Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 13
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyumas – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren memasuki babak baru. Selama tiga hari, 27 Februari–1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas.

Kegiatan ini mempertemukan 40 perwakilan pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk membahas langkah konkret penghematan energi hingga pemanfaatan panel surya.

Lokakarya ini lahir dari kesadaran bahwa bauran energi listrik nasional masih didominasi energi fosil, sementara kontribusi energi terbarukan belum optimal. Di sisi lain, pesantren sebagai institusi pendidikan sekaligus tempat tinggal memiliki konsumsi energi yang signifikan. Di sinilah urgensi perubahan dimulai: dari ruang kelas, asrama, dapur, hingga masjid.

Dalam sesi pengantar, Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus pengarah Program 1000 Cahaya, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar proyek teknis pemasangan panel surya. “Ini adalah bagian dari ikhtiar Islam Berkemajuan. Kita ingin membuktikan bahwa nilai amanah sebagai khalifah di bumi diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam cara kita mengelola energi,” ujar Hening Parlan.

Ia menjelaskan, istilah “Cahaya Muhammadiyah” memiliki akar kolaborasi global lintas agama yang sejak 2020 mendorong transisi energi berkeadilan di lebih dari 70 negara. “Muhammadiyah tidak bergerak untuk kepentingan internal saja. Isu energi adalah isu kemanusiaan. Karena itu, komitmen kita adalah membangun kolaborasi lintas iman untuk transisi energi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Hening, pesantren dan masjid dipilih sebagai titik awal karena keduanya merupakan pusat pembentukan nilai. “Kalau budaya hemat energi tumbuh di pesantren, ia tidak berhenti di pagar pondok. Ia dibawa pulang oleh para santri, diajarkan ke keluarga, dan menyebar menjadi gerakan sosial,” ucapnya.

Pengarah program lainnya, Ahsan Jamet Hamidi, menyoroti kekuatan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau hingga tingkat akar rumput. “Muhammadiyah memiliki masjid, sekolah, pesantren, dan struktur organisasi yang luas. Kalau semua bergerak bersama, hemat energi tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi budaya,” kata Ahsan Jamet Hamidi.

Ia menambahkan, banyak pengalaman lingkungan hidup yang sebenarnya telah dimiliki Muhammadiyah. “Tantangannya adalah menyusun target yang jelas dan menjadikannya gerakan terstruktur. Energi adalah pintu masuk yang strategis,” ujarnya.

Dalam paparan kebijakan energi nasional, Sudarto M. Abu Kasim, Wakil Direktur 1000Cahaya, mengingatkan bahwa efisiensi energi bermula dari perubahan perilaku. “Bayangkan jika satu rumah menghemat satu kWh listrik. Jika itu dilakukan 20.000 rumah, dampaknya luar biasa. Teknologi penting, tetapi perubahan perilaku jauh lebih menentukan,” tegas Sudarto M. Abu Kasim.

Ia juga menekankan bahwa panel surya bukan sekadar simbol modernisasi. “Instalasi butuh perawatan, manajemen, dan pemahaman administrasi, terutama jika menggunakan sistem on-grid yang terhubung dengan PLN. Jangan sampai semangat besar, tetapi pengelolaan teknisnya lemah,” katanya.

Sejumlah praktik baik dipaparkan dalam lokakarya ini. Beberapa pesantren di Jawa Timur mampu menurunkan konsumsi listrik 15–22 persen. Di Lamongan, efisiensi mencapai sekitar 15 persen, sementara perguruan tinggi Muhammadiyah mencatat penghematan rata-rata 8 persen. Total sekitar 28 instalasi panel surya telah terpasang di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari masjid hingga rumah sakit.

Arif Fauzi, Mudir Pesantren Zam-Zam Cilongok, menyambut baik penyelenggaraan lokakarya ini. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. A. Sulaeman, Ketua LPP2M PDM Banyumas, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis. “Di tengah krisis energi dan perubahan iklim, efisiensi dan transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pesantren harus menjadi teladan,” katanya.

Diskusi juga mengemuka soal tantangan di lapangan, mulai dari biaya investasi awal panel surya, perawatan, hingga persoalan administrasi dengan PLN. Beberapa perwakilan pesantren mengusulkan integrasi energi surya dengan program pertanian, peternakan, dan biogas untuk menopang kemandirian ekonomi pesantren.

Menanggapi hal itu, Sudarto menegaskan pentingnya pendekatan bertahap. “Mulailah dari skala kecil, misalnya penerangan masjid atau satu gedung kelas. Identifikasi dulu titik konsumsi terbesar. Jangan langsung semua,” ujarnya.

