
KABARMUH.ID, SURAKARTA – Program Studi Pendidikan Matematika Universitas Muhammadiyah Surakarta (MathEdu UMS) terus menunjukkan komitmennya dalam mencetak pendidik masa depan yang adaptif dan berdaya saing global. Komitmen tersebut diwujudkan melalui program internasional bertajuk Mathematics Learning Assessment yang menghadirkan akademisi dari University of Brunei Darussalam dalam rangkaian kegiatan Visiting Lecturer.
Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Zoom Meeting ini berlangsung dalam empat sesi, yakni pada 27 April, 4 Mei, 11 Mei, dan 18 Mei 2026. Program tersebut menjadi wadah kolaborasi internasional untuk memperluas wawasan mahasiswa sekaligus memperkuat kompetensi sivitas akademika dalam merancang asesmen pembelajaran matematika yang inovatif dan relevan dengan perkembangan teknologi.
Kepala Program Studi Pendidikan Matematika UMS, Rita Pramujiyanti Khotimah, S.Si., M.Sc., Ph.D., menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi bagian dari upaya prodi dalam menghadirkan pengalaman belajar yang lebih luas bagi mahasiswa.
“Program ini merupakan inisiatif penting untuk memperkaya pengalaman belajar mahasiswa dengan menghadirkan perspektif belajar yang lebih luas, terutama dari para ahli dan praktisi di luar UMS,” ujarnya, Selasa, (26/5).
Melalui program Visiting Lecturer ini, lanjutnya, mahasiswa MathEdu UMS diharapkan memperoleh perspektif internasional mengenai perkembangan asesmen matematika global. Kegiatan tersebut tidak hanya memperkaya pemahaman teoretis, tetapi juga menjadi pemantik lahirnya riset-riset inovatif, termasuk penelitian terkait pengaruh gamifikasi terhadap kemampuan manipulasi aljabar siswa.
“Program ini menjadi langkah nyata MathEdu UMS dalam membangun atmosfer akademik yang inovatif, kompetitif, dan berorientasi global guna mencetak pendidik matematika yang siap menghadapi perkembangan teknologi di dunia pendidikan,” tegasnya.
Selain itu, Rita mengungkapkan bahwa mahasiswa dapat memperoleh pengetahuan dari dosen atau praktisi luar negeri yang memiliki pengalaman berbeda dalam bidang penilaian pembelajaran matematika.
Rangkaian kuliah tamu menghadirkan sejumlah pakar di bidang pendidikan matematika.
Sesi pertama dibuka oleh Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill. Pada sesi kedua, materi disampaikan oleh Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill bersama Dr. Nor Azura Abdullah. Sementara itu, sesi ketiga menghadirkan kolaborasi Assoc. Prof. Dr. Masitah Shahrill dengan Nur Adlina binti Haji Ya’akub.

Dalam setiap sesi, para narasumber membahas Technology-Enhanced Evaluation in Mathematics atau Asesmen Matematika Berbasis Teknologi sebagai pendekatan untuk mentransformasi evaluasi pembelajaran menjadi lebih interaktif dan bermakna. Peserta diperkenalkan pada tiga konsep utama evaluasi modern, yakni Assessment for Learning, Assessment of Learning, dan Assessment as Learning.
Para pemateri juga menegaskan bahwa teknologi digital dapat membantu pendidik dalam memetakan miskonsepsi siswa secara real-time. Namun demikian, teknologi tetap diposisikan sebagai alat pendukung, sementara kualitas pedagogi dan proses pembelajaran tetap menjadi faktor utama dalam pendidikan.
Salah satu materi yang menarik perhatian peserta disampaikan pada sesi ketiga melalui pembahasan Digital Quiz-based Gamification. Pada sesi tersebut, narasumber memperkenalkan inovasi pembelajaran “Maths Millionaire”, sebuah konsep gamifikasi yang mengadopsi tantangan bertahap, leaderboard, dan sistem lifelines untuk meningkatkan keterlibatan siswa dalam pembelajaran matematika.
Pendekatan tersebut dinilai mampu meningkatkan motivasi belajar siswa sekaligus mendorong peningkatan hasil belajar matematika. Selain membahas implementasi inovasi pembelajaran, kegiatan ini juga membuka ruang diskusi terkait berbagai tantangan di lapangan, seperti passive learning, off-task behaviour, hingga kendala keterbatasan perangkat teknologi. (Fika/Humas)
Editor: Choiril Amirah Farida



