Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

INILAH METODE HISAB UNTUK MENENTUKAN ARAH KIBLAT

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Rabu, 13 Mar 2024
  • visibility 248
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Mempelajari tentang arah kiblat memang ada dua segmen yang penting dalam arah kiblat itu sendiri. Satu, mengetahui konsep arah kiblat dan perhitungannya, lalu yang kedua, pengukuran arah kiblat di lapangan, yang mana pengukuran ini perlu teori dan praktiknya. Prolog ustadz Oman Fathurrahman memulai penjelasannya terkait Arah Kiblat dan Metode Hisab Kiblat pada kajian Islamic Course di sore hari menjelang buka puasa hari Selasa (12/03).

Salah satu ayat Al-qur’an yang menjelaskan tentang arah kiblat ialah surah Al-baqarah ayat 144. Dalam ayat ini diterangkan bahwa; “Sungguh, kami sering melihat mukamu menengadah ke langit”.

Adapun yang dimaksud dengan kata “muka” adalah kepala Rasulullah SAW saat menengadah ke langit. Beliau berdoa meminta kepada Allah SWT agar kiblat dipindahkan ke Makkah atau ke Ka’bah, yang mana arah kiblat pada waktu itu masih berpusat di Masjidil Aqsha, Yerusalem, Palestina sekarang. Masjidil Haram atau Ka’bah sering disebut dengan qiblatain, masjid yang memiliki dua kiblat. Akan tetapi, makna sebenarnya disini “bukan dua kiblat” tapi karena orang-orang terdahulu melakukan shalat pertama menghadap ke utara Masjidil Aqsha lalu berbalik ke masjid selatan Ka’bah.

Hal ini menurutnya sesuai dengan petunjuk Rasulullah SAW, bahwa arah kiblat itu menghadap ke Ka’bah. Meskipun dari segi ilmu fiqih para ulama berbeda pendapat, tetapi untuk kepentingan bersama, ilmu falak lebih baik digunakan untuk menetapkan arah kiblat.

“Karena dengan menghadap Ka’bah berarti sudah menghadap Masjidil Haram. Namun jika menghadap ke Masjidil Haram belum tentu menghadap Ka’bah. Sebab Masjidil Haram itu lebih luas daripada Ka’bah, dan Ka’bah berada di dalam Masjidil Haram. Berdasarkan nas-nas Syar’i, bisa disimpulkan bahwa kiblat itu adalah Ka’bah, dan ini merupakan argumentasi yang jelas bahwa menghadap Ka’bah berarti menghadap Masjidil Haram.” Tegasnya.

Dalam konsep ilmu falak, menentukan arah kiblat adalah menentukan dua titik di permukaan bumi. Titik pertama Ka’bah, lalu titik yang kedua tempat shalat ataupun sebaliknya. Dengan perkembangan ilmu yang pesat saat ini, sudah bisa mendeteksi arah kiblat itu sendiri. Contohnya di Indonesia, shalat dengan arah kiblat ke Ka’bah cukup dengan menghadap ke barat saja.

Kemudian, Oman sampaikan ada tiga teori untuk menentukan arah kiblat. Pertama, teori geografi, yang mana sesuai dengan apa adanya bentuk bumi. Kedua, menggunakan  teori ilmu ukur bola. Jika kita mengukur arah dengan teori bola ini, maka bentuk bumi dianggap bulat sempurna.  Lalu yang ketiga, teori navigasi, teori ini biasa digunakan oleh para pelayar kapal api misalnya dari satu tempat menuju ke tempat lain. Teori navigasi ini tidak mencari arah yang terdekat, karena jika mengikuti arah terdekat, maka ia harus mengubah atau memutar setirnya setiap saat. Dari ketiga teori di atas, yang umum digunakan untuk kepentingan bersama, yakni mengukur arah kiblat, biasanya menggunakan teori bola, sehingga buminya dianggap bulat sempurna dan ini cukup akurat dengan ukuran-ukurannya.

Lalu arah kiblat berpatokan pada titik pusat, dan titik di tengah-tengah bumi yang dianggap bulat inilah yang disebut dengan titik pusat bumi. Jarak titik pusat ke semua arah di permukaan bumi adalah sama.

Konsep dalam bola ada yang dinamakan lingkaran besar ada lingkaran kecil. Arah pada permukaan bola atau bumi adalah busur lingkaran terpendek atau speris yang menghubungkan titik atau tempat-tempat di permukaan bola atau bumi.

Sebenarnya, arah yang ditunjukkan oleh lingkaran besar itu menghubungkan ka’bah dengan tempat shalat adalah yang jaraknya terpendek. Itulah yang dimaksud dengan arah kiblat. Maka, arah kiblat jika definisikan, adalah arah yang ditunjuk oleh busur lingkaran besar terpendek pada permukaan bumi yang menghubungkan letak geografis tempat shalat dengan letak geografis Ka’bah. Tuturnya.

