Berdayakan Masyarakat Laweyan, Tim PPO LEPMA FEB UMS Dorong Pengelolaan Lingkungan Berbasis Smart Village
- account_circle Nurul Fahri Friyanda
- calendar_month 14 jam yang lalu
- visibility 12
- comment 0 komentar
- print Cetak

Pembuatan kerajinan Pojok Kreasi Perca dan Pojok Eco-Craft
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.
KABARMUH.ID; SUKOHARJO – Melalui Program Pengabdian Ormawa (PPO), Lembaga Pengembangan Mahasiswa (LEPMA) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Surakarta (FEB UMS) menginisiasi program pemberdayaan masyarakat berbasis potensi lokal bertajuk Smart Village Empowerment di Kampung Batik Laweyan.
Program yang mengusung tema “Smart Village Empowerment: Revitalisasi Bank Sampah dan Pengembangan Produk Kriya Kain Perca di Kampung Batik Laweyan” ini dirancang pasca-observasi lapangan pada Mei 2026. Dari pemetaan awal, tim menemukan potensi besar di kawasan wisata tersebut, mulai dari pengrajin kain perca, keberadaan bank sampah, hingga tanaman empon-empon dan Tanaman Obat Keluarga.
Namun, potensi tersebut masih menghadapi kendala, seperti aktivitas bank sampah yang belum optimal, pengelolaan limbah perca yang masih bersifat perorangan, serta kawasan tanaman obat yang belum tertata sebagai ruang edukasi.
Melihat kondisi tersebut, Tim PPO LEPMA FEB UMS menghadirkan empat ruang pemberdayaan terpadu, yaitu Pojok Bank Sampah Berdaya, Pojok Kreasi Perca, Pojok Eco Craft, dan Pojok Tanaman Sehat.
Ulfiyah Mufrih selaku Ketua Pelaksana PPO LEPMA FEB UMS, menegaskan bahwa partisipasi aktif warga menjadi kunci utama keberhasilan dan keberlanjutan program.
“Kami ingin masyarakat tidak hanya menjadi peserta, tetapi juga ikut mengembangkan potensi yang mereka miliki. Harapannya, setelah masa pengabdian selesai, kegiatan ini dapat dilanjutkan secara mandiri oleh warga,” ujarnya, Minggu (4/10/2026).
Melalui Pojok Bank Sampah Berdaya, warga diajak memilah sampah dari rumah serta dibekali sarana pendukung berupa tong sampah pilah dan tong komposter pengolah sampah organik. Sementara itu, Pojok Kreasi Perca dan Pojok Eco Craft mengedukasi ibu-ibu dan warga setempat untuk mengolah limbah anorganik serta sisa kain batik menjadi kerajinan kreatif dan elemen dekorasi bernilai ekonomis. Di sisi lain, Pojok Tanaman Sehat difokuskan pada penataan kembali kawasan empon-empon sebagai wahana edukasi herbal.
Program ini mendapat sambutan hangat dari warga setempat. Salah seorang warga Laweyan, Miraparida, mengaku kegiatan pendampingan dari mahasiswa UMS ini memberikan pengalaman dan pengetahuan baru dalam memfungsikan kembali bank sampah lingkungan.
Guna menjaga keberlanjutan program pasca-pendampingan yang berlangsung dari Juli hingga September 2026, tim mahasiswa bersama Pemerintah Kelurahan Laweyan juga telah membentuk empat kelompok penggerak warga, yaitu Unit Pengelola Bank Sampah, Kelompok Herbal Lestari, Eco-Craft Crew, dan Komunitas Perca Berkarya.
Penanggung Jawab PPO LEPMA FEB UMS, Afinda Tantri Kusuma Wardani, menyampaikan bahwa keberlanjutan menjadi fokus utama sejak awal perencanaan program.
“Program pengabdian tidak seharusnya berhenti ketika mahasiswa selesai mendampingi. Karena itu, kami mendorong terbentuknya kelompok pengelola yang nantinya dapat meneruskan kegiatan sesuai dengan bidangnya masing-masing,” tuturnya.
Bagi LEPMA FEB UMS, agenda ini menjadi wadah integrasi antara ilmu akademis di kampus dengan pemecahan masalah nyata di tengah masyarakat.
Kontributor: Rifat/Humas
Editor: Nurul Fahri
- Penulis: Nurul Fahri Friyanda