Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Inspirasi » Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

Jejak Si Kembar Nova-Novi: Jadi Kader Ortom, Hingga Berpasangan Suami Kader Muhammadiyah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Senin, 12 Apr 2021
  • visibility 1.808
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.COM, Samarinda -Tak menunggu waktu lama lagi. Beberapa jam kedepan, 1 Ramadhan akan segera tiba. Seperti biasanya, setiap anak organisasi dari Muhammadiyah, organisasi otonom (ortom), bersiap dalam mempersiapkan kegiatan pada bulan Ramadan.

Dari Ikatan Pelajar Muhammiyah hingga Pemuda Muhammadiyah kesemuanya saling berlomba dalam mencari berkah di bulan yang suci.

Namun, berbeda dengan ortom Angkatan Muda Muhammadiyah lainnya. Para pengurus Nasyiatul Aisyiyah (NA) ini harus ekstra dalam mempersiapkan kegiatan pada satu bulan mendatang.

Nova dan Novi yang semenjak masih bersekolah sudah dikenal sebagai aktivis Muhammadiyah ini, Kini kembali disibukkan dengan amanah sebagai ketua dan bendahara di PD NA Kota Samarinda hingga 2022 mendatang.

Pasangan saudara kembar ini memang semenjak dahulu sering terlihat aktif bersama. Hingga kini, saat aktif Bernasyiatul Aisyiyah dan berkeluargakan suami dari kader Muhammadiyah mereka juga tetap aktif bersama.

Nova menuturkan, awal dirinya bersama dengan sang adik Novi Ratih Sari saat aktif Bermuhamamdiyah dimulai semenjak mereka bersama duduk di bangku kelas 10.

“Mulai masuk  Muhammadiyah  pas kelas 1 SMK. Masuk IRM sekolah, menjadi Sekretaris Bidang  PIP IRM sekolah  2007,” ujar Nova Ratna Sari yang kini menjabat selaku Ketua Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah Samarinda.

Awalnya. Sembari terdiam mengingat, dirinya melanjutkan percakapan. Saat dulu, dirinya diajak oleh seorang guru. Dikatakan oleh seorang guru tersebut, bahwa mereka cocok untuk mengembangkan diri di Muhammadiyah. Meskipun Nova mengatakan, dirinya bukan berasal dari keluarga Muhammadiyah.

“Dulu didatangin guru di bilangin  kalian  cocok masuk IRM. Begitu awal kita bergabung di Muhammadiyah, sampai sekarang masih aktif,” ujarnya sambil mempersiapkan perbekalan rumah tangga dan bersiap menuju kerja.

Bukan hal yang mudah baginya ketika aktif saat itu. Dirinya pernah sempat dilarang aktif Bermuhammadiyah dengan keluarganya bahkan menjadi pimpinan di ortom Muhammadiyah pun dirinya pernah ditentang.

“Banyak tantangan dalam menjalani aktivitas di Muhammadiyah.  Misalnya saat masih berada di IPM pernah dilarang aktif oleh orang tua, sampai harus sembunyi-sembunyi untuk ikut kegiatan. Selain itu juga karena statusnya masih pelajar jadi diharuskan fokus belajar.”

“Pernah jadi ketua cabang IPM Samarinda Ilir namun ditentang oleh beberapa ayahanda karena perempuan,” gemingnya sembari mengingat susahnya dahulu saat berdakwah.

Semenjak memilih untuk menikah pada 2015 silam. Pasangan saudara kembar ini, tidak memutuskan untuk purna Bermuhammadiyah. Sampai kini memiliki seorang anak, dirinya bersama sang adik tetap melanjutkan estafet dakwah.

Menurutnya, tidak ada beban yang berat saat telah berkeluarga. Semuanya tetap dijalankan dengan hati senang dan gembira.

“Gak ada repot, semua  dijalankan  aja. dibawa senang aja. Bawa anak kesana-kesini  biar terurus  berjalan semuanya. Organisasi  jalan, jaga anak terlaksana tanpa harus merepotkan yang lain. tanggung  jawab anak dan keluarga tetap utama.”

“Kalau di NA tentunya tidak mudah menjadi ketua sekaligus seorang ibu, apalagi anak harus turut serta dalam setiap kegiatan. karena semuanya harus dikondisikan dengan kebutuhan anak. Namun berkat dukungan penuh suami yang terkadang turut menemani saat ada kegiatan semua kendala yang berurusan dengan anak dapat dilalui dengan baik.”

Dirinya tak lupa memberikan tips bagi kader Muhammadiyah lainnya. Kebanyakan perempuan menurut Nova berhenti di tengah jalan dalam melanjutkan dakwah di Muhammadiyah. Hal itu, terkadang disebabkan tidak didukungnya oleh pasangan keluarga yang baru.

“Suami mendukung  selalu. Semua kegiatan saya suami  selalu ada mendukung  membantu  menjalankankan amanah organisasi. Semua dibantu persiapan kegiatan dari awal sampai akhir,” tambahnya.

