Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

Stigma Masih Jadi Penghalang, Guru Besar UMS Tegaskan Pendidikan Inklusif Perlu Sistem yang Lebih Progresif

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
  • visibility 53
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Stigma masih menjadi tembok besar yang membatasi Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) untuk tumbuh dalam ruang pendidikan yang setara. Meski banyak sekolah telah mengklaim diri sebagai sekolah inklusif, praktiknya masih jauh dari nilai-nilai keberagaman yang adil dan ramah.

Isu inilah yang menjadi fokus Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., yang baru akan dikukuhkan sebagai Guru Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Kamis, (28/8) mendapat di Edutorium KH Ahmad Dahlan. Kepakarannya di bidang Pendidikan Inklusif berangkat dari pengalaman pribadi sekitar 14 tahun lalu, saat mendapati sulitnya mencari sekolah yang ramah bagi ABK.

“Bagi ABK, pendidikan inklusif adalah pintu gerbang menuju pengakuan martabat. Tujuannya bukan untuk menyamakan mereka dengan yang lain, tetapi memastikan bahwa keunikan mereka menjadi kekuatan dalam proses belajar,” jelas Minsih saat Jumpa Pers, Selasa (26/8) di Dapur Solo UMS.

Lahir di Lahat, Sumatra Selatan, 25 Agustus 1979, Minsih menempuh pendidikan dasar di Pendopo Lintang Lahat, lalu melanjutkan pendidikan SMP hingga SMA di Pondok Pesantren Wali Songo Ngabar Ponorogo. Setelah itu, beliau meraih gelar sarjana di UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, kemudian melanjutkan studi S2 dan S3 di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) pada bidang Pendidikan Dasar.

Sejak masa magister, fokus kajiannya diarahkan pada pendidikan inklusif, dan berkembang menjadi kepakaran hingga penelitian disertasi. Hingga kini, riset-risetnya telah banyak mengungkap tantangan penerapan inklusivitas di sekolah dasar, mulai dari keterbatasan kurikulum, minimnya pemahaman guru, hingga stigma sosial dari orang tua.

Dalam pandangannya, pendidikan inklusif adalah bagian dari transformasi paradigma pendidikan. Dari sistem segregatif (memisahkan ABK), ke model integratif, hingga menuju paradigma inklusif yang transformatif yang memandang keberagaman sebagai kekuatan, bukan kelemahan.

Akan tetapi, Minsih menilai bahwa di lapangan, banyak sekolah yang baru mengklaim status inklusif tanpa benar-benar menginternalisasi nilai-nilainya. “Masih ada orang tua yang menolak anaknya berada di kelas yang sama dengan ABK karena takut tertular. Padahal, disabilitas bukan penyakit. Stigma ini yang harus diubah,” ungkapnya.

Lebih dari sekadar pendekatan pedagogis, ia menegaskan bahwa pendidikan inklusif sejatinya adalah implementasi nilai-nilai Islam Berkemajuan.

Menurutnya, prinsip ta’awun (tolong-menolong), rahmah (kasih sayang), ‘adl (keadilan), dan musyawarah (persamaan hak) merupakan fondasi kuat untuk membangun sistem pendidikan yang ramah terhadap semua kalangan, termasuk ABK, kelompok minoritas, pendatang, maupun mereka yang berbeda bahasa dan latar belakang sosial-ekonomi.

“Islam telah lama mengajarkan inklusivitas. Konsep education for all dalam perspektif Islam sebenarnya berakar dari nilai rahmah, adil, dan musyawarah. Pendidikan inklusif adalah jalan dakwah konkret Islam Berkemajuan,” tuturnya.

Gagasannya juga terinspirasi dari pemikiran Prof. Haedar Nashir, Ketua Umum PP Muhammadiyah, yang menekankan pentingnya inklusivitas sebagai dasar Islam Berkemajuan.

Ke depan, Minsih ingin menginisiasi riset dan pengembangan model pendidikan inklusif yang lebih progresif, mulai dari penyusunan kurikulum, penguatan kapasitas guru, hingga penyediaan ruang belajar yang benar-benar ramah keberagaman.

“Inklusif yang berkemajuan tidak cukup hanya dengan label. Harus ada sistem penyelenggaraan, kurikulum, dan interaksi yang membangun empati. Inilah yang membedakan antara sekadar sekolah inklusif dan pendidikan inklusif yang sejati,” tegasnya.

