Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

Ustadz Arifin Suparman Kupas Profil Ideal Pimpinan Muhammadiyah di Hadapan Kader Kukar

  • account_circle Redaksi Kabarmuh
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 109
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

Menjadi Pimpinan Muhammadiyah yang Berkemajuan, Ini Pesan Ustadz Arifin di Anggana

KUTAI KARTANEGARA – Tausiah Ustadz Arifin Suparman dalam pengajian bulanan Muhammadiyah dan Aisyiyah se-Kabupaten Kutai Kartanegara di Masjid Mujahiddin, Desa Sidomulyo, Kecamatan Anggana, Ahad (3/5/2026), menghadirkan refleksi mendalam tentang seperti apa sesungguhnya profil ideal seorang pimpinan, mubaligh, dan jamaah Muhammadiyah.

Dalam ceramahnya yang mengangkat tema “Profile Pimpinan, Mubaligh dan Jamaah Muhammadiyah & Aisyiyah”, Ustadz Arifin menegaskan bahwa menjadi bagian dari Muhammadiyah tidak cukup hanya dengan status administratif, melainkan harus tercermin dalam pola pikir, kebiasaan, hingga komitmen nyata terhadap gerakan persyarikatan.

“Menjadi Muhammadiyah itu bukan sekadar tercatat namanya, tapi bagaimana nilai-nilai Muhammadiyah hidup dalam keseharian kita,” ujarnya di hadapan hampir seribu peserta.
Ia menjelaskan bahwa kepemimpinan Muhammadiyah bertumpu pada manhaj berpikir yang benar, yaitu memiliki pedoman, metode, dan sistem yang kokoh dalam memahami Islam dan menjalankan organisasi.

Menurutnya, seorang pimpinan Muhammadiyah harus memiliki orientasi dakwah yang proporsional, mengedepankan ilmu, dan menjadikan Al-Islam serta Kemuhammadiyahan sebagai dasar berpijak.
“Kalau pimpinan kehilangan manhaj, maka arah gerakan juga bisa kehilangan orientasi,” katanya.
Salah satu poin penting yang ditekankan adalah menjaga tradisi keilmuan.

Ia mencontohkan pentingnya ketelitian dalam persoalan ibadah, seperti pemahaman arah kiblat, Kalender Hijriah Global Tunggal, maupun ketepatan waktu shalat.
“Keilmuan adalah napas Muhammadiyah. Jangan sampai kita malas belajar, padahal kita bagian dari gerakan tajdid,” tegasnya.

Selain itu, Ustadz Arifin menyoroti pentingnya pengkaderan.
Ia menyebut bahwa kaderisasi terbaik bukan sekadar memberi teori, melainkan memberikan ruang dan kesempatan.
“Pengkaderan yang utama adalah pemberian kesempatan. Beri ruang bagi kader muda untuk belajar memimpin, berdakwah, dan berorganisasi,” ujarnya.

Menurutnya, regenerasi adalah syarat mutlak agar Muhammadiyah tetap hidup dan berkembang.
“Kalau semua ingin tampil sendiri, kader tidak akan pernah tumbuh,” katanya.

Sambutan H. Yamin Hadi Firmadi, B.E., Ketua PDM Kutai Kartanegara

Karakter lain yang ditekankan adalah gemar bermusyawarah.
Ia mengingatkan bahwa budaya organisasi Muhammadiyah dibangun di atas tradisi dialog dan kolektivitas, bukan keputusan sepihak.
“Musyawarah bukan formalitas. Di situlah ruh kebersamaan dan kebijaksanaan tumbuh,” ujarnya.

Tak kalah penting, ia mengingatkan bahwa pimpinan dan kader Muhammadiyah harus rajin menghadiri pengajian Muhammadiyah.
Menurutnya, pengajian adalah ruang penyegaran ideologis sekaligus penguatan spiritual.
“Kalau jarang hadir, perlahan rasa memiliki terhadap persyarikatan bisa memudar,” tuturnya.

