Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 18
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang Berkemajuan, Ini Pesan Ustadz Arifin di Anggana

KUTAI KARTANEGARA – Tausiah Ustadz Arifin Suparman dalam pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Ahad (3/5/2026), menghadirkan refleksi mendalam tentang seperti apa sesungguhnya profil ideal seorang pimpinan, mubaligh, dan jamaah Muhammadiyah.

Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Profile Pimpinan, Mubaligh dan Jamaah Muhammadiyah & Aisyiyah”, Ustadz Arifin menegaskan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan status administratif, melainkan harus tercermin dalam pola pikir, kebiasaan, hingga komitmen nyata terhadap gerakan persyarikatan.

“Menjadi Muhammadiyah itu bukan sekadar tercatat namanya, tapi bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah hidup dalam keseharian kita,” ujarnya di hadapan hampir seribu peserta.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Muhammadiyah bertumpu pada manhaj berpikir yang benar, yaitu memiliki pedoman, metode, dan sistem yang kokoh dalam memahami Islam dan menjalankan organisasi.

Menurutnya, seorang pimpinan Muhammadiyah harus memiliki orientasi dakwah yang proporsional, mengedepankan ilmu, dan menjadikan Al-Islam serta Kemuhammadiyahan sebagai dasar berpijak.
“Kalau pimpinan kehilangan manhaj, maka arah gerakan juga bisa kehilangan orientasi,” katanya.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah menjaga tradisi keilmuan.

Ia mencontohkan pentingnya ketelitian dalam persoalan ibadah, seperti pemahaman arah kiblat, Kalender Hijriah Global Tunggal, maupun ketepatan waktu shalat.
“Keilmuan adalah napas Muhammadiyah. Jangan sampai kita malas belajar, padahal kita bagian dari gerakan tajdid,” tegasnya.

Selain itu, Ustadz Arifin menyoroti pentingnya pengkaderan.
Ia menyebut bahwa kaderisasi terbaik bukan sekadar memberi teori, melainkan memberikan ruang dan kesempatan.
“Pengkaderan yang utama adalah pemberian kesempatan. Beri ruang bagi kader muda untuk belajar memimpin, berdakwah, dan berorganisasi,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi adalah syarat mutlak agar Muhammadiyah tetap hidup dan berkembang.
“Kalau semua ingin tampil sendiri, kader tidak akan pernah tumbuh,” katanya.

Sambutan H. Yamin Hadi Firmadi, B.E., Ketua PDM Kutai Kartanegara

Karakter lain yang ditekankan adalah gemar bermusyawarah.
Ia mengingatkan bahwa budaya organisasi Muhammadiyah dibangun di atas tradisi dialog dan kolektivitas, bukan keputusan sepihak.
“Musyawarah bukan formalitas. Di situlah ruh kebersamaan dan kebijaksanaan tumbuh,” ujarnya.

Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa pimpinan dan kader Muhammadiyah harus rajin menghadiri pengajian Muhammadiyah.
Menurutnya, pengajian adalah ruang penyegaran ideologis sekaligus penguatan spiritual.
“Kalau jarang hadir, perlahan rasa memiliki terhadap persyarikatan bisa memudar,” tuturnya.

Dalam era digital, Ustadz Arifin juga menekankan pentingnya meng-viral-kan pemikiran tokoh Muhammadiyah.
Ia mengingatkan kader agar aktif menyebarkan gagasan mencerahkan dari para tokoh persyarikatan, bukan justru terjebak pada narasi negatif.
“Jangan sibuk menghujat tokoh sendiri. Sebarkan pemikiran yang membangun umat,” katanya.

Ceramah itu semakin menarik ketika ia menyampaikan indikator-indikator sederhana namun bermakna, seperti hafal lagu-lagu Muhammadiyah, memiliki batik Muhammadiyah atau Aisyiyah, hingga menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Muhammadiyah.
Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut mungkin tampak sederhana.
Namun menurutnya, simbol-simbol itu merefleksikan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Kalau kita cinta, pasti ada ekspresi nyata dari kecintaan itu,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk aktif mempromosikan amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, maupun dakwah digital.
“Sekolah, rumah sakit, Lazismu, koperasi, media dakwah—semua itu milik gerakan. Kalau bukan kita yang mengenalkan, siapa lagi?” katanya.

Lebih jauh, Ustadz Arifin menyinggung pentingnya dukungan administratif seperti memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), membayar iuran anggota, serta memiliki aplikasi pendukung organisasi.
Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk disiplin organisatoris yang mencerminkan keseriusan dalam ber-Muhammadiyah.

Pesan yang paling kuat dari ceramahnya adalah ajakan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari identitas hidup, bukan sekadar aktivitas sesekali.
“Muhammadiyah harus hadir dalam pikiran, dalam amal, dalam kebiasaan, dan dalam keputusan hidup kita,” tegasnya.

Tausiah itu meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.
Banyak yang mengaku merasa seperti sedang bercermin, mengevaluasi sejauh mana komitmen mereka terhadap persyarikatan.

Di akhir ceramah, Ustadz Arifin mengingatkan bahwa tantangan Muhammadiyah ke depan semakin kompleks.
Karena itu, dibutuhkan pimpinan dan kader yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan tulus dalam pengabdian.

