Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Rektor UMS: Pendidikan Hebat, Indonesia Kuat

Rektor UMS: Pendidikan Hebat, Indonesia Kuat

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 2 Mei 2026
  • visibility 73
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, SURAKARTA – Memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) ums.ac.id menggelar seminar nasional secara daring, Sabtu (2/5) melalui Zoom Meeting. Seminar ini menghadirkan pengamat pendidikan dari berbagai universitas serta pemangku kebijakan, termasuk Direktur Pendidikan Profesi Guru.

Rektor UMS, Prof. Dr. Harun Joko Prayitno, M.Hum., menyampaikan bahwa peringatan hari seperti ini menunjukkan rasa hormat dan kepedulian kepada para pendahulu di bidang pendidikan yang dimotori oleh Ki Hajar Dewantara. Menurutnya, kemajuan kualitas pendidikan akan menentukan kemajuan Indonesia.

“Saya menyampaikan hakikatnya pendidikan maju. Kalau pendidikannya maju, Indonesia akan maju. Kalau pendidikannya hebat, Indonesia akan kuat. Kalau pendidikannya maju dan kuat, kira-kira harapannya bangsa dan masyarakatnya menjadi bermartabat,” kata Harun.

Ia menjelaskan bahwa pendidikan yang bermartabat bukan hanya mencerdaskan, tetapi juga mencerahkan. Di dalamnya terdapat nilai, kemanfaatan, serta prinsip khairunnas anfa’uhum linnas. Selain itu, pendidikan bermartabat juga mengandung unsur keberlanjutan.

Lebih lanjut, Harun menyinggung pesan dari pendiri Muhammadiyah, KH. Ahmad Dahlan, tentang pentingnya menjadi pembelajar sepanjang hayat.

“Teruslah belajar, teruslah sekolah. Tuntutlah ilmu pengetahuan di mana pun, dari mana pun, dan kapan pun. Jadilah guru, jadilah insinyur, jadilah master. Ketika itu kan belum menyebut jadilah dokter, belum ada; jadilah profesor, belum ada. Di-closing dengan kalimat, ‘Kembalilah ke rumah besar pendidikan’, dalam hal ini rumah besar Muhammadiyah,” ujar Harun mengutip perkataan pendiri Muhammadiyah itu.

Dalam konteks tersebut, ia menegaskan bahwa guru yang telah tersertifikasi tetap harus terus belajar. Begitu pula dosen, meskipun telah menyandang gelar profesor, harus terus berinovasi dan menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Sementara itu, Ferry Maulana Putra, S.Pd., M.Ed., selaku direktur, menyampaikan bahwa pemerintah berkomitmen meningkatkan kesejahteraan guru, baik di sekolah negeri maupun swasta. Upaya tersebut dilakukan melalui pemberian tunjangan profesi serta sertifikasi melalui Program Pendidikan Profesi Guru (PPG).

Ia menjelaskan bahwa guru profesional setidaknya memiliki tiga kriteria utama, yaitu berpendidikan minimal S1, memiliki kompetensi, dan memiliki sertifikat pendidik.

“PPG sebagai bagian integral dari kerangka tata kelola guru nasional,” ujar Ferry.

Ferry juga sependapat dengan Rektor UMS bahwa sertifikasi bukanlah akhir dari proses peningkatan kompetensi guru.

“Betul sekali apa yang dikatakan Pak Rektor, guru yang bersertifikat itu baru awal sebagai guru, karena dia harus mengembangkan kompetensinya terus, terus mengembangkan kinerjanya. Karena di situlah mulai guru yang bersertifikat itu untuk segera meningkatkan kualitas, melakukan pengembangan kompetensi, kinerja, yang secara berkelanjutan,” kata dia.

Direktur Direktora Pendidikan Profesi Guru Ferry Maulana Putra menyampaikan materinya di seminar nasional

Selanjutnya, Dekan FKIP, Prof. Dr. Anam Sutopo, M.Hum., menekankan bahwa aspek digital tidak boleh ditinggalkan dalam membahas kompetensi guru profesional.

“Oleh karena itu, transformasi peran guru itu menjadi penting dan guru sebagai aktivator, guru sebagai kolaborator, sebagai pengembang budaya belajar, itu menjadi perhatian tersendiri. Sehingga guru sebagai aktivator itu menstimulasi peserta didik untuk mencapai tujuan pembelajaran dan kriteria kesuksesan dengan strategi yang beragam, termasuk pendekatan berbasis digital,” ungkap Anam.

Menurutnya, guru profesional di era digital bukanlah yang paling mahir teknologi, melainkan yang adaptif, konektif, kreatif, dan reflektif, serta mau terus belajar menggunakan berbagai alat dan platform baru.

Ia juga mengungkapkan bahwa data menunjukkan sebanyak 43% guru belum mahir digital, sehingga cenderung menjadi penonton dan kurang adaptif terhadap teknologi. Selain itu, beban administrasi yang mencapai 60% juga menjadi persoalan nasional.

