peliputan, para peserta diajak memahami bagaimana agama-agama mengajarkan kepedulian terhadap bumi. Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah, mengajak peserta untuk menggali nilai-nilai religius yang mendukung pelestarian lingkungan. “Semua agama mengajarkan hal itu. Dari Islam yang menyebut kebersihan sebagai bagian dari iman, hingga Tri Hita Karana dalam Hindu dan tanggung jawab pemeliharaan bumi dalam ajaran Kristen. Spirit ini harus kita bangun dalam tulisan kita,” tegasnya.

Bagi Hening, rumah-rumah ibadah bukan hanya tempat berdoa, tapi juga bisa menjadi pusat gerakan lingkungan berbasis keimanan.

Kisah-Kisah dari Akar Rumput

Amalia Nur Milla dari ‘Aisyiyah Jawa Barat turut berbagi kisah tentang bagaimana narasi lingkungan bisa tumbuh dari kisah-kisah sederhana. “Kami sudah susun 73 naskah kultum dari ibu-ibu ‘Aisyiyah di desa-desa. Isinya bukan teori, tapi pengalaman mereka sehari-hari dalam menjaga lingkungan,” katanya. Ia berharap anak-anak muda bisa membuat karya jurnalistik yang menyentuh seperti itu—tapi dengan pendekatan yang lebih kreatif dan menyentuh segmen yang lebih luas.

Tri Joko Her Riadi dari BandungBergerak kemudian membekali peserta tentang semangat jurnalisme warga. Ia menyatakan bahwa cerita-cerita dari pinggiran adalah denyut nadi dari keadilan iklim. “Jangan hanya cari data dari pemerintah. Temui warga. Dengarkan mereka. Suara-suara kecil itulah yang perlu diangkat,” ujarnya.

Membangun Harapan, Menulis Masa Depan

Pelatihan ini dibagi menjadi dua fase: sesi daring sebagai pengantar nilai dan teori, kemudian sesi luring yang lebih aplikatif—berupa pelatihan langsung di lapangan. Di sana, peserta akan belajar teknik reportase, fotografi jurnalistik, dan penyusunan narasi keadilan iklim yang inklusif dan berbasis spiritualitas.

Agenda workshop ini juga akan berlanjut pada 13 Juni dalam forum diskusi bertajuk “Mengadvokasi Keadilan Iklim dari Akar Rumput” dan “Spirit Green Rumah Ibadah”, serta workshop intensif pada 22 Juni untuk praktik lapangan. Semua peserta akan mendapat bimbingan penuh dalam merancang liputan yang mampu menggugah dan memengaruhi perubahan.

Program SMILE ini adalah bukti bahwa generasi muda lintas iman bisa menjadi agen perubahan nyata. Tidak dengan amarah, tapi dengan karya jurnalistik yang kuat, empatik, dan berlandaskan nilai-nilai iman. Dalam dunia yang semakin terpolarisasi, pendekatan lintas agama yang inklusif justru menjadi kunci untuk membangun solidaritas ekologis yang berkelanjutan.

Jika dunia tengah dilanda “lautan sampah”, maka para pemuda ini sedang belajar membangun lautan harapan. Harapan yang lahir dari data, doa, dan dedikasi untuk menyelamatkan bumi bersama-sama.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Keamanan Informasi Jadi Urgensi Perguruan Tinggi, UMS Perkuat Sistem Manajemen

    Keamanan Informasi Jadi Urgensi Perguruan Tinggi, UMS Perkuat Sistem Manajemen

    • calendar_month Selasa, 6 Okt 2026
    • account_circle Nurul Fahri Friyanda
    • visibility 70
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; SURAKARTA – Keamanan informasi menjadi salah satu tantangan penting bagi perguruan tinggi seiring meningkatnya ketergantungan terhadap sistem digital dalam pengelolaan akademik, keuangan, penelitian, hingga layanan mahasiswa. Kebocoran data, akses informasi tanpa kewenangan, hingga serangan siber dapat berdampak pada keberlangsungan layanan dan reputasi institusi. Kondisi tersebut mendorong Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) memperkuat tata kelola keamanan […]

  • Misi Kemanusiaan Lazismu Kutai Kartanegara untuk Korban Kebakaran Desa Sedulang

    Misi Kemanusiaan Lazismu Kutai Kartanegara untuk Korban Kebakaran Desa Sedulang

    • calendar_month Minggu, 26 Jul 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.147
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, KUKAR – Setelah menempuh perjalanan lebih kurang 5 jam dari Tenggarong, Tim relawan Muhammadiyah dan Lazismu Kutai Kartanegara sampai di Desa Sedulang Kecamatan Muara Kaman Kabupaten Kutai Kartanegara. Rombongan Relawan Muhammadiyah dan Lazismu Kutai Kartanegara membawa misi kemanusiaan, peduli korban kebakaran Desa Sedulang Kecamatan Muara Kaman. Kali ini rombongan dipimpin oleh pegurus Lazismu Kutai […]

  • SUMU Malang Raya x PM Malang Raya Gelar Mini Soccer untuk Perkuat Silaturahmi dan Budaya Sehat

    SUMU Malang Raya x PM Malang Raya Gelar Mini Soccer untuk Perkuat Silaturahmi dan Budaya Sehat

    • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 49
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Batu – Dalam upaya membangun budaya hidup sehat sekaligus mempererat jalinan silaturahmi antar kader, Pemuda Muhammadiyah Lowokwaru bersama Pemuda Muhammadiyah Kota Batu dan Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Malang Raya menggelar kegiatan mini soccer di J-Best Mini Soccer, Kota Batu, pada Jumat (17/10). Kegiatan ini menjadi ajang pertemuan dan kebersamaan antar pemuda Muhammadiyah dari berbagai […]

  • Kaltim Jadi Titik Baru Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah, Perkuat Aksi Iklim Berkelanjutan

    Kaltim Jadi Titik Baru Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah, Perkuat Aksi Iklim Berkelanjutan

    • calendar_month Minggu, 7 Des 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 39
    • 0Komentar

      SAMARINDA — Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Timur resmi membuka Mainstreaming Gerakan 1000 Cahaya Muhammadiyah di Samarinda, Jumat (5/12/2025). Kegiatan yang diikuti lima puluh peserta ini menjadi tonggak penting, karena untuk pertama kalinya program nasional tersebut digelar di luar Pulau Jawa. Ketua Majelis Lingkungan Hidup PWM Kaltim, Taufan Tirkaamiana, menjelaskan bahwa Gerakan 1000 Cahaya […]

  • Dosen UMS Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus

    Dosen UMS Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Nur Subekti dikenal sebagai mantan atlet pencak […]

  • IYORC Gelar Upgrading Research Capacity, Perkuat Fondasi Riset dan Kualitas Publikasi Pemuda Indonesia

    IYORC Gelar Upgrading Research Capacity, Perkuat Fondasi Riset dan Kualitas Publikasi Pemuda Indonesia

    • calendar_month Senin, 13 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG – Indonesian Youth Research Center (IYORC) selaku Lembaga Riset baru bentukan DPD IMM Jawa Tengah, sukses menggelar agenda akademik bertajuk “Upgrading & Building Research Capacity” pada Minggu (12/04/2026). Mengusung tema “Penguatan Arah Strategis dan Fondasi Organisasi Riset Pemuda yang Berkelanjutan”, acara yang digelar secara daring melalui Zoom Meeting ini bertujuan untuk menghidupkan kembali […]

expand_less