Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kajian Tafsir UMS, Ajak Umat Islam Bangun Peradaban yang Berkeadilan Melalui Surat Al-Baqarah

Kajian Tafsir UMS, Ajak Umat Islam Bangun Peradaban yang Berkeadilan Melalui Surat Al-Baqarah

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Jumat, 24 Okt 2025
  • visibility 40
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH. ID SURAKARTA – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) kembali menyelenggarakan kajian tafsir Al-Qur’an bersama Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I., Rektor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI). Dalam kesempatan ini, Ainur mengupas makna mendalam dari Surat Al-Baqarah yang mengandung banyak pesan tentang keimanan, ketakwaan, dan progresivitas peradaban Islam.

Lektor Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IQT) Fakultas Agama Islam (FAI), Dr. Ainur Rha’in, S.Th.I., M.Th.I.

Ainur menjelaskan bahwa kata “Al-Baqarah” sering disalahartikan oleh sebagian besar masyarakat sebagai “sapi betina”. Menurutnya, huruf ta’ marbuthoh pada akhir kata tersebut tidak selalu menandakan jenis kelamin betina.

“Dalam kisah Bani Israil, baqarah berarti seekor sapi, tanpa disebutkan jenis kelaminnya. Mereka hanya disuruh untuk membeli sapi. Namun karena mereka terlalu banyak bertanya, justru Allah memberi syarat yang mempersulit mereka sendiri,” jelasnya, Jumat (24/10).

Ia melanjutkan, surat yang turun di Madinah ini membahas berbagai aspek: akidah, syariat hukum, sejarah Bani Israel, serta moral dan sosial. Menurutnya, surat Al-Baqarah bukan sekadar bacaan, tetapi benteng spiritual yang mendatangkan keberkahan dan menolak keburukan.

“Rasulullah bersabda bahwa membaca Al-Qur’an khususnya Surat Al-Baqarah akan membawa keberkahan dan perlindungan dari gangguan setan. Orang yang di dalam dirinya ada Al-Qur’an, hatinya akan kuat dan tidak mudah terguncang,” ujarnya.

Selain itu, ia juga menyoroti keunikan huruf mukhata’ah seperti Alif Lam Mim yang membuka surat ini. Huruf mukhata’ah merupakan huruf yang dibaca secara terpisah, tanpa menggunakan harakat seperti huruf dalam Al-Qur’an pada umumnya.

“Huruf mukhata’ah itu huruf yang dibaca terpisah-terpisah. Kalau dalam kaidah bahasa Arab itu kan huruf ada harus ada harukatnya, nah ini huruf dibaca dengan huruf mati dan terpisah-pisah. Masing-masing huruf itu terpisah, makanya disimpul dengan mukoto’a, terpisah antara huruf satu dengan huruf yang lainnya,” pungkasnya.

Ainur menyebut makna sesungguhnya dari Alif Lam Mim ini tidak pernah diketahui oleh siapapun, bahkan Rasulullah SAW. Banyak ulama menafsirkan Alif Lam Mim dengan makna yang sangat beragam. Ia melanjutkan, hal ini dikarenakan setiap kitab suci memiliki rahasia yang hanya diketahui oleh Allah saja.

“Al-Quran itu menurut Ibn Uthaymiyah, ada yang hanya dipahami oleh Allah saja. Ada yang dipahami oleh Nabi Muhammad SAW, ada yang dipahami oleh ulama, dan ada yang dipahami oleh orang yang bisa bahasa Arab. Dan ini termasuk yang hanya dipahami oleh Allah,” jelas Ainur.

Menurutnya, Alif Lam Mim mengandung semangat progresif — sebuah dorongan bagi umat Islam untuk terus memperbaiki diri dan masyarakat. “Jadi, Alif Lam Mim pada zaman modern ini adalah semangat dan jiwa progresivitas yang menghadirkan perbaikan. Berani mematahkan sistem feudalis, kapitalis, sosialis, atau sistem-sistem yang tidak sesuai dengan syarat Islam,” tuturnya.

Ainur menjelaskan makna ayat kedua, “Zalikal kitabu laa raiba fihi hudan lil muttaqin”, bahwa Al-Qur’an adalah petunjuk tanpa keraguan bagi orang-orang bertakwa.

“Petunjuk Al-Qur’an hanya akan dirasakan oleh orang-orang yang bertakwa — mereka yang beriman kepada yang gaib, menegakkan salat, menafkahkan hartanya di jalan Allah, dan meyakini hari akhir,” jelasnya.
Lebih lanjut, Ainur juga menekankan bahwa memahami Al-Qur’an tidak cukup hanya dengan membaca saja, tetapi harus disertai dengan penghayatan dan penerapan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, Al-Qur’an adalah pedoman hidup yang membimbing manusia menuju kebahagiaan dunia dan akhirat.

“Al-Qur’an bukan sekadar bacaan untuk dilombakan atau dikhatamkan. Ia adalah petunjuk kehidupan. Kalau hanya dibaca tanpa dipahami, kita hanya mendapatkan pahalanya. Tapi jika dipahami dan diamalkan, kita akan mendapat hidayah yang sesungguhnya,” tegasnya.

Ainur juga menyampaikan bahwa umat Islam perlu meneladani semangat Surat Al-Baqarah dalam membangun peradaban yang berkeadilan. Ia menilai, pesan-pesan dalam surat ini relevan dengan tantangan masyarakat modern, khususnya dalam menjaga nilai moral, kejujuran, dan tanggung jawab sosial.

