Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

Gagas Museum Perjuangan Dai, LDK Muhammadiyah Dorong Edukasi Sejarah Dakwah

  • account_circle Kabar Muhammadiyah
  • calendar_month Selasa, 10 Feb 2026
  • visibility 60
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, Jakarta — Gagasan pendirian Museum Perjuangan Dai mencuat sebagai upaya memperkuat pemahaman sejarah dakwah Islam di Indonesia. Usulan tersebut disampaikan oleh Aulia Asmul, anggota Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat Muhammadiyah, sebagai bentuk kepedulian terhadap minimnya literasi sejarah perjuangan para dai di kalangan santri dan pegiat Islam.

Aulia menilai bahwa peran para dai tidak hanya terbatas pada aktivitas keagamaan, tetapi juga memiliki kontribusi signifikan dalam perjuangan merebut dan mempertahankan kemerdekaan Republik Indonesia. Melalui dakwah, pendidikan, dan gerakan sosial, para Dai turut menanamkan nilai-nilai keislaman yang sejalan dengan semangat kebangsaan.

“Perlu ada ruang edukasi yang mampu merekam dan menyampaikan perjuangan para dai secara komprehensif. Museum dapat menjadi sarana yang efektif untuk itu,” kata Aulia.

Ia menjelaskan, Museum Perjuangan Dai diharapkan menjadi pusat pembelajaran sejarah yang mampu menjangkau generasi muda, khususnya santri dan aktivis dakwah. Selain menampilkan dokumentasi sejarah, museum tersebut juga dapat menjadi ruang diskusi dan refleksi mengenai peran dakwah dalam konteks keindonesiaan.

“Nantinya kita akan berusaha mendorong agar pendirian museum tersebut dapat terealisasikan, upaya selanjutnya mungkin kita akan menyampaikan secara langsung ke Kementerian Kebudayaan”

Gagasan ini diharapkan dapat mendorong kolaborasi antara lembaga dakwah, institusi pendidikan, dan masyarakat luas guna merealisasikan pendirian museum sebagai bagian dari upaya menjaga warisan sejarah Islam di Indonesia.

  • Penulis: Kabar Muhammadiyah

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    GURU: MEMAKNAI SANG PEMBANGUN NEGERI

    • calendar_month Sabtu, 25 Nov 2023
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 331
    • 0Komentar

    Oleh : Andi Rezti Maharani* Seorang tentara akan lahir dari seorang guru. Seorang insinyur akan lahir dari seorang guru. Seorang dokter bahkan akan lahir dari seorang guru. Apapun profesinya, lahir dari guru dan pula suatu saat akan menjadi guru. Guru bagi istrinya, maupun guru untuk anak-anaknya. Mari kita membahas spesifikasi profesi seorang guru. Guru merupakan […]

  • Batasan Bacaan Rukuk, Sujud, dan Doa Pasca Tasyahud

    Batasan Bacaan Rukuk, Sujud, dan Doa Pasca Tasyahud

    • calendar_month Selasa, 14 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 75
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Permasalahan pada pelaksanaan ibadah masih banyak dibicarakan oleh kalangan warga Muhammadiyah. Terutama, pada salat, yang sering kali mendominasi pada pertanyaan-pertanyaan di majelis ilmu atau platform digital milik Muhammadiyah. Dosen Hukum Ekonomi dan Syariah (HES) Fakultas Agama Islam (FAI) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS)  Dr. Isman, S.H.I., M.H.,  menemukan sebuah pertanyaan yang kerap kali […]

  • Gerimis Berkah di Bumiayu: Ribuan Jamaah Menyatu dalam Semangat dan Teguhkan Dakwah Islam Berkemajuan

    Gerimis Berkah di Bumiayu: Ribuan Jamaah Menyatu dalam Semangat dan Teguhkan Dakwah Islam Berkemajuan

    • calendar_month Minggu, 12 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 39
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bumiayu-Brebes || Ribuan jamaah tumpah ruah memenuhi halaman Masjid Raya Muhammadiyah H. Arman Thaifuri (Mantaf), halaman Panti Asuhan/MCC Muhammadiyah, hingga area persawahan hijau di sepanjang Jalan Lingkar Km 4 Kalierang–Bumiayu, Kabupaten Brebes untuk mengikuti Pengajian Akbar Jum’at Kliwon, Jumat (10/10/2025). Di bawah langit senja yang sempat diguyur gerimis, semangat dakwah dan ukhuwah justru kian […]

  • Busyro Muqoddas: Tiga Unsur Kesejahteraan

    Busyro Muqoddas: Tiga Unsur Kesejahteraan

    • calendar_month Rabu, 20 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 207
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta – Pada malam ke-7 Ramadhan ini ceramah tarawih di Masjid Islamic Center UAD diisi oleh Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum. dalam mengawali ceramahnya dia menyampaikan bahwa setiap muslim memiliki kewajiban untuk saling memberikan tausiyah yang didasarkan kepada nilai-nilai kebenaran dan pada malam ini dia yang menyampaikan sebuah ceramah tentang tanggung jawab […]

  • Hapus Air Mata Penyintas, Muhammadiyah Salurkan Bantuan Operasional dan 1.400 Paket Rendangmu

    Hapus Air Mata Penyintas, Muhammadiyah Salurkan Bantuan Operasional dan 1.400 Paket Rendangmu

    • calendar_month Rabu, 9 Sep 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 85
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, MANGGARAI TIMUR – Di tenda pengungsian bantuan kemanusiaan telah dikemas untuk para penyintas. Bantuan logistik terdiri dari Rendangmu dan Family Kit serta School Kit yang telah tiba terlebih dahulu bersamaan dengan bantuan pendukung lainnya yang diperoleh dari hasil galang dana kemanusiaan Lazismu lewat program Indonesia Siaga. Selain itu, Muhammadiyah menyalurkan bantuan operasional untuk Emergency […]

  • Refleksi Spiritual dalam Buku Baru Fathan Faris Saputro: Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu

    Refleksi Spiritual dalam Buku Baru Fathan Faris Saputro: Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu

    • calendar_month Kamis, 7 Nov 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 370
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID – Fathan Faris Saputro, seorang penulis muda berbakat yang karyanya kerap menginspirasi pembaca, kembali hadir dengan buku terbarunya yang berjudul Kenapa Harus Berubah? Karena Tuhan Sesayang Itu. Buku ini menghadirkan refleksi mendalam tentang perubahan sebagai bentuk kasih sayang Tuhan, sekaligus menjadi dorongan untuk manusia agar selalu memperbaiki diri. Diterbitkan oleh Penerbit Eja, buku Kenapa […]

expand_less