Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 85
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyumas – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren memasuki babak baru. Selama tiga hari, 27 Februari–1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas.

Kegiatan ini mempertemukan 40 perwakilan pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk membahas langkah konkret penghematan energi hingga pemanfaatan panel surya.

Lokakarya ini lahir dari kesadaran bahwa bauran energi listrik nasional masih didominasi energi fosil, sementara kontribusi energi terbarukan belum optimal. Di sisi lain, pesantren sebagai institusi pendidikan sekaligus tempat tinggal memiliki konsumsi energi yang signifikan. Di sinilah urgensi perubahan dimulai: dari ruang kelas, asrama, dapur, hingga masjid.

Dalam sesi pengantar, Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus pengarah Program 1000 Cahaya, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar proyek teknis pemasangan panel surya. “Ini adalah bagian dari ikhtiar Islam Berkemajuan. Kita ingin membuktikan bahwa nilai amanah sebagai khalifah di bumi diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam cara kita mengelola energi,” ujar Hening Parlan.

Ia menjelaskan, istilah “Cahaya Muhammadiyah” memiliki akar kolaborasi global lintas agama yang sejak 2020 mendorong transisi energi berkeadilan di lebih dari 70 negara. “Muhammadiyah tidak bergerak untuk kepentingan internal saja. Isu energi adalah isu kemanusiaan. Karena itu, komitmen kita adalah membangun kolaborasi lintas iman untuk transisi energi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Hening, pesantren dan masjid dipilih sebagai titik awal karena keduanya merupakan pusat pembentukan nilai. “Kalau budaya hemat energi tumbuh di pesantren, ia tidak berhenti di pagar pondok. Ia dibawa pulang oleh para santri, diajarkan ke keluarga, dan menyebar menjadi gerakan sosial,” ucapnya.

Pengarah program lainnya, Ahsan Jamet Hamidi, menyoroti kekuatan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau hingga tingkat akar rumput. “Muhammadiyah memiliki masjid, sekolah, pesantren, dan struktur organisasi yang luas. Kalau semua bergerak bersama, hemat energi tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi budaya,” kata Ahsan Jamet Hamidi.

Ia menambahkan, banyak pengalaman lingkungan hidup yang sebenarnya telah dimiliki Muhammadiyah. “Tantangannya adalah menyusun target yang jelas dan menjadikannya gerakan terstruktur. Energi adalah pintu masuk yang strategis,” ujarnya.

Dalam paparan kebijakan energi nasional, Sudarto M. Abu Kasim, Wakil Direktur 1000Cahaya, mengingatkan bahwa efisiensi energi bermula dari perubahan perilaku. “Bayangkan jika satu rumah menghemat satu kWh listrik. Jika itu dilakukan 20.000 rumah, dampaknya luar biasa. Teknologi penting, tetapi perubahan perilaku jauh lebih menentukan,” tegas Sudarto M. Abu Kasim.

Ia juga menekankan bahwa panel surya bukan sekadar simbol modernisasi. “Instalasi butuh perawatan, manajemen, dan pemahaman administrasi, terutama jika menggunakan sistem on-grid yang terhubung dengan PLN. Jangan sampai semangat besar, tetapi pengelolaan teknisnya lemah,” katanya.

Sejumlah praktik baik dipaparkan dalam lokakarya ini. Beberapa pesantren di Jawa Timur mampu menurunkan konsumsi listrik 15–22 persen. Di Lamongan, efisiensi mencapai sekitar 15 persen, sementara perguruan tinggi Muhammadiyah mencatat penghematan rata-rata 8 persen. Total sekitar 28 instalasi panel surya telah terpasang di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari masjid hingga rumah sakit.

Arif Fauzi, Mudir Pesantren Zam-Zam Cilongok, menyambut baik penyelenggaraan lokakarya ini. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. A. Sulaeman, Ketua LPP2M PDM Banyumas, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis. “Di tengah krisis energi dan perubahan iklim, efisiensi dan transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pesantren harus menjadi teladan,” katanya.

Diskusi juga mengemuka soal tantangan di lapangan, mulai dari biaya investasi awal panel surya, perawatan, hingga persoalan administrasi dengan PLN. Beberapa perwakilan pesantren mengusulkan integrasi energi surya dengan program pertanian, peternakan, dan biogas untuk menopang kemandirian ekonomi pesantren.

Menanggapi hal itu, Sudarto menegaskan pentingnya pendekatan bertahap. “Mulailah dari skala kecil, misalnya penerangan masjid atau satu gedung kelas. Identifikasi dulu titik konsumsi terbesar. Jangan langsung semua,” ujarnya.

Di akhir sesi, Hening Parlan kembali mengingatkan bahwa energi matahari adalah anugerah yang melimpah. “Tantangan kita bukan pada ketersediaannya, tetapi pada kesiapan mengelolanya. Jika direncanakan matang dan dirawat dengan baik, energi surya adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian pesantren,” katanya.