Selain, Prof. Dr. Minsih, S.Ag., M.Pd., UMS juga akan mengukuhkan 4 guru besar lainnya yaitu: (1) Prof. Muhammad Mujiburohman, S.T., M.T., Ph.D – Guru Besar bidang Teknologi Separasi, (2) Prof. Muhammad Sholahuddin, S.E., M.Si., Ph.D – Guru Besar bidang Akuntansi dan Analisis Bisnis, (3) Prof. Dr. Yuli Kusumawati, SKM., M.Kes – Guru Besar bidang Promosi Kesehatan dan Ilmu Perilaku, dan (4) Prof. Ir. Herry Purnama, M.T., Ph.D – Guru Besar bidang Teknologi Bersih dan Pengolahan Limbah. (Fika/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • ICIMS 2026 Angkat Etika Agama di Era Kecerdasan Buatan

    ICIMS 2026 Angkat Etika Agama di Era Kecerdasan Buatan

    • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 79
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – 6th International Conference on Islamic and Muhammadiyah Studies (ICIMS) 2026 mengangkat tema “Religious Ethics in Times of Artificial Intelligence” dan diselenggarakan di Ruang Seminar Auditorium Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Selasa (10/2). Konferensi internasional ini menjadi ruang dialog akademik untuk merespons perkembangan kecerdasan buatan dari perspektif etika keislaman dan kemuhammadiyahan. Ketua […]

  • Ramadhan di Kampus UAD 1446 H: Masjid Ramah Anak dan Shalat Tarawih Bersama Anak-anak

    Ramadhan di Kampus UAD 1446 H: Masjid Ramah Anak dan Shalat Tarawih Bersama Anak-anak

    • calendar_month Rabu, 12 Mar 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 80
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Bulan suci Ramadhan kembali membawa semangat kebersamaan dan keberkahan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD). Program Ramadhan di Kampus (RDK) UAD 1446 H kembali menjadi pusat perhatian mahasiswa dan masyarakat sekitar. Selain dikenal dengan takjil yang menarik perhatian, program ini juga menghadirkan inovasi yang membuat Masjid Islamic Center UAD di Kampus IV semakin […]

  • Temu Wali Mahasiswa PGSD UMS, Dorong Peran Orang Tua Pantau Prestasi Akademik

    Temu Wali Mahasiswa PGSD UMS, Dorong Peran Orang Tua Pantau Prestasi Akademik

    • calendar_month Jumat, 16 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Silaturahmi dan Temu Wali Mahasiswa, Kamis (15/1), yang dilakukan secara hybrid melalui Zoom Meeting dan bertempat di Auditorium Moh Djazman Kampus I UMS. Kegiatan ini menjadi momentum awal mempererat komunikasi antara pihak prodi dengan […]

  • BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    BIKERSMU TERUS MELAJU DARI ACEH HINGGA PAPUA, GERAKAN DAKWAH DI ATAS RODA KIAN MENGGEMA

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 46
    • 0Komentar

    Deru mesin sepeda motor kini tak hanya terdengar di jalanan, tetapi juga menggema dalam dakwah dan aksi sosial. Di tangan para kader Muhammadiyah yang kreatif dan penuh semangat, roda dua menjelma menjadi sarana dakwah, silaturahmi, dan pengabdian. Mereka menamakan diri BikersMu komunitas pengendara yang membawa semangat fastabiqul khairat di setiap kilometer perjalanan. Sejak diinisiasi oleh […]

  • Teks 'ECONOMIC IMPACT' berwarna putih di atas latar merah panjang, dikelilingi oleh berbagai grafik statistik digital dan peta dunia berwarna biru

    Guru Besar UMS Soroti Dampak Konflik Iran-Amerika-Israel terhadap Ekonomi Global dan Indonesia

    • calendar_month Selasa, 10 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 84
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Konflik yang melibatkan Iran, Amerika Serikat, dan Israel dinilai berpotensi memberikan dampak besar terhadap stabilitas ekonomi global, termasuk bagi Indonesia. Hal tersebut disampaikan oleh Guru Besar Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS), Prof. Muhammad Sholahuddin, SE, M.Si., Ph.D., CSBA. Menurutnya, konflik yang terjadi di kawasan Timur […]

  • Dosen UMS Perkenalkan BEX-TI, Inovasi Latihan Pencak Silat di Universiti Teknologi Malaysia

    Dosen UMS Perkenalkan BEX-TI, Inovasi Latihan Pencak Silat di Universiti Teknologi Malaysia

    • calendar_month Senin, 5 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 50
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menginisiasi kerjasama dengan Faculty of Educational Sains and Technology Department Physical Education and Sports Science Universiti Teknologi Malaysia dalam rangka meningkatkan kualitas Tri Dharma Perguruan Tinggi di bidang olahraga. Dekan Fakulti Sains Pendidikan dan Teknologi UTM Profesor. […]

expand_less