Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

Modernisasi Pesantren Jadi Agenda Strategis PWM Jawa Tengah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
  • visibility 69
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Suasana Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan di Ruang Seminar Sekolah Pascasarjana Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (10/5), berlangsung dinamis dan sarat gagasan. Seminar tersebut menjadi bagian dari rangkaian Rapat Kerja Wilayah Lembaga Pengembangan Pesantren (LPP) Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Tengah yang menyoroti strategi konkret dalam mencetak kader ulama melalui penguatan institusi pesantren.

Ketua LP2M PWM Jawa Tengah, Dr. K.H. Muhammad Irzal Fadholi, S.Th.I., M.Pd., M.Pd.I., tampil sebagai pembicara utama dengan gagasan-gagasan tajam. Ia menekankan perlunya reformasi manajerial dalam sistem pesantren agar lebih terukur dan berorientasi pada hasil.

“Penetapan Sekretaris LPP dan BDN se-Jawa Tengah harus diarahkan pada integrasi KPI dalam setiap kegiatan. Insyaallah akhir Juni kita adakan rapat koordinasi mudir se-Jawa Tengah di Unimus juga,” tegas Irzal, Sabtu (10/5).

Irzal menekankan pentingnya etos kerja baru di kalangan pengelola pesantren. “Kita nggak boleh lagi omon-omon, kita harus maksimal. Supaya pesantren kita juga maksimal. SDM-nya harus produktif, harus inovatif, jangan menunggu perintah,” ujarnya.

Peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti rangkaian acara Seminar Nasional Risalah Islam Berkemajuan dan Rakerwil LPP PWM Jawa Tengah. Dok. Humas UMS.

Dalam pemaparannya, Irzal menekankan tiga pilar utama dalam penguatan pesantren. Pilar pertama adalah membangun sumber daya manusia yang tangguh. Pilar kedua adalah sistem. Tak lupa, ia mengajak para mudir dan pengelola LPP-BDN memahami secara utuh tata kelola pesantren.

“Kurikulumnya harus jelas, pengasuhannya harus baik, kegiatan ekstrakurikulernya harus kumbul, dan studi lanjutnya harus clear. Empat komponen ini adalah sistem yang harus panjenengan semua bikin,” paparnya.

Sementara pilar ketiga adalah nilai atau value. Irzal mewanti-wanti agar pesantren Muhammadiyah tidak kehilangan ruh. “Jangan sampai alumni pesantren Muhammadiyah nggak punya nilai. Nggak care dengan pesantrennya. Padahal kalau pesantren bisa besar, itu karena alumninya,” ujarnya sambil mencontohkan tokoh yang sukses berkontribusi, seperti Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Fajar Riza Ul Haq.

Lebih lanjut, Irzal menegaskan nilai dasar pesantren Muhammadiyah harus berlandaskan ruhul ikhlas. “Jangan pernah pesantren Muhammadiyah punya relasi dengan mencari duit dari santri. Itu haram hukumnya. Pesantren harus sederhana, disiplin, dan berbudi tinggi,” tegasnya. Tanpa kedisiplinan, menurutnya, seluruh kegiatan akan mudah berantakan.

Ia juga mengkritik sikap anti terhadap kelompok lain. “Nggak usah kita ini Muhammadiyah, dia NU, lalu dijauhkan. Kita rampul. Ambil nilai positifnya. Pesantren tradisional pun bisa jadi mitra. Kolaborasi ini kekuatan sosial. Jangan jadi sektarian,” serunya.

Pesan penting lainnya yang ditekankan Irzal adalah penguatan intelektualitas dan kemandirian berpikir. Ia menilai bahwa nadzir atau pemimpin pesantren harus berwawasan luas, tidak cukup hanya memahami Tarjih, melainkan mampu menggali berbagai sumber keilmuan.

Pola pikir kewirausahaan dan sikap independen, kata dia, wajib dimiliki oleh para calon ulama agar tidak tunduk pada tekanan oligarki. “Jadilah ulama yang menyatakan kebenaran, bukan yang membenarkan kenyataan,” tegas Irzal.

Dalam konteks pengembangan pesantren, ia menyebut bahwa beasiswa telah disiapkan bagi para santri dan alumni untuk melanjutkan studi, baik di dalam negeri maupun luar negeri. Namun, ia menekankan pentingnya kesiapan sistem agar program tersebut berkelanjutan.

Seminar ini juga menghadirkan Direktur Eksekutif Departemen Ekonomi dan Syariah Bank Indonesia Ita Rulina, yang menggarisbawahi pentingnya membangun kemandirian ekonomi pesantren melalui sinergi strategis dengan lembaga-lembaga keuangan nasional. Dalam paparannya, Ita menekankan pesantren tidak hanya menjadi pusat pendidikan dan pembinaan moral, tetapi juga memiliki potensi besar sebagai penggerak ekonomi umat jika dikelola dengan baik.

“Kolaborasi dengan Bank Indonesia sangat krusial untuk menciptakan kemandirian ekonomi yang berkelanjutan,” ujarnya di hadapan peserta seminar. Ia menjelaskan Bank Indonesia memiliki berbagai program pemberdayaan ekonomi berbasis pesantren, mulai dari pelatihan literasi keuangan syariah, fasilitasi pembentukan koperasi pesantren, hingga pendampingan usaha mikro dan kewirausahaan santri.

