Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » HPKP IMM dan BEM FAI UMP Gelar Diskusi Politik Perempuan: Perempuan Harus Bersuara

HPKP IMM dan BEM FAI UMP Gelar Diskusi Politik Perempuan: Perempuan Harus Bersuara

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Sabtu, 25 Apr 2026
  • visibility 22
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, PURWOKERTO – Jum’at (24/4/2026), Bidang Hikmah Politik dan Kebijakan Publik (HPKP) IMM Komisariat Buya Hamka Universitas Muhammadiyah Purwokerto bersama Kementerian Sosial Politik (Sospol) BEM Fakultas Agama Islam UMP menggelar diskusi politik perempuan dengan tema “Dari Raden Ajeng Kartini ke Generasi Kini: Antara Emansipasi, Relevansi Perjuangan, dan Realitas Kesetaraan dalam Politik Gender”. Kegiatan yang berlangsung di lingkungan kampus UMP ini diikuti oleh sejumlah komisariat di Cabang A.K. Anshori Purwokerto serta para delegasi BEM Fakultas se-UMP.

Narasumber tunggal, Muhandisa Elvin Pramita, memantik diskusi dengan menyoroti pemikiran kritis R.A. Kartini yang kerap direduksi sekadar simbol kebaya dan tata krama. Padahal, melalui surat-suratnya kepada Stella Zeehandelaar sejak 1899, Kartini secara gamblang membahas pendidikan, poligami, feodalisme, hingga kritik sistem kolonial. Peneliti Elisabeth Riedel menyebut surat-surat itu sebagai pemikiran politik radikal, bukan curhat biasa. Penolakan Kartini terhadap feodalisme terekam dalam kalimat ikoniknya: “Panggil aku Kartini saja”  keberanian seorang putri bupati yang sadar menolak privilese gelarnya sendiri.

Pemaparan kemudian merambah pada tantangan emansipasi masa kini. Hak-hak restoratif perempuan meliputi keamanan dan privasi mutlak, kebebasan bersuara dan mengkritik, otonomi ekspresi diri, kesetaraan karier dan kepemimpinan, serta penegakan hukum tegas terhadap kekerasan seksual. Muhandisa menegaskan bahwa Hak Penegakan Keadilan Hukum harus didorong dengan sanksi berat seperti skorsing atau DO bagi pelaku kejahatan seksual, guna memberikan efek jera absolut. Selain itu, Hak Perlindungan Etika Interaksi juga krusial: menolak segala bentuk normalisasi pelecehan verbal, body shaming, maupun candaan tidak etis, baik di ruang sosial maupun digital.

“Perempuan itu harus dihargai. Sebagai laki-laki, ketika ada perempuan lewat, jangan dipandang dengan cara yang merendahkan. Bukan karena dia memakai baju ketat atau longgar, tapi karena dia manusia yang punya martabat,” tegas Muhandisa. Ia menjelaskan bahwa penghormatan terhadap perempuan dimulai dari kesadaran paling dasar: tidak menjadikan tubuh perempuan sebagai objek pandang atau bahan candaan. “Perempuan terlalu murah jika hanya dinilai dari lekuk tubuhnya. Ia lebih harum dari kasturi, menyempurnakan yang cacat, memberi riuh bagi yang sunyi.”

Diskusi semakin hidup saat Hasyifa, salah satu peserta, melontarkan pertanyaan kritis: “Apakah pendidikan Indonesia gagal melahirkan perempuan-perempuan yang kritis?”

Menjawab pertanyaan ini, Muhandisa menjelaskan bahwa kegagalan pendidikan tidak bersifat mutlak, namun sistem pendidikan di Indonesia memang masih sarat dengan bias gender dan cenderung mengajarkan kepatuhan ketimbang keberanian bersuara. Ia mencontohkan bagaimana narasi sejarah sering meminggirkan peran perempuan kritis. Terkait isu pemerkosaan 1998, Muhandisa menegaskan: “Pemerkosaan 98 tidak akan pernah bisa dihapus. Siapa yang bicara ‘lupakan 98’ berarti dia sedang menyiapkan generasi yang tunduk pada kebiadaban. Luka sejarah tidak bisa diputihkan. Justru pendidikan harus berani membuka luka itu agar tidak bernanah. Pendidikan yang gagal adalah pendidikan yang mengajarkan kita melupakan, bukan belajar dari kesalahan.”

