LDK PP Muhammadiyah Membentuk FORDIGIMU, “Kopassus” Media Dakwah Digital
KABARMUH.ID; SURAKARTA – Lembaga Dakwah Komunitas Pimpinan Pusat Muhammadiyah resmi membentuk FORDIGIMU (Forum Dai Digital Muhammadiyah) melalui kegiatan Bimbingan Teknis (BIMTEK) yang diselenggarakan di Universitas Muhammadiyah Surakarta, Sabtu (24/5/2026).
Pembentukan FORDIGIMU menjadi langkah strategis Muhammadiyah dalam memperkuat dakwah di ruang digital. Kehadiran media sosial yang semakin berkembang dinilai perlu direspons melalui gerakan dakwah yang adaptif, kreatif, dan mampu menjangkau masyarakat luas.
Ketua LDK PP Muhammadiyah, Muhammad Arifin, menyampaikan bahwa FORDIGIMU dibentuk sebagai gerakan dakwah digital yang mampu bergerak cepat dan strategis di media sosial.
Dalam sambutannya, ia mengibaratkan FORDIGIMU sebagai “Kopassus-nya Muhammadiyah” di ruang digital. Menurutnya, istilah tersebut menggambarkan gerakan dakwah yang terstruktur, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan teknologi informasi.
“FORDIGIMU akan bergerak dan berprogres tanpa harus selalu membawa nama Muhammadiyah secara langsung. Yang utama adalah bagaimana nilai-nilai Islam dapat tersampaikan dan diterima masyarakat luas,” ujarnya.
Ia menilai dakwah di era digital membutuhkan pendekatan yang lebih komunikatif. Media sosial tidak lagi sekadar menjadi sarana hiburan, tetapi juga ruang pertukaran informasi, gagasan, hingga pemahaman keagamaan.
Karena itu, para dai digital dituntut mampu memahami pola komunikasi masyarakat, khususnya generasi muda yang menjadi pengguna aktif media sosial saat ini.
Ketua FORDIGIMU, Kamarul Zaman, mengatakan bahwa gerakan dakwah digital harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keislaman.
Ia mengibaratkan FORDIGIMU seperti bunglon yang mampu beradaptasi dengan lingkungan, tetap bergerak dan berkembang, namun tidak selalu terlihat siapa yang berada di balik layar.
Menurutnya, pendekatan dakwah di media sosial perlu dikemas secara kreatif agar lebih mudah diterima masyarakat. Dakwah tidak selalu harus disampaikan secara formal, tetapi juga dapat hadir melalui berbagai bentuk konten digital yang edukatif dan inspiratif.
Selain menjadi wadah kolaborasi dai digital, FORDIGIMU juga diharapkan mampu menjadi penyeimbang di tengah maraknya konten negatif di media sosial.
Penyebaran hoaks, ujaran kebencian, serta minimnya konten edukatif dinilai menjadi tantangan yang perlu direspons melalui gerakan dakwah yang mencerahkan dan mencerdaskan masyarakat.
Melalui forum ini, Muhammadiyah mendorong lahirnya konten-konten positif yang mampu menciptakan ekosistem media sosial yang sehat. Dakwah tidak lagi terbatas pada mimbar konvensional, tetapi juga memanfaatkan berbagai platform digital yang dekat dengan kehidupan masyarakat.
Kegiatan BIMTEK FORDIGIMU diikuti peserta dari berbagai daerah. Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi dakwah digital, pengelolaan media sosial, komunikasi publik, hingga pemanfaatan teknologi dalam mendukung dakwah berkemajuan.
Dengan terbentuknya FORDIGIMU, Muhammadiyah menunjukkan komitmennya untuk terus beradaptasi dengan perkembangan zaman serta memperkuat syiar Islam rahmatan lil ‘alamin melalui ruang digital.
Editor: Nurul Fahri



