Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Khutbah Jum’at di Asia University, Bakar Semangat Mahasiswa Diaspora

Ketua MPKSDI PP Muhammadiyah Khutbah Jum’at di Asia University, Bakar Semangat Mahasiswa Diaspora

  • account_circle Dwi Kurniadi
  • calendar_month Sabtu, 1 Nov 2025
  • visibility 41
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, TAICHUNG – Bachtiar Dwi Kurniawan, Ketua Majelis Pembinaan Kader dan Sumber Daya Insani (MPKSDI) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, mendapat kehormatan khusus untuk menyampaikan Khutbah Jumat pada 31 Oktober 2025 Kampus Asia University, Taichung, Taiwan. Dalam suasana penuh khidmat, ia menyampaikan pesan-pesan mendalam kepada mahasiswa muslim dari berbagai belahan dunia.

Bachtiar menyampaikan bahwa salah satu kewajiban seorang muslim ialah menuntut ilmu dengan sabaik-baiknya. “Menuntut ilmu adalah kewajiban, bahkan ada anjuran menuntut ilmu dari buaian sampai ajal menjemput, menuntut ilmu sampai ke negeri China,” ujar Bachtiar.

Bachtiar menyoroti tantangan berat yang dihadapi mahasiswa Indonesia yang menuntut ilmu di luar negeri. Pertama adalah tantangan jauh dari keluarga sehingga harus mandiri di negeri orang.

“Kawan-kawan diaspora harus senantiasa belajar untuk mandiri, karena tidak ada yang membantu. Semua harus ditangani sendiri sebelum mempunyai ‘circle’ pasti. Belum lagi harus memendam rindu berjumpa dengan keluarga dan kerabat,” kata Bachtiar.

Kedua, godaan sosial yang acap kali mengganggu fokus belajar mahasiswa diaspora, yang mana hal tersebut membutuhkan adaptasi lebih lanjut.

“Godaan sosial dan akademik sering menggoda, secara sosial mahasiswa diaspora luar negeri harus beradaptasi dengan lingkungan sosial yang berbeda, budaya yang berbeda, sehingga bisa menyebabkan gegar budaya ’culture shock, belum lagi tekanan akademik dunia kampus yang tentu tidak ringan, tetapi kalian harus tetap teguh sebagai duta bangsa, mewakili organisasi dan komunitas Muhammadiyah di Taiwan,” ujarnya dengan penuh semangat.

Ia mengingatkan bahwa tekanan akademik dan lingkungan baru tidak boleh menggoyahkan integritas dan identitas kebangsaan.
“Tekanan akademik dan lingkungan pergaulan di sini, tidak boleh menggoyahkan keimanan dan kebangsaan kita. Keimanan dan kebangsaan kita harus senantiasa kokoh, walaupn banyak rintangan,” jelas Bachtiar.

Lebih lanjut, ia menekankan perbedaan yang disatukan oleh satu komunitas Muslim.

“Di tengah keragaman budaya dan agama di Taiwan, spirit persaudaraan Muslim menjadi perekat kesatuan umat. Kita satu dalam iman, satu dalam perjuangan, dan satu dalam membangun perdamaian,” tegas Bachtiar.

Pesan ini menjadi pengingat bahwa Islam berkemajuan mampu menjembatani perbedaan demi harmoni global. Bachtiar menegaskan peran mereka sebagai agen duta bangsa dari negara masing-masing, maka jagalah nama baik bangsa dan negara di negeri orang,

Ia juga mengajak mahasiswa untuk menjaga integritas dan kembali ke tanah air demi membangun negeri.

“Setelah menimba ilmu di sini, pulanglah dan sampaikan ilmu serta pengetahuan kalian selama disini untuk kemajuan tanah air, katanya.

Bachtiar menambahkan bahwa mahasiswa adalah harapan bangsa, dan pengalaman di luar negeri harus menjadi modal untuk transformasi nasional.

Khutbah ini dihadiri puluhan mahasiswa Indonesia dan Muslim lokal, mencerminkan semangat dakwah Islam berkemajuan di kampus internasional. Kegiatan ini menjadi bagian dari lawatan Bachtiar ke Taiwan untuk memperkuat diaspora Muhammadiyah,

“Taiwan adalah ladang dakwah baru. Mari kita wujudkan Islam yang rahmatan lil alamin,” pungkasnya.

Acara ditutup dengan doa bersama, memperkuat ikatan komunitas Muslim di Asia University. Lawatan ini menjadi tonggak penting dalam internasionalisasi Muhammadiyah di Asia.

