Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

Teknik Sipil UMS Perkuat Sinergi Mitigasi Bencana melalui Seminar Nasional XV

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 21 Mei 2026
  • visibility 16
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Teknik Sipil Fakultas Teknik (FT) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menggelar Seminar Nasional XV di Ruang Seminar Lantai 7 Gedung Induk Siti Walidah. Seminar tahunan tersebut menjadi forum ilmiah yang mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, hingga praktisi untuk membahas tantangan pembangunan infrastruktur di tengah ancaman bencana dan perubahan iklim.

Ketua panitia, Agus Susanto, S.T., M.T., menyampaikan melalui tema “Tantangan dan Strategi Geoteknik dalam Pembangunan Infrastruktur Tahan Bencana dan Perubahan Iklim”, seminar menghadirkan berbagai materi terkait mitigasi bencana, kondisi geologi Jawa Tengah, hingga inovasi penelitian geoteknik.

“Dari total 67 makalah yang masuk, sebanyak 62 makalah lolos seleksi dan dipresentasikan dalam kegiatan,” ujar Agus melaporkan, Selasa (19/5).

Dalam sambutannya, Rektor UMS Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menekankan pentingnya kolaborasi antara akademisi, pemerintah, dan sektor industri dalam menghadapi tantangan pembangunan infrastruktur masa depan.

“Sekarang suhu berubah sangat cepat. Konon perubahan suhu di kota-kota besar sudah naik sekitar dua derajat dibandingkan 10 tahun sebelumnya. Tentu saja ini akan berpengaruh terhadap raw material bangunan seperti bata, beton, maupun besi,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa pembangunan infrastruktur tidak lagi hanya mempertimbangkan kekuatan bangunan, tetapi juga kemampuan beradaptasi terhadap perubahan iklim dan risiko kebencanaan.

“Ini menjadi aspek penting, terutama di wilayah yang rawan bencana. Infrastruktur harus mampu bertahan terhadap kondisi lingkungan yang terus berubah,” tambahnya.

Pada sesi materi kebencanaan, Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Provinsi Jawa Tengah, Drs. Wahyudi Fajar, M.Si., memaparkan kondisi geografis Jawa Tengah yang menyebabkan sejumlah wilayah rawan banjir dan longsor. Menurutnya, wilayah tengah Jawa didominasi batuan tua yang mengalami pelapukan sehingga rentan longsor, sedangkan kawasan Pantura memiliki karakteristik dataran endapan.

Ia menjelaskan bahwa kawasan bekas Selat Muria yang kini berubah menjadi daratan memiliki potensi banjir tinggi karena secara alami menjadi jalur aliran air.

“Kalau hujan, air pasti mencari tempat paling rendah. Dahulu Selat Muria merupakan jalur air laut dan aliran dari pegunungan. Sekarang wilayah itu menjadi dataran seperti Grobogan, Pati, Demak, Kudus, dan Jepara, sehingga menjadi tempat penampungan air,” jelasnya.

Wahyudi menambahkan bahwa banjir menjadi bencana dengan tingkat risiko tertinggi di Jawa Tengah. Karena itu, peran akademisi dan lulusan teknik sipil sangat dibutuhkan dalam perencanaan drainase, pembangunan jembatan, talud, hingga sistem pengendalian air.

Materi lain disampaikan dosen Teknik Sipil UMS, Gayuh Aji Prasetyaningtiyas, S.T., M.Eng., Ph.D., yang memaparkan penelitian mengenai interaksi akar tanaman dengan tanah menggunakan metode centrifuge. Penelitian tersebut dilakukan untuk mengetahui pengaruh akar terhadap kestabilan lereng pada kondisi tanah jenuh sebagian.

Dosen Teknik Sipil UMS Gayuh Aji Prasetyaningtiyas, S.T., M.Eng., Ph.D saat menyampaikan materi

Gayuh menjelaskan bahwa dalam sebuah penelitiannya dilakukan menggunakan akar tanaman asli dan simulasi gravitasi hingga 15 kali gravitasi bumi untuk memodelkan kondisi lereng berskala besar dengan menggunakan centrifuge.

Akan tetapi sebelum memodelkan centrifuge, perlu mengetahui dan mempersiapkan karakteristik tanah. Pertama direct shear, lalu soil water characteristic curve.

Soil water characteristic adalah karakteristik tanah ketika berhadapan dengan air. Ketika menguap itu gimana kekuatannya, ketika basah itu gimana kekuatannya,” ujarnya.

Tahapan selanjutnya dilakukan dengan mempersiapkan tanamannya itu sendiri dengan mempelajari morfologi akarnya. Selanjutnya dilakukan uji centrifuge dan mencari tahu pergerakan tanah setelah dilakukan pengujian.

Selain itu, seminar ini juga menghadirkan narasumber dari PT. Tetrasa Geosinindo Pria Ardhana, S.T., M.T. Ia menceritakan pengalaman penanganan longsor di wilayah Ungaran, Semarang, pada tahun 2021 yang menyebabkan akses jalan terputus akibat hujan dengan intensitas tinggi.

