Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 108
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang Berkemajuan, Ini Pesan Ustadz Arifin di Anggana

KUTAI KARTANEGARA – Tausiah Ustadz Arifin Suparman dalam pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Ahad (3/5/2026), menghadirkan refleksi mendalam tentang seperti apa sesungguhnya profil ideal seorang pimpinan, mubaligh, dan jamaah Muhammadiyah.

Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Profile Pimpinan, Mubaligh dan Jamaah Muhammadiyah & Aisyiyah”, Ustadz Arifin menegaskan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan status administratif, melainkan harus tercermin dalam pola pikir, kebiasaan, hingga komitmen nyata terhadap gerakan persyarikatan.

“Menjadi Muhammadiyah itu bukan sekadar tercatat namanya, tapi bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah hidup dalam keseharian kita,” ujarnya di hadapan hampir seribu peserta.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Muhammadiyah bertumpu pada manhaj berpikir yang benar, yaitu memiliki pedoman, metode, dan sistem yang kokoh dalam memahami Islam dan menjalankan organisasi.

Menurutnya, seorang pimpinan Muhammadiyah harus memiliki orientasi dakwah yang proporsional, mengedepankan ilmu, dan menjadikan Al-Islam serta Kemuhammadiyahan sebagai dasar berpijak.
“Kalau pimpinan kehilangan manhaj, maka arah gerakan juga bisa kehilangan orientasi,” katanya.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah menjaga tradisi keilmuan.

Ia mencontohkan pentingnya ketelitian dalam persoalan ibadah, seperti pemahaman arah kiblat, Kalender Hijriah Global Tunggal, maupun ketepatan waktu shalat.
“Keilmuan adalah napas Muhammadiyah. Jangan sampai kita malas belajar, padahal kita bagian dari gerakan tajdid,” tegasnya.

Selain itu, Ustadz Arifin menyoroti pentingnya pengkaderan.
Ia menyebut bahwa kaderisasi terbaik bukan sekadar memberi teori, melainkan memberikan ruang dan kesempatan.
“Pengkaderan yang utama adalah pemberian kesempatan. Beri ruang bagi kader muda untuk belajar memimpin, berdakwah, dan berorganisasi,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi adalah syarat mutlak agar Muhammadiyah tetap hidup dan berkembang.
“Kalau semua ingin tampil sendiri, kader tidak akan pernah tumbuh,” katanya.

Sambutan H. Yamin Hadi Firmadi, B.E., Ketua PDM Kutai Kartanegara

Karakter lain yang ditekankan adalah gemar bermusyawarah.
Ia mengingatkan bahwa budaya organisasi Muhammadiyah dibangun di atas tradisi dialog dan kolektivitas, bukan keputusan sepihak.
“Musyawarah bukan formalitas. Di situlah ruh kebersamaan dan kebijaksanaan tumbuh,” ujarnya.

Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa pimpinan dan kader Muhammadiyah harus rajin menghadiri pengajian Muhammadiyah.
Menurutnya, pengajian adalah ruang penyegaran ideologis sekaligus penguatan spiritual.
“Kalau jarang hadir, perlahan rasa memiliki terhadap persyarikatan bisa memudar,” tuturnya.

Dalam era digital, Ustadz Arifin juga menekankan pentingnya meng-viral-kan pemikiran tokoh Muhammadiyah.
Ia mengingatkan kader agar aktif menyebarkan gagasan mencerahkan dari para tokoh persyarikatan, bukan justru terjebak pada narasi negatif.
“Jangan sibuk menghujat tokoh sendiri. Sebarkan pemikiran yang membangun umat,” katanya.

Ceramah itu semakin menarik ketika ia menyampaikan indikator-indikator sederhana namun bermakna, seperti hafal lagu-lagu Muhammadiyah, memiliki batik Muhammadiyah atau Aisyiyah, hingga menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Muhammadiyah.
Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut mungkin tampak sederhana.
Namun menurutnya, simbol-simbol itu merefleksikan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Kalau kita cinta, pasti ada ekspresi nyata dari kecintaan itu,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk aktif mempromosikan amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, maupun dakwah digital.
“Sekolah, rumah sakit, Lazismu, koperasi, media dakwah—semua itu milik gerakan. Kalau bukan kita yang mengenalkan, siapa lagi?” katanya.

Lebih jauh, Ustadz Arifin menyinggung pentingnya dukungan administratif seperti memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), membayar iuran anggota, serta memiliki aplikasi pendukung organisasi.
Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk disiplin organisatoris yang mencerminkan keseriusan dalam ber-Muhammadiyah.

Pesan yang paling kuat dari ceramahnya adalah ajakan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari identitas hidup, bukan sekadar aktivitas sesekali.
“Muhammadiyah harus hadir dalam pikiran, dalam amal, dalam kebiasaan, dan dalam keputusan hidup kita,” tegasnya.

Tausiah itu meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.
Banyak yang mengaku merasa seperti sedang bercermin, mengevaluasi sejauh mana komitmen mereka terhadap persyarikatan.