Editor: Muhammad Farhan

  • Penulis: Dwi Kurniadi

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar FKTM Jetis: Seruan Bangkit Bersama untuk Sukoharjo

    Ribuan Warga Hadiri Tabligh Akbar FKTM Jetis: Seruan Bangkit Bersama untuk Sukoharjo

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – 28 Juni 2025 — Masjid Agung Baiturrahmah Sukoharjo dipadati ribuan jamaah pada Sabtu malam (28/6) dalam acara Tabligh Akbar yang digelar oleh Forum Komunikasi Takmir Masjid (FKTM) Kelurahan Jetis. Kegiatan ini mengangkat tema “Bangkit Bersama untuk Sukoharjo yang Lebih Makmur” dan menghadirkan penceramah nasional, Ustadz Salim A. Fillah. Acara dimulai pukul 19.30 […]

  • Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    Satu-satunya PTMA Tembus Semifinal, UMS Harumkan Nama Muhammadiyah di POMPROV Jateng 2025

    • calendar_month Senin, 21 Jul 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim bola voli putri Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) berhasil mencetak prestasi membanggakan dengan meraih medali perunggu dalam ajang Pekan Olahraga Mahasiswa Provinsi (POMPROV) Jawa Tengah 2025. Pembina tim voli putri UMS, Vera Septi Sistiasih, S.Pd., M.Or., menyampaikan rasa bangganya atas pencapaian anak didiknya. Ia menilai raihan ini merupakan buah dari kerja keras […]

  • Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghoib di LKSA Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

    Tasmi’ Al-Qur’an Bil Ghoib di LKSA Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol Berlangsung Khidmat dan Penuh Haru

    • calendar_month Minggu, 2 Nov 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 34
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SUKOHARJO, – Lembaga Kesejahteraan Sosial Anak (LKSA) Panti Asuhan Yatim Putri ‘Aisyiyah Grogol sukses menyelenggarakan kegiatan Tasmi’ Al-Qur’an bil ghoib pada hari Minggu, 2 November 2025. Acara yang dimulai pukul 08.30 WIB ini berlangsung dengan khidmat dan penuh makna. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 21 santri, 3 pengurus panti, 3 ustadzah pembimbing, serta 2 orang tua […]

  • Dua Dasawarsa Kiprah Lazismu Wujudkan Kesejahteraan untuk Semua

    Dua Dasawarsa Kiprah Lazismu Wujudkan Kesejahteraan untuk Semua

    • calendar_month Kamis, 24 Jul 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, JAKARTA – Perjalanan Lazismu sebagai lembaga amil zakat nasional memasuki usianya yang ke -23, tepatnya jatuh pada 04 Juli 2025. Pada hari ini (23/7/25) menandai dan memperingati dua dasawarsa kiprahnya dalam berkontribusi memberi untuk negeri. Kematangan gerakannya dalam gerakan filantropi Islam, tidak bisa dipisahkan dari organisasi Muhammadiyah dengan gerakan al-Maun-nya. Tema yang diusung adalah […]

  • Upgrading Pimpinan Hizbul Wathan UMS 2026: Penguatan Kapasitas dan Soliditas Kepemimpinan

    Upgrading Pimpinan Hizbul Wathan UMS 2026: Penguatan Kapasitas dan Soliditas Kepemimpinan

    • calendar_month Selasa, 20 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 67
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Hizbul Wathan Universitas Muhammadiyah Surakarta (HW UMS) menyelenggarakan kegiatan Upgrading Pimpinan Hizbul Wathan UMS Tahun 2026, bertempat di Ruang Meeting Besar Universitas Muhammadiyah Surakarta, Senin (19/01). Kegiatan upgrading ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kepemimpinan, pemahaman organisasi, serta memperkuat soliditas pimpinan dalam menjalankan amanah kepengurusan tahun 2026. Upgrading menjadi langkah awal strategis bagi […]

  • Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    Kader IMM DIY Serukan Keadilan dan Amanah Hadapi Main Hakim Sendiri, Kemiskinan, dan Korupsi

    • calendar_month Sabtu, 1 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 56
    • 0Komentar