Lebih jauh, Ita menyebut pesantren memiliki keunikan dalam model sosial dan kulturalnya yang bisa menjadi kekuatan ekonomi tersendiri. Dengan pendekatan komunitas yang solid dan jejaring alumni yang luas, pesantren memiliki basis untuk mengembangkan usaha kolektif yang berbasis nilai-nilai keislaman.

“Pesantren memiliki kekuatan sosial yang tidak dimiliki lembaga lain. Jika ini dikapitalisasi dengan baik melalui kolaborasi multipihak, dampaknya bisa luar biasa,” tambahnya.

Acara kemudian ditutup dengan sesi diskusi interaktif yang memperlihatkan antusiasme tinggi dari para peserta. Seminar ini menjadi bukti komitmen kuat PWM Jawa Tengah untuk memperkuat posisi pesantren sebagai basis utama kaderisasi ulama yang unggul, terbuka, dan berintegritas. (Genis/Humas)

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Dorong Kemandirian Pangan, Tim PPK Ormawa FT UMS Gelar Sekolah Perempuan

    Dorong Kemandirian Pangan, Tim PPK Ormawa FT UMS Gelar Sekolah Perempuan

    • calendar_month Selasa, 7 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 54
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pemberdayaan Kapasitas Organisasi Kemahasiswaan (PPK Ormawa) Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Averroes Fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Surakarta (FT UMS) kembali menggelar kegiatan Sekolah Perempuan Smartani Jati sebagai inovasi praktis dalam memanfaatkan potensi lokal secara berkelanjutan. Kegiatan ini diselenggarakan di Desa Jati, Kecamatan Gatak Sukoharjo. Smartani Jati merupakan bentuk nyata sinergi […]

  • Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    Menanti Al-Mahdi: Mengapa Umat Islam Tidak Boleh Menjadi Penonton Zaman?

    • calendar_month Kamis, 12 Mar 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 68
    • 0Komentar

    Oleh: Najib Maulana Alfikri Dengan melihat rentetan berita akhir-akhir ini, banyak dari kita telah menyaksikan teater tragedi yang diputar berulang-ulang. Jet tempur serta rudal selalu ada di langit malam dan warga sipil serta anak-anak tak berdosa menangis di atas puing-puing peradaban mereka sendiri. Di sisi lain, para pemimpin negara berbalut jas rapi sedang menandatangani kesepakatan […]

  • BERJALAN BAIK, SIAPA BILANG PANDEMI MENGALAHKAN KEGIATAN MUSYRAN KAMI?

    BERJALAN BAIK, SIAPA BILANG PANDEMI MENGALAHKAN KEGIATAN MUSYRAN KAMI?

    • calendar_month Jumat, 9 Apr 2021
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.207
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM, BALIKPAPAN – PR SMA Muhammadiyah 2 baru saja melaksanakan kegiatan Musyran kesembilan yang berlangsung pada tanggal 8-9 April 2021. Namun, tahun ini ada yang sedikit berbeda dari kegiatan Musyran pimpinan ranting SMA Muhammadiyah 2 Al Mujahidin, Balikpapan. Kegiatan ini dilaksanakan secara virtual menggunakan aplikasi zoom. Meskipun dengan segala keterbatasan yang ada, tak menjadi penghalang […]

  • Bikersmu Chapter Kabupaten Tegal Resmi Dikukuhkan Oleh PP BikersMu bersama LSBO PDM Kab. Tegal

    Bikersmu Chapter Kabupaten Tegal Resmi Dikukuhkan Oleh PP BikersMu bersama LSBO PDM Kab. Tegal

    • calendar_month Senin, 22 Sep 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 43
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Tegal – Ahad (21/09) Komunitas BikersMu Chapter Kabupaten Tegal resmi dikukuhkan oleh Azhar Labib, S.Pd.I, M.Pd selaku Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat BikersMu. dibersamai oleh Ketua Lembaga Seni, Budaya, dan Olahraga Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kabupaten Tegal. Acara pengukuhan berlangsung di Masjid Al-Furqon, Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Margasari. Komunitas ini beranggotakan 50 orang lebih dari berbagai […]

  • Mahasiswa UMS Olah Biji Labu Kuning Jadi Sumber Squalene Nabati untuk Kosmetik dan Farmasi

    Mahasiswa UMS Olah Biji Labu Kuning Jadi Sumber Squalene Nabati untuk Kosmetik dan Farmasi

    • calendar_month Senin, 6 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 61
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Program Kreativitas Mahasiswa Riset Eksakta (PKM-RE) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang menamakan diri Tim Curbita. Mereka mengusung riset berjudul “Ekstraksi Senyawa Squalene dan Antioksidan dari Cucurbita moschata Duch dengan Bantuan Gelombang Mikro: Optimasi Berbasis Box-Behnken Design”. Penelitian ini berangkat dari tingginya kebutuhan squalene, senyawa bioaktif yang memiliki sifat antioksidan, antiinflamasi, imunomodulator, […]

  • Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    Seminar Nasional IQT Fair XII 2026 Ajak Generasi Muda Belajar dari Sejarah dan Al-Qur’an

    • calendar_month Selasa, 29 Sep 2026
    • account_circle Choiril Amirah Farida
    • visibility 81
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Sejarah bukan sekadar catatan masa lalu, melainkan sumber pelajaran untuk membentuk generasi yang berpikir kritis, menjunjung keadilan, dan memahami akar perpecahan. Pesan tersebut mengemuka dalam Seminar Nasional dan Kajian Akbar yang menjadi puncak IQT Fair XII 2026 di Gedung Graha 58 Serbaguna Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Sabtu (26/9/2026). Mengangkat tema “Membaca Sejarah, […]

expand_less