Ia lalu mengajak seluruh peserta khususnya perempuan untuk berefleksi: “Kamu mau jadi perempuan seperti apa? Jadilah perempuan yang bersuara. Jangan seperti luka yang dipendam hingga jadi nanah. Karena perempuan yang diam hanya akan menjadi mumi yang kehilangan harga diri.”

Sebagai penutup, peserta diajak merefleksikan teladan tokoh perempuan lintas zaman: Khadijah, wanita pertama pengimani Islam yang mendonasikan hartanya untuk dakwah; Ibu Sumarsih, pencetus Aksi Kamisan yang telah digelar lebih dari 900 kali di berbagai kota Indonesia; serta Christina Hammock Koch, astronot wanita pemecah rekor 328 hari di Stasiun Luar Angkasa Internasional dan misi Artemis II mengelilingi bulan.

____________________________________________

PUISI “PEREMPUAN” Karya Muhandisa Elvi Pramita
(Dibacakan di akhir diskusi)

saya astuti
anak seorang gerwani
yang bapaknya mati ditembak polisi
dicaci, maki, sumpah serapah sudah seperti sarapan pagi
tapi hal yang paling aku sesali adalah menjadi perempuan
pe rem puan. seolah menjadi kutukan abadi
andai saja aku laki-laki aku dihalalkan untuk melawan
2 dekade aku kehilangan tubuhku, kesucianku
siapa pula laki-laki yang mau melirik perempuan tidak perawan
lagi pula di negara ini perempuan selalu dinilai dari tubuhnya
nama asliku chen li, aku tionghoa yang diperkosa tahun 65
negeriku bungkam, tidak ada untungnya juga membela minoritas yang tertindas
bahkan katanya, luka masa laluku akan segera diputihkan
seolah semua kebiadaban hanya bualan
kau pikir diamku hanya kemayu?
kau salah besar, bahkan jika aku mati aku akan lebih menggema di dalam kubur
900 kali aku mengangkat payung hitam, menuntut keadilan, membungkam rapat lukaku yang lama-lama jadi nanah
aku pribumi, harusnya hukum dapat mengadili
tapi pada nyatanya surat-surat itu berakhir jadi bungkus nasi
tertawa, kalian perempuan juga bukan?
berapa kali rasa aman terenggut?
takut bertemu banyak laki-laki di seberang jalan, atau takut pulang larut malam?
baju longgar dianggap suci, baju ketat dianggap jual diri?
ahh, pada akhirnya juga kau telan pahit itu bulat-bulat.
jangan sepertiku sudah lama mati menjadi mumi kehilangan harga diri
ah sudahlah. tuhan saja yang akan mengadili mereka
sedang aku akan ongkang-ongkang tertawa sembari menyeruput anggur kemenangan di akhirat.

___________________________________________

AMANAT PENUTUP

Muhandisa menegaskan di akhir diskusi: “Perempuan terlalu murah jika hanya dinilai dari lekuk tubuhnya. Ia lebih harum dari kasturi, menyempurnakan yang cacat, memberi riuh bagi yang sunyi. Maka jadilah perempuan yang bersuara. Jangan biarkan sejarah memutihkan lukamu. Dan bagi laki-laki: ketika seorang perempuan lewat, cukup tundukkan pandanganmu. Itu awal dari peradaban.”

