Muhammadiyah Kaltim Gelar Pengajian Ramadan dan Ideopolitor di UMKT, Perkuat Spirit Dakwah dan Ekonomi Umat
- account_circle Redaksi Kabarmuh
- calendar_month Minggu, 8 Mar 2026
- visibility 17
- comment 0 komentar
- print Cetak

Ratusan Kader Muhammadiyah Kaltim Ikuti Pengajian Ramadan di UMKT
info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Ratusan Kader Muhammadiyah Kaltim Ikuti Pengajian Ramadan di UMKT
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Kalimantan Timur (PWM Kaltim) menggelar Pengajian Ramadan, Ideopolitor, dan Musyawarah Pimpinan Wilayah (Musypimwil) di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Jalan Ir. Juanda, Samarinda. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Jumat hingga Ahad, 6–8 Maret 2026.
Sekitar 200 peserta mengikuti kegiatan tersebut, terdiri dari anggota PWM Kaltim, Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah, pimpinan majelis dan lembaga tingkat wilayah, ketua dan sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah se-Kalimantan Timur, pimpinan organisasi otonom tingkat wilayah, serta pimpinan perguruan tinggi Muhammadiyah di Kalimantan Timur.
Acara dibuka secara resmi pada Jumat sore dengan rangkaian pembacaan ayat suci Al-Qur’an, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Sang Surya. Pembukaan kemudian dilanjutkan dengan sambutan Rektor UMKT, Dr. Muhammad Musiyam, selaku tuan rumah kegiatan.
Dalam sambutannya, Musiyam menegaskan bahwa Ramadan merupakan momentum penting bagi umat Islam untuk memperkuat spiritualitas sekaligus membangun kepedulian sosial.
“Ramadan adalah madrasah spiritual. Di bulan ini kita dilatih menahan diri, membersihkan hati, memperkuat keikhlasan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa hidup ini berada dalam pengawasan Allah,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa spiritualitas dalam Islam tidak berhenti pada ibadah pribadi semata, tetapi harus melahirkan gerakan sosial yang membawa kemaslahatan bagi masyarakat.
“Keimanan harus melahirkan kerja, dan spiritualitas harus melahirkan peradaban,” katanya.
Musiyam juga mengingatkan teladan pendiri Muhammadiyah, K.H. Ahmad Dahlan, yang tidak hanya berdakwah melalui pengajian, tetapi juga membangun sekolah, rumah sakit, panti asuhan, serta berbagai amal usaha yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Menurutnya, dakwah Muhammadiyah sejak awal memang tidak hanya berorientasi pada ceramah keagamaan, tetapi juga menghadirkan solusi sosial dan kemandirian umat.
“K.H. Ahmad Dahlan mengajarkan bahwa dakwah tidak cukup hanya dengan kata-kata. Dakwah harus menghadirkan kekuatan sosial dan kemandirian umat,” ujarnya.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat ekonomi umat sebagai bagian dari tanggung jawab moral dan keagamaan.
“Ketika kita merasakan lapar dan dahaga dalam puasa, kita diingatkan bahwa masih banyak saudara-saudara kita yang berjuang memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu membangun ekonomi umat adalah bagian dari amanah keagamaan,” jelasnya.

Sementara itu Ketua PWM Kalimantan Timur, K.H. Siswanto, mengatakan kegiatan Pengajian Ramadan dan Ideopolitor merupakan forum penting bagi Muhammadiyah untuk melakukan konsolidasi organisasi sekaligus memperdalam pemahaman ideologi gerakan.
“Pengajian Ramadan ini menjadi sarana tajdid atau pembaruan pemikiran, konsolidasi organisasi, sekaligus penguatan ideologi Muhammadiyah,” katanya.
Menurut Siswanto, Muhammadiyah sebagai gerakan Islam berkemajuan perlu terus memperkuat manhaj beragama agar para kader tidak mudah terpengaruh oleh berbagai paham yang berkembang di tengah masyarakat.
Selain itu, forum Ideopolitor juga memberikan panduan kepada kader Muhammadiyah dalam menyikapi dinamika politik nasional.
“Politik Muhammadiyah adalah politik nilai atau politik kebangsaan. Artinya kita memberikan panduan moral dalam kehidupan berbangsa tanpa menjadikan Muhammadiyah sebagai partai politik,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut juga dilakukan penandatanganan kerja sama antara PT MEK Surya Mandiri (BUMM) dengan PT Asfar Indo Asa Barokah terkait penyelenggaraan perjalanan umrah dan haji. Selain itu, PWM Kaltim juga menandatangani nota kesepahaman dengan Dewan Pimpinan Daerah Realestat Indonesia (REI) Kalimantan Timur terkait program penyediaan perumahan bagi warga dan simpatisan Muhammadiyah di Kalimantan Timur.
Rangkaian kegiatan selama tiga hari diisi dengan berbagai sesi pengajian dan diskusi tematik yang menghadirkan sejumlah narasumber nasional dan regional, di antaranya Ketua PP Muhammadiyah Dr. H. Anwar Abbas, serta sejumlah tokoh Muhammadiyah lainnya.
Materi yang dibahas meliputi lingkungan hidup dalam perspektif Islam, penguatan ekonomi dan kewirausahaan warga Muhammadiyah, pembinaan generasi muda di era digital, hingga penguatan gerakan ekonomi di lingkungan persyarikatan.(ay.1)
- Penulis: Redaksi Kabarmuh
Saat ini belum ada komentar