Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

Dari Pesantren untuk Negeri: Gerakan 1000 Cahaya Dorong Kemandirian Energi dan Budaya Hemat Listrik

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
  • visibility 58
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Banyumas – Upaya mendorong kemandirian energi dan budaya hemat listrik di lingkungan pesantren memasuki babak baru. Selama tiga hari, 27 Februari–1 Maret 2026, Program 1000 Cahaya bekerja sama dengan Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) PP Muhammadiyah menggelar Lokakarya Efisiensi dan Transisi Energi Listrik di Aula Pondok Pesantren Zam-Zam Cilongok, Banyumas.

Kegiatan ini mempertemukan 40 perwakilan pesantren Muhammadiyah dari berbagai daerah untuk membahas langkah konkret penghematan energi hingga pemanfaatan panel surya.

Lokakarya ini lahir dari kesadaran bahwa bauran energi listrik nasional masih didominasi energi fosil, sementara kontribusi energi terbarukan belum optimal. Di sisi lain, pesantren sebagai institusi pendidikan sekaligus tempat tinggal memiliki konsumsi energi yang signifikan. Di sinilah urgensi perubahan dimulai: dari ruang kelas, asrama, dapur, hingga masjid.

Dalam sesi pengantar, Hening Parlan, Direktur Eco Bhinneka Muhammadiyah sekaligus pengarah Program 1000 Cahaya, menegaskan bahwa gerakan ini bukan sekadar proyek teknis pemasangan panel surya. “Ini adalah bagian dari ikhtiar Islam Berkemajuan. Kita ingin membuktikan bahwa nilai amanah sebagai khalifah di bumi diwujudkan dalam aksi nyata, termasuk dalam cara kita mengelola energi,” ujar Hening Parlan.

Ia menjelaskan, istilah “Cahaya Muhammadiyah” memiliki akar kolaborasi global lintas agama yang sejak 2020 mendorong transisi energi berkeadilan di lebih dari 70 negara. “Muhammadiyah tidak bergerak untuk kepentingan internal saja. Isu energi adalah isu kemanusiaan. Karena itu, komitmen kita adalah membangun kolaborasi lintas iman untuk transisi energi yang adil dan berkelanjutan,” katanya.

Menurut Hening, pesantren dan masjid dipilih sebagai titik awal karena keduanya merupakan pusat pembentukan nilai. “Kalau budaya hemat energi tumbuh di pesantren, ia tidak berhenti di pagar pondok. Ia dibawa pulang oleh para santri, diajarkan ke keluarga, dan menyebar menjadi gerakan sosial,” ucapnya.

Pengarah program lainnya, Ahsan Jamet Hamidi, menyoroti kekuatan jaringan Muhammadiyah yang menjangkau hingga tingkat akar rumput. “Muhammadiyah memiliki masjid, sekolah, pesantren, dan struktur organisasi yang luas. Kalau semua bergerak bersama, hemat energi tidak lagi menjadi wacana, tetapi menjadi budaya,” kata Ahsan Jamet Hamidi.

Ia menambahkan, banyak pengalaman lingkungan hidup yang sebenarnya telah dimiliki Muhammadiyah. “Tantangannya adalah menyusun target yang jelas dan menjadikannya gerakan terstruktur. Energi adalah pintu masuk yang strategis,” ujarnya.

Dalam paparan kebijakan energi nasional, Sudarto M. Abu Kasim, Wakil Direktur 1000Cahaya, mengingatkan bahwa efisiensi energi bermula dari perubahan perilaku. “Bayangkan jika satu rumah menghemat satu kWh listrik. Jika itu dilakukan 20.000 rumah, dampaknya luar biasa. Teknologi penting, tetapi perubahan perilaku jauh lebih menentukan,” tegas Sudarto M. Abu Kasim.

Ia juga menekankan bahwa panel surya bukan sekadar simbol modernisasi. “Instalasi butuh perawatan, manajemen, dan pemahaman administrasi, terutama jika menggunakan sistem on-grid yang terhubung dengan PLN. Jangan sampai semangat besar, tetapi pengelolaan teknisnya lemah,” katanya.

Sejumlah praktik baik dipaparkan dalam lokakarya ini. Beberapa pesantren di Jawa Timur mampu menurunkan konsumsi listrik 15–22 persen. Di Lamongan, efisiensi mencapai sekitar 15 persen, sementara perguruan tinggi Muhammadiyah mencatat penghematan rata-rata 8 persen. Total sekitar 28 instalasi panel surya telah terpasang di lingkungan Muhammadiyah, mulai dari masjid hingga rumah sakit.

Arif Fauzi, Mudir Pesantren Zam-Zam Cilongok, menyambut baik penyelenggaraan lokakarya ini. “Kami merasa terhormat menjadi tuan rumah. Pesantren bukan hanya tempat belajar agama, tetapi juga ruang pembentukan karakter peduli lingkungan,” ujarnya.

Sementara itu, Dr. A. Sulaeman, Ketua LPP2M PDM Banyumas, menyebut kegiatan ini sebagai langkah strategis. “Di tengah krisis energi dan perubahan iklim, efisiensi dan transisi energi bukan lagi pilihan, melainkan keharusan. Pesantren harus menjadi teladan,” katanya.

Diskusi juga mengemuka soal tantangan di lapangan, mulai dari biaya investasi awal panel surya, perawatan, hingga persoalan administrasi dengan PLN. Beberapa perwakilan pesantren mengusulkan integrasi energi surya dengan program pertanian, peternakan, dan biogas untuk menopang kemandirian ekonomi pesantren.

