Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 185
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Mempelajari tentang arah kiblat memang ada dua segmen yang penting dalam arah kiblat itu sendiri. Satu, mengetahui konsep arah kiblat dan perhitungannya, lalu yang kedua, pengukuran arah kiblat di lapangan, yang mana pengukuran ini perlu teori dan praktiknya. Prolog ustadz Oman Fathurrahman memulai penjelasannya terkait Arah Kiblat dan Metode Hisab Kiblat pada kajian Islamic Course di sore hari menjelang buka puasa hari Selasa (12/03).

Salah satu ayat Al-qur’an yang menjelaskan tentang arah kiblat ialah surah Al-baqarah ayat 144. Dalam ayat ini diterangkan bahwa; “Sungguh, kami sering melihat mukamu menengadah ke langit”.

Adapun yang dimaksud dengan kata “muka” adalah kepala Rasulullah SAW saat menengadah ke langit. Beliau berdoa meminta kepada Allah SWT agar kiblat dipindahkan ke Makkah atau ke Ka’bah, yang mana arah kiblat pada waktu itu masih berpusat di Masjidil Aqsha, Yerusalem, Palestina sekarang. Masjidil Haram atau Ka’bah sering disebut dengan qiblatain, masjid yang memiliki dua kiblat. Akan tetapi, makna sebenarnya disini “bukan dua kiblat” tapi karena orang-orang terdahulu melakukan shalat pertama menghadap ke utara Masjidil Aqsha lalu berbalik ke masjid selatan Ka’bah.

Hal ini menurutnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, bahwa arah kiblat itu menghadap ke Ka’bah. Meskipun dari segi ilmu fiqih para ulama berbeda pendapat, tetapi untuk kepentingan bersama, ilmu falak lebih baik digunakan untuk menetapkan arah kiblat.

“Karena dengan menghadap Ka’bah berarti sudah menghadap Masjidil Haram. Namun jika menghadap ke Masjidil Haram belum tentu menghadap Ka’bah. Sebab Masjidil Haram itu lebih luas daripada Ka’bah, dan Ka’bah berada di dalam Masjidil Haram. Berdasarkan nas-nas Syar’i, bisa disimpulkan bahwa kiblat itu adalah Ka’bah, dan ini merupakan argumentasi yang jelas bahwa menghadap Ka’bah berarti menghadap Masjidil Haram.” Tegasnya.

Dalam konsep ilmu falak, menentukan arah kiblat adalah menentukan dua titik di permukaan bumi. Titik pertama Ka’bah, lalu titik yang kedua tempat shalat ataupun sebaliknya. Dengan perkembangan ilmu yang pesat saat ini, sudah bisa mendeteksi arah kiblat itu sendiri. Contohnya di Indonesia, shalat dengan arah kiblat ke Ka’bah cukup dengan menghadap ke barat saja.

Kemudian, Oman sampaikan ada tiga teori untuk menentukan arah kiblat. Pertama, teori geografi, yang mana sesuai dengan apa adanya bentuk bumi. Kedua, menggunakan  teori ilmu ukur bola. Jika kita mengukur arah dengan teori bola ini, maka bentuk bumi dianggap bulat sempurna.  Lalu yang ketiga, teori navigasi, teori ini biasa digunakan oleh para pelayar kapal api misalnya dari satu tempat menuju ke tempat lain. Teori navigasi ini tidak mencari arah yang terdekat, karena jika mengikuti arah terdekat, maka ia harus mengubah atau memutar setirnya setiap saat. Dari ketiga teori di atas, yang umum digunakan untuk kepentingan bersama, yakni mengukur arah kiblat, biasanya menggunakan teori bola, sehingga buminya dianggap bulat sempurna dan ini cukup akurat dengan ukuran-ukurannya.

Lalu arah kiblat berpatokan pada titik pusat, dan titik di tengah-tengah bumi yang dianggap bulat inilah yang disebut dengan titik pusat bumi. Jarak titik pusat ke semua arah di permukaan bumi adalah sama.

Konsep dalam bola ada yang dinamakan lingkaran besar ada lingkaran kecil. Arah pada permukaan bola atau bumi adalah busur lingkaran terpendek atau speris yang menghubungkan titik atau tempat-tempat di permukaan bola atau bumi.

Sebenarnya, arah yang ditunjukkan oleh lingkaran besar itu menghubungkan ka’bah dengan tempat shalat adalah yang jaraknya terpendek. Itulah yang dimaksud dengan arah kiblat. Maka, arah kiblat jika definisikan, adalah arah yang ditunjuk oleh busur lingkaran besar terpendek pada permukaan bumi yang menghubungkan letak geografis tempat shalat dengan letak geografis Ka’bah. Tuturnya.

