Breaking News
light_mode
Trending Tags
Beranda » Berita » Kader IMM Soroti Wacana Penghapusan Prodi Tak Relevan Industri, Dorong Kajian Akademik Komprehensif

Kader IMM Soroti Wacana Penghapusan Prodi Tak Relevan Industri, Dorong Kajian Akademik Komprehensif

  • account_circle Adi Kurnia
  • calendar_month Minggu, 3 Mei 2026
  • visibility 36
  • comment 0 komentar
  • print Cetak

info Atur ukuran teks artikel ini untuk mendapatkan pengalaman membaca terbaik.

KABARMUH.ID, YOGYAKARTA, 2 Mei 2026 — Wacana pemerintah melalui Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi untuk mengevaluasi hingga kemungkinan menghapus program studi yang dinilai tidak relevan dengan kebutuhan industri menuai respons kritis dari kalangan mahasiswa. Sorotan tersebut disampaikan oleh Akmal Basyir, Ketua IMM DIY Bidang Pengembangan Jaringan Perguruan Tinggi (PJPT), yang menilai kebijakan itu perlu dikaji secara mendalam dan tidak boleh dilakukan secara tergesa-gesa.

Pernyataan ini disampaikan Akmal Basyir saat diwawancarai di Yogyakarta, Sabtu (2/5), merespons pemberitaan yang menyebutkan pemerintah membuka kemungkinan penutupan prodi yang dianggap tidak lagi sesuai dengan kebutuhan industri.

Menurutnya, langkah tersebut tidak bisa hanya didasarkan pada ukuran relevansi industri semata. “Perguruan tinggi memiliki fungsi yang lebih luas daripada sekadar memenuhi kebutuhan industri. Ia adalah ruang pengembangan ilmu pengetahuan dan pembentukan cara berpikir. Jika parameter ‘relevansi’ hanya dilihat dari industri hari ini, maka banyak disiplin ilmu berpotensi disederhanakan bahkan dihilangkan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, secara akademis, konsep relevansi bersifat dinamis dan kontekstual. Sebuah program studi yang saat ini terlihat tidak memiliki keterkaitan langsung dengan industri, belum tentu kehilangan nilai dalam jangka panjang. “Sejarah perkembangan ilmu menunjukkan bahwa banyak bidang yang awalnya dianggap tidak praktis, justru menjadi fondasi inovasi di masa depan. Karena itu, pendekatan yang terlalu ekonomistik berisiko mereduksi fungsi pendidikan tinggi,” tambahnya.

Wacana penghapusan prodi sendiri sebelumnya mendapat perhatian dari DPR yang menilai kebijakan tersebut harus melalui kajian komprehensif. Akmal Basyir sejalan dengan pandangan tersebut dan menekankan pentingnya evaluasi berbasis data serta pertimbangan multidisipliner.

Lebih lanjut, ia mendorong agar pemerintah tidak menjadikan penghapusan sebagai solusi utama. Sebaliknya, transformasi kurikulum dan penguatan integrasi keilmuan dinilai lebih tepat untuk menjawab tantangan zaman. “Yang perlu didorong adalah adaptasi dan inovasi dalam prodi, bukan eliminasi. Kampus harus diberi ruang untuk mengembangkan pendekatan interdisipliner agar tetap relevan tanpa kehilangan identitas keilmuannya,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa setiap kebijakan pendidikan harus berpijak pada prinsip kehati-hatian dan visi jangka panjang, sehingga tidak hanya menjawab kebutuhan industri saat ini, tetapi juga menjaga keberlanjutan ilmu pengetahuan dan peran strategis perguruan tinggi dalam membentuk peradaban.

Dengan demikian, Akmal Basyir menilai bahwa evaluasi terhadap program studi memang diperlukan, namun harus dilakukan secara hati-hati, berbasis kajian akademik yang kuat, serta mempertimbangkan peran pendidikan dalam jangka panjang, bukan semata kebutuhan industri saat ini.

Editor: Hammam Alghazy

 

  • Penulis: Adi Kurnia

Komentar (0)

Saat ini belum ada komentar

Silahkan tulis komentar Anda

Email Anda tidak akan dipublikasikan. Kolom yang bertanda bintang (*) wajib diisi

Rekomendasi Untuk Anda

  • Sistem Pendidikan menurut Paulo Freire dan Kaitannya dengan Indonesia

    Sistem Pendidikan menurut Paulo Freire dan Kaitannya dengan Indonesia

    • calendar_month Rabu, 13 Apr 2022
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 1.245
    • 0Komentar

