BeritaInspirasiJabar

Melawan Politik Tanpa Etika: IMM Perkuat Fondasi Ideologi Kader di IDEOPOLITOR 2026

KABARMUH.ID, TASIKMALAYA — Di tengah dinamika politik nasional yang kian pragmatis serta melemahnya nilai-nilai ideologis dalam kehidupan publik, mahasiswa dituntut untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah. Tantangan tersebut semakin kompleks ketika politik kerap dipersepsikan secara sempit sebagai sekadar perebutan kekuasaan, sehingga menjauhkan generasi muda dari ruang-ruang strategis pengambilan kebijakan.

Merespons kondisi tersebut, PC IMM Kabupaten Tasikmalaya menyelenggarakan Sekolah IDEOPOLITOR Nasional sebagai ikhtiar membangun kesadaran kritis kader terhadap pentingnya ideologi, politik beretika, dan organisasi sebagai instrumen perubahan sosial. Kegiatan ini dilaksanakan pada 31 Januari–01 Februari 2026, bertempat di Gedung DPRD Kabupaten Tasikmalaya dan PDM Tasikmalaya.

Melalui forum ini, kader IMM diajak memahami realitas politik secara lebih jernih, berangkat dari nilai, serta berorientasi pada kebermanfaatan bagi umat dan bangsa. Tujuan utama penyelenggaraan Sekolah IDEOPOLITOR Nasional adalah membekali kader IMM dengan pemahaman ideologis dan kapasitas intelektual agar mampu membaca peta politik secara kritis dan bertanggung jawab. Kegiatan ini juga diarahkan untuk menyiapkan kader yang tidak hanya aktif secara organisatoris, tetapi memiliki keberanian berpikir, keteguhan sikap, serta orientasi perjuangan yang berkemajuan.

Selain itu, Sekolah IDEOPOLITOR diharapkan menjadi ruang pembentukan kader yang mampu menjembatani antara gagasan dan praksis, antara nilai ideologis dan realitas sosial yang dihadapi masyarakat.

Ketua Umum PC IMM Kabupaten Tasikmalaya, Muhamad Miqdar Nurdin menegaskan bahwa IMM tidak boleh kehilangan peran historisnya sebagai gerakan ideologis yang intelek. Menurutnya, politik tidak seharusnya ditinggalkan hanya karena maraknya praktik-praktik pragmatis, melainkan harus dimaknai dan diarahkan kembali sebagai alat perjuangan yang beretika serta berpihak pada keadilan sosial.

Ia menekankan bahwa Sekolah IDEOPOLITOR bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ruang strategis untuk menempa cara berpikir kader IMM.

“Kader IMM hari ini harus naik kelas. Tidak cukup hanya lantang di mimbar, tetapi juga mampu hadir dalam ruang gagasan dan kebijakan,” tegasnya.

Kegiatan ini juga meninggalkan kesan mendalam bagi para peserta. Amtsal Ajhar, delegasi PC IMM Sukoharjo, menyampaikan bahwa Sekolah IDEOPOLITOR Nasional memberikan pengalaman kaderisasi yang tidak hanya bersifat formal, tetapi juga membangkitkan gairah berorganisasi dan berpolitik.

Sungguh sangat berkesan Sekolah IDEOPOLITOR ini. Sejak awal materi kami sudah  disajikan dengan pemateri yang sangat kompeten, dengan penyampaian yang luar biasa. Ruang perkaderan ini bukan hanya berisi materi secara formal, tetapi juga membangun rasa gairah dan semangat kami dalam berorganisasi dan berpolitik,” ungkapnya.

Pasca mengikuti Sekolah IDEOPOLITOR Nasional, para peserta diharapkan mampu membawa pulang kesadaran baru tentang peran ideologi dan politik dalam kehidupan sosial. Kader IMM tidak hanya dituntut kritis dalam membaca realitas, tetapi juga memiliki komitmen untuk mengambil peran nyata sesuai dengan kapasitas dan ruang masing-masing.

PC IMM Kabupaten Tasikmalaya berharap, peserta Sekolah IDEOPOLITOR Nasional dapat tumbuh menjadi intelektual muda yang konsisten menjaga nilai, berani bersikap, serta menjadikan organisasi sebagai alat perubahan sosial. Dengan demikian, Sekolah IDEOPOLITOR tidak berhenti sebagai ruang diskusi, tetapi menjadi titik awal lahirnya kader IMM yang siap memberi arah bagi masa depan bangsa.

Editor: Choiril Amirah Farida

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button