Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1, Komitmen Prodi Penjas FKIP UMS Tingkatkan Prestasi Olahraga

Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1, Komitmen Prodi Penjas FKIP UMS Tingkatkan Prestasi Olahraga

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
  • visibility 100
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia olahraga nasional melalui kegiatan Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1.

Kegiatan prestisius ini dilaksanakan pada (17-20/1) dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai cabang olahraga, di antaranya atletik, sepak bola, bulu tangkis, bola voli, panahan, dan bela diri.

Sebagai penyelenggara utama, Prodi Penjas FKIP UMS berperan aktif dalam menyiapkan konsep, materi, hingga instruktur pelatihan yang berstandar nasional. Tujuan utama kegiatan ini adalah melahirkan pelatih fisik profesional yang memahami prinsip ilmiah dalam proses latihan serta mampu mendukung pembinaan prestasi olahraga secara berkelanjutan di Indonesia.

Dalam konteks olahraga modern, pelatih fisik memiliki posisi vital dalam menunjang performa atlet. Kesiapan fisik yang optimal tidak hanya ditentukan oleh bakat dan teknik, tetapi juga oleh perencanaan latihan yang berbasis sains.

Pelatihan Pelatih Fisik Level 1 Nasional, Dr. Eko Sudarmanto, S.Pd., M.Or. (Kanan)

Melalui pelatihan ini, peserta diharapkan mampu menguasai dasar-dasar fisiologi olahraga, metode latihan kekuatan dan daya tahan, teknik pemulihan, serta manajemen beban latihan.

Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP UMS, Dr. Eko Sudarmanto, M.Or., yang menegaskan pentingnya pelatih fisik sebagai garda depan kemajuan olahraga nasional.

“Pelatih fisik merupakan elemen kunci di balik performa atlet. Melalui pelatihan ini, kami ingin membangun ekosistem kepelatihan yang profesional, berbasis ilmu, dan berkelanjutan. FKIP melalui Prodi Penjas, berkomitmen menjadi pusat pengembangan Sumber Daya manusia (SDM) olahraga yang unggul dan berdaya saing,” ujarnya, Rabu, (21/1).

Lebih lanjut, Eko menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang Prodi Penjas FKIP UMS untuk mengintegrasikan aspek akademik dan praktik lapangan secara menyeluruh.

Menurutnya, pelatihan semacam ini tidak hanya meningkatkan kemampuan teknis peserta, tetapi juga memperkuat pemahaman ilmiah yang menjadi pondasi utama dalam dunia kepelatihan olahraga modern.

“Kami ingin memastikan bahwa pelatih fisik di Indonesia memiliki kemampuan analisis ilmiah terhadap setiap program latihan. Mereka harus memahami bagaimana latihan dapat mempengaruhi sistem tubuh atlet, bagaimana mengatur beban latihan agar tidak menimbulkan cedera, dan bagaimana melakukan pemulihan secara tepat. Itulah mengapa kegiatan ini dirancang seimbang antara teori dan praktik,” tambahnya.

Selama empat hari pelaksanaan, pelatihan berlangsung intensif dengan pembagian sesi yang terstruktur. Hari pertama diawali dengan pembukaan resmi dan sesi pengenalan materi dasar tentang fisiologi olahraga dan prinsip latihan fisik modern.

Peserta diperkenalkan dengan konsep sistem energi tubuh, adaptasi fisiologis terhadap latihan, serta faktor-faktor yang mempengaruhi performa atlet.

Pada hari kedua, kegiatan difokuskan pada workshop penyusunan program latihan dan pengukuran kebugaran jasmani. Instruktur dari kalangan akademisi dan praktisi olahraga memberikan bimbingan tentang bagaimana merancang program latihan periodisasi yang efektif, melakukan evaluasi beban kerja, serta menggunakan alat ukur kebugaran seperti VO Max test, vertical jump test, dan agility test.