Melalui pengajian di Anggana, pesan tersebut menggema kuat: bahwa masa depan Muhammadiyah akan sangat ditentukan oleh kualitas kadernya hari ini. Sebuah refleksi yang sederhana, tetapi sarat makna bagi perjalanan gerakan Islam berkemajuan di Kalimantan Timur.(ay.1)

 

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Wujud Humanitas Kader, PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi Gelar Aksi Sosial

    Wujud Humanitas Kader, PK IMM Salahuddin Al-Ayyubi Gelar Aksi Sosial

    • calendar_month Rabu, 18 Mar 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, PADANG – Pimpinan Komisariat Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (PK IMM) Salahuddin Al-Ayyubi Fakultas Dakwah dan Ilmu Komunikasi UIN Imam Bonjol Padang menggelar aksi sosial yang bertajuk _“Salahuddin Muda Berbagi”_. Kegiatan ini diwujudkan melalui pembagian takjil gratis yang berpusat di Jalan By Pass menuju Lubuk Buaya, Kota Padang, Sumatera Barat pada hari Kamis, 12 Maret 2026. […]

  • Smash Online Casino i Sverige – komplett guide till spel, betalningar och kundsupport

    Smash Online Casino i Sverige – komplett guide till spel, betalningar och kundsupport

    • calendar_month Selasa, 25 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 10
    • 0Komentar

    Smash Online Casino i Sverige – komplett guide till spel, betalningar och kundsupport ▶️ SPELA Содержимое Spela smidigt: Val av spel och bonusar Trygga transaktioner: Säkerställa betalningar och uttag Support och kundservice: Hur man får hjälp och rådgivning Vill du snabbt hitta ett pålitligt online casino i Sverige? Börja med smash se och gå direkt […]

  • Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Perlu Roadmap Jangka Panjang

    Gerakan Ekonomi Muhammadiyah Perlu Roadmap Jangka Panjang

    • calendar_month Senin, 9 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 18
    • 0Komentar

      SAMARINDA – Penguatan gerakan ekonomi Muhammadiyah tidak hanya memerlukan potensi dan peluang usaha, tetapi juga keberanian melakukan evaluasi dan autokritik terhadap berbagai kelemahan yang masih ada. Hal tersebut disampaikan oleh Sekretaris PWM Jawa Tengah, Dodok Sartono, dalam kegiatan Pengajian Ramadan Muhammadiyah Kalimantan Timur di Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (UMKT), Samarinda, Jumat (7/3/2026). Dalam pemaparannya, […]

  • Dakwah Bisa Dijalankan Melalui Sepeda Motor

    Dakwah Bisa Dijalankan Melalui Sepeda Motor

    • calendar_month Senin, 20 Okt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 7
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Yogyakarta — Ketua Lembaga Pengembangan Olahraga Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Gatot Sugiharto, menegaskan bahwa Bikers Muhammadiyah (BikersMu) lahir dari kesadaran kolektif untuk menyalurkan semangat dakwah melalui sarana sepeda motor. Dalam acara pengukuhan PP BikersMu 2025–2027 di Aula Madrasah Mu’allimin Muhammadiyah Yogyakarta, Gatot menilai, gerakan ini merupakan inovasi dakwah yang relevan dengan perkembangan masyarakat modern. “BikersMu […]

  • Suasana Haru Salam Pamit KKN UMLA Kelompok 21 di MI MULA: Ketika Pengabdian Tulus Meninggalkan Jejak yang Tak Terlupakan

    Suasana Haru Salam Pamit KKN UMLA Kelompok 21 di MI MULA: Ketika Pengabdian Tulus Meninggalkan Jejak yang Tak Terlupakan

    • calendar_month Rabu, 12 Agt 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 11
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Suasana haru tak terbendung menyelimuti ruang guru MI Muhammadiyah 09 Labuhan (MI MULA). Meski berlangsung dalam kesederhanaan dan fasilitas seadanya, acara salam pamit mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhammadiyah Lamongan (UMLA) Kelompok 21 Desa Labuhan tetap berjalan penuh khidmat, hangat, dan menyentuh hati. Selasa (11/8/2026). Momen perpisahan ini menandai berlapangnya masa tugas pengabdian […]

  • Tim UMS Kembangkan Aplikasi SIMASMUH untuk Pendataan Masjid Muhammadiyah se-Indonesia

    Tim UMS Kembangkan Aplikasi SIMASMUH untuk Pendataan Masjid Muhammadiyah se-Indonesia

    • calendar_month Kamis, 26 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 21
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Tim Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) yang terdiri dari dosen dan mahasiswa menunjukkan kontribusi nyata dalam pengembangan teknologi berbasis keumatan. Mereka membuat sistem yang disebut dengan Sistem Informasi Masjid Muhammadiyah (SIMASMUH). Ketua tim pengabdian masyarakat, Nurgiyatna, S.T., M.Sc., Ph.D., mengatakan bahwa aplikasi ini ditujukan untuk mendata seluruh masjid yang dikelola Muhammadiyah di Indonesia […]

expand_less