BeritaPersyarikatan

Alumni Green Youth Quake Training Terbitkan Buku Energi Berkelanjutan untuk Indonesia

KABARMUH.ID, Jakarta – GreenFaith Indonesia kembali menegaskan komitmennya dalam penguatan peran pemuda pada isu ekologi dan keadilan iklim. Komitmen tersebut diwujudkan melalui buku Energi Berkelanjutan untuk Indonesia oleh Penerbit Suara Muhammadiyah, karya alumni Green Youth Quake Training (GYQT) yang diselenggarakan pada 25–29 Juli 2025 di Pesantren Ekologi Misykat Al-Anwar, Bogor.

Buku ini ditulis oleh Najihus Salam, Alfin Nur Ridwan, Hafidhoh Marufah, dan Nur Hidayaturrohmah, empat alumni GYQT yang tergabung dalam Kelompok Literasi. Kelompok ini merupakan salah satu dari beberapa kelompok tematik yang dibentuk selama pelatihan, dengan fokus pada penguatan riset, penulisan, dan produksi pengetahuan kritis mengenai krisis iklim dan transisi energi di Indonesia.

Green Youth Quake Training merupakan ruang pembelajaran intensif yang mempertemukan pemuda lintas organisasi Islam, pesantren, dan komunitas masyarakat sipil. Pelatihan ini membekali peserta dengan perspektif ekoteologi, dakwah lingkungan, serta strategi kampanye dan advokasi isu iklim, dengan tujuan mendorong lahirnya aksi nyata dan karya berkelanjutan pascapelatihan.

Buku Energi Berkelanjutan untuk Indonesia mengulas berbagai isu strategis, mulai dari krisis energi global dan ketergantungan energi fosil, kesadaran energi bersih dan strategi nasional, potensi serta tantangan energi terbarukan, hingga inovasi teknologi, digitalisasi, dan peran sosial-keagamaan dalam transisi energi. Buku ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi aktivis, pendidik, tokoh agama, pembuat kebijakan, serta komunitas yang peduli pada masa depan energi dan lingkungan hidup Indonesia.

Koordinator GreenFaith Indonesia, Hening Parlan, menyampaikan bahwa terbitnya buku ini menjadi contoh konkret dampak jangka panjang pendidikan ekologi berbasis iman, sekaligus memperkuat peran pemuda sebagai produsen pengetahuan dan agen perubahan dalam isu krisis iklim.

“Buku ini menjadi bukti bahwa pelatihan tidak berhenti pada ruang kelas, tetapi berlanjut menjadi kerja intelektual dan kontribusi nyata bagi publik,” ujar Hening Parlan, Koordinator GreenFaith Indonesia. Menurutnya, literasi merupakan pilar penting dalam gerakan iklim berbasis iman, karena mampu menjembatani ilmu pengetahuan, nilai spiritual, dan praktik sosial.

Sebagai penutup, salah satu penulis, Najihus Salam, menyampaikan bahwa buku ini merupakan ikhtiar kolektif untuk memperluas percakapan publik mengenai energi berkelanjutan.

“Kami ingin energi berkelanjutan tidak hanya dibahas di ruang kebijakan, tetapi juga hadir dalam ruang literasi dan kesadaran publik,” ujarnya.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button