    Oleh : Luthfia Anisa’ (202110230311040) Pada era ini pendidikan merupakan komponen penting dalam hidup. Pendidikan merupakan jembatan bagi kalangan masyarakat yang ingin memutar nasib status sosialnya. Tidak bisa dipungkiri bahwa seorang yang tidak memiliki fondasi pendidikan yang kuat kemungkinan akan mengalami kesulitan dalam menggapai status sosial yang dihormati masyarakat pada umumnya. Namun  hal itu menjadi […]

  • Kolaborasi Mahasiswa KKN Kelompok 3 dan Posyandu Kedungsoko Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

    Kolaborasi Mahasiswa KKN Kelompok 3 dan Posyandu Kedungsoko Perkuat Layanan Kesehatan Lansia

    • calendar_month Jumat, 24 Jul 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 36
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, NGANJUK – Layanan kesehatan bagi warga lanjut usia (lansia) di Desa Kedungsoko, Kecamatan Sukomoro, mendapat dorongan energi baru pada Sabtu (11/7) lalu. Bertempat di halaman rumah Kepala Desa, para lansia berkumpul untuk mengikuti kegiatan rutin Posyandu yang kali ini diselenggarakan secara gotong royong oleh Kader Posyandu, Bidan Desa, serta mahasiswa KKN dari Kelompok 3. […]

  • Penuntun Kafilah Se-Indonesia Pererat Silaturahmi dan Koordinasi Nasional

    Penuntun Kafilah Se-Indonesia Pererat Silaturahmi dan Koordinasi Nasional

    • calendar_month Jumat, 17 Apr 2026
    • account_circle Adi Kurnia
    • visibility 33
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Surakarta, 15 April 2026 — Kafilah Penuntun Hizbul Wathan Moh. Djazman Universitas Muhammadiyah Surakarta menginisiasi kegiatan Silaturahmi Kafilah Penuntun Se-Indonesia yang diselenggarakan pada Rabu (15/4/2026) melalui Zoom Meeting. Kegiatan ini menjadi forum awal untuk membangun komunikasi dan koordinasi antar Penuntun Kafilah di seluruh Indonesia. Silaturahmi ini bertujuan untuk mempererat hubungan sekaligus meningkatkan koordinasi dalam […]

  • Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

    Ikhlas Beramal: Praktik Nyata Spiritualitas dalam Pengabdian Ilmiah Dr. Budi Santosa, M.Si., Med.

    • calendar_month Sabtu, 10 Mei 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 36
    • 0Komentar

    Oleh : Muhammad Rafli Ramadhan, Kader IPM DKI Jakarta/Peserta PKPTMU PP IPM Dalam berbagai literatur ilmu sosial dan keagamaan, keikhlasan sering disebut sebagai inti dari nilai moral tertinggi dalam beramal. Ikhlas beramal bukan hanya menjadi tuntutan spiritual, tetapi juga dasar etis dalam praktik keilmuan dan sosial. Nilai ini tampak nyata dalam perjalanan pengabdian Dr. Budi […]

  • Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu dalam Mewujudkan Rumah yang Berkelanjutan

    Hemat Energi, Gaya Hidup Islami: Peran Ibu dalam Mewujudkan Rumah yang Berkelanjutan

    • calendar_month Selasa, 5 Agt 2025
    • account_circle Kabar Muhammadiyah
    • visibility 35
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Dalam upaya mendorong kesadaran masyarakat terhadap pentingnya penghematan energi di lingkungan rumah tangga, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konservasi Energi (Dirjen EBTKE) bekerja sama dengan Program 1000 Cahaya Muhammadiyah dan Lembaga Lingkungan Hidup dan Penanggulangan Bencana (LLHPB) Pimpinan Pusat ‘Aisyiyah menyelenggarakan Sosialisasi Konservasi […]

  • Pemerintah Harus Hadir untuk Sritex: Affandi Affan Soroti Pentingnya Perlindungan bagi Karyawan

    Pemerintah Harus Hadir untuk Sritex: Affandi Affan Soroti Pentingnya Perlindungan bagi Karyawan

    • calendar_month Sabtu, 28 Des 2024
    • account_circle Najihus Salam
    • visibility 136
    • 0Komentar

    KABARMUH.ID, Jakarta – Affandi Affan, SH, MH, CTA, Sekretaris Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah sekaligus advokat, menekankan pentingnya peran aktif pemerintah dalam menyelesaikan kasus kepailitan PT Sri Rejeki Isman Tbk (Sritex). Menurutnya, dalam situasi ini, negara harus hadir untuk melindungi hak-hak ribuan karyawan yang terdampak dan mencari solusi terbaik bagi keberlangsungan perusahaan. “Kasus kepailitan Sritex bukan […]

expand_less