Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab: Pakar UMS Kritisi Arah Pembangunan Nasional

Kebijakan Publik Harus Bijak dan Bertanggung Jawab: Pakar UMS Kritisi Arah Pembangunan Nasional

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Selasa, 21 Okt 2025
  • visibility 61
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Polemik proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung kembali mencuat setelah Kementerian Keuangan menolak permintaan pembayaran utang proyek tersebut. Keputusan ini memicu perdebatan soal tata kelola investasi negara dan efisiensi penggunaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Guru Besar Ilmu Manajemen Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Prof. Dr. Anton Agus Setyawan, M.Si., menilai langkah Kementerian Keuangan tersebut sudah tepat dari sisi fiskal. Namun ia menegaskan, pemerintah perlu melakukan evaluasi menyeluruh terhadap model bisnis proyek strategis nasional agar tidak menimbulkan beban baru bagi keuangan negara.

“Sejak awal, proyek kereta cepat sebenarnya tidak layak secara business to business. Harga tiketnya mahal, sementara beban hutangnya besar. Akibatnya, sulit menutup biaya dan justru berpotensi menambah tekanan pada fiskal negara,” ujar Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) UMS, Selasa (21/10).

Menurutnya, pembangunan infrastruktur publik memang tidak semata berorientasi pada keuntungan, tetapi tetap harus berpihak pada kepentingan masyarakat luas. “Kalau subsidi diberikan untuk transportasi massal yang digunakan masyarakat menengah ke bawah, itu logis. Tapi jika proyek besar justru lebih banyak dinikmati kalangan menengah ke atas, perlu dikaji ulang arah kebijakannya,” jelasnya.

Anton menilai, sejumlah proyek infrastruktur yang digarap pemerintah lebih menonjolkan aspek politis ketimbang manfaat sosial. “Banyak proyek berbiaya tinggi yang lebih pantas disebut proyek mercusuar, karena tidak memberikan dampak ekonomi signifikan bagi masyarakat bawah,” imbuhnya.

Meski begitu, ia menilai keputusan Menteri Keuangan untuk menolak pembayaran utang proyek kereta cepat bukanlah langkah keliru. Menurutnya, Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara sebagai pengelola aset Badan Usaha Milik Negara (BUMN) memiliki kapasitas finansial untuk menanggung beban tersebut. “Kemenkeu sudah tepat. Ketika pemerintah memindahkan pengelolaan aset-aset BUMN kepada superholding Danantara, ya berarti utang kereta cepat dibayar menggunakan dividen BUMN,” terangnya.

Lebih jauh, Anton mengingatkan agar pemerintah membedakan dengan tegas antara proyek infrastruktur publik yang membutuhkan subsidi dan proyek privat yang seharusnya mengikuti mekanisme pasar. “Kalau TransJogja atau TransJakarta disubsidi, itu wajar. Tapi proyek seperti kereta cepat ini menyasar kelompok menengah ke atas. Jadi orientasinya harus jelas,” tegasnya.

Senada, Assoc. Prof. Zilhardi Idris, Ir., M.T., D.R., dosen Teknik Sipil UMS, menyoroti ketimpangan pembangunan yang masih terpusat di Pulau Jawa. “Indonesia ini bukan hanya Jawa. Kalau infrastruktur terus dibangun di satu pulau, yang terjadi bukan kemajuan, tapi ketimpangan,” ujarnya tegas.

Zilhardi mengungkap, rasio panjang jalan terhadap luas wilayah Indonesia masih rendah sekitar 250 meter per kilometer persegi. “Bayangkan, ada wilayah yang bahkan belum memiliki seperempat kilometer jalan di tiap 1 km². Artinya, pembangunan belum menjangkau banyak daerah,” jelasnya.

Ia juga menilai lemahnya koordinasi antar lembaga pemerintah seperti Bappenas, BPS, DPR, Kementerian PUPR, dan Kemenhub menjadi penyebab tidak efektifnya perencanaan pembangunan. “Kalau Bappenas diam, DPR pasif, dan data BPS tidak akurat, perencanaan nasional kehilangan nalar,” kata Zilhardi.

Keduanya sepakat bahwa percepatan pembangunan harus dibarengi prinsip keadilan dan tata kelola yang bersih. Prof. Anton menekankan pentingnya pemberdayaan UMKM sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi rakyat. “Kalau UMKM bangkit, ekonomi rakyat ikut bergerak,” ujarnya.