Di akhir ceramah, Ustadz Arifin mengingatkan bahwa tantangan Muhammadiyah ke depan semakin kompleks.
Karena itu, dibutuhkan pimpinan dan kader yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan tulus dalam pengabdian.

Melalui pengajian di Anggana, pesan tersebut menggema kuat: bahwa masa depan Muhammadiyah akan sangat ditentukan oleh kualitas kadernya hari ini. Sebuah refleksi yang sederhana, tetapi sarat makna bagi perjalanan gerakan Islam berkemajuan di Kalimantan Timur.(ay.1)

 

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    Melampaui Sejarah, Menembus Idealisme Semu: Pesan Optimisme di Pembukaan DAP IMM

    • calendar_month Rabu, 15 Apr 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 88
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Semarang – Darul Arqam Paripurna (DAP) Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah tahun 2026 resmi dibuka dengan semangat transformasi di Universitas Muhammadiyah Semarang pada Rabu, 15 April 2026. Kegiatan ini tidak lagi diposisikan sekadar sebagai agenda formal organisasi, melainkan sebagai momentum strategis untuk membentuk arah baru kepemimpinan kader muda IMM di masa produktif mereka. Mengusung semangat melampaui […]

  • Lokakarya IMMawati Jateng: Rumuskan Peta Jalan Perempuan Pemimpin Masa Depan

    Lokakarya IMMawati Jateng: Rumuskan Peta Jalan Perempuan Pemimpin Masa Depan

    • calendar_month Sabtu, 6 Sep 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 58
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SEMARANG — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Jawa Tengah melalui Bidang IMMawati resmi membuka Lokakarya IMMawati Jawa Tengah pada Sabtu (30/8) di Ruang Soekarno Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan (BBPMP) Jawa Tengah. Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat peran IMMawati dalam gerakan intelektual, sosial, dan kepemimpinan. Ketua Bidang IMMawati DPD IMM Jateng, Khosiyatika, M.Pd., […]

  • Launching Bikersmu Chapter Kota Batam

    Launching Bikersmu Chapter Kota Batam

    • calendar_month Rabu, 15 Okt 2025
    • account_circle Dwi Kurniadi
    • visibility 57
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, BATAM – Pengurus Bikersmu Chapter Kota Batam masa jabatan 2022-2027 secara resmi launching pada Ahad (12/10/2025) di Masjid HAMKAH Kompleks Muhammadiyah ASEAN di Batuaji, Kota Batam. Ini berdasarkan Keputusan Pimpinan Majelis Tabligh Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kota Batam, Nomor : 251/KEP/III.O/B/2025 tentang pengangkatan Bikersmu Chapter Kota Batam masa jabatan 2022-2027. Pengangkatan pengurus Bikersmu ini […]

  • Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    Sehat yang Belum Utuh: Kesehatan Mental dalam Konsep Sehat Perspektif Muhammadiyah

    • calendar_month Selasa, 28 Jul 2026
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 99
    • 0Komentar

    Oleh: Hessy Sahana, Mahasiswa Magister Kesehatan Masyarakat Universitas Ahmad Dahlan Selama ini, kesehatan sering diukur dari kondisi fisik semata: tidak sakit, tubuh kuat, umur panjang. Pada kenyataannya, terdapat satu dimensi yang kerap luput dari perhatian padahal dampaknya tidak kalah serius bagi kualitas hidup manusia, yaitu kesehatan mental. Seseorang bisa saja tampak sehat secara fisik, namun […]

  • Ketua LPP PWM Jateng Kyai Irzal Sampaikan 4 Tas pada Wisuda Perdana PPM KH. Mas Mansur Brebes

    Ketua LPP PWM Jateng Kyai Irzal Sampaikan 4 Tas pada Wisuda Perdana PPM KH. Mas Mansur Brebes

    • calendar_month Senin, 20 Mei 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 187
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Brebes – Pondok Pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansur Wanasari Brebes mengelar Wisuda Perdana Santri di Auditorium UMUS Brebes, Ahad (19/05/2024). Acara yang diselenggarakan oleh pondok untuk mewisuda santri kelas akhir dan pembekalan santri sebelum meninggalkan pesantren Muhammadiyah KH Mas Mansur Wanasari ini mengusung tema “Kader Unggul dan Berprestasi”. Dalam Sambutannya, Mudir Pesantren KH Mas […]

  • Diikuti Ratusan Kader, Kwarda HW Blora Sukses Gelar Mahrojan Penghela HW Se-Kabupaten Blora

    Diikuti Ratusan Kader, Kwarda HW Blora Sukses Gelar Mahrojan Penghela HW Se-Kabupaten Blora

    • calendar_month Senin, 29 Jul 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 464
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Blora – Kwartir daerah Hizbul Wathan Blora (Kwarda HW) baru saja mengadakan acara Mahrojan Penghela tingkat SMA/SMK Se-Kabupaten Blora. Kecamatan Kunduran dipilih sebagai lokasi mahrojan, tepatnya di lapangan Gajah Mada kecamatan Kunduran pada hari jum’at hingga Ahad (26-28/7/2024). Kegiatan ini merupakan mahrojan perdana yang  diadakan oleh Kwarda HW Blora. Mahrohan kali ini mengangkat tema […]

expand_less