Bukan tanpa kendala, setiap ada ide dan pendapat si kembar ini seringkali pastilah tak sama. Hal itupun tak jarang, membuat perdebatan antara Nova dan Novi semenjak menjadi pengurus di ortom hingga kini.

“Selama aktif  Bermuhammadiyah, kami saling  membantu dan tukar pendapat, curhat bareng. Namun gak jarang juga kita berantem  terus diam-diaman karena beda pendapat terus kadang juga salah satu dari kita ngalah  terus debat lagi di luar forum.”

“Itu bagian dari dinamika berorganisasi. Yang jelas kami tidak pernah saling bermusuhan,” tutup Nova.

| Red: CN | Editor : AM |

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Bangkit Setelah Satu Dekade, Nasyiatul ‘Aisyiyah Cabang Muara Aman Sukses Gelar Musyawarah Cabang

    Bangkit Setelah Satu Dekade, Nasyiatul ‘Aisyiyah Cabang Muara Aman Sukses Gelar Musyawarah Cabang

    • calendar_month Kamis, 29 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 10
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lebong – Setelah hampir satu dekade mengalami kevakuman, Nasyiatul ‘Aisyiyah (NA) Cabang Muara Aman kembali menunjukkan denyut kehidupannya dengan sukses menyelenggarakan Musyawarah Cabang (Musycab), yang dilaksanakan pada hari Kamis, 29 Mei 2025 di Muara Aman, Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu. Kegiatan ini menjadi tonggak sejarah baru dalam perjalanan organisasi otonom perempuan muda Muhammadiyah di daerah […]

  • Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Ajak IMM Perkuat Tiga Pilar Utama Gerakan

    Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta Ajak IMM Perkuat Tiga Pilar Utama Gerakan

    • calendar_month Sabtu, 3 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Ketua Fraksi PAN DPRD DKI Jakarta, Husen, memberikan pandangannya tentang tantangan yang dihadapi gerakan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) saat ini. Dalam acara Pelatihan Instruktur Madya (PIM) DPD IMM DKI Jakarta pada 1 Mei 2025, Husen mengungkapkan bahwa gerakan IMM harus memperkuat tiga pilar utama, yaitu Gerakan Intelektual, Gerakan Ekonomi, dan Gerakan Politik. […]

  • Pendidikan Indonesia : Jembatan Emas Yang Rapuh

    Pendidikan Indonesia : Jembatan Emas Yang Rapuh

    • calendar_month Kamis, 2 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 296
    • 0Komentar

    Oleh: Adam Dahlanisme, Aktivis DPD IMM Jawa Tengah Reflektif Kritis Atas Kekacuan Ouput Pendidikan Tujuan Pendidikan, menurut Naquib Al-Atas seorang pemikir besar di dunia Islam kontemporer adalah untuk menanamkan kebajikan dalam diri manusia itu sendiri. Titik puncak dari pendidikan itu sendiri menurutnya, menjadikan diri manusia yang beradab  ( man of adab). Manusia beradab sebagaimana yang […]

  • Pemanfaatan AI Yang Tepat Guna dan Optimal, UMS Gelar Konferensi Internasional 10th ISETH

    Pemanfaatan AI Yang Tepat Guna dan Optimal, UMS Gelar Konferensi Internasional 10th ISETH

    • calendar_month Rabu, 20 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 93
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) mengadakan konferensi internasional 10th International Summit on Science, Technology and Humanity (ISETH) 2024 yang berlangsung di Auditorium Mohammad Djazman UMS pada Rabu, 20 November. Konferensi kali ini melibatkan 13 acara internasional di berbagai bidang, termasuk teknologi, mekanika, geografi, ekonomi, medis, dan lainnya. Assoc. Prof. Dr. Masduki, M.Si, Wakil […]

  • Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    Menembus Batas Bahasa dalam Evaluasi Menyimak Program BIPA

    • calendar_month Jumat, 9 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Oleh: Abdulrohim E-sor, B.A, Mahasiswa Internasional Asal Thailand di Magister Pendidikan Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Surakarta Keterampilan menyimak merupakan salah satu aspek penting dalam pembelajaran bahasa, khususnya bagi mahasiswa asing yang sedang mempelajari bahasa Indonesia. Menyimak merupakan keterampilan dasar yang berperan penting dalam proses akuisisi bahasa. Kemampuan ini memungkinkan mahasiswa untuk memahami ujaran lisan, menangkap […]

  • AI Semakin Pintar, Apakah Kita Semakin Lalai?

    AI Semakin Pintar, Apakah Kita Semakin Lalai?

    • calendar_month Rabu, 8 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 5
    • 0Komentar

    Oleh: Fathan Faris Saputro (Koordinator Divisi Pustaka dan Informasi MPID PDM Lamongan) Di tengah derasnya arus revolusi teknologi, dunia kini memasuki era baru yang ditandai dengan kehadiran Meta AI atau kecerdasan buatan lanjutan. Teknologi ini mampu memproses data dalam jumlah besar dan menghasilkan solusi secara cepat serta kompleks. Meta AI menjanjikan efisiensi dan inovasi di […]

expand_less