Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Antara Haru dan Harapan, Pondok Shabran UMS Mulai Bangun Gedung Baru

Antara Haru dan Harapan, Pondok Shabran UMS Mulai Bangun Gedung Baru

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
  • visibility 57
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) atau yang akrab disebut Pondok Shabran UMS, segera memulai pembangunan gedung baru sebagai langkah nyata dalam meningkatkan fasilitas mahasantri. Saat ini, proses pembongkaran tengah berlangsung. Bangunan lama yang telah berdiri sejak 1980-an itu kini menjadi saksi berakhirnya satu babak sejarah, sekaligus menandai dimulainya era baru bagi peradaban pondok ini.

Wakil Kepala Pondok Hajjah Nuriyah Shabran UMS, Muk Andhim, S.Pd., M.Pd., menyampaikan bahwa pihak pondok telah melakukan berbagai langkah preventif agar proses pembangunan berjalan dengan lancar dan tidak menimbulkan dampak negatif bagi warga sekitar.

“Memang ada beberapa keluhan dari warga sekitar, tetapi pihak pondok telah mengupayakan secara preventif. Sebelum pembangunan dimulai, sudah ada pertemuan antara warga, tokoh agama desa, dan pihak pondok,” jelasnya. Minggu, (12/10).

Ia menambahkan, pembangunan ini ditargetkan memakan waktu antara 8 bulan hingga 1 tahun, sesuai dengan perencanaan dari tim pembangunan Direktorat Aset, Sarana, dan Prasarana UMS.

“Semoga dengan dibangunnya fasilitas baru ini, Pondok Shabran dapat menjadi tempat perkaderan dan pendidikan yang lebih baik bagi kader Muhammadiyah dari seluruh Indonesia,” harapnya.

Puing-puing pembongkaran Gedung Pondok Shabran UMS

Bagi sebagian orang, pembongkaran itu menimbulkan rasa haru. Namun di sisi lain, banyak juga yang menyambutnya dengan semangat pembaruan. Salah satunya datang dari Alfin Nur Ridwan, alumni Pondok Shabran UMS, yang mengaku sempat tak menyangka gedung utama akan ikut dibongkar.

“Tidak menyangka saja, soalnya yang sudah lama dibongkar itu awalnya hanya gedung Baitul Arqam. Jadi saya kira bangunan itu saja yang akan direnovasi, karena memang sudah rusak cukup parah,” ujarnya.

Meski mengaku bahagia dengan rencana pembangunan, Alfin tidak menampik bahwa perasaan sedih tetap ada.

“Ada bahagia dan sedihnya. Senang karena akhirnya Shabran bisa direnovasi dan lebih nyaman buat mahasantrinya, tapi di sisi lain tetap ada cerita dan sejarah yang akan hilang. Bangunan itu adalah saksi bisu perjuangan kami dulu,” kenangnya.

Sementara itu, salah satu santri aktif, Zahfa Almedina, justru mengekspresikan kegembiraan mendalam atas dimulainya pembangunan tersebut.

“Saya sangat senang dan bahagia, karena bangunan lama sudah rapuh dan tidak bisa digunakan lagi. Selain itu, jumlah mahasantri yang semakin banyak membuat kami benar-benar membutuhkan gedung baru,” ujarnya dengan antusias.

Bagi Zahfa, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, tapi juga bentuk penghormatan pada sejarah Pondok Shabran yang legendaris.

“Pondok Shabran itu terkenal karena sejarahnya yang panjang. Jadi menurutku pembangunan ini bukan menghapus sejarah, tapi justru membuat pondok semakin modern tanpa kehilangan maknanya,” tambahnya.

Zahfa juga menyampaikan harapan agar para alumni tetap merasa bangga, meskipun gedung yang dulu mereka tempati kini telah rata dengan tanah.

“Aku yakin para alumni juga bangga, karena pondok mereka berkembang. Ini bukan akhir, tapi awal yang baru,” tutupnya.

Dengan semangat pembaruan dan dukungan dari berbagai pihak, pembangunan Pondok Shabran UMS diharapkan menjadi tonggak baru bagi generasi mahasantri berikutnya. Generasi yang tumbuh dalam tradisi, tapi berpikir maju untuk masa depan.