Menanggapi hal itu, Sudarto menegaskan pentingnya pendekatan bertahap. “Mulailah dari skala kecil, misalnya penerangan masjid atau satu gedung kelas. Identifikasi dulu titik konsumsi terbesar. Jangan langsung semua,” ujarnya.

Di akhir sesi, Hening Parlan kembali mengingatkan bahwa energi matahari adalah anugerah yang melimpah. “Tantangan kita bukan pada ketersediaannya, tetapi pada kesiapan mengelolanya. Jika direncanakan matang dan dirawat dengan baik, energi surya adalah investasi jangka panjang bagi kemandirian pesantren,” katanya.

Lokakarya ini diharapkan melahirkan rencana tindak lanjut konkret di masing-masing pesantren. Dari Banyumas, gerakan kecil ini diharapkan menjalar luas dan menjadi cahaya yang menuntun pesantren menuju masa depan yang lebih hemat, mandiri, dan berkelanjutan.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

    UNILA Libatkan MDMC Wilayah Lampung dalam Mitigasi Pasca-Bencana di Desa Kunjir

    • calendar_month Kamis, 24 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 129
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Selatan – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Lampung atau dikenal dengan Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung terlibat pada keegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat Institusi Universitas Lampung. Pada Sabtu, 19 Oktober 2024 di Desa Kunjir, Kecamatan Rajabasa, Kabupaten Lampung Selatan, Provinsi Lampung. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Sosial dan […]

  • BIM University Gelar Kuliah Praktisi, Bahas Peluang Bisnis Global Bersama Sheikh Reza Abdul Jabbar dan Peggy Melati Sukma

    BIM University Gelar Kuliah Praktisi, Bahas Peluang Bisnis Global Bersama Sheikh Reza Abdul Jabbar dan Peggy Melati Sukma

    • calendar_month Rabu, 24 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, DENPASAR – Bali International Muhammadiyah (BIM) University kembali menghadirkan program kuliah praktisi dengan tema “From Local Dreams to Global Impacts: Business Insights for a Changing World” yang berlangsung di Multipurpose Hall BIM University, Selasa (23/6/2026). Kegiatan ini menghadirkan Sheikh Dr. Reza Abdul Jabbar dan Ustadzah Ummu Khadijah Peggy Melati Sukma, S.Sos., M.H., sebagai narasumber […]

  • PDM Ponorogo Luncurkan E-Library GenS-Mu di Milad Muhammadiyah ke 111

    PDM Ponorogo Luncurkan E-Library GenS-Mu di Milad Muhammadiyah ke 111

    • calendar_month Selasa, 21 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 328
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Ponorogo – Pimpinan Daerah Muhammadiyah Kabupaten Ponorogo mengadakan resepsi Milad Muhammadiyah yang ke 111 yang diadakan di Universitas Muhammadiyah Ponorogo pada Ahad 19 November 2023. Yang menarik dari resepsi tadi yaitu launching e-library genS-Mu. GenS-MU adalah Digital library Pimpinan Daerah Muhammadiyah Ponorogo diinisiasi oleh Majelis Pustaka Informasi dan Digitalisasi yang dirancang untuk memberikan akses […]

  • Tapak Suci UMS Gelar Bedah Buku PHIWM, Kompas Moral Generasi Muda Muhammadiyah

    Tapak Suci UMS Gelar Bedah Buku PHIWM, Kompas Moral Generasi Muda Muhammadiyah

    • calendar_month Minggu, 30 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Tapak Suci Putera Muhammadiyah Unit 003 Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan bedah buku “Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM)”, bertempat di Posko Tapak Suci Unit 003 UMS. Kegiatan ini diprakarsai oleh Departemen Keislaman dan Kemuhammadiyahan yang berkolaborasi dengan Departemen Kesejahteraan Anggota, serta mendapat dukungan penuh dari Pimpinan Umum […]

  • PPK Ormawa PK IMM Al-Ghozali UMS Bekali Ibu PKK Desa Catur Keterampilan Mengelola Stres dalam Keluarga

    PPK Ormawa PK IMM Al-Ghozali UMS Bekali Ibu PKK Desa Catur Keterampilan Mengelola Stres dalam Keluarga

    • calendar_month Jumat, 7 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID SURAKARTA – Tim Program Penguatan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Al Ghazali (PK IMM Al-Ghozali) Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan program kegiatan Pojok Harmoni bertajuk “Pelatihan Pengelolaan Stres dalam Keluarga” bertempat di Balai Desa Catur, Kecamatan Sambi, Kabupaten Boyolali, pada Sabtu (25/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari […]

  • Konferensi ICETIA-RAPI 2025 Dorong Solusi Teknik Berkelanjutan untuk Infrastruktur, Energi, dan Mobilitas Perkotaan

    Konferensi ICETIA-RAPI 2025 Dorong Solusi Teknik Berkelanjutan untuk Infrastruktur, Energi, dan Mobilitas Perkotaan

    • calendar_month Kamis, 4 Des 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 51
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan International Conference on Engineering, Technology, and Industrial Application ke-12 (ICETIA) dan Konferensi Rekayasa Aplikasi Perancangan dan Industri ke-24 (RAPI), yang diselenggarakan secara hybrid di Gedung Auditorium Mohammad Djazman, Kamis (4/12). Konferensi internasional ini mengusung tema Engineering The Future: Sustainable Infrastructure, Energy, and Mobility for […]

expand_less