Di akhir sesi, Hening Parlan kembali mengingatkan bahwa energi matahari adalah anugerah yang melimpah. “Tantangan kita bukan pada ketersediaannya, tetapi pada kesiapan mengelolanya. Jika direncanakan matang dan dirawat dengan baik, energi surya adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian pesantren,” katanya.

Lokakarya ini diharapkan melahirkan rencana tindak lanjut konkret di masing-masing pesantren. Dari Banyumas, gerakan kecil ini diharapkan menjalar luas dan menjadi cahaya yang menuntun pesantren menuju masa depan yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • PWM Kaltim: Lulusan UMKT Harus Jadi Kader Berilmu, Beriman, dan Berkemajuan

    PWM Kaltim: Lulusan UMKT Harus Jadi Kader Berilmu, Beriman, dan Berkemajuan

    • calendar_month Selasa, 14 Okt 2025
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Samarinda – Wisuda ke-13 Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT) yang digelar pada Selasa (14 Oktober 2025) di Convention Hall Sempaja Samarinda bukan hanya seremoni akademik, melainkan juga peristiwa dakwah yang penuh makna bagi Persyarikatan Muhammadiyah Kalimantan Timur. Suasana khidmat wisuda ke-13 UMKT menjadi saksi kolaborasi antara dunia akademik dan semangat dakwah Muhammadiyah dalam membangun manusia […]

  • Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    Studi Tiru SMP Muhammadiyah 2 Kalasan ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga, meningkatkan pelayanan Pendidikan terbaik.

    • calendar_month Senin, 3 Feb 2025
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan pendidikan, SMP Muhammadiyah 2 Kalasan kali ini melakukan studi tiru ke SMP Muhammadiyah Plus Kota Salatiga. Kegiatan ini diselenggarakan pada hari Jum’at (31/01/25). Peserta kunjungan studi tiru terdiri dari Kepala SMP Muhammadiyah 2  Kalasan yaitu Bapak Apung Saepuddin, S.Pd.I, M.S.I, Ketua Majelis Dikdasmen PNF kabupaten sleman Bapak […]

  • Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    Memotret Perkaderan IMM di Era Disrupsi

    • calendar_month Senin, 19 Mei 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Oleh: M. Rendi Nanda Saputra (Sekretaris Umum PC IMM AR Fakhruddin Kota Yogyakarta) Disrupsi yang ditandai kemajuan teknologi digital, pergeseran nilai, dan perubahan struktur ekonomi politik turut mengguncang tatanan dan partisipasi generasi muda. Di tengah pusaran arus perubahan yang begitu cepat, era disrupsi telah menghadirkan beragam tantangan sekaligus peluang bagi berbagai lini kehidupan, termasuk dunia […]

  • Green Youth Quake: Pemuda NU dan Muhammadiyah Bergerak Lawan Krisis Iklim

    Green Youth Quake: Pemuda NU dan Muhammadiyah Bergerak Lawan Krisis Iklim

    • calendar_month Sabtu, 26 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BOGOR — Krisis iklim bukan lagi ancaman masa depan. Ia sudah menjadi kenyataan yang dirasakan di banyak sudut dunia, termasuk Indonesia. Cuaca ekstrem, gagal panen, banjir rob, polusi udara, dan penyakit tropis yang meningkat adalah bagian dari dampaknya. Namun, kesadaran publik, khususnya kalangan muda, masih belum memadai. Menjawab tantangan itu, Greenfaith Indonesia, Enter Nusantara, […]

  • Our Story – 9185

    Our Story – 9185

    • calendar_month Kamis, 20 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 8
    • 0Komentar

    Welcome to our website. We are dedicated to providing quality content and services to our visitors. Spinfest

  • Hadiri Ceramah Dr Zakir Naik, Rektor UMS Tekankan Pendidikan dan Tarbiyah

    Hadiri Ceramah Dr Zakir Naik, Rektor UMS Tekankan Pendidikan dan Tarbiyah

    • calendar_month Jumat, 11 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Rektor Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., hadir dalam acara Dr. Zakir Naik Tour Indonesia 2025 di Edutorium KH Ahmad Dahlan, Selasa (8/7) malam. Rektor UMS hadir didampingi Wakil Rektor I Prof. Ihwan Susila, S.E., M.Si., Ph.D. dan Wakil Rektor III Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag. Dalam sambutannya, Rektor […]

expand_less