    KABARMUH. ID, BANTUL — Khutbah Salat Jumat di Masjid Al- Musannif, 50 Tabligh Institute, Majelis Tabligh Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Jumat (31/7), mengangkat keresahan atas maraknya aksi main hakim sendiri, himpitan ekonomi yang menghimpit masyarakat, dan praktik korupsi yang dinilai tak kunjung surut.  Bertajuk “Antara Keadilan, Kesabaran, dan Amanah: Menyikapi Main Hakim Sendiri, Himpitan Ekonomi, dan Korupsi”, khutbah disampaikan oleh Dafa Isandi Ananto, S.Hum., Sekretaris DPD IMM DIY Bidang Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat yang juga mahasiswa Magister Antropologi Universitas Gadjah Mada menegaskan tiga persoalan tersebut yang saling berkelindan dan berakar pada dua nilai dasar Islam, yakni keadilan dan amanah. Ia mengawali dengan menyoroti bahaya tindakan main hakim sendiri atau vigilantisme yang belakangan terjadi di tengah masyarakat, seperti kasus pengeroyokan terhadap terduga pencuri hingga tindak kekerasan massa lainnya. “Perbuatan main hakim sendiri, betapapun kemarahan yang mendasarinya bisa dipahami, tentu tidak dibenarkan dalam Islam. Penegakan hukum adalah hak dan kewajiban otoritas yang berwenang, bukan hak perorangan atau kerumunan,” ujarnya mengutip QS. An-Nisa ayat 58 tentang kewajiban menetapkan hukum secara adil. Meski demikian, Dafa mengajak jamaah untuk jujur melihat akar persoalan. Menurutnya, tidak sedikit kasus pencurian kecil di masyarakat berawal dari desakan kebutuhan hidup, bukan semata niat jahat. “Ini bukan pembenaran atas perbuatan mencuri, karena mencuri tetap haram dan harus dipertanggungjawabkan. Namun memahami sebabnya, penting agar penyelesaiannya menyentuh akar permasalahan, bukan berhenti pada amarah sesaat,” katanya, mencontohkan kebijakan Khalifah Umar bin Khattab r.a. yang menangguhkan hukuman potong tangan bagi pencuri saat terjadi paceklik. Ia mengingatkan kaidah fikih dar’ul mafasid muqaddamun ‘ala jalbil mashalih, yang artinya “mencegah kerusakan lebih diutamakan daripada mendatangkan kemaslahatan.” Hal tersebut sebagai dasar pentingnya peran pemerintah, ulama, dan masyarakat untuk membuka lapangan kerja layak serta menghadirkan jaring pengaman sosial, bukan sekadar menghukum gejala di permukaan. Kedua, Dafa membahas himpitan ekonomi yang dihadapi banyak keluarga akibat kenaikan harga kebutuhan pokok dan terbatasnya lapangan kerja. Ia mengajak jamaah untuk menguatkan ikhtiar yang halal sekaligus tawakal, mengutip QS. At-Talaq ayat 2-3 tentang jalan keluar dan rezeki tak terduga bagi siapa saja yang bertakwa. “Himpitan ekonomi tidak boleh dijadikan alasan untuk menempuh jalan haram, baik itu mencuri, menipu, berutang riba, apalagi terlibat korupsi. Justru dalam kesempitan itulah keimanan seseorang diuji,” tegasnya. Ketiga, Dafa menyoroti praktik korupsi yang menurutnya justru memperparah kesulitan ekonomi rakyat kecil karena dana yang seharusnya sampai kepada yang membutuhkan diselewengkan oleh pihak yang mengkhianati amanah. “Korupsi bukan hanya pelanggaran hukum negara, tetapi juga dosa besar di hadapan Allah karena merupakan bentuk pengkhianatan terhadap amanah dan penzaliman terhadap hak-hak rakyat,” tegasnya. Ia membedakan akar dua persoalan tersebut. Jika pencurian kecil oleh rakyat kerap lahir dari desakan kebutuhan hidup, korupsi oleh sebagian pejabat atau pemegang amanah umumnya lahir dari keserakahan dan rasa tidak pernah cukup. “Memutus mata rantai kemiskinan struktural, pencurian kecil, hingga aksi main hakim sendiri harus dimulai dari akar paling atas, yakni memberantas korupsi serta menegakkan amanah,” ujarnya. Di penghujung khutbah, Dafa mengajak jamaah untuk menahan diri dari tindakan main hakim sendiri dan menyerahkan permasalahan hukum kepada pihak berwenang, sembari mendesak aparat keamanan meningkatkan kesiapsiagaan 24 jam. Ia juga mengajak untuk menguatkan ikhtiar halal di tengah kesulitan ekonomi, menjauhi dan melawan praktik korupsi sekecil apa pun mulai dari diri sendiri. Selain itu, selalu memperbanyak doa kepada Allah SWT agar hadirnya pemimpin yang amanah, serta memperkuat ta’awun atau saling membantu antar sesama, khususnya di masa-masa sulit seperti sekarang. Kontributor: Faisal Editor: Muhammad Farhan

expand_less