Dosen Keperawatan UMY Gelar Pelatihan Manajemen Kesehatan di Pondok Pharianwittaya Thailand

KABARMUH.ID, THAILAND – Tim pengabdian masyarakat dari Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) melakukan kegiatan pemberdayaan diri dan kesehatan bagi santri, bertempat di sekolah Pharianwittaya Thailand selatan.
Kegiatan yang berlangsung pada Selasa, 10 Februari 2026 ini diikuti oleh 47 santri laki-laki dan perempuan. Tujuan kegiatan pengabdian ini menitikberatkan pada kemampuan dalam memelihara kesehatan baik fisik, mental maupun spiritual. Masalah kesehatan fisik yang sering dialami santri pondok pesantren antara lain batuk, pilek, diare, gatal pada kulit, alergi, asma dan lain sebagainya.
Sedangkan masalah kesehatan mental santri terkait dengan kecemasan, stress, takut, homesick karena jauh dari keluarga. Melalui pelatihan ini santri dibekali dengan pengetahuan dan keterampilan terkait perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) berbasis Rekomendasi Rasulullah SAW dan hasil penelitian terkini.
Narasumber pelatihan sekaligus Dosen Ilmu Keperawatan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Ns. Wulan Noviani, MM., M.Kep., Ph.D, menjelaskan bahwa manajemen diri dan kesehatan merupakan kemampuan penting yang harus dipromosikan dan dilatih khususnya bagi santri pondok pesantren yang juga merupakan generasi Z yang memiliki kerentanan terkait masalah kesehatan fisik dan mental.
“Kemampuan dalam manajemen diri dan kesehatan adalah aspek dasar yang sangat penting karena akan mempengaruhi kesuksesan belajar santri Gen Z di pondok pesantren. Ini membantu santri dalam membangun kebiasaan baik sesuai rekomendasi Rasulullah SAW dan meningkatkan keterampilan santri dalam mengatasi kecemasan dan ketakutan melalui latihan relaksasi nafas dalam dengan kombinasi metode zikir 4-7-8 detik dan Murotal Al Quran,” ujar Wulan.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Imam Suprabowo, S.Sos.I., M.Pd.I ., menambahkan bahwa sebagai calon dai kemampuan ini dibutuhkan santri untuk selalu menjaga stamina di tengah kompleksitas masalah kesehatan yang dihadapi di dalam pondok. Santri yang memiliki tubuh sehat dan kuat secara mental sangat dibutuhkan untuk dapat menjalankan peran dakwah Islam kedepannya.
Hal unik dalam pelatihan ini adalah integrasi riset terkini dengan rekomendasi Rasulullah SAW dalam konsep manajemen diri dan kesehatan. Konsep pelatihan ini merujuk pada kemampuan diri untuk mengidentifikasi potensi bahaya yang mengancam kesehatan baik fisik, mental maupun spiritual dan membentuk kebiasaan baru dalam perilaku hidup bersih dan sehat melalui contoh riset terkini yang aplikatif.
Kolaborator dalam kegiatan pengabdian ini adalah Dr Maesaroh dari Yala University, Thailand. Harapan Dr Maesaroh bahwa kegiatan serupa dapat dilakukan secara rutin untuk meningkatkan kemampuan santri dalam mengelola diri dan menjaga kesehatan di daerah minoritas muslim di Thailand Selatan.
Pelatihan ini menggunakan berbagai metode inovatif dan interaktif seperti video terkait perilaku hidup bersih dan sehat, diskusi interaktif, video tutorial untuk latihan relaksasi nafas dalam dengan kombinasi dzikir dan murotal Al Quran dari Nursing UMY, supaya memberikan ketenangan dalam menghadapi situasi yang sulit dengan membangun kebiasaan relaksasi serta berpikir positif dan menyerahkan semua urusan kepada Allah SWT.
Guru dari sekolah Pharianwittaya, Fikree Tohlaeh, menyambut baik kegiatan pengabdian ini dimana terlihat antusiasme tinggi dari para santri dan guru terkait kegiatan ini. Ia berharap kolaborasi dengan praktisi dan akademisi, khususnya dari UMY, dapat terus terjalin.
“Santri sangat bersemangat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan,” pungkasnya.
Hibah kegiatan pengabdian ini berupa nursing kit/ alat kesehatan yang dapat digunakan dalam memonitor kesehatan bagi civitas akademika di pondok pesantren Pharianwittaya Thailand Selatan.
Kontributor: Ns. Wulan Noviani, MM., M.Kep., Ph.D,