“Jadi saya kira beban guru terkait dengan administrasi ini harus betul-betul menjadi perhatian dan perhatian yang besar. Ada miskonsepsi, bukan siswa dan salah gurui, sistemnya yang harus kita akselerasi,” tegas Anam.

Dalam seminar ini, hadir juga para pembicara dari berbagai kampus, yaitu Prof. Dr. Andi Sukri Syamsuri, M.Hum., (FKIP Unismuh), Prof. Dr. Chandra Anugrah Putra (FKIP UMPR), dan Dr. Muhammad Nizaar, S.Pd., M.Pd. (FKIP UMMAT). (Maysali/Humas)

Editor : Amtsal Ajhar

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Tingkatkan Mutu Pendidikan, EdutabMu Batch II Adakan Monev di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

    Tingkatkan Mutu Pendidikan, EdutabMu Batch II Adakan Monev di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung

    • calendar_month Sabtu, 27 Apr 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 185
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Bandar Lampung – Monitoring dan evaluasi (monev) Program Edutabmu Batch II dilaksanakan di SD Muhammadiyah 3 Bandar Lampung pada hari Kamis, 25 April 2024. Kegiatan ini dihadiri oleh Mr. P. Ming Wong (Vice President of Government and Global Partnership at Enuma Inc), Mr. C.D Liang (Director, Development The Head Foundation), Dr. Drs, Kasiyarno, B.A., […]

  • BPJS Kesehatan Goes To Campus, FIK UMS Dorong Mahasiswa Pahami Pentingnya Jaminan Kesehatan

    BPJS Kesehatan Goes To Campus, FIK UMS Dorong Mahasiswa Pahami Pentingnya Jaminan Kesehatan

    • calendar_month Jumat, 2 Okt 2026
    • account_circle Unaise Albunayya
    • visibility 55
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Fakultas Ilmu Kesehatan (FIK) Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) menjadi salah satu sasaran pelaksanaan program BPJS Kesehatan Goes To Campus. Kegiatan tersebut menjadi sarana edukasi bagi mahasiswa mengenai Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN), manfaat jaminan kesehatan, serta peran mahasiswa bidang kesehatan dalam mendukung keberlanjutan program jaminan sosial. Dekan FIK UMS, Prof. Dr. Umi […]

  • BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!!

    BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!!

    • calendar_month Selasa, 26 Mar 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 446
    • 0Komentar

    BEASISWA PONDOK SHABRAN PUTRI TELAH DIBUKA KEMBALI!! PENERIMAAN MAHASANTRI BARU PROGRAM BEASISWA PENDIDIKAN KADER ULAMA PIMPINAN PUSAT MUHAMMADIYAH PONDOK MUHAMMADIYAH HAJJAH NURIYAH SHABRAN UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH SURAKARTA TAHUN 2024/2025 (PUTRI) Waktu Pendaftaran: 1 Maret 2024 – 22 Juni 2024 Daftar Online di: pondokshabran.ums.ac.id/beasiswa Pondok Muhammadiyah Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (Pondok Shabran UMS) adalah program […]

  • Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    Konsisten Mengirim Dai Pengabdian, LDK PP Muhammadiyah Gelar Bimtek dengan Pondok Shabran UMS

    • calendar_month Rabu, 9 Okt 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 180
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Lembaga Dakwah Komunitas (LDK) Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mengadakan Bimbingan Teknis (Bimtek) untuk Dai Pengabdian Pondok Hajjah Nuriyah Shabran Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) pada Selasa, 8 Oktober 2024 secara daring melalui Zoom Meeting. Bimtek ini diselenggarakan agar para dai pengabdian Pondok Shabran UMS bisa meningkatkan keterampilan juga persiapan untuk dakwah, khususnya dakwah komunitas. Selain […]

  • Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    Tapak Jejak Pendidikan Indonesia di Era 4.0

    • calendar_month Jumat, 25 Mar 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 653
    • 0Komentar

    Oleh : Ghinaa Masturina Berbicara mengenai Pendidikan di Indonesia, tanpa disadari kita sangatlah dekat dengan kata ‘penindasan’, baik dari segi politik, sosial, budaya, Pendidikan, dan lain-lain. Penindasan dominan dirasakan oleh kaum lemah atau kaum tertindas seperti orang miskin, kelompok minoritas, penyandang disabilitas, dan lain sebagainya. Hal seperti ini telah dibahas oleh Paulo Freire dalam bukunya […]

  • IMM Sukoharjo Rancang Masa Depan, Adakan Perkaderan IMM Madya Nasional Angkat Isu Ekologi

    IMM Sukoharjo Rancang Masa Depan, Adakan Perkaderan IMM Madya Nasional Angkat Isu Ekologi

    • calendar_month Jumat, 24 Jan 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 182
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo – Pimpinan Cabang Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Sukoharjo mengadakan Pelatihan Darul Arqam Madya tingkat Nasional. Acara ini diadakan pada tanggal 22-26 Januari 2025, bertempat di Double Degree UMS. Panitia mengangkat Tema “Eko-Futurologi Maroon: Meramu Ikatan Menata Gerakan” . Acara kali ini diikuti oleh 37 peserta yang berasal dari beberapa daerah diantaranya PC IMM Barito […]

expand_less