Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Tim UMS Sulap Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat

Tim UMS Sulap Bayam Potronayan Jadi Tepung dan Kue Sehat

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Kamis, 11 Sep 2025
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Bayam yang selama ini hanya dikenal sebagai sayuran hijau segar kini disulap menjadi produk bernilai ekonomi tinggi melalui inovasi pangan yang dilakukan oleh tim dosen dan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Melalui kegiatan pengabdian masyarakat di Desa Potronayan, Boyolali, para petani perem puan dilatih untuk mengolah bayam menjadi tepung bayam dan kue kering (cookies) berbahan bayam. Langkah ini diharapkan dapat menjadi solusi atas permasalahan harga bayam segar yang kerap tidak stabil di pasaran.

Selama ini, para petani di Desa Potronayan menghadapi kendala serius. Bayam yang mereka panen dalam jumlah besar sering kali hanya bisa dijual dengan harga rendah. Kondisi ini diperparah dengan sifat bayam yang cepat layu dan tidak bisa disimpan lama, sehingga bila tidak segera terjual maka hasil panen berisiko terbuang. Akibatnya, banyak petani yang merugi meskipun produktivitas lahan mereka cukup tinggi.

Menurut Dr. Hidayah Karuniawati, dosen Fakultas Farmasi UMS yang menjadi ketua tim pengabdian, mengatakan inovasi produk pangan berbasis bayam ini memiliki dua keuntungan sekaligus.

“Bayam sangat melimpah di Potronayan, tapi jika hanya dijual segar harganya murah dan cepat rusak. Dengan diolah menjadi tepung dan cookies, bayam bisa bertahan lebih lama, bernilai ekonomi lebih tinggi, sekaligus jadi camilan sehat,” ungkapnya, Kamis (11/9).

Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dengan melibatkan 22 petani perempuan yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani (KWT). Kegiatan berlangsung secara bertahap mulai dari tahap persiapan, penyuluhan, pelatihan, hingga pendampingan produksi.

Metode yang digunakan, lanjutnya, adalah Participatory Rural Approach (PRA), di mana masyarakat dilibatkan secara aktif dalam setiap tahap kegiatan. Tujuannya adalah agar transfer pengetahuan dan keterampilan bisa lebih efektif serta mampu memberikan dampak jangka panjang.

Dalam sesi penyuluhan, para peserta mendapatkan pengetahuan mengenai pentingnya diversifikasi produk pertanian, manfaat gizi bayam, dan peluang pasar untuk produk olahan bayam. Setelah itu, dilakukan praktik langsung pembuatan tepung bayam. Proses ini melibatkan beberapa tahapan, yaitu pencucian, pemotongan, pengeringan dengan oven, penggilingan menggunakan mesin penepung, hingga penyaringan untuk menghasilkan tepung dengan tekstur halus. Tepung bayam yang dihasilkan kemudian dimanfaatkan sebagai bahan baku pembuatan cookies.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi maupun praktik pembuatan produk. Banyak pertanyaan muncul, mulai dari teknik pengolahan hingga potensi pemasaran produk. Para peserta juga dibagi dalam kelompok kecil untuk praktik langsung membuat tepung bayam dan cookies, dengan pendampingan intensif dari dosen serta mahasiswa. Hasilnya, setiap kelompok berhasil menghasilkan produk jadi yang layak konsumsi.

Selain meningkatkan pengetahuan, kegiatan ini juga terbukti meningkatkan keterampilan peserta. Sebelum mengikuti pelatihan, mayoritas peserta belum pernah mencoba mengolah bayam menjadi produk tahan lama. Setelah pelatihan, mereka tidak hanya mampu membuat tepung dan cookies bayam, tetapi juga memahami standar kebersihan, teknik pengemasan, serta strategi sederhana untuk menjaga kualitas produk. Hasil evaluasi menunjukkan nilai pengetahuan peserta meningkat dari rata-rata 75,62% menjadi 77,50% setelah mengikuti pelatihan. Meski peningkatan ini tidak terlalu signifikan secara statistik, perubahan keterampilan praktis yang terjadi sangat terasa.

Ketua tim pengabdian menerangkan, dari sisi kesehatan, produk olahan bayam ini memiliki manfaat besar. Bayam merupakan salah satu sumber zat besi nabati yang penting untuk mencegah anemia, terutama pada perempuan dan anak-anak. Kandungan vitamin A dan C di dalamnya juga bermanfaat bagi sistem imun, sementara serat dan antioksidan membantu menjaga kesehatan pencernaan serta mencegah peradangan.

“Dengan mengolah bayam menjadi cookies, masyarakat mendapatkan alternatif camilan sehat yang sekaligus berfungsi sebagai makanan fungsional (functional food). Dalam bidang farmasi, produk seperti ini dapat dikategorikan sebagai nutraseutikal, yaitu pangan dengan manfaat tambahan bagi kesehatan,” jelas Hidayah Karuniawati.

Lebih jauh, program ini juga berdampak pada aspek ekonomi dan sosial. Para petani perempuan kini memiliki keterampilan tambahan yang dapat membuka peluang usaha. Dengan adanya produk olahan ini, nilai tambah yang dihasilkan dari bayam meningkat berkali lipat dibanding hanya dijual segar. Selain itu, kegiatan ini memberikan semangat baru bagi para petani perempuan untuk lebih kreatif dan mandiri secara ekonomi.