Dalam era digital, Ustadz Arifin juga menekankan pentingnya meng-viral-kan pemikiran tokoh Muhammadiyah.
Ia mengingatkan kader agar aktif menyebarkan gagasan mencerahkan dari para tokoh persyarikatan, bukan justru terjebak pada narasi negatif.
“Jangan sibuk menghujat tokoh sendiri. Sebarkan pemikiran yang membangun umat,” katanya.

Ceramah itu semakin menarik ketika ia menyampaikan indikator-indikator sederhana namun bermakna, seperti hafal lagu-lagu Muhammadiyah, memiliki batik Muhammadiyah atau Aisyiyah, hingga menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui Muhammadiyah.
Bagi sebagian orang, hal-hal tersebut mungkin tampak sederhana.
Namun menurutnya, simbol-simbol itu merefleksikan rasa memiliki terhadap organisasi.
“Kalau kita cinta, pasti ada ekspresi nyata dari kecintaan itu,” ujarnya.

Ia juga mengajak seluruh kader untuk aktif mempromosikan amal usaha Muhammadiyah, baik di bidang pendidikan, kesehatan, sosial, ekonomi, maupun dakwah digital.
“Sekolah, rumah sakit, Lazismu, koperasi, media dakwah—semua itu milik gerakan. Kalau bukan kita yang mengenalkan, siapa lagi?” katanya.

Lebih jauh, Ustadz Arifin menyinggung pentingnya dukungan administratif seperti memiliki Kartu Tanda Anggota Muhammadiyah (KTAM), membayar iuran anggota, serta memiliki aplikasi pendukung organisasi.
Menurutnya, hal tersebut adalah bentuk disiplin organisatoris yang mencerminkan keseriusan dalam ber-Muhammadiyah.

Pesan yang paling kuat dari ceramahnya adalah ajakan untuk menjadikan Muhammadiyah sebagai bagian dari identitas hidup, bukan sekadar aktivitas sesekali.
“Muhammadiyah harus hadir dalam pikiran, dalam amal, dalam kebiasaan, dan dalam keputusan hidup kita,” tegasnya.

Tausiah itu meninggalkan kesan mendalam bagi peserta.
Banyak yang mengaku merasa seperti sedang bercermin, mengevaluasi sejauh mana komitmen mereka terhadap persyarikatan.

Di akhir ceramah, Ustadz Arifin mengingatkan bahwa tantangan Muhammadiyah ke depan semakin kompleks.
Karena itu, dibutuhkan pimpinan dan kader yang bukan hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kuat secara ideologis, matang secara organisatoris, dan tulus dalam pengabdian.

Melalui pengajian di Anggana, pesan tersebut menggema kuat: bahwa masa depan Muhammadiyah akan sangat ditentukan oleh kualitas kadernya hari ini. Sebuah refleksi yang sederhana, tetapi sarat makna bagi perjalanan gerakan Islam berkemajuan di Kalimantan Timur.(ay.1)

 

  • Penulis: Redaksi Kabarmuh

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • MDMC Lampung Berikan Materi Penanggulangan Bencana pada Mastama Universitas Muhammadiyah Kotabumi

    MDMC Lampung Berikan Materi Penanggulangan Bencana pada Mastama Universitas Muhammadiyah Kotabumi

    • calendar_month Rabu, 11 Sep 2024
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 292
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Lampung Utara – MDMC Wilayah Lampung hadir menjadi pemateri dalam kegiatan Masa Ta’aruf Mahasiswa (Mastama) Universitas Muhammadiyah Kotabumi (UMKO) Tahun Akademik 2024/2025. Materi yang diberikan MDMC Wilayah Lampung dalam kegiatan tersebut mengenai penanggulangan bencana yang dibawakan oleh Widodo Rahayu dan Edy Kurniawan pada Senin, 9 September 2024 di Universitas Muhammadiyah Kotabumi, Jalan Hasan Kepala […]

  • Spirit Al-Ma’un 2026: Ormawa FKM UMKT Tebar Kepedulian Sosial Melalui Rangkaian Aksi Berbagi di Samarinda

