Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

Dari Pra-Modern ke Modern: Pesan Kritis Dr. Hamim Ilyas di Studium General Pondok Shabran UMS

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Senin, 2 Feb 2026
  • visibility 38
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Surakarta – Pondok Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menyelenggarakan Studium General Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 dengan tema “Wawasan Wasathiyah dan Ijtihad Maqasidi dalam Manhaj Tarjih: Ikhtiar Mewujudkan Islam yang Inklusif, Substantif, dan Responsif terhadap Tantangan Kehidupan Modern”, Ahad (1/2/2026).

Kegiatan ini digelar di Gedung Pascasarjana Lantai 5 UMS dan diikuti oleh seluruh mahasantri dan mahasantriwati Pondok Shabran UMS.

Hadir sebagai pembicara utama, Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., Ketua Majelis Tarjih dan Tajdid Pimpinan Pusat Muhammadiyah. Dalam pemaparannya, ia menegaskan bahwa tantangan terbesar umat Islam saat ini adalah transformasi sosial, yakni perubahan dari masyarakat pra-modern menuju masyarakat modern.

“Kita hidup di zaman modern, tetapi realitas sosial umat Islam masih banyak yang pra-modern. Inilah problem utama yang harus disadari dan dijawab bersama,” ujar Dr. Hamim. Ia mengingatkan bahwa secara ideal, umat Islam digambarkan dalam Al-Qur’an sebagai umat yang kuat dan unggul, sebagaimana termaktub dalam Surah Al-Anfal ayat 65-66. Namun, kondisi faktual menunjukkan adanya kesenjangan besar antara idealitas tersebut dan realitas umat saat ini.

Dr. H. Hamim Ilyas, M.Ag., memaparkan materi pada kegiatan Stadium General Pondok Hajjah Nuriyah Shabran.

Menurutnya, kelemahan itu bukan pada ajaran Islam, melainkan pada ketidakmampuan umat melakukan transformasi menjadi masyarakat modern. Ia mencontohkan bahwa masyarakat modern ditandai oleh kemampuan produksi berbasis industri (tenaga mesin), informasi, serta teknologi digital dan kecerdasan buatan. Sebaliknya, umat Islam masih banyak bertumpu pada pola masyarakat pra-modern yang agraris dan mengandalkan tenaga manusia maupun hewan, sehingga berada pada posisi terendah dalam rantai produksi global.

“Akibatnya, hampir seluruh aspek kehidupan kita bergantung pada produk industri pihak luar. Kita menjadi konsumen, bukan produsen,” tegasnya. Meski demikian, Dr. Hamim menekankan bahwa menjadi masyarakat modern tidak berarti kehilangan nilai religius. Justru, modernitas harus dibangun di atas fondasi keimanan yang kokoh.

Dalam konteks Muhammadiyah, hal tersebut diwujudkan melalui Manhaj Tarjih, yakni sistem doktrin, ajaran, dan pandangan keagamaan yang disusun dengan metodologi tertentu serta disepakati untuk dipedomani oleh seluruh warga Persyarikatan. Manhaj Tarjih Muhammadiyah berakar pada semangat tajdid (pembaruan) sebagaimana diwariskan oleh Muhammad Abduh.

Ia memaparkan sejumlah doktrin utama Muhammadiyah, antara lain Muqaddimah Anggaran Dasar yang memuat tujuh ajaran dasar Muhammadiyah, Masalah Lima sebagai prinsip paradigmatik keagamaan, Matan Keyakinan dan Cita-cita Hidup Muhammadiyah, Kepribadian Muhammadiyah, Pedoman Hidup Islami Warga Muhammadiyah (PHIWM), serta Risalah Islam Berkemajuan hasil Muktamar ke-48 yang menegaskan penerapan syariah secara substantif dan kontekstual.

Dr. Hamim menegaskan bahwa Islam memiliki fungsi utama untuk mewujudkan kebaikan hidup manusia di dunia dan akhirat. Oleh karena itu, agama tidak berhenti sebagai tujuan pada dirinya sendiri, melainkan menjadi sarana menghadirkan kemaslahatan. Muhammadiyah, lanjutnya, menegakkan akidah yang murni sebagaimana spirit Al-Anfal ayat 82, namun tetap menjunjung tinggi toleransi, disertai penguatan ibadah, akhlak mulia, dan muamalah yang progresif.

Dalam metodologi Tarjih, Muhammadiyah menjadikan Al-Qur’an dan Sunnah sebagai sumber utama, serta menggunakan perangkat ijtihad seperti ijma’, qiyas, maslahah mursalah, istihsan, sadd al-dzari’ah, dan ‘urf. Pendekatan keilmuan yang digunakan meliputi bayani, burhani, dan irfani, sehingga menghasilkan pemahaman Islam yang seimbang, rasional, dan spiritual.

Melalui wawasan wasathiyah, Muhammadiyah mendorong sikap keagamaan yang moderat, terbuka, toleran, tidak berafiliasi pada satu mazhab tertentu, serta responsif terhadap tantangan kehidupan modern. Dr. Hamim menutup pemaparannya dengan menegaskan visi hidup Islami yang hendak diwujudkan, yakni kehidupan yang sejahtera se-sejahteranya, damai se-damai-damainya, dan bahagia se-bahagia-bahagianya.