Tim UMS berkomitmen untuk terus melakukan pendampingan pasca pelatihan, termasuk memberikan arahan mengenai strategi pemasaran, branding produk, serta pengembangan inovasi rasa. Ke depan, produk cookies bayam ini diharapkan dapat berkembang menjadi ikon kuliner khas Desa Potronayan sekaligus menjadi contoh sukses pemanfaatan potensi lokal untuk kesejahteraan masyarakat.

Penyelenggaraan pengabdian ini dilaksanakan dengan dukungan penuh dari Direktorat Riset, Teknologi, dan Pengabdian kepada Masyarakat (DRTPM) serta Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPMPP) UMS. Ketua tim pengabdian menyebut dengan adanya dukungan dana dan fasilitas, kegiatan bisa berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas. (Maysali/Humas)

Editor: Al Fadhlil Raihan Yunan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Antara Haru dan Harapan, Pondok Shabran UMS Mulai Bangun Gedung Baru

    Antara Haru dan Harapan, Pondok Shabran UMS Mulai Bangun Gedung Baru

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) atau yang akrab disebut Pondok Shabran UMS, segera memulai pembangunan gedung baru sebagai langkah nyata dalam meningkatkan fasilitas mahasantri. Saat ini, proses pembongkaran tengah berlangsung. Bangunan lama yang telah berdiri sejak 1980-an itu kini menjadi saksi berakhirnya satu babak sejarah, sekaligus menandai dimulainya era […]

  • Benchmarking ke ANTARA Jateng, Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

    Benchmarking ke ANTARA Jateng, Prodi Ilmu Komunikasi UMS Perkuat Kurikulum Berbasis Kebutuhan Industri

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 91
    • 0Komentar

    ‎‎KABARMH.ID, ‎SEMARANG – Program Studi Ilmu Komunikasi Fakultas Komunikasi dan Informatika (FKI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  melanjutkan rangkaian benchmarking dengan mengunjungi Kantor Berita ANTARA Biro Jawa Tengah, Rabu (22/7/2026). Kunjungan ini menjadi bagian dari upaya penyusunan kurikulum yang selaras dengan kebutuhan industri media, setelah sebelumnya melakukan benchmarking ke Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas Diponegoro (UNDIP). […]

  • BEM KM FMIPAKES UMRI Gelar Bakti Sosial di Panti Jompo, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat.

    BEM KM FMIPAKES UMRI Gelar Bakti Sosial di Panti Jompo, Wujudkan Kepedulian dan Semangat Pengabdian kepada Masyarakat.

    • calendar_month Selasa, 30 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 120
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; RIAU – Jum’at, 26 Juni 2026. Sebagai bentuk implementasi nilai-nilai kemanusiaan dan pengabdian kepada masyarakat, BEM KM FMIPAKES Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) Bersama HIMA Keperawatan,Kimia,Farmasi Dan Kebidanan melaksanakan kegiatan Bakti Sosial di Panti Jompo sebagai rangkaian program kerja yang mengusung tema “Merajut Kasih, Menguatkan Kepedulian.” Kegiatan ini diikuti oleh jajaran pengurus BEM KM FMIPAKES […]

  • Sabet 2 Juara Sekaligus, Siswa/Siswi MTs Muhammadiyah Seri Kembang Torehkan Prestasi

    Sabet 2 Juara Sekaligus, Siswa/Siswi MTs Muhammadiyah Seri Kembang Torehkan Prestasi

    • calendar_month Kamis, 2 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, OGAN ILIR – MTs Muhammadiyah Seri Kembang berhasil meraih Juara 2 cabang Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) dan Juara 2 cabang beregu lomba Asah Terampil dalam event SMANSAGEL Jilid 10. Ajang ini diselenggarakan oleh SMA Negeri 1 Gelumbang (SMANSAGEL) pada tanggal 24 hingga 27 September 2025, bertempat di Kompleks SMANSAGEL, Sumatera Selatan. Dalam kompetisi ini, […]

  • Faith in Action Eco Fun Track: Iman Bergerak untuk Bumi yang Berkeadilan

    Faith in Action Eco Fun Track: Iman Bergerak untuk Bumi yang Berkeadilan

    • calendar_month Senin, 3 Nov 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 48
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Menyatukan semangat iman, kepemimpinan muda, dan kepedulian terhadap bumi, dalam kegiatan Faith in Action Eco Fun Track menghadirkan pengalaman belajar ekologis yang reflektif dan menyenangkan bagi pelajar lintas iman di Jawa Barat. Kegiatan ini merupakan bagian dari program Strengthening Youth Multifaith Leader Initiative on Climate Justice through Ecofeminism (SMILE), dan kolaborasi dengan […]

  • IMM Sukoharjo 2025–2026 Dilantik, Gaungkan Semangat Intelektualitas dan Konsorsium Gerakan

    IMM Sukoharjo 2025–2026 Dilantik, Gaungkan Semangat Intelektualitas dan Konsorsium Gerakan

    • calendar_month Minggu, 4 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang (PC) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sukoharjo resmi dilantik untuk periode 2025–2026 dalam sebuah prosesi khidmat yang digelar pada Ahad, 4 Mei 2025 di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS). Pelantikan kali ini mengusung tema “Intelektualisasi Gerakan, Merajut Konsorsium IMM Sukoharjo”, sebagai semangat baru dalam membangun gerakan intelektual yang berkolaborasi. Hadir […]

expand_less