“Surat Al-Baqarah mengajarkan keseimbangan antara hubungan dengan Allah dan sesama manusia. Ini sangat penting di era modern, ketika banyak orang sibuk membangun karier, tapi melupakan nilai-nilai spiritual,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa sifat orang bertakwa sebagaimana disebut dalam ayat-ayat awal surat Al-Baqarah mencakup iman yang kuat, konsistensi dalam beribadah, serta kepedulian sosial terhadap sesama.

“Ketakwaan sejati bukan hanya diukur dari seberapa sering kita beribadah, tapi juga dari seberapa besar manfaat kita bagi orang lain. Orang bertakwa itu hatinya hidup, peka terhadap sekitar, dan selalu berusaha memberi keberkahan,” tambahnya.

Di akhir kajian yang dilaksanakan pada Kamis (23/10) itu, Ainur mengajak peserta untuk menjadikan Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi dalam setiap aspek kehidupan — baik pribadi, sosial, maupun profesional.
“Kalau umat Islam benar-benar memahami Al-Qur’an, tidak akan ada yang tertinggal. Kita akan menjadi umat yang unggul, karena nilai-nilai dalam Al-Qur’an selalu mendorong kemajuan, keadilan, dan keseimbangan,” tutupnya. (Zaatuddin/Humas)

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Prof. Rushami Ikuti Kegiatan Susur Sungai Mahakam Mahasiswa MM UMKT

    Prof. Rushami Ikuti Kegiatan Susur Sungai Mahakam Mahasiswa MM UMKT

    • calendar_month Senin, 24 Jul 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 393
    • 0Komentar

    SAMARINDA, KABARMUH.ID – Wisata susur sungai Mahakam menjadi salah satu daya tarik wisata bagi masyarakat. Tak terkecuali civitas akademika Universitas Muhammadiyah Kaltim (UMKT) di Samarinda. Apalagi mereka sedang kedatangan dosen tamu asal negeri jiran Malaysia. Tamu tersebut adalah Prof. Dr. Rushami Zien Yusoff. Beliau merupakan salahsatu Dosen fakultas ekonomi bisnis dan politik magister manajemen Universitas Muhammadiyah Kalimantan […]

  • Redam Dampak Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai

    Redam Dampak Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau Salurkan Bantuan Sembako dan Uang Tunai

    • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.321
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM,Tanjung Redeb – Dalam upaya meredam dampak sosial dan ekonomi wabah Covid-19, Pemuda Muhammadiyah Berau yang merupakan ujung tombak pergerakan Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Berau membagikan puluhan sembako dan dana tunai untuk warga di Tanjung Redeb (23/4). Tim MCCC merupakan tim bentukan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang ada di setiap kabupaten/kota, provinsi hingga gugus pusat […]

  • Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

    Literasi Adalah Ruh Intelektual dalam Tubuh IMM

    • calendar_month Sabtu, 13 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 47
    • 0Komentar

    Oleh: Agung Rezki (Ketua Umum PK IMM FAI UMY) Farid Fathoni dalam bukunya kelahiran yang dipersoalkan menjelaskan bahwa, salah satu sejarah kelahiran Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah berdiri disaat kader Muhammadiyah memandang organisasi Muhammadiyah sudah meninggalkan budaya intelektualnya. Keresahan dari cendekiawan muda Muhammadiyah ini, menginisiasi terbentuknya IMM sebagai organisasi otonom di bawah naungan Muhammadiyah. Jika di analisa […]

  • Dosen UMS Raih Gold Medal di Ajang Riset Internasional EUROINVENT 2025 di Eropa

    Dosen UMS Raih Gold Medal di Ajang Riset Internasional EUROINVENT 2025 di Eropa

    • calendar_month Selasa, 13 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 63
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Dosen Program Studi Pendidikan Teknologi Informasi (PTI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) Dias Aziz Pramudita, S.Pd., M.Cs., kembali mengharumkan nama kampus dengan menyabet gold medal dalam ajang riset internasional European Exhibition of Creativity and Innovation EUROINVENT 2025 yang diselenggarakan di Rumania. EUROINVENT merupakan ajang pameran hasil riset dari berbagai peneliti dunia. Dias mengikuti […]

  • Serah Terima Kepengurusan ASKUI 2025-2027, Usung Semangat “One For All, All For One”

    Serah Terima Kepengurusan ASKUI 2025-2027, Usung Semangat “One For All, All For One”

    • calendar_month Kamis, 23 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 40
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, KARANGANYAR – Asosiasi Kantor Urusan Internasional (ASKUI) Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) resmi melaksanakan serah terima kepengurusan dalam rangkaian Annual Meeting ASKUI PTMA 2025 yang digelar di Hotel Alana pada Selasa (21/10). Kegiatan ini menandai berakhirnya masa kepemimpinan periode sebelumnya dan dimulainya masa kerja pengurus baru periode 2025–2027. Kepala ASKUI periode 2023-2025, Condro […]

  • MDMC LAMPUNG GELAR KEGIATAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    MDMC LAMPUNG GELAR KEGIATAN PENGURANGAN RISIKO BENCANA DI KABUPATEN LAMPUNG TENGAH

    • calendar_month Sabtu, 10 Agt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 210
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Tengah – Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) Muhammadiyah atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Wilayah Lampung, bersama LAZISMU Wilayah Lampung, melaksanakan kegiatan Pengurangan Risiko Bencana (PRB) di beberapa sekolah Kabupaten Lampung Tengah pada hari Sabtu, 3 Agustus 2024. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan siswa serta tenaga pendidik dalam menghadapi bencana. Kegiatan […]

expand_less