Kegiatan Studium General berlangsung dalam suasana kondusif dan interaktif, dengan para peserta aktif mengajukan pertanyaan dan berdiskusi. Melalui forum ini, Pondok Shabran UMS berharap mahasantri dan mahasantriwati memiliki wawasan keislaman yang lebih mendalam sekaligus kesiapan intelektual dan spiritual untuk menjawab tantangan zaman.

Editor: Choiril Amirah Farida

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • KKN-Dik FKIP UMS Gelar Parenting, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

    KKN-Dik FKIP UMS Gelar Parenting, Perkuat Sinergi Sekolah dan Orang Tua

    • calendar_month Kamis, 12 Feb 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA –  Mahasiswa  Kuliah Kerja Nyata Pendidikan (KKN Dik) (KKN-Dik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melaksanakan kegiatan sosialisasi parenting bagi orang tua murid di SD Muhammadiyah Baitul Fallah, Desa Bancak 1, Kecamatan Mojogedang, Kabupaten Karanganyar, Sabtu (7/2). Kegiatan sosialisasi parenting merupakan salah satu program kerja unggulan mahasiswa KKN-Dik UMS […]

  • Cerdik: Edukasi Perilaku Hidup Sehat dan Partisipasi Posyandu oleh KKN Kelompok 09 UMSURA di Dusun Mendek, DESA Purut

    Cerdik: Edukasi Perilaku Hidup Sehat dan Partisipasi Posyandu oleh KKN Kelompok 09 UMSURA di Dusun Mendek, DESA Purut

    • calendar_month Senin, 10 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 45
    • 0Komentar

    Probolinggo, 13 Juli 2026 – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Kelompok 09 Universitas Muhammadiyah Surabaya (UMSURA) bersama mahasiswa dari program studi Kedokteran, Keperawatan, dan Farmasi melaksanakan program kerja Cegah Penyakit dengan Perilaku Sehat (CERDIK) di Dusun Mendek, Desa Purut, Kecamatan Lumbang, Kabupaten Probolinggo. Kegiatan ini dilaksanakan bersamaan dengan pelaksanaan Posyandu sebagai bentuk kolaborasi dalam meningkatkan […]

  • Sekolah Imam Sholat, Upaya Tingkatkan Kapasitas Imam

    Sekolah Imam Sholat, Upaya Tingkatkan Kapasitas Imam

    • calendar_month Jumat, 12 Jan 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 432
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Gedung LKSA Panti Asuhan Putra Muhammadiyah Grogol menjadi ruang dan waktu berlangsungnya sebuah pembukaan acara Sekolah Imam Shalat. Acara grand opening tersebut resmi diselenggrakan pada Jumat malam. (12/1/2024). Sekolah Imam Shalat ini merupakan ikhtiar Mahad Aly Tahfidz Dai Mandiri Ki Bagus Hadikusumo untuk menyambut bulan Ramadan supaya Imam-imam Masjid melakukan shalat tarawih […]

  • SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari Lampung Gandeng PT Siana Marina Service, Buka Peluang Alumni Kerja di Luar Negeri

    SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari Lampung Gandeng PT Siana Marina Service, Buka Peluang Alumni Kerja di Luar Negeri

    • calendar_month Selasa, 9 Jun 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID; BANDAR LAMPUNG – SMA Muhammadiyah Al-Ghifari Batanghari Lampung resmi menjalin kerja sama dengan PT Siana Marina Service melalui penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang diselenggarakan oleh Majelis Pendidikan Dasar, Menengah, dan Pendidikan Nonformal (Dikdasmen PNF) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Lampung yang berlangsung pada Jumat, 6 Juni 2026. Penandatanganan MoU dilakukan langsung oleh Kepala SMA Muhammadiyah […]

  • Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

    Menilik Religiusitas Organisasi Mahasiswa Islam

    • calendar_month Senin, 29 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 42
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, – Organisasi mahasiswa seperti pisau bermata ganda, bisa membuat grow up iman, tapi juga bisa dengan atau tanpa sadar membuat down grade iman. Beberapa mahasiswa yang mungkin idealis saat menjadi maba pada kenyataannya jika pondasi tak kuat, akan terbawa arus dengan sendirinya. Bertemu segala bentuk manusia, campur baur terus menerus, berbagai perkaderan yang diikuti […]

  • Tingkatkan Kualitas Khutbah! PRM Pendoworejo adakan Pelatihan Khatib Jumat

    Tingkatkan Kualitas Khutbah! PRM Pendoworejo adakan Pelatihan Khatib Jumat

    • calendar_month Rabu, 29 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 150
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Kulon Progo – Dalam upaya meningkatkan kualitas khutbah Jumat, Pimpinan Ranting Muhammadiyah (PRM) Pendoworejo menggelar program Pelatihan Khatib Jumat pada Ahad, 26 Mei 2024 di Pondok Pesantren Al Islah. Acara yang dimulai pukul 09.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah peserta yang terdiri dari anggota PRM, utusan dari takmir masjid, serta individu perseorangan dari berbagai […]

expand_less