Zilhardi menutup dengan pesan moral bagi para pembuat kebijakan. “Kebijakan publik bukan eksperimen politik, tapi amanah rakyat. Siapa pun yang memaksakan kebijakan yang tidak bijak harus bertanggung jawab,” tegasnya. (Alvian/Humas)

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tanggap Bencana Banjir, Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Air Minum dan Pembersihan Fasilitas Sosial

    Tanggap Bencana Banjir, Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Air Minum dan Pembersihan Fasilitas Sosial

    • calendar_month Senin, 24 Mei 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.067
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, Tanjung Redep – Dilansir dari Kabarmuh.com (24/5) bahwa telah terjadi bencana banjir di sejumlah titik Kabupaten Berau. Di antaranya adalah Kampung Tumbit Dayak, Long Lanuk,  Kampung Tumbit Melayu, Kecamatan Sambaliung dan Teluk Bayur. Mendengar kabar ini pihak BPO Kokam Kaltim berkoordinasi dengan Kokam Berau telah melakukan aksi gerak cepat. Pihaknya telah melakukan asesmen atau […]

  • Milad ke-67 UMS, MVC 2025 UMS Perkuat Peran dalam Pembinaan Atlet

    Milad ke-67 UMS, MVC 2025 UMS Perkuat Peran dalam Pembinaan Atlet

    • calendar_month Jumat, 3 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 64
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Lapangan GOR Kampus II Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) dipilih menjadi tempat dilaksanakannya rangkaian kegiatan olahraga dalam rangka memperingati Milad ke-67 UMS. Muhammadiyah Volleyball Competition (MVC) menjadi salah satu kompetisi dari 13 kategori perlombaan eksternal yang ditujukan untuk menyemarakkan Milad UMS. Sejumlah 22 tim, dengan rincian 16 putra dan 6 putri dari berbagai jenjang […]

  • Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    Kemacetan Lalu Lintas Padat, PST UMS Sebut Integrasi Transportasi Umum Jadi Solusi

    • calendar_month Jumat, 19 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 37
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus berupaya menjawab tantangan dan permasalahan sosial. Dalam hal ini, UMS membentuk Pusat Studi Transportasi (PST) untuk mengkaji isu-isu berkaitan dengan transportasi. Dibentuk sejak 2013, PST UMS tidak hanya mengandalkan satu perspektif dari bidang ilmu teknik sipil, melainkan dari disiplin ilmu lain seperti perspektif ekonomi, hukum, psikologi, hingga […]

  • KKN Desa Salam: Pelatihan Pembuatan POC dan Penanaman Bibit Cabai dan Terong

    KKN Desa Salam: Pelatihan Pembuatan POC dan Penanaman Bibit Cabai dan Terong

    • calendar_month Rabu, 31 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 193
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Purworejo – Ilmu pertanian merupakan salah satu aspek pokok yang mesti dikuasai masyarakat, karena pertanian lah yang menunjang kebutuhan ekonomi primer mereka. Indonesia merupakan negara agraris dengan kepulauan terbanyak dan laut yang berlimpah, ini adalah faktor yang menjadikan indonesia memiliki iklim sub tropis dengan curah hujan yang tinggi sehingga tanah Indonesia menjadi subur karena […]

  • Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    Prodi Pendidikan Geografi UMS Tuntaskan Hibah PKKB 2025, Perkuat Transformasi Pendidikan Berdampak

    • calendar_month Rabu, 24 Des 2025
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 74
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Geografi, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), menuntaskan seluruh rangkaian kegiatan Program Kompetisi Kampus Berdampak (PKKB) Tahun 2025. Pelaksanaan program tersebut telah dilaporkan secara resmi kepada Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia pada Desember 2025. Capaian ini merupakan kelanjutan […]

  • Ketua PP Muhammadiyah Bangga dan Berterima Kasih kepada LDK PP Muhammadiyah atas Akademi Dai Digital

    Ketua PP Muhammadiyah Bangga dan Berterima Kasih kepada LDK PP Muhammadiyah atas Akademi Dai Digital

    • calendar_month Sabtu, 30 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surabaya – Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Dr. KH. Saad Ibrahim MA, menyampaikan rasa bangga sekaligus terima kasih kepada Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) PP Muhammadiyah yang telah menyelenggarakan Akademi Dai Digital Muhammadiyah. Kegiatan yang dibuka pada Sabtu (30/8/2025) di BPSDM Jawa Timur ini mengusung tema “Dakwah Transformatif di Era Digital” dan diikuti ratusan peserta dari […]

expand_less