Lokakarya ini diharapkan melahirkan rencana tindak lanjut konkret di masing-masing pesantren. Dari Banyumas, gerakan kecil ini diharapkan menjalar luas dan menjadi cahaya yang menuntun pesantren menuju masa depan yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1445 H

    Berdasarkan Hisab Hakiki Wujudul Hilal, Muhammadiyah Tetapkan Awal Ramadan 1445 H

    • calendar_month Kamis, 18 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 276
    • 1Komentar

    KABARMUH.ID, Pimpinan Pusat Muhammadiyah melalui Majelis Tarjih dan Tajdid telah memutuskan awal bulan puasa untuk tahun ini. Muhammadiyah menetapkan 1 Ramadan 1445 H/2024 M jatuh pada Senin, 11 Maret 2024. Keputusan tersebut diambil berdasarkan hisab hakiki wujudul hilal yang dipedomani Majelis Tarjih dan Tajdid. “Di wilayah Indonesia tanggal 1 Ramadan 1445 H jatuh pada hari Senin Pahing, 11 Maret […]

  • UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

    UMS Cetak Doktor PAI ke-66, Angkat Isu Toleransi dan Pendidikan Antaragama

    • calendar_month Jumat, 8 Mei 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 65
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Di tengah menguatnya polarisasi sosial dan sensitifnya isu perbedaan keyakinan di Indonesia, konsep Religious Multicultural Education (RME) dinilai dapat menjadi jalan tengah untuk menjaga relasi antaragama tanpa harus mengorbankan keyakinan masing-masing pemeluk agama. Gagasan tersebut disampaikan Erham Budi Wiranto dalam Sidang Terbuka Promosi Doktor Program Studi Doktor (S3) Pendidikan Agama Islam (PAI) Fakultas […]

  • Kuliah di UM Bandung, Lebih dari Sekadar Menimba Ilmu dan Pengetahuan

    Kuliah di UM Bandung, Lebih dari Sekadar Menimba Ilmu dan Pengetahuan

    • calendar_month Selasa, 1 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 214
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandung – Wakil Rektor I Universitas Muhammadiyah (UM) Bandung Dr Hendar Riyadi MAg memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan Stadium Generale Fakultas Agama Islam (FAI) karena sebagai momen berharga bagi mahasiswa baru untuk memperdalam ilmu dan wawasan. Acara ini berlangsung di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Gedung UM Bandung, pada Senin (30/09/2024), dengan dihadiri oleh ratusan […]

  • Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1, Komitmen Prodi Penjas FKIP UMS Tingkatkan Prestasi Olahraga

    Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1, Komitmen Prodi Penjas FKIP UMS Tingkatkan Prestasi Olahraga

    • calendar_month Kamis, 22 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 98
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi (Prodi) Pendidikan Jasmani (Penjas), Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menunjukkan komitmennya dalam meningkatkan kompetensi sumber daya manusia olahraga nasional melalui kegiatan Pelatihan Pelatih Fisik Nasional Level 1. Kegiatan prestisius ini dilaksanakan pada (17-20/1) dan diikuti oleh 20 peserta dari berbagai cabang olahraga, di antaranya […]

  • DPP IMM: Stabilitas Energi di Tengah Gejolak Global, Bukti Kepemimpinan Tegas Bahlil Lahadalia Menteri ESDM

    DPP IMM: Stabilitas Energi di Tengah Gejolak Global, Bukti Kepemimpinan Tegas Bahlil Lahadalia Menteri ESDM

    • calendar_month Jumat, 27 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 82
    • 0Komentar

    Di saat dunia sedang berada dalam tekanan akibat memanasnya dinamika geopolitik antara Iran dan Israel-Amerika Serikat, banyak negara mulai goyah dalam menjaga stabilitas energi. Gangguan rantai pasok minyak global bukan lagi sekadar potensi, tetapi telah menjadi kenyataan di berbagai belahan dunia. Krisis BBM, lonjakan harga, hingga kelangkaan pasokan menjadi gambaran umum yang kini dihadapi banyak […]

  • Terus Maksimalkan Dakwah Komunitas! LDK PWM Kalbar Gelar Bimtek Dai Komunitas

    Terus Maksimalkan Dakwah Komunitas! LDK PWM Kalbar Gelar Bimtek Dai Komunitas

    • calendar_month Sabtu, 21 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 246
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Pontianak – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Kalimantan Barat melaksanakan opening ceremony kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Dai Komunitas di SD Muhammadiyah 2 Pontianak, Jl. A. Yani Pontianak Kalimantan Barat. Kegiatan yang diikuti oleh 30 peserta ini dibuka langsung oleh Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah, Dr. Saad Ibrahim MA. Ketua LDK PWM […]

expand_less