
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Kegiatan Riset Bootcamp #2 yang merupakan rangkaian dari acara kegiatan Riset Akademi DPD IMM Jawa Tengah sukes terlaksana pada Sabtu (31/01) dengan tema “Perumusan Masalah & Kebaruan Riset”.
Kegiatan ini berlokasi di Ruang Siti Badilah, Perpustakaan UMS, dengan diikuti oleh sekitar 30 peserta utusan cabang-cabang IMM se-Jawa Tengah dan menghadirkan Md. Sanower Hossain, M.Sc., Ph.D., selaku narasumber. Ia merupakan peneliti spesialis dalam bidang farmakologi, teknologi farmasi, nanomedicine, bioteknologi, dan penemuan.
Dalam pemaparannya, Dr. Md. Sanower Hossain menekankan pentingnya pemahaman metodologi, etika, dan orientasi kebermanfaatan sosial dalam kegiatan penelitian akademik, serta pentingnya memulai suatu riset dan kerja akademik dari kesadaran spiritual.
Dr. Md. Sanower Hossain menegaskan bahwa sains dan riset tidak dimulai dari sebuah observasi, melainkan dimulai dari masalah-masalah yang ada di sekitar. Menurutnya, perlu dilakukan perumusan masalah terlebih dahulu, karena tanpa perumusan masalah, suatu kegiatan penelitian tidak dapat disebut sebagai kerja akademik.
Ia mengutip kalimat dari seorang filsuf sekaligus akademisi yang berasal dari British, Karl Popper “Science does not begin with observations, it begins with problems (sains tidak dimulai dengan sebuah observasi, sains dimulai dari sebuah masalah -red)”.
Dr. Md. Sanower Hossain menyebutkan, penelitian bukanlah sekedar kegiatan pengumpulan informasi yang berdasar oleh opini pribadi tanpa adanya analisis, penelitian adalah suatu penyelidikan yang sistematis dan kritis untuk menghasilkan pengetahuan baru yang dapat dipertanggungjawabkan, dengan cara mengkaji suatu masalah yang didefinisikan secara jelas menggunakan metode dan bukti yang tepat.
“Without a problem that advances understanding, an activity is academic work, not research (Tanpa adanya masalah yang mendorong kemajuan pemahaman, suatu kegiatan hanyalah pekerjaan akademik, bukan penelitian -red),” ungkapnya.
Selanjutnya ia menyebutkan pentingnya metode penelitian yang harus ditentukan sejak awal dan tidak dapat diubah setelah eksperimen dilakukan karena akan mempengaruhi validitas hasil.
“The method is very important. If the experiment is done, it’s very difficult to modify it (Metode itu sangat penting. Jika eksperimen sudah dilakukan, akan sangat sulit untuk mengubahnya -red),” jelasnya.
Dalam segi etika, pemateri mengingatkan bahwa riset harus dijalankan dengan kejujuran dan tanggung jawab moral. Ia menegaskan bahwa penelitian tidak boleh bertentangan dengan nilai-nilai etika dan kepercayaan, termasuk prinsip halal dan haram.
“If we mix things without ethics, it will destroy the trust (Jika kita mencampuradukkan berbagai hal tanpa etika, hal itu akan merusak kepercayaan -red),” ujarnya.
Materi ditutup dengan sesi tanya jawab untuk memastikan para peserta dapat memahami materi yang telah disampaikan.
Editor: Choiril Amirah Farida