Sebelum menutup kajian Islamic course, Dia memberikan kesimpulan singkat terkait pembahasan arah kiblat dan metode hisabnya;

“Jadi konsepnya seperti itu, sehingga nanti yang kita hitung atau yang kita cari dalam hisab arah kiblat itu adalah mencari lingkaran, mencari busur-busur yang menghubungkan tempat shalat dengan busur lingkaran besar, nah jarak yang terpendek itulah yang dicari. nanti mencarinya pakai ilmu ukur bola atau lebih khusus lagi segitiga bola, ilmu ukur segitiga bola bahasa kerennya itu spherical trigonometri,” tutupnya.

Kontributor: Siti Kamaria

Tags
  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    Prof. Syafiq: Menjaga Bumi adalah Wujud Syukur dan Pengamalan Keimanan

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH; JAKARTA – Menjaga bumi merupakan wujud syukur sekaligus pengamalan nilai-nilai keimanan. Pesan tersebut disampaikan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Prof. Syafiq A. Mughni, saat menandatangani Nota Kesepahaman dan Piagam Sekretariat Bersama Aksi Iklim Lintas Iman Indonesia yang diselenggarakan Yayasan Amanah Daya Nusantara (AYANA) di Jakarta, Senin (27/7). Dalam sambutannya, Prof. Syafiq menegaskan bahwa krisis iklim […]

  • Semangat Kemandirian Perempuan! Kreativitas PDNA Sukoharjo Buktikan Perempuan Berdaya

    Semangat Kemandirian Perempuan! Kreativitas PDNA Sukoharjo Buktikan Perempuan Berdaya

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Kiprah Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah (PDNA) Sukoharjo dalam memberdayakan perempuan kembali menuai hasil membanggakan. Dalam gelaran Silaturahmi Akbar Keluarga Besar Muhammadiyah Kabupaten Sukoharjo pada Sabtu (3/5), dua stand bazar yang dikelola PDNA Sukoharjo bersama PCNA Kartasura sukses menarik perhatian ribuan pengunjung. Seluruh produk yang ditawarkan ludes terjual dalam waktu singkat. Ketua PDNA […]

  • Pemeliharaan Kesehatan dan Pengenalan Olahraga Prestasi Disabilitas (Para Sport) di Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia, Grogol bersama Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    Pemeliharaan Kesehatan dan Pengenalan Olahraga Prestasi Disabilitas (Para Sport) di Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia, Grogol bersama Mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta

    • calendar_month Jumat, 9 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO — Sanggar Inklusi Center Anugerah Aulia bekerja sama dengan Puskesmas Grogol dan mahasiswa Program Studi Fisioterapi Universitas Muhammadiyah Surakarta menyelenggarakan rangkaian kegiatan pemeliharaan kesehatan dan pengenalan olahraga prestasi disabilitas (Para Sport) sepanjang Desember. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman, partisipasi, serta deteksi dini potensi olahraga pada anak berkebutuhan khusus (ABK) melalui pendekatan edukatif dan berbasis skrining […]

  • Dorong Budaya Baca, Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Hidupkan Kembali Perpustakaan MTs Muhammadiyah 3 Kerjo

    Dorong Budaya Baca, Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Hidupkan Kembali Perpustakaan MTs Muhammadiyah 3 Kerjo

    • calendar_month Rabu, 1 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 69
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perpustakaan sekolah menjadi salah satu sarana strategis dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas wawasan siswa, mahasiswa KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditugaskan di MTs Muhammadiyah 3 Kerjo Karanganyar, mengadakan kegiatan revitalisasi pada perpustakaan di sekolah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa peserta didik sebagai upaya dorongan budaya literasi dan minat […]

  • UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    UMS Gaungkan Internasionalisasi Kampus Lewat Pertukaran Budaya Mahasiswa

    • calendar_month Selasa, 6 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 86
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Biro Kerjasama dan Urusan Internasional (BKUI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menggelar Intercultural Sharing Session, yang menghadirkan mahasiswa internasional dari Uzbekistan, serta mahasiswa UMS dari berbagai program studi. Acara yang berlangsung hangat dan penuh keakraban ini menjadi wadah pertukaran pengalaman akademik dan budaya antar mahasiswa lintas negara. UMS mengadakan Program Inbound Mobility […]

  • Semarak HUT Ke-81 RI, MALIMPA UMS Kibarkan Merah Putih di Tebing Watu Gribik Wonosobo

    Semarak HUT Ke-81 RI, MALIMPA UMS Kibarkan Merah Putih di Tebing Watu Gribik Wonosobo

    • calendar_month Jumat, 21 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Mahasiswa Pecinta Alam (MALIMPA) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengibarkan bendera Merah Putih di Tebing Watu Gribik, Wonosobo, Jawa Tengah, dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Republik Indonesia, Senin (17/8/2026). Pengibaran bendera tersebut dilakukan oleh empat anggota MALIMPA UMS, yakni Jamal, Nisa’i, Yusmaniar, dan Afif. Mereka berhasil […]

expand_less