BeritaJateng

Momentum Pelantikan: IMM Shabran & Abduh Perkuat Sinergitas Organisasi

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pimpinan Komisariat (PK) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Pondok Hajjah Nuriyah Shabran dan IMM Muhammad Abduh periode 2026-2027 resmi dilantik pada Senin, (16/2 2026).

Acara yang berlangsung khidmat ini digelar di Auditorium Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dengan mengusung tema “Merawat Gerakan, Menata Ikatan: Kolaborasi Simpul IMM dalam meneguhkan Gerakan yang Berkeadaban”. 

Immawan Nashiruddin Amin didapuk sebagai ketua umum PK IMM Shabran, menggantikan Immawan Muhammad Fikri Azka yang sebelumnya menjabat pada periode 2025, sedangkan Immawan Handito Putro didapuk sebagai ketua umum PK IMM Muhammad Abduh periode 2026, menggantikan Immawati Naura Zukhrufana selaku ketua umum periode sebelumnya.

Selaku ketua panitia, Faozan Syifaur dalam sambutannya menyampaikan harapannya agar kader IMM menjadikan semboyan IMM yang berbunyi “Anggun dalam Moral, Unggul dalam Intelektual” sebagai ruh dalam setiap pergerakan. 

Dalam sambutannya Yayuli, S.Ag., M.P.I. Selaku direktur Pondok Hajjah Nuriyah Shabran menyampaikan bahwa pelantikan ini bukan hanya sekedar seremonial, tetapi menjadi momentum estafet perjuangan.

“Hari ini bukan sekedar seremonial pelantikan. Hari ini adalah momentum estafet perjuangan, sebuah ideologi untuk kembali meneguhkan komitmen bahwa Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah bukan hanya organisasi tetapi gerakan intelektual,” ungkapnya pada Senin, (16/2). 

Yayuli juga menyampaikan makna yang terkandung pada tema kali ini, menurutnya kolaborasi ini menjaga roh perjuangan IMM agar tetap hidup, progresif, dan relevan, sehingga IMM tidak hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, laboratorium, kepemimpinan, dan pusat intelektual muslim yang berintegritas.

“Tidak ada gerakan besar tanpa kolaborasi yang pokok, tidak ada perjuangan yang berkelanjutan tanpa komunikasi yang sehat dan kepemimpinan yang inklusif, kolaborasi simbol IMM menjadi kunci dalam meneguhkan gerakan yang berkeadaan. Setiap bidang, setiap badan, setiap gagasan adalah simpul penting yang saling terhubung. Ketika simpul-simpul ini bekerja bersama, maka IMM bukan hanya hadir sebagai organisasi mahasiswa, tetapi sebagai ruang pembinaan karakter, laboratorium, kepemimpinan, dan pusat lainnya intelektual muslim yang berintegritas,” sambung Yayuli.

Selanjutnya penyampaian prakata dari Muhammad Fikri Azka, selaku ketua umum IMM shabran periode 2025-2026, ia mengingatkan kepada para pimpinan baru untuk meneguhkan niat dan senantiasa memperbaikinya, karena niat yang menentukan arah tujuan yang akan dibawa kedepannya.

“Pada kesempatan kali ini, saya hanya ingin mengingatkan kepada seluruh pimpinan baru untuk meneguhkan niat dan selalu memperbaikinya, karena niat yang akan menentukan tujuan kita dalam mengemban amanah,” tuturnya.

Naura Zukhrufana, selaku ketua umum IMM Muhammad Abduh periode 2025-2026 juga menyampaikan pra katanya, ia berpesan untuk terus mengobarkan api perjuangan, menurutnya suatu ikatan bukan tentang seberapa lama seseorang di dalamnya, melainkan bagaimana api didalamnya bisa terus menyala dan makin berkobar, ia juga menyampaikan harapannya agar pimpinan yang baru dapat memegang amanah dengan baik.

“Kalian disini adalah teladan untuk masyarakat, penerus dakwah kami, jangan sampai pernah padam, sebenarnya ikatan ini bukan yang paling lama kita ada di sini, tapi bagaimana kita bisa menghidupkan terus apinya, bagaimana kita bisa terus menghidupkan semangat-semangatnya, saya terus bangga, semoga kalian menjadi pimpinan yang amanah,” ujarnya.

Usai pelantikan, acara dilanjutkan dengan launching buku “Nalar Futurology Maroon” karya PK IMM Shabran periode 2025. 

Kontributor: Choiril Amirah

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button