Digitalisasi Kader Muhammadiyah, MPKSDI Perkuat SiKader untuk Jaga Keberlanjutan Organisasi
- account_circle Kabar Muhammadiyah
- calendar_month 2 jam yang lalu
- visibility 16
- comment 0 komentar
- print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pergantian kepengurusan menjadi salah satu tantangan dalam menjaga kesinambungan program organisasi. Karena itu, pengelolaan data yang tertata dan mudah diakses menjadi kebutuhan penting bagi Muhammadiyah. Melalui penguatan digitalisasi kader Muhammadiyah, Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah berupaya memastikan data dan dokumentasi perkaderan tetap terjaga lintas periode kepemimpinan.
Upaya tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Pengelola SiKader yang diselenggarakan MPKSDI PP Muhammadiyah pada Sabtu–Ahad (24–25 Oktober 2026) di Pusat Pendidikan dan Pelatihan (Pusdiklat) PP Muhammadiyah, Yogyakarta. Kegiatan ini diikuti perwakilan MPKSDI Pimpinan Wilayah se-Jawa untuk meningkatkan kapasitas pengelola sistem informasi sekaligus mendukung transformasi digital organisasi.
Pelatihan berfokus pada pengelolaan Learning Management System (LMS) dan data kader. Sistem tersebut diharapkan membantu organisasi membangun tata kelola informasi yang terintegrasi, terdokumentasi, sistematis, dan berkelanjutan.
Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah, Bachtiar Dwi Kurniawan, S.Fil.I., M.P.A., menegaskan bahwa digitalisasi perlu berjalan seiring dengan pekerjaan organisasi yang telah dilakukan. Integrasi dan sinkronisasi data penting agar hasil kerja tidak terputus ketika kepengurusan berganti.
“Namanya terdokumentasi, terintegrasi, tersistem. Jadi nanti kalau seandainya besok pengurusnya berganti, database tidak hilang,” ujar Bachtiar.
Data Kader sebagai Memori Organisasi
Bagi Muhammadiyah, digitalisasi kader Muhammadiyah tidak sekadar menyangkut pemindahan administrasi ke sistem digital. Dokumentasi yang terkelola juga menjadi sarana menjaga pengetahuan organisasi, merekam program yang telah berjalan, dan menyediakan rujukan bagi pengurus berikutnya.
Bachtiar mendorong peserta memanfaatkan sistem yang tersedia tanpa harus menunggu seluruh fitur sempurna. Pengembangan dapat dilakukan bertahap melalui evaluasi dan penyempurnaan sesuai kebutuhan pengguna di lapangan.
Ia juga menyoroti pentingnya tata kelola akun dan akses. Penyerahan akun beserta kata sandi kepada sekretariat PP Muhammadiyah perlu dikoordinasikan agar akses sistem dapat dikelola secara tertib saat terjadi pergantian pengurus.
Dalam kesempatan itu, Bachtiar menyampaikan bahwa draf sistem perkaderan Muhammadiyah telah mencapai sekitar 95 persen. Pengembangan ini diharapkan memperkuat penerapan sistem perkaderan yang lebih terarah di berbagai wilayah.
Melalui digitalisasi kader Muhammadiyah, MPKSDI ingin menjadikan SiKader sebagai pendukung administrasi, pengelolaan data, dan pelaksanaan program perkaderan. Keberhasilan upaya ini bergantung pada pemanfaatan sistem secara konsisten, koordinasi antarpengelola, serta komitmen menjaga kualitas data.
Dengan demikian, digitalisasi kader Muhammadiyah dapat membantu organisasi mempertahankan kesinambungan program sekaligus menjadikan data sebagai fondasi penguatan perkaderan pada masa mendatang.
- Penulis: Kabar Muhammadiyah