Menurutnya, longsor dipicu kombinasi pelapukan lereng dan rembesan air drainase yang masuk ke bidang gelincir tanah. Kondisi tersebut diperparah oleh curah hujan tinggi sehingga memicu longsoran besar.

“Kami menemukan adanya aliran drainase yang bocor dan airnya masuk ke bidang gelincir. Lama-kelamaan terbentuk retakan di dalam tanah hingga akhirnya terjadi longsor,” ungkapnya.

Ia menjelaskan bahwa proses penanganan longsor dilakukan melalui analisis kondisi tanah, pemodelan lereng, hingga pembangunan struktur perkuatan menggunakan kombinasi dinding penahan beton dan geosintetik. Proses konstruksi menjadi lebih menantang karena jalur tersebut tetap harus digunakan untuk aktivitas lalu lintas dan logistik masyarakat. (Maysali/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Kemendukbangga Gandeng Lazismu Bedah Rumah Keluarga Berisiko Stunting Di Bandung

    Kemendukbangga Gandeng Lazismu Bedah Rumah Keluarga Berisiko Stunting Di Bandung

    • calendar_month Jumat, 18 Jul 2025
    • account_circle Andi Rezti Maharani
    • visibility 14
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Keluarga Berisiko Stunting adalah bagian dari program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting. Salah satu fokus programnya bedah rumah tidak layak huni yang dimiliki keluarga berisiko tersebut. Rumah layak huni menjadi perhatian agar keluarga yang menempati dapat hidup layak. Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Mendukbangga)/Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) […]

  • IMM Sumsel Perkuat Kaderisasi Lewat DAM dan PIM Nasional 2026

    IMM Sumsel Perkuat Kaderisasi Lewat DAM dan PIM Nasional 2026

    • calendar_month Minggu, 5 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 16
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KOTA PALEMBANG — Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Sumatera Selatan menyelenggarakan Darul Arqam Madya (DAM) Nasional dan Pelatihan Instruktur Madya (PIM) Nasional pada 1–5 April 2026 di Balai Guru dan Tenaga Kependidikan, Kota Palembang. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya strategis dalam memperkuat sistem kaderisasi IMM di tingkat nasional. Kegiatan tersebut […]

  • Casual Discussion: BEM UMS, Kabarmuh.id, dan KalimahSawa.id Ajak Mahasiswa Menulis dari Hal Receh

    Casual Discussion: BEM UMS, Kabarmuh.id, dan KalimahSawa.id Ajak Mahasiswa Menulis dari Hal Receh

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Kementerian Keilmuan dan Keislaman berkolaborasi dengan Kalimah Sawa.id dan Kabarmuh.id menyelenggarakan diskusi santai tentang kepenulisan, bertemakan “Casual Discussion: Nulis Tanpa Beban, dari Ide Receh Jadi Tulisan Asyik”. Kegiatan ini berlangsung di sore hari, pada hari Sabtu, 20 September 2025, di Ruang Meeting Pusat […]

  • KMF-EB UMS Gelar Seminar dan Talkshow, Wujudkan Pemimpin Berintegritas di Era Globalisasi

    KMF-EB UMS Gelar Seminar dan Talkshow, Wujudkan Pemimpin Berintegritas di Era Globalisasi

    • calendar_month Minggu, 8 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 76
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Koordinator Mentoring Fakultas Ekonomi & Bisnis (KMF-EB) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan kegiatan Seminar dan Talkshow dengan tema “Dari hati ke aksi” yang dilaksanakan pada Minggu, (8/12) di Auditorium Moh. Djazman Kampus I UMS. Seminar dan Talkshow ini menghadirkan narasumber yang luar biasa seperti M. Atiatul Muqtadir, drg (Founder & Ketua BEM […]

  • Mahasiswa MPAI UAD Ajak Pelajar Jadi “The Real Influencer”, Utamakan Adab di Era Digital

    Mahasiswa MPAI UAD Ajak Pelajar Jadi “The Real Influencer”, Utamakan Adab di Era Digital

    • calendar_month Selasa, 2 Jun 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Mahasiswa Magister Pendidikan Agama Islam (MPAI) Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Yogyakarta sukses menyelenggarakan kegiatan seminar literasi digital bertema “The Real Influencer: Menjadi Teladan dan Adab di Media Sosial” pada Sabtu, 23 Mei 2026. Kegiatan ini ditujukan kepada para siswa SMA Muhammadiyah Daarul Khoir Gunungkidul Yogyakarta, sebagai upaya membangun kesadaran generasi muda tentang […]

  • Mengenal Kedokteran dalam Islam

    Mengenal Kedokteran dalam Islam

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 169
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, YOGYAKARTA – Pada puasa hari ke-7 Masjid Islamic Center Universitas Ahmad Dahlan kembali diramaikan dengan acara kajian jelang berbuka puasa yang disampaikan oleh dr. Barkah Djaka Purwanto Sp.PD-KGH FINASIM. Pada kesempatannya kali ini akan membawakan kajian jelang berbuka puasa dengan tema kedokteran dan Islam. Pada Surah Al-Alaq ayat 1-5 yaitu surat yang pertama kali […]

expand_less