    Spirit Al-Ma’un 2026: Ormawa FKM UMKT Tebar Kepedulian Sosial Melalui Rangkaian Aksi Berbagi di Samarinda

    • calendar_month Minggu, 15 Mar 2026
    • account_circle Redaksi Kabarmuh
    • visibility 97
    • 0Komentar

      Samarinda — Organisasi mahasiswa Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Muhammadiyah Kalimantan Timur (FKM UMKT) kembali menunjukkan komitmennya dalam pengabdian kepada masyarakat melalui kegiatan Spirit Al-Ma’un 2026, sebuah program sosial yang dilaksanakan pada 7 hingga 12 Maret 2026 di berbagai lokasi di Kota Samarinda. Kegiatan ini merupakan wujud implementasi nilai-nilai Surah Al-Ma’un yang menekankan pentingnya kepedulian […]

  • Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    Aisyiyah Sosialisasikan Layanan Anak Berkebutuhan Khusus dan Inisiasi Rumah Sakinah

    • calendar_month Minggu, 25 Jan 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 94
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Sukoharjo –  24 Januari 2026  Pimpinan Daerah ‘Aisyiyah Sukoharjo  menyelenggarakan kegiatan sosialisasi pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK) dan  pendirian Rumah Sakinah Aisyiyah  pada Sabtu 24 Januari 2026 bertempat di Aula SMK Muhammadiyah 1 Sukoharjo. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemenuhan hak anak berkebutuhan khusus serta memperkuat ketahanan keluarga melalui layanan berbasis […]

  • Ikhtiar Guru Besar Ke-61 UMS Mengupayakan Konstruksi Berkelanjutan

    Ikhtiar Guru Besar Ke-61 UMS Mengupayakan Konstruksi Berkelanjutan

    • calendar_month Kamis, 19 Jun 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 53
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, SURAKARTA – Pembangunan berkelanjutan tidak cukup hanya mengandalkan kekuatan struktur, tapi juga menuntut terobosan yang ramah lingkungan. Menjawab tantangan itu, Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) resmi mengukuhkan Prof. Ir. Mochamad Solikin, M.T., Ph.D. sebagai Guru Besar ke-61 Bidang Teknologi Bahan Konstruksi, Kamis (19/6). Pengukuhan dua guru besar ini digelar dalam Sidang Terbuka Senat UMS di […]

  • UMS dan BI Solo Perkuat Sinergi Pengembangan Halal Center dan Literasi Kebanksentralan

    UMS dan BI Solo Perkuat Sinergi Pengembangan Halal Center dan Literasi Kebanksentralan

    • calendar_month Jumat, 16 Mei 2025
    • account_circle Zulfan Falakhi
    • visibility 68
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta – Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) terus memperkuat sinergi strategis dengan lembaga negara. Kali ini, UMS menerima kunjungan dari rombongan Bank Indonesia Solo, Kamis (15/5) kemarin. Lawatan dipimpin langsung oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo, Dwiyanto Cahyo Sumirat, dan didampingi oleh Kepala Seksi Kehumasan, Condro Nugroho Permono Adi, serta Kepala Tim KEKDA, Hesti […]

  • Musykerwil PWNA Kalsel 2026 Tekankan Sinergi dan Penguatan Jejaring Organisasi

    Musykerwil PWNA Kalsel 2026 Tekankan Sinergi dan Penguatan Jejaring Organisasi

    • calendar_month Senin, 6 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 77
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Banjarmasin – Pimpinan Wilayah Nasyiatul Aisyiyah (PWNA) Kalimantan Selatan menggelar Musyawarah Kerja Wilayah (Musykerwil) pada Ahad, (05/04) sebagai momentum memperkuat arah gerak organisasi ke depan. Kegiatan yang dilaksanakan secara hybrid ini diikuti kader dari berbagai daerah, baik secara luring maupun daring. Musykerwil tersebut menjadi ruang strategis bagi PWNA Kalimantan Selatan dalam merumuskan program kerja […]

expand_less