BeritaJatengkabar muhammadiyah

Seminar Nasional Munas ASLAMA V di UMS, Kupas Tantangan Pesantren Mahasiswa PTMA di Era Digital

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Asosiasi Pengelolaan Asrama Mahasiswa (ASLAMA) kembali menggelar Musyawarah Nasional ke-V pengelolaan asrama Perguruan Tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dan Seminar Nasional. Sejumlah 50 peserta yang berasal dari PTMA di seluruh Indonesia turut menghadiri Munas ASLAMA di Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Kamis-Sabtu, (29-31/1).

Munas dihadiri oleh Wakil Rektor III UMS, Dr. Mutohharun Jinan, M.Ag., dan Prof. Dr. Bambang Setiaji, M.Si selaku Ketua Majelis Diktilitbang Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah. Kegiatan dibuka dengan launching buku Panduan Pengelolaan Asrama Mahasiswa Berbasis Pendidikan Karakter Berkemajuan di Perguruan Tinggi Muhammadiyah ’Aisyiyah (PTMA).

Muamaroh, M.Hum., Ph.D., selaku ketua panitia Munas ASLAMA ke-V sekaligus Kepala Pondok Pesantren Mahasiswa Internasional KH. Mas Mansur UMS, berharap melalui pelaksanaan musyawarah ini dapat mencetak kader-kader baru sebagai agen perubahan berdasarkan pengelolaan asrama yang baik.

“Ya ke depan harapan kita sih PESMA menjadi semakin baik, semakin berkualitas, semakin banyak mahasantrinya, sehingga paling tidak ini cara kita untuk berkontribusi, berdakwah, dengan mendidik orang-orang hebat yang akan nanti memimpin Indonesia,” harapnya saat dimintai keterangan, Kamis (29/1).

Selanjutnya, dalam upaya menjawab dinamika pembinaan mahasiswa di lingkungan PTMA, diselenggarakan Seminar Nasional yang mengusung tema Tantangan Asrama dan Pesantren Mahasiswa (Pesma) PTMA. Kegiatan ini menghadirkan Dr. Muhammad Samsudin, S.Ag., M.Pd. dari Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah sebagai pemateri.

Samsudin, dalam seminar tersebut menjelaskan secara komprehensif tentang berbagai tantangan yang menyebabkan menurunnya minat mahasiswa terhadap asrama terutama dalam kehidupan di era digital saat ini.

“Kita bukan bertanya mengapa mereka tidak mau di asrama, tapi risetnya kita balik mengapa atau apa yang membuat mereka nyaman di asrama,” ujarnya.

Menurutnya, munculnya teknologi digital berdampak pada otoritas keilmuan mahasiswa. Saat ini, kemudahan akses informasi secara berlebihan tanpa adanya filter yang membatasi konsumsi informasi memicu penurunan produktivitas mahasiswa. Khususnya pada pemahaman bidang keagamaan telah mengalami pergeseran seiring maraknya informasi yang beredar di internet.

Fenomena ini menyebabkan pemahaman agama yang instan dan bias karena mahasiswa cenderung menginterpretasikan informasi tanpa memahami konteks yang utuh. Selain itu, hasil risetnya mengungkapkan keluhan mahasiswa terhadap peraturan pesma yang dinilai membatasi privasi sehingga terbentuknya kepatuhan semu dan terjadinya pelanggaran secara sembunyi-sembunyi.

“Mahasiswa itu adalah pembelajar dewasa bukan santri usia dini, kemudian aturan ketat yang dipersepsi melanggar privasi kemudian resistensi terhadap kontrol yang berlebihan,” tutur Samsudin.

Menanggulangi tantangan tersebut, Samsudin menekankan solusi melalui pendekatan integrasi akademik dan spiritual digital asrama melalui kontrol kesadaran diri dan internalisasi makna.

“Itu bukan dilarang tetapi dia dikondisikan sebagai bagian dari proses skill yang dimiliki oleh masyarakat,” tegasnya.

Pelaksanaan Munas ASLAMA hari pertama ditutup dengan Sosialisasi Panduan Asrama Mahasiswa PTMA yang disampaikan oleh Dr. Ghoffar Ismail, S.Ag., M.A. Pada kesempatan tersebut, ia menjelaskan panduan asrama menggunakan pendekatan yang fleksibel namun masih mengedepankan nilai-nilai Islam Berkemajuan di tengah era 5.0. (Roselia/Humas)

Editor: Hammam Alghazy

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button