Sebelum menutup kajian Islamic course, Dia memberikan kesimpulan singkat terkait pembahasan arah kiblat dan metode hisabnya;

“Jadi konsepnya seperti itu, sehingga nanti yang kita hitung atau yang kita cari dalam hisab arah kiblat itu adalah mencari lingkaran, mencari busur-busur yang menghubungkan tempat shalat dengan busur lingkaran besar, nah jarak yang terpendek itulah yang dicari. nanti mencarinya pakai ilmu ukur bola atau lebih khusus lagi segitiga bola, ilmu ukur segitiga bola bahasa kerennya itu spherical trigonometri,” tutupnya.

Kontributor: Siti Kamaria

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Czy w NV Casino można zmienić walutę po rejestracji?

    Czy w NV Casino można zmienić walutę po rejestracji?

    • calendar_month Jumat, 14 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Spis treści Dlaczego wybór waluty w kasynie ma znaczenie? Czy zmiana waluty w NV Casino jest możliwa? Kroki kontaktu z obsługą klienta w sprawie zmiany Ograniczenia i potencjalne problemy Podsumowanie: lepiej zapobiegać niż leczyć Czy możesz zmienić walutę w NV Casino po rejestracji? Rejestracja w kasynie online to często decyzja podejmowana szybko, a wybór waluty […]

  • Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra (Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta) Disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi digital, pergeseran nilai, dan perubahan struktur ekonomi politik turut mengguncang tatanan dan partisipasi generasi muda. Di tengah pusaran arus perubahan yang begitu cepat, era disrupsi telah menghadirkan beragam tantangan sekaligus peluang bagi berbagai lini kehidupan, termasuk dunia […]

  • Solusi Modern Cek Gula Darah Tanpa Tusuk Jari, Tim UMS Sabet Medali Emas di Kancah Internasional

    Solusi Modern Cek Gula Darah Tanpa Tusuk Jari, Tim UMS Sabet Medali Emas di Kancah Internasional

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – inovatif mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dalam menghadirkan solusi modern pemeriksaan kadar gula darah tanpa tusuk jari berhasil mencuri perhatian dunia. Lewat inovasi bertajuk “GluScan: Innovative Ray Based Non Invasive Blood Sugar Detection With Real Time Visualization on Mobile App”, tim UMS memperkenalkan alat pendeteksi gula darah berbasis sinar infrared yang terintegrasi dengan […]

  • Lazismu Demak Gelar Pentasyarufan Muharram Ceria untuk Anak Yatim Piatu

    Lazismu Demak Gelar Pentasyarufan Muharram Ceria untuk Anak Yatim Piatu

    • calendar_month Jumat, 15 Agt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Demak, 15 Agustus 2025 – Lembaga Amil Zakat, Infaq, dan Sedekah Muhammadiyah (Lazismu) Kabupaten Demak menggelar kegiatan Pentasyarufan Muharram Ceria sebagai bentuk kepedulian terhadap anak Yatim piatu. Acara tersebut berlangsung di Mushola SD Aisyiyah Full Day Demak pada Jumat (15/8), dihadiri oleh penerima manfaat, para guru, dan pengurus sekolah. Kegiatan ini merupakan bagian dari […]

  • UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    UMS Gelar Gathering Malibujari, Pererat Kebersamaan Mahasiswa Lintas Budaya dan Alumni

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARUMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar acara Gathering Malibujari (Mahasiswa Lintas Budaya Luar Jawa dan Luar Negeri), Kamis (18/9) malam. Bertempat di Lobi Gedung Induk Siti Wal idah UMS, kegiatan tersebut menjadi ajang temu hangat antara mahasiswa, wali, dan pimpinan universitas menjelang prosesi wisuda. Mengundang 207 calon wisudawan dari berbagai daerah luar […]

  • TBM Gyrus UMS Gandeng Rumah Zakat, Gelar Pengobatan Gratis untuk Masyarakat Solo

    TBM Gyrus UMS Gandeng Rumah Zakat, Gelar Pengobatan Gratis untuk Masyarakat Solo

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 15
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tim Bantuan Medis (TBM) Gyrus Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS) menyelenggarakan kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Gyrus As a Volunteer for Humanity (GRAVITY) 2026. Kegiatan ini bekerja sama dengan Rumah Zakat dan dilaksanakan pada Minggu (15/3) di depan Masjid Jami’ Al-Hidayah, Norowangsun, Pajang, Laweyan, Surakarta. Ketua panitia, […]

expand_less