Hari ketiga diisi dengan praktik lapangan. Setiap peserta berperan sebagai pelatih dalam simulasi latihan kekuatan, kecepatan, dan daya tahan. Mereka belajar memberikan instruksi, mengoreksi teknik, serta mengevaluasi respon latihan dengan pendekatan ilmiah. Kegiatan praktek ini dipusatkan di laboratorium kebugaran dan lapangan olahraga FKIP UMS, yang menjadi laboratorium pembelajaran utama Prodi Penjas FKIP UMS.

Sesi terakhir pada hari keempat diisi dengan evaluasi dan ujian sertifikasi. Peserta diuji dalam dua aspek, yaitu teori dan praktik. Ujian teori menilai pemahaman konsep latihan fisik, sementara ujian praktik menilai kemampuan peserta dalam menerapkan program latihan yang sesuai dengan kebutuhan cabang olahraga.

Peserta yang dinyatakan lulus akan memperoleh Sertifikat Pelatih Fisik Nasional Level 1, yang diakui secara nasional dan menjadi syarat pengembangan karir di bidang kepelatihan olahraga.

Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi para pelatih muda untuk bertukar pengalaman dan membangun jejaring lintas cabang olahraga. Salah satu peserta dari cabang atletik mengungkapkan bahwa pelatihan ini memberinya pemahaman baru tentang pentingnya pendekatan ilmiah dalam pembinaan atlet.

“Selama ini kami melatih berdasarkan pengalaman lapangan. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya memahami pentingnya dasar ilmiah dalam mengatur beban latihan agar hasilnya lebih optimal,” ujarnya.

Selain menekankan peningkatan kompetensi, Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP juga menjadikan kegiatan ini sebagai langkah strategis dalam membangun reputasi akademik dan profesional.

Eko Sudarmanto menegaskan bahwa pelatihan ini akan menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dengan target jangka panjang pembentukan Pusat Sertifikasi dan Pelatihan Fisik Nasional FKIP.

“Kami tidak ingin pelatihan ini berhenti sebagai kegiatan rutin. Ke depan, FKIP UMS melalui Prodi Penjas akan memperluasnya ke level 2 dan program pelatihan khusus untuk guru olahraga dan pelatih sekolah. Kami ingin mencetak pelatih fisik yang tidak hanya bekerja di level kompetisi, tetapi juga berperan dalam pembinaan usia dini,” ungkapnya.

Eko juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar perguruan tinggi dan lembaga olahraga nasional dalam memperkuat kapasitas akademik pelatih fisik. Ia berharap pelatihan ini dapat menjadi model sinergi antara dunia pendidikan dan dunia keolahragaan.

“Kami membuka ruang kerja sama dengan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI), Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), dan federasi olahraga nasional. Tujuannya agar pelatihan yang kami jalankan dapat terstandar, berdampak, dan relevan dengan kebutuhan dunia olahraga modern,” tegasnya.

Penutupan pelatihan berlangsung dengan suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan. Tiga peserta terbaik mendapatkan penghargaan khusus atas dedikasi, kedisiplinan, dan hasil evaluasi tertinggi selama pelatihan.

Dalam sesi penutupan, seluruh peserta menyatakan kebanggaan mereka dapat mengikuti kegiatan yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP, karena dinilai sangat aplikatif dan relevan dengan kebutuhan dunia olahraga saat ini.

Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1 yang diselenggarakan oleh Program Studi Pendidikan Jasmani FKIP ini menjadi bukti nyata bahwa pendidikan tinggi tidak hanya berorientasi pada teori, tetapi juga pada pembentukan kompetensi profesional yang langsung berdampak pada dunia kerja. (Adi/Humas)

Editor: Nurul Ramadhani

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    Dosen Hukum UMS Soroti Regulasi Medsos Anak, Literasi Digital Jadi Kunci

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menerbitkan Kebijakan yang membatasi akses media sosial bagi anak di bawah usia 16 tahun dinilai sebagai langkah preventif dalam melindungi generasi muda dari risiko ruang digital. Namun Dosen Fakultas Hukum dan Ilmu Politik (FHIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Wardah Yuspin, S.H., M.Kn., Ph.D., mengingatkan bahwa […]

  • Dua lemari buku kayu besar dengan pintu kaca berisi jajaran buku sekolah. Di atas lemari terdapat mesin tik tua, dan rak-rak buku ditandai dengan label kategori seperti Fisika dan Cerpen

    Tingkatkan Literasi, Mahasiswa KKN-DIK FKIP UMS Revitalisasi Perpustakaan MTs Muhammadiyah 3 Kerjo

    • calendar_month Kamis, 26 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Perpustakaan sekolah menjadi salah satu sarana strategis dalam menumbuhkan kebiasaan membaca dan memperluas wawasan siswa, mahasiswa KKN-Dik FKIP Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang ditugaskan di MTs Muhammadiyah 3 Kerjo Karanganyar, mengadakan kegiatan revitalisasi pada perpustakaan di sekolah tersebut. Kegiatan ini diikuti oleh beberapa peserta didik sebagai upaya dorongan budaya literasi dan minat […]

  • Kiprah Dakwah Muhammadiyah Brebes Mendapat Pengakuan Nasional pada CRM Award 2025 Banjarmasin

    Kiprah Dakwah Muhammadiyah Brebes Mendapat Pengakuan Nasional pada CRM Award 2025 Banjarmasin

    • calendar_month Selasa, 18 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarmasin – Ahad pagi, 16 November 2025, sebelum rangkaian kegiatan ditutup dengan Wisata Susur Sungai, Lembaga Pengembangan Cabang Ranting dan Pembinaan Masjid (LPCRPM) Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi mengumumkan para pemenang Cabang Ranting Masjid (CRM) Award VI 2025 di Kompleks Perguruan Muhammadiyah dan Masjid Al-Jihad PCM Banjarmasin 04, Kalimantan Selatan. Di antara para pemenang tersebut, […]

  • Psikospiritualitas Digital: Paradigma Baru Desain Media Pembelajaran Al-Qur’an

    Psikospiritualitas Digital: Paradigma Baru Desain Media Pembelajaran Al-Qur’an

    • calendar_month Jumat, 31 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    Oleh: Rizky Aldiansyah Ketika Teknologi Tak Lagi Cukup Di era digital seperti sekarang, belajar Al-Qur’an tidak lagi terbatas di masjid, madrasah, atau majelis taklim. Kita bisa membaca mushaf digital di ponsel, mendengarkan murattal lewat aplikasi, atau menonton video tafsir interaktif kapan saja dan di mana saja. Teknologi memang memudahkan akses, membuat proses belajar menjadi cepat […]

  • Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 58
    • 0Komentar

    Oleh: Abdulrohim E-sor, B.A, Mahasiswa Internasional Asal Thailand di Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa, khususnya bagi mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Menyimak merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam proses akuisisi bahasa. Kemampuan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami ujaran lisan, menangkap […]

  • Merawat Literasi di Tengah Arus Transformasi

    Merawat Literasi di Tengah Arus Transformasi

    • calendar_month Senin, 27 Jul 2026
    • account_circle Anqiya Zaki Mushoddiq
    • visibility 195
    • 0Komentar

    Oleh: Anqiya Zaki Mushoddiq (Mahasiswa Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir Universitas Muhammadiyah Surakarta 2026) Literasi yang Mulai Dikesampingkan Mengetahui kabar tentang perpustakaan sekolah yang dirobohkan untuk pembangunan koperasi, lalu disusul dengan berita pemangkasan anggaran Perpustakaan Nasional yang berdampak pada terhentinya distribusi buku ke berbagai daerah, membuat saya merenung. Mungkin kedua peristiwa tersebut lahir dari […]

expand_less