BeritaInspirasiJatengkabar muhammadiyah

Stadium General Akademi Riset Tekankan Kemandirian Energi dan Peran Inovasi bagi Bangsa

KABARMUH.ID, SURAKARTA – DPD  IMM Jawa Tengah sukses selenggarakan Pembukaan Akademi Riset dan Stadium General dengan tema “Bangun Tradisi Keilmuan dan Inovasi dalam Perspektif Global” pada Sabtu (31/01/2026).

Stadium General ini menghadirkan Dr. Muchammad Sobri, S.Pt., MP. yang merupakan Inventor Bioreaktor Kapal Selam juga merupakan Ketua Majelis Lingkungan Hidup Muhammadiyah, Sebagai pamateri.

Dalam pemaparannya, Dr. Muchammad Sobri, S.Pt., MP. menyoroti bahwa persoalan bangsa tidak semata-mata terletak pada jabatan, kekuasaan, atau materi, melainkan pada rendahnya budaya riset dan inovasi di kalangan generasi muda, termasuk mahasiswa, akibatnya, ruang-ruang intelektual dan produktivitas riset mengalami penurunan.

“Riset dan inovasi itu bukan pilihan, tapi kewajiban. Tanpa riset, kita hanya akan menjadi penonton dan bergantung pada kebijakan serta teknologi dari luar,” tegasnya.

Riset tidak hanya sebatas pada ruang sains, namun juga pada ruang-ruang yang lain seperti ekonomi lingkungan, ia menyampaikan bagaimana suatu barang dapat memiliki nilai tambah dengan menganalogikan nilai tambah pisang, bagaimana sebuah pisang bisa memiliki nilai tambah, yaitu dengan menjadikannya pakan sapi dibanding dijadikan gas, karena daging sapi memiliki nilai tambah yang lebih tinggi dibanding dengan gas, lalu kotoran sapi yang dijadikan gas.

Ia juga menekankan bahwa transisi energi harus dipahami secara kritis. Menurutnya, penggunaan energi listrik, termasuk kendaraan listrik, tidak serta-merta menyelesaikan persoalan lingkungan jika sumber energinya masih bergantung pada bahan bakar fosil. 

“Sering kali yang terjadi bukan pengurangan polusi, tetapi pemindahan polusi dari satu daerah ke daerah lain,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan bahwa Islam dalam pembahasan ilmu pengetahuan sangatlah serius, sebagaimana firman Allah yang pertama kali turun yaitu perintah untuk membaca. sehingga dalam berilmu pengetahuan tidak boleh adanya suatu kesombongan.

“Fungsi terpenting manusia mempelajari ilmu pengetahuan adalah supaya bersujud, bukan untuk menyombongkan diri, tidak boleh adigung adiguna,” ungkapnya. 

Melihat kondisi indonesia akhir-akhir ini yang banyak ditimpa banjir, ia juga menyampaikan terkait penanaman pohon yang dapat mengubah arah angin dengan memberikan CO2 dari arah yang diatur sedemikian rupa.

“Hal-hal seperti ini yang seringkali kita abaikan dan tidak dapat terlihat secara langsung, justru sangat berdampak pada kehidupan kita, maka dari itu kita diperintahkan untuk berilmu supaya dapat memahami kondisi-kondisi sekitar,” jelasnya.

Terakhir ia menyampaikan bahwa Muhammadiyah itu modern, bebas taqlid dan takhayul, sedangkan suatu iman harus ada pendekatan secara rasional, ia mencontohkan sesaji yang dirasionalkan menjadi sedekah bumi, dimana makanan-makanan yang disajikan akan dimakan oleh mikroorganisme yang nantinya menyuburkan tanaman disekitarnya.

“Jadi untuk sesaji ini saya katakan ‘iya’ karena mereka dibutuhkan oleh mikroorganisme sekitar, seperti kalau sesaji buat tanaman ya kita suguhkan kotoran sapi dan sebagainya,” ucapnya.

Acara ini diakhiri dengan peresmian riset center DPD IMM Jawa Tengah, semoga dapat menjadi motor penggerak penguatan tradisi riset, inovasi, dan kontribusi intelektual kader IMM bagi bangsa.

Kontributor: Choiril Amirah

Editor: Muhammad Farhan

 

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button