Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dosen UMS Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus

Dosen UMS Nur Subekti, Pelatih PON yang Berdedikasi di Kampus

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
  • visibility 76
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konsistensi, disiplin, dan keberanian dalam mengambil keputusan besar menjadi benang merah perjalanan hidup Dr. Nur Subekti, S.Pd., M.Or. Sosok kader Muhammadiyah ini menapaki jalan panjang dari arena pencak silat hingga ruang akademik sebagai dosen sekaligus perintis Program Studi Pendidikan Jasmani di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS).

Nur Subekti dikenal sebagai mantan atlet pencak silat nasional yang kini berkiprah sebagai akademisi dan pelatih. Karier atletiknya dimulai sejak duduk di bangku SMP sekitar tahun 1999–2000. Sejak itu, berbagai prestasi berhasil diraih, mulai dari juara tingkat provinsi hingga nasional, serta mewakili Jawa Tengah dalam berbagai ajang bergengsi. Selain itu, Subekti juga aktif di Lembaga Pengembangan Olahraga (LPO) Pimpinan Pusat Muhammadiyah.

“Di level pelajar saya pernah juara provinsi, lalu di mahasiswa juara nasional, bahkan di level umum juga pernah. Puncaknya saya sempat dipanggil seleksi nasional dan pelatnas,” ungkap Nur Subekti saat ditemui, Rabu, (14/1).

Meski disibukkan dengan jadwal latihan ketat dan kehidupan asrama sebagai atlet, Bekti sapaannya, tidak pernah meninggalkan pendidikan. Ia menempuh studi Strata 1 di jurusan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan hingga lulus pada 2011, meski harus menyelesaikannya dalam waktu lima tahun.

“Saya selalu menanamkan pada diri saya, mau jadi atlet sejauh apapun, pendidikan harus selesai,” tuturnya.

Keputusan besar diambil pada 2012 ketika Nur Subekti memilih pensiun sebagai atlet aktif. Langkah tersebut diambil demi melanjutkan pendidikan ke jenjang Strata 2 sekaligus mengembangkan karier di dunia akademik. Sejak saat itu, arah hidupnya berubah signifikan. Selain menyelesaikan studi S2 tepat waktu, Bekti juga memulai karier sebagai pelatih.

Pengalaman praktik sebagai atlet yang dipadukan dengan teori dari bangku kuliah membuat metode kepelatihannya berkembang pesat. Bahkan, kariernya sebagai pelatih justru semakin bersinar. “Sejak 2012 saya sudah memegang tim Jawa Tengah, dan sekarang dipercaya menjadi pelatih tim PON,” jelasnya.

Dosen UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or., saat menerima apresiasi prestasi bidang non akademik dari UMS

Dosen UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or., saat menerima apresiasi prestasi bidang non akademik dari UMS

Puncak peran akademiknya dimulai ketika Nur Subekti dipercaya merintis Program Studi Pendidikan Jasmani di UMS. Berbekal pengalaman sebagai atlet, pelatih, dan lulusan S2, Bekti dinilai memiliki kapasitas utuh sebagai praktisi sekaligus akademisi.

“Karena saya punya pengalaman di lapangan dan juga akademik, banyak pihak yang merekomendasikan saya untuk merintis prodi ini,” katanya.

Tantangan terbesar muncul ketika ia langsung diangkat sebagai Ketua Program Studi (Kaprodi), meski belum memiliki pengalaman panjang sebagai dosen. Ia harus mengelola pembelajaran, penelitian, pengabdian masyarakat, hingga merancang strategi agar program studi berkembang dan diminati mahasiswa.

Sebagai sosok yang lebih banyak berkecimpung di lapangan, Bekti mengakui harus beradaptasi, terutama dalam urusan administrasi. Ia menyiasatinya dengan membangun tim yang solid.

“Saya orang lapangan, maka saya rekrut dosen-dosen yang kuat secara teori dan administrasi. Akhirnya kami saling melengkapi,” ujarnya.

Upaya tersebut membuahkan hasil. Program Studi Pendidikan Jasmani UMS kini meraih akreditasi Unggul dan menjadi salah satu prodi favorit. Di tengah kesibukannya sebagai dosen dan pimpinan fakultas, Nur Subekti tetap konsisten menjalani peran sebagai pelatih, bahkan saat dipercaya menjadi wakil dekan. “Saya tidak mau berhenti melatih. Itu bagian dari identitas saya,” tegasnya.

Dosen UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or

Dosen UMS, Dr. Nur Subekti, M.Or

Menutup perbincangan, Nur Subekti berpesan kepada generasi muda agar tidak menjauh dari olahraga meskipun hidup di era teknologi. Menurutnya, olahraga merupakan kebutuhan penting, bukan hanya bagi kesehatan fisik, tetapi juga mental.

“Olahraga itu kebutuhan. Bergeraklah, jangan hanya melihat media sosial,” pesannya.