Kontributor: Arsy/Adi

Editor: Alfarabi

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Muhammadiyah Menyambut Baik Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

    Muhammadiyah Menyambut Baik Kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia

    • calendar_month Selasa, 3 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 224
    • 0Komentar

    Muhammadiyah menyambut baik kunjungan Paus Fransiskus ke Indonesia yang akan berlangsung pada 3-5 September 2024. Indonesia akan menjadi negara pertama dalam rangkaian kunjungan Paus Fransiskus ke kawasan Asia Pasifik. KABARMUH.ID, Jakarta – Surat bernomor 005/PER/I.0/B/2024 yang ditandatangani oleh Prof. Dr. Haedar Nashir, M.Sc. dan Prof. Dr. Abdul Mu’ti, M.Ed—masing-masing Ketua Umum dan Sekretaris Umum Pimpinan […]

  • Happy Djarot Ajak Perempuan IMM DKI Jakarta Jadi Fondasi Bangsa

    Happy Djarot Ajak Perempuan IMM DKI Jakarta Jadi Fondasi Bangsa

    • calendar_month Sabtu, 5 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 60
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Anggota Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI), Happy Farida Djarot, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam pembangunan bangsa. Hal ini ia sampaikan dalam Immawati Leadership Forum yang digelar oleh DPD IMM DKI Jakarta dengan mengangkat tema “Perempuan Berdaya, Perempuan Berkarya”. Menurutnya, tema tersebut merefleksikan bahwa perempuan tidak hanya menjadi tiang keluarga, tetapi […]

  • Hari Disabilitas Internasional 2025, Pakar UMS: Inklusivitas Adalah Identitas Moral

    Hari Disabilitas Internasional 2025, Pakar UMS: Inklusivitas Adalah Identitas Moral

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Mewujudkan kampus inklusif menjadi tanggung jawab moral perguruan tinggi. Hal itu pula yang terus dilakukan Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui Pusat Studi Layanan Disabilitas (PSLD). Menyambut Hari Disabilitas Internasional 2025, Ketua PSLD UMS Prof. Dr. Minsih, S.Ag, M.Pd. mengajak kampus-kampus di Indonesia untuk lebih mengedepankan inklusivitas. “Inklusivitas adalah identitas moral,” tegas Minsih […]

  • Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun

    • calendar_month Kamis, 5 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOGOR – Komunitas motor BikersMu Chapter Kota Bogor menggelar kegiatan Micro Touring ke Situ Daun, Tenjolaya, Kabupaten Bogor, pada Ahad (1/6/2025). Touring ini digelar sebagai bentuk syiar dakwah dengan cara yang unik dan menyenangkan, yakni melalui hobi berkendara. Rombongan bikers berangkat dari Klinik PKU Muhammadiyah Bubulak, Kota Bogor, dan konvoi menuju lokasi Ground Breaking […]

  • UMS Sambut Rombongan 322 Siswa SMA N 1 Bantul

    UMS Sambut Rombongan 322 Siswa SMA N 1 Bantul

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menerima kunjungan siswa kelas XII, kali ini dari SMA Negeri 1 Bantul, Yogyakarta, pada Kamis (4/9). Rombongan sebanyak 322 siswa ini disambut langsung oleh Kasubdit Admisi & Layanan Akademik Direktorat Akademik dan Admisi UMS, Ratnanto Fitriadi, S.T., M.T., di Masjid Sudalmiah Rais, Kampus 2 UMS. Dalam sambutannya, […]

  • Kritik atas Kapitalisme-Religius Muhammadiyah

    Kritik atas Kapitalisme-Religius Muhammadiyah

    • calendar_month Sabtu, 29 Nov 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Oleh: Agiel Laksamana Putra (Mahasiswa Pascasarjana Studi Agama dan Mistisisme di Iran dan Ketua Bidang Kader PCLN IMM Asia Barat) Tulisan ini adalah kritik terhadap artikel yang dimuat pada media ibtimes.id berjudul “Ideologi Kesejahteraan Muhammadiyah”, terutama mengenai kontradiksi antara semangat religius dan kapitalisme yang diusung sebagai etos Muhammadiyah. Penulis dalam artikel tersebut, secara jujur mengakui […]

expand_less