Kontributor: Ilyas Fachriansyah

Editor: Unaise Albunayya

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • SUMU Lampung Gelar Kopdar Perdana 2025: Bangun Sinergi, Kuatkan Ekonomi Umat

    SUMU Lampung Gelar Kopdar Perdana 2025: Bangun Sinergi, Kuatkan Ekonomi Umat

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 24
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BANDAR LAMPUNG – Serikat Usaha Muhammadiyah (SUMU) Lampung sukses menyelenggarakan Kopdar Perdana di Notizhut, Jl. Pandawa Raya, Harapan Jaya, Sukarame, Kota Bandar Lampung pada Ahad (12/10/25). Acara ini mempertemukan para pelaku usaha dan anggota komunitas UMKM Muhammadiyah dari berbagai sektor, dengan semangat memperkuat jejaring dan membangun kemandirian ekonomi umat. Kegiatan yang berlangsung sejak pukul […]

  • Mahasiswa ITBM Bali Gelar KKN Berbasis Komunitas, Dorong UMKM Aisyiyah Naik Kelas di Era Digital

    Mahasiswa ITBM Bali Gelar KKN Berbasis Komunitas, Dorong UMKM Aisyiyah Naik Kelas di Era Digital

    • calendar_month Senin, 20 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 22
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Denpasar, 18 April 2026 – Mahasiswa Institut Teknologi dan Bisnis Muhammadiyah (ITBM) Bali kembali melaksanakan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) berbasis komunitas sebagai wujud nyata pengabdian kepada masyarakat. Kegiatan ini dilaksanakan dalam dua kelompok, yakni di Pimpinan Wilayah Aisyiyah Bali dan Pimpinan Daerah Aisyiyah Jembrana. KKN tahun ini mengusung tema “Peningkatan Kompetensi Pelaku UMKM […]

  • Mahasiswa FK UMS Raih Juara Favorit Poster Publik di INTERMEDISCO 2025

    Mahasiswa FK UMS Raih Juara Favorit Poster Publik di INTERMEDISCO 2025

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 12
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Muhammadiyah Surakarta (FK UMS). Tiga mahasiswa FK UMS, yakni Syabinna Azzahra Rosalanie, Rengganis Sungsang K, dan Aurora Revi Samantha, berhasil meraih Juara Favorit Poster Publik dalam ajang International Medical Education and Scientific Competition (INTERMEDISCO) 2025 yang diselenggarakan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Islam Indonesia (UII). […]

  • Excitement and Fair Gameplay at Mostbet Casino for India

    Excitement and Fair Gameplay at Mostbet Casino for India

    • calendar_month Kamis, 6 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 9
    • 0Komentar

    Mostbet Casino distinguishes itself in India by offering a thrilling gaming environment paired with a commitment to fair gameplay. Players can explore an extensive array of games, each designed with colorful graphics and engaging mechanics. With certified random number generators ensuring fair outcomes, the platform builds trust among players. However, the excitement doesn’t just stop […]

  • Jack Casino Μετρημένα Ρίσκα και Αληθινές Ανταμοιβές

    Jack Casino Μετρημένα Ρίσκα και Αληθινές Ανταμοιβές

    • calendar_month Rabu, 5 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Όταν μπαίνω σε κάποιο online casino, το πρωταρχικό που κοιτάζω δεν αποτελεί τα παιχνίδια. Είναι το πόσο εξουσία αισθάνομαι. Στο Jack Καζίνο Casino το αντιλαμβάνομαι αμέσως. Δεν έχω να κάνω με μία πλατφόρμα που βασίζεται σε επιδείξεις και βαρύγδουπες υποσχέσεις. Έχω μπροστά μου μια δομή που με βοηθάει να ξέρω ανά πάσα στιγμή πού πηγαίνουν […]

  • Hadapi Covid-19, Warga Muhammadiyah  Kalimantan Tengah Bergerak

    Hadapi Covid-19, Warga Muhammadiyah Kalimantan Tengah Bergerak

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2020
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 778
    • 0Komentar

    KABARMUH.COM,KALTENG – Pandemi Covid 19 menjadi sebuah bencana berskala global yang sangat cepat menyebar dan mulai menyerang berbagai wilayah di seluruh dunia, tidak terkecuali Kalimantan Tengah. Tercatat data yang dikeluarkan oleh MCCC (Muhammadiyah Covid-19 Command Center) Kalimantan Tengah sampai Kamis (16/4/2020), sebanyak 33 orang positif terpapar virus ini dan 374 orang masuk dalam kategori ODP. […]

expand_less