Ia pun menegaskan filosofi hidup yang terus dipegangnya, ‘Mens Sana in Corpore Sano’ di dalam tubuh yang sehat terdapat jiwa yang kuat. Prinsip tersebut telah mengantarkannya dari arena pertandingan hingga ruang akademik. (Ariya/Fajar/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Masjid Kampus UMS Luncurkan Buletin Bertema Parenting: Jejak Cinta Orang Tua, Dari Mereka Kita Ada

    Masjid Kampus UMS Luncurkan Buletin Bertema Parenting: Jejak Cinta Orang Tua, Dari Mereka Kita Ada

    • calendar_month Sabtu, 28 Jun 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 71
    • 0Komentar

    Menginjak pertengahan tahun 2025, sudahkah kita menjadi pribadi yang lebih baik? Menjadi anak yang semakin berbakti pada orang tua? Menjadi orang tua yang semakin menyadari potensi anak-anaknya? Tim Redaksi Masjid Kampus Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menerbitkan Buletin Masjid Kampus UMS Volume ke-3. Kali ini, buletin hadir dengan tema yang menyentuh dan relevan, yakni Parenting. […]

  • BikersMu Chapter Wonosobo Kolaborasi dengan PMI Gelar aksi Donor Darah kumpulkan 28 Kantong Darah untuk kemanusiaan

    BikersMu Chapter Wonosobo Kolaborasi dengan PMI Gelar aksi Donor Darah kumpulkan 28 Kantong Darah untuk kemanusiaan

    • calendar_month Senin, 28 Sep 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 90
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, WONOSOBO – Komunitas pecinta otomotif BickerMu Chapter Wonosobo berkolaborasi dengan Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Wonosobo menggelar aksi sosial donor darah di Serambi Masjid Al Arqam pada Ahad (27/9/2026). Kegiatan ini berhasil mengumpulkan 28 kantong darah guna membantu memenuhi lonjakan kebutuhan pasokan darah daerah. ​Dari total 33 pendaftar, sebanyak 28 pendonor dinyatakan lolos kriteria […]

  • Pantau CalegMu; Rekapitulasi Sementara Perolehan Suara Cak Nanto

    Pantau CalegMu; Rekapitulasi Sementara Perolehan Suara Cak Nanto

    • calendar_month Senin, 19 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 595
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Proses Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 agaknya masih cukup panjang. Kendati pemungutan suara telah selesai, namun rekapitulasi berjenjang yang dilakukan oleh KPU dan seluruh jajarannya hingga tingkat kecamatan masih belum usai. Meskipun demikian, real count KPU dapat dipantai secara langsung melalui SIREKAP KPU. Hingga kini, data suara yang masuk sebesar 51,28 persen dari 422.127 […]

  • Menyusuri Jejak Sejarah dan Dakwah Islam di Museum Wayang Banyumas

    Menyusuri Jejak Sejarah dan Dakwah Islam di Museum Wayang Banyumas

    • calendar_month Jumat, 15 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, – Ahad, 10 Mei 2026, Divisi Pemberdayaan Kebudayaan dan Olahraga (PKO) HMPS PAI UMP berkolaborasi dengan Bidang Seni Budaya dan Olahraga IMM Buya HAMKA UMP melaksanakan program kerja Karya Wisata Budaya melalui kunjungan ke Museum Wayang Banyumas. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi pengurus HMPS PAI serta delegasi dari IMM Buya HAMKA UMP sebagai upaya […]

  • Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    Tokoh Lintas Iman dan Pemda Apresiasi Capaian Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi

    • calendar_month Minggu, 13 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 69
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banyuwangi — Eco Bhinneka Muhammadiyah Banyuwangi, Jawa Timur, menutup program Inisiatif Bersama untuk Aksi Keagamaan yang Strategis (Joint Initiative for Strategic Religious Action) yang dilaksanakan oleh Muhammadiyah & Nasyiatul Aisyiyah, setelah perjalanannya sejak 2022 hingga 2025 mendorong kolaborasi lintas iman yang peduli terhadap pelestarian lingkungan. Penutupan dilaksanakan di Balai Desa Gelagahagung, yang dihadiri 45 […]

  • Retajdid IMM Sukoharjo yang Mencerahkan

    Retajdid IMM Sukoharjo yang Mencerahkan

    • calendar_month Sabtu, 24 Feb 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 561
    • 0Komentar

    Oleh: Izzul Khaq MPKSDI PDM Sukoharjo Peradaban manusia selalu dinakhodai oleh ide-ide brilian yang lahir dari pemikir-pemikir besar. Gagasan gagasan itulah yang menjadi rel bagi kereta peradaban umat manusia. Tanpa gagasan, peradaban akan berjalan tidak tentu arah. Sebuah bangsa, jika tidak ditopang oleh filosofi yang matang, seketika akan ambruk. Harus ada sebuah